Politik & Pemerintahan

Tegarnya Sang Kakak, Eltinus Omaleng Ketika Menyampaikan Rencana Penguburan Adiknya


Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat menyampaikan rencana penguburan almarhum adeknya, Robby Omaleng

MIMIKA, BM

Sebagai seorang kaka, Bupati Mimika Eltinus Omaleng sangat merasakan kehilangan adiknya, almarhum Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng, yang sangat ia cintai.

Kesedihan karena kehilangan ini tergambar jelas di raut wajahnya yang terlihat masih lebam karena isak tangis.

Walau demikian, Bupati Omaleng di hadapan semua orang yang datang melayat adeknya, terus berupaya menyimpan raut kesedihannya itu.

Ia mencoba menutupi semua kepedihan itu dalam hatinya sambil sesekali menguatkan semua orang dengan senyumnya.

Bupati Eltinus Omaleng bahkan berdiri tegar saat menyambut kedatangan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Paulus Waterpauw yang datang melayat dan memberikan penghormatan di rumah duka, SP III mile 32.

Usai mendengarkan sambutan penghiburan yang disampaikan mantan Kapolda Papua, Komjen Paulus Waterpauw, Bupati Omaleng mewakili semua keluarga besarnya menyampaikan rencana pemakaman almarhum adeknya.

"Dari kemarin hingga sebentar malam, kami sudah selesai secara keluarga. Besok pagi kita sudah mulai masuk dalam kegiatan pelepasan secara protokol di DPRD Mimika," ujarnya.

Eltinus mengatakan jenazah almarhum adeknya Robby Omaleng akan di bawah besok pagi ke gedung DPRD Mimika pukul 08.00 Wit untuk dilaksanakan sidang paripurna.

"Setelah paripurna, jenazah akan diserahkan ke pemerintah. Pemerintah bersama keluarga namun pada saat pemakaman akan dilakukan secara protokol sehingga semua akan diambil alih oleh protokol. Setelah itu kita semua kembali ke rumah duka," jelasnya.

Kepada keluarga besarnya di rumah duka, Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan karena keadaan sehingga sebagian keluarga ikut ke kantor DPRD namun sebagian lagi tetap di rumah duka untuk mempersiapkan semua hal yang lain.

"Yang masak-masak tetap di sini. Setelah kita kubur, kita semua kembali makan sama-sama di sini," jelas Eltinus Omaleng sembari mengulangi semua ucapannya ini dengan menggunakan bahasa Amungme kepada keluarga besarnya.

Kepada Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Paulus Waterpauw, Bupati Omaleng secara khusus menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada ia dan keluarga besarnya.

"Tadi saya dengan wakil bupati diskusi dan kami sudah putuskan bersama bahwa harus kasih naik bendera setengah tiang selama tiga hari, khusus untuk Kabupaten Mimika karena almarhum adalah seorang pejabat. Wakil bupati sekarang (tadi sore-red) pergi untuk siapkan surat edaran pengibaran bendera setengah tiang," ungkapnya kepada Komjem Paulus Waterpauw.

Surat Edaran Pengibaran Bendera Setengah Tiang

BeritaMimika mendapatkan kiriman Surat Edaran Pengibaran Bendera Setengah Tiang beberapa waktu lalu oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Surat edaran ini juga telah diteruskan kepada semua media yang tergabung dalam group wartawan Mimika untuk dipublikasi dan telah diedarkan secara luas kepada masyarakat baik melalui pesan whatssap maupun facebook.

Surat Edaran Nomor : 001.2/242 tentang Surat Edaran Pengibaran Bendera Setengah Tiang ini ditujukan kepada Forkompinda, kepala OPD, distrik, lurah, kampung dan kepala puskesmas se-Kabupaten Mimika, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, kepala sekolah dan seluruh masyarakat Mimika.

Isi surat edaran ini adalah 'Untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Mimika yang telah wafat pada hari Kami tanggal 22 April pukul 14.15 Wit di Timika. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 pasal 12 ayat 4 tentang bendera, bahasa dan lambang negara, maka diwajibkan untuk mengibarkan bendera setengah tiang mulai hari Sabtu (24/4) selama tiga hari. (Ronald

Selamat Jalan Kaka Robby Omaleng

Potret momen terakhir Almarhum Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng saat diwawancarai BM beberapa waktu lalu 

MIMIKA, BM

Mimika kembali bersedih karena hari ini telah berpulang, salah satu putera terbaik negeri ini, Ketua DPRD Robby Kamaniel Omaleng.

Almarhum meninggal di RSMM sekitar pukul 14.15 setelah sebelumnya melakukan perjalanan di PT Pal, Kamis (22/4) pagi.

Kepada BM, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum Ketua DPRD Robby Kamaniel Omaleng.

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Mimika, kami mengucapkan turut berdukacita yang mendaam atas meninggalnya saudara kami, Ketua DPRD Mimika Robby Kamaniel Omaleng yang dipanggil pada hari ini," ujarnya.

"Kami doakan agar almarhum diterima dalam kehidupan yang kekal dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," harapnya.

Kepada BM, Wabup John yang barusan bertemu dengan Bupati Eltinus Omaleng dan sejumlah pimpinan serta anggoda DPRD Mimika di rumah dinas ketua DPRD mengatakan jenazah almarhum sudah diantar ke mile 32.

Wabup John mengatakan berdasarkan penjelasan dokter di RSMM, almarhum menghembuskan nafas terakhir karena serangan jantung.

"Tadi almarhum kunjungan kerja ke PT Pal terkait galian-galian. Sampai di sana sempat laksanakan rapat tapi tiba-tiba beliau rasa sakit di dada dan langsung dilarikan ke RSMM," ujarnya.

Karena kondisi ini, Dinas Kesehatan dari Timika kemudian segera mengirim PSC ambulance ke PT Pal. Di tengah perjalanan, ketua DPRD kemudian dipindahkan ke mobil ambulance dan langsung dilarikan ke RSMM.

"Beliau meninggal sesudah satu jam di RSMM. Beliau masih bisa bicara dan tidak pingsan. Dari dokter, mereka sudah usahakan semampunya tapi sudah terlalu rendah. Terkait penjelasan lebihnya nanti tanyakan ke dokter," ungkapnya.

Wabup mengatakan, awalnya jenazah mau ditempatkan di rumah dinas namun sesuai permintaan keluarga, jenazah akhinya dibawah ke mile 32.

"Kami akan lakukan pemakaman secara kenegaraan karena beliau adalah ketua DPRD. Saya dan bupati langsung ambil alih proses ini. Kami sudah atur humas sekwan dan daerah harus kerjasama supaya mempersiapkan semuanya, apa yang harus dilakukan untuk keluarga dan menyiapkan persiapan untuk upacara kenegaraan nanti," jelasnya. (Ronald)

Warga Agimuga Minta Pemda Mimika Jangan Lupa Keberadaan Mereka

Kondisi jalan yang menghubungkan Kampung Kiliarma - Kampung Aramsolki di Agimuga

MIMIKA, BM

Sebelum dimekarkan menjadi distrik, Agimuga dan Kokonao merupakan daerah atau wilayah tertua yang pernah menjadi bagian dari Kabupaten Fakfak.

Namun seiring perubahan zaman yang terus mengalami perkembangan dengan terbentuknya Kabupaten Mimika, perubahan yang terjadi di kabupaten ini belum sepenuhnya berdampak terhadap masyarakat di Distrik Agimuga.

Ditemui BM di Agimuga, Tomas Kelanangame, Sekretaris Kampung Amungun pada Rabu (21/4) mengatakan warga Agimuga sangat merindukan akses jalan yang baik dan penerangan listrik.

"Agimuga dan Kokonao sudah ada lebih dulu dibandingkan distrik yang lain dan pernah masuk dalam Kabupaten Fakfak. Tapi pusat perhatian pemerintah terhadap distrik ini sangat minim. Kenapa saya katakan minim? karena sampai sekarang keadaan begisi saja terus. Apa
Mungkin karena banyak distrik atau karena hal lain? Saya tidak tahu," ujarnya.

Sejauh ini kondsi jalan yang menghubungkan pelabuhan hingga ke wilayah bandara masih belum ada perubahan. Kondisinya masih sama seperti beberapa tahun lalu yakni belum di aspal.

"Kalau bisa diteling atau diaspal karena kami masyarakat sendiri menilai distrik ini perkembangannya sangat terlambat jika dibandingkan dengan distrik yang lain. Kami mohon pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait untuk melihat ini," harapnya.

Terkait penerangan listrik, Tomas mengatakan selama ini warga Agimuga hidup dalam kegelapan. Saat ini memang telah di pasang tiang dan kabel listrik tetapi hingga kini penerangan listrik yang dijanjikan belum juga terealisasi lantaran pembangkit diesel belum tersedia.

"Semua sudah dipasang tapi masih begini saja. Masyarakat sudah rindu penerangan. Kami bersyukur instalasi sudah di pasang dan ada pemberitahuan dari kepala distrik bahwa bulan Mei mesin akan didatangkan. Kita berharap tidak tertunda lagi sehingga kami semua secepatnya bisa menikmati terangnya listrik," katanya.

Walau demikian, jaringan internet telah dirasakan sebagian masyarakat namun mereka memperoleh akses koneksi wifi dari pos TNI dan dari kantor puskesmas.

"Memang ada biaya sedikit tapi tidak merugikan masyarakat. Kadang juga tidak dibayar jika ada kebutuhan mendesak," ungkapnya.

Tomi juga berharap pemerintah daerah untuk membantu masyarakat Agimuga di bidang perekonomian, terutama dalam hal akses perdagangan hasil bumi masyarakat.

"Budaya kami di sini adalah berkebun dan berternak dan hasilnya berlimpah tapi tidak ada akses perdagangan sebagai pendukung dalam membantu perekonomian masyarakat. Kita harap ada perhatian supaya hasil mata pencaharian kami ini tidak sia-sia. Kami mau jual kemana?," ungkapnya. (Ignas)

Top