Politik & Pemerintahan

Hari Pertama Dukcapil Goes To School Hasilkan 239 Dokumen Adminduk

Kadukcapil Mimika, Slamet Sutejo menyerahkan dokumen adminduk KTP baru kepada salah seorang pelajar SMA N1

MIMIKA, BM

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispencapil) Mimika mulai melaksanakan program Goes To School di sekolah SMA Negeri 1 Mimika yang dimulai pukul 08.00 Wit hingga pukul 13.00 Wit.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari di sekolah SMA Negeri 1 Mimika, Kamis (29/4) dan Jumat (30/4) berhasil mendapatkan 239 dokumen kependudukan.

Dokumen kependudukan tersebut antara lain, Perekaman e-KTP pemula sebanyak 25, Cetak e-KTP 35, KK 42, Akte Kelahiran 61 dan KIA sebanyak 76 lembar.

Selain itu, Dukcapil juga tengah memproses dan akan menyerahkan 267 Akte Kelahiran sesuai data Dapodik yang sudah diserahkan oleh pihak sekolah. Rencananya hari ini, Jumat (30/3) akan diserahkan.

"Ini bagian dari mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terutama anak sekolah, mungkin mereka sibuk sekolah jadi sulit untuk datang ke kantor. Kalau pemula itu harus di rekam dulu baru bisa di cetak KTPnya," tutur Kepala Dispencapil Mimika, Slamet Sutejo saat diwawancarai di Sekolah SMAN 1.

Slamet mengatakan, sesuai rencana ke depan pengurusan adminduk di satuan pendidikan akan dilakukan secara online. Dukcapil juga tengah mempersiapkan konsepnya.

"Jadi admin di satuan pendidikan dengan admin di Dukcapil akan terkonek sehingga pemberkasan semua sistimnya online. Kita lagi pilot project di situ tapi nanti kita lakukan di tahun ajaran baru," tutur Slamet.

Dijelaskan Slamet, target Dukcapil adalah anak-anak di semua jenjang pendidikan harus memiliki dokumen kependudukan yang valid terutama bagi mereka yang sudah berusia 17 tahun ke atas.

"Ini juga supaya hak-haknya di pemilu 2024 bisa terpenuhi, apalagi yang kelas 3 juga mau lanjutkan kuliah sehingga pasti akan dimintai adminduk mereka di universitas atau sekolah kedinasan lainnya sehingga kita hadir untuk melayani dan mengantisipasi sebelum mereka butuh," ujarnya.

Bagi pelajar usia 17 tahun ke atas akan dibuatkan KTP sementara pelajar di bawah usia tersebut tahun akan dibuatkan KIA karena KIA berlaku bagi anak usia 0 - 17 tahun kurang 1 hari.

Selain pelayanan adminduk, Dukcapil Mimika juga melakukan sosialisasi kesadaran warga sedini mungkin tentang dokumen kependudukan yang valid dan akurat.

Sosialisasi dilakukan agar warga menyadari bahwa ketika dokumen valid dan akurat maka pemerintah akan lebih mudah memetakan serta memberikan pelayanan publik kepada warganya.

"Jadi ketika masyarakat sudah memiliki dokumen yang lengkap maka untuk akses apapun tidak sulit lagi apalagi sekarang semua urusan butuh dokumen adminduk yang jelas," jelasnya.

Setelah dua hari di SMAN 1, Dukcapil Mimika selanjutnya akan mendatangi Sentra Pendidikan pada tanggal 3-4 bulan depan. Sementara rencana ke Kokonao tanggal 6-8 namun akan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

"Setelah liburan sekolah selesai, kita terus door to door ke sekolah lain dengan harapan semua warga memiliki dokumen kependudukan yang valid. Saya yakin dalam 1 tahun mudah-mudahan ini terlampaui dan semoga bisa lebih dari itu karena kita akan terus turun,"katanya.

Slamet Sutejo mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan supaya data di Dapodik merupakan data yang NIKnya valid.

"Karena tujuan ke depan sudah tidak ada lagi yang dilaporkan jumlah siswa sekian karena semua terkoneksi di Dukcapil datanya," ujarnya.

"Kita juga sudah koordinasi dengan MKKS sehingga kita tahu berapa jumlah siswanya supaya kita juga bisa mengukur kekuatan kita berapa tenaga dan peralatan," lanjutnya.

Program Dukcapil Goes To School juga dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei nanti serta merupakan bagian dari Percepatan Target Nasional dalam Pelayanan Adminduk.

Melalui program Gos To School, Dukcapil Mimika menargetkan 5000 perekaman eKTP bagi pemula usia 17 tahun, penerbitan 5000 Akta Kelahiran dan 5000 Kartu Identitas Anak (KIA).

Program Dukcapil Goes To School sendiri merupakan salah satu terobosan dan inovasi baru dari antara beberapa inovasi yang sudah dihasilkan Dukcapil Mimika.

Semua program ini diciptakan untuk semakin mendekatkan pelayanan dokumen adminduk kepada masyarakat Mimika termasuk pelajar.

Selain itu, Dukcapil Goes To School juga merupakan inovasi yang diciptakan sebagai perwujudan visi misi bupati dan wakil bupati mewujudkan Mimika Smart City yang mana pelayanan adminduk harus semakin mudah, cepat dan gratis. (Shanty)

Disnaker Gelar Sosialisasi UU Cipta Kerja


Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Guna melaksanakan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (RI) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Mimika dan Forum Kader Norma Ketenagakerjaan (KNK) Provinsi Papua menggelar Sosialisasi UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan beserta turunannya (Peraturan Pemerintah No 34, 35, 36 dan 37 Tahun 2021).

Sosialisai diikuti secara langsung oleh unsur pemerintah daerah, pengusaha dan pekerja di Mimika yang dilangsungkan dari Hotel Horizon Ultima Kamis (6/5).

Selain itu, diikuti juga secara daring melalui zoom webinar oleh 250 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia diantaranya Palangkaraya, Jakarta, Makasar, Sampit, Tembagapura, Banda Aceh, Padang, Pontianak, Sawahlunto, Kupang, Lamongan, Lhoksumawe, Gorontalo, Pekan Baru, Bangkalan, Tangerang dan Kuala Kencana.

Pemateri dalam giat ini adalah Koordinator Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan dan K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan RI Ir. Chandra Kurniawan, Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda dari Kementerian Ketenagakerjaan RI Noviyanto SH,.MH dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Verry K. Boekan.

Sosialisasi UU Cipta Kerja (UUCK) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi semua perusahaan, pekerja dan serikat pekerja yang ada di Kabupaten Mimika untuk melibatkan diri dalam kegiatan sosialisasi UUCK.

Selain itu juga untuk meningkatkan kembali akan pentingnya pemahaman dan aplikasi UUCK-2020 serta turunannya, serta memacu semangat yang positif antara pengusaha, pekerja dan serikat pekerja untuk mencapai performa sinergitas dalam membangun Indonesia yang mandiri.

Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Mimika, Santi Sondang mengatakan sosialisasi ini diselenggarakan untuk memastikan terpenuhinya hak-hak pekerja dan menjaga keberlangsungan dunia usaha.

“Sektor ketenagakerjaan merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan nasional (Nawacita) untuk mewujudkan visi Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong,” katanya.

“Berdasarkan hal itu dan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI maka bagi perusahaan-perusahaan, pekerja dan serikat pekerja yang berdomisili Kabupaten Mimika diharapkan dapat memahami dan menjalankan peraturan pemerintah tersebut di tempat kerja masing-masing,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syahrial mengatakan UUCK merupakan bagian dari ikhtiar yang diambil pemerintah guna mewujudkan visi Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur.

Kementerian ketenagakerjaan RI menyatakan bahwa UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja bukan hanya untuk menciptakan kesempatan kerja, UU ini juga untuk mengakomodasi kelangsungan bekerja, peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja maupun buruh serta kelangsungan usaha yang berkesinambungan.

“Pemerintah melihat sejumlah tantangan dan peluang ketenagakerjaan yang ada saat ini antara lain pertumbuhan ekonomi yang masih rendah, angka pengangguran yang masih tinggi, perlunya pembangunan SDM yang berkualitas dan perkembangan ekonomi digital dan tren teknologi yang mengubah landscape bisnis kedepan sehingga mempengaruhi peta kebutuhan tenaga kerja dan perubahan pola hubungan kerja yang semakin dinamis,” tuturnya.

Ia mengatakan yang penting juga perlunya peningkatan daya saing investasi melalui kemudahan berusaha dan penataan regulasi yang masih tumpang tindih. Regulasi yang berantakan mempengaruhi kecepatan dalam menangkap peluang investasi untuk penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan perekonomian daerah.

“UUCK juga bertujuan untuk menyelesaikan tantangan ketenagakerjaan lainnya seperti bonus demografi dimana sebagian besar penduduknya berusia produktif atau usia kerja dan dampak pandemi Covid-19 terhadap ketenagakerjaan,” ucapnya.

Ia berharap dengan sosialisasi ini diharapkan mampy memperbaiki iklim ketenagakerjaan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas di Mimika khususnya dan Provinsi Papua secara umum. Selain itu dapat menyederhanakan, mensingkronkan dan memangkas regulasi yang menghambat penciptaan lapangan kerja sekaligus sebagai instrumen penyederhanaan dan peningkatan efektivitas birokrasi.

“Dengan sosialisasi webinar UUCK khususnya kluster ketenagakerjaan diharapkan dapat memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja yang baru bagi para pencari kerja serta para pengangguran dan akan memudahkan masyarakat, khususnya usaha mikro kecil untuk membuka usaha baru,” harapnya (Elfrida)

Melepas Kepergian Adiknya, Bupati Omaleng Sampaikan Terimakasih dan Ungkapkan Permohonan Maaf

Jenazah almarhum Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng saat akan dibawah ke tempat peristirahatan akhir di SP III

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berjasa dan membantu segala proses yang berhubungan dengan kepergian Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng.

Bupati Omaleng menyampaikan hal ini usai memimpin acara pemakaman adeknya di Mile 23, Sabtu (24/4) yang dihadiri oleh wakil bupati, wakil ketua I dan II DPRD Mimika, anggota DPRD, sekretaris daerah, forkompinda, pimpinan OPD, keluarga serta tamu undangan lainnya.

"Atas nama keluarga dan pribadi mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya untuk semua perhatian yang diberikan kepada almarhum. Juga kepada TNI Polri yang sudah menjaga sehingga semua proses ini bisa berjalan aman, tertib dan baik," ugkapnya.

Secara khusus kepada anggota DPRD Mimika, Bupati Omaleng menyampaikan permintaan maaf atas apa yang sudah direncanakan selama ini.

"Saya minta maaf kepada teman-teman karena kita punya rencana, saya rencanakan adek saya dorong sampai tingkat yang ke satu tapi karena rencana Tuhan, Ia memangil adek saya. Saya terima ini karena saya percaya kepadaNYA," ujarnya

Bupati Eltinus Omaleng mengatakan, manusia boleh merencanakan sesuatu termasuk dirinya, namun tidak ada yang bisa mencegah rencana Tuhan. Iapun mengatakan bahwa apa yang Tuhan rencanakan selalu baik untuk semuanya.

"Saya dan kita boleh merencanakan adek saya jadi bupati, adek saya jadi gubernur, jadi DPR dan lain-lain tapi Tuhan Allah yang menentukan semua ini. Dia sudah dipanggil, sehingga saya secara pribadi menyampaikan permintaan maaf kepada semua yang sudah mengangkat dan mendorong dia untuk besok menggantikan saya kakaknya sebagai bupati," ungkapnya.

Proses pemakaman almarhum Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng dimulai dengan pelepasan secara kekeluargaan di rumah duka SP3, dan selanjutnya diantar ke Gedung DPRD Mimika.

Di Gedung DPRD Mimika, dilakukan Sidang Paripurna Pelepasan jenazah dan penghormatan terakhir Ketua DPRD, almarhum Robby Kamaniel Omaleng oleh seluruh anggota DPRD, pemerintah daerah dan forkompinda.

Suasana sedih begitu terasa di ruangan DPRD sejak dimulainya proses kedatangan dan penyerahan jenazah dari keluarga ke DPRD, hingga penyerahan kembali kepada pemerintah dan keluarga oleh DPRD Mimika.

Ada sejumlah momen haru terjadi pada saat jenazah berada di gedung DPRD. Ketika paduan suara sekretariat DPRD menyanyikan lagu JPCC Worship 'Hatiku Percaya' isak tangis pun memecah keheningan ruangan sidang. Tampak begitu banyak orang meneteskan air mata mengenang sosok almarhum lewat lagu ini.

Wajah bupati, wakil bupati, wakil ketua I dan II DPRD Mimika juga terlihat begitu sedih ketika memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kesedihan juga begitu dirasakan ketika semua anggota DPRD Mimika yang terbagi dalam fraksi beserta seluruh sekretaris dewan melakukan penghormatan terakhir secara terpisah! Bahkan ada beberapa pegawai sekretariat menangis histeris karena momen ini.

Pemimpin sidang, Wakil Ketua I DPRD Mimika, Alex Tsenawatme dalam sambutan menyatakan duka yang begitu mendalam atas kepergiaan almarhum.

Alex Tsenawatme juga mengatakan bahwa secara personal, almarhum Robby Kamaniel Omaleng adalah pemimpin yang patut dicontohi. Ia merupakan salah satu putera terbaik negeri ini.

"Kami semua merasa kehilangan atas kepergiaan ini. Bersama seluruh anggota DPRD dan sekwan, kami ucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum di terima Allah di surga dan keluarga yang ditinggalkan diberikan pengiburan olehNYA. Selamat jalan pak ketua," ungkapnya haru.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian ketua DPRD Mimika, almarhum Robby Kamaniel Omaleng.

"Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat Mimika, kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan kami berharap tetap kuat dan tabah, dan selalu diberikan penghiburan dalam menghadapi duka ini," ujarnya

Mewakili pemerintah daerah, Wabup John juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian terbaik selama proses ini.

"Saya merasa sangat kehilangan karena beliau dengan saya banyak berdiskusi hal-hal baik ke depan. Sekali lagi terimakasih banyak untuk semua ini," ujar Wabup John.

Ia juga meminta maaf kepada semua masyarakat Mimika, para sahabat, rekan kerja serta semua orang yang selama ini bersama almarhum.

"Jika ada hal-hal yang kurang berkenan dari almarhum, kami mohon dimaafkan. Mari kita sama-sama doakan agar almarhum memperoleh kehidupan kekal di surga," harapnya.

Setelah paripurna, jenazah kemudian diarak ke tengah kota mengintari jalan Cenderwasih, Budi Utomo, Yos Sudarso dan langsung menuju ke tempat peristirahatan akhir di Mile 23 SP III. (Ronald

Top