Politik & Pemerintahan

Wabup John : Banjir Tahun Ini Cukup Parah

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Curah hujan yang tinggi dan terus menerus disinyalir menjadi penyebab peristiwa banjir yang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Mimika seperti Kampung Iwaka dan PT PAL I.

Akibat curah hujan yang tinggi tersebut menyebabkan debit air sungai bertambah dan banjir tak dapat dielakkan sehingga merendam pemukiman warga yang mengharuskan mereka mengungsi ke tempat yang aman.

Selain hal tersebut rupanya Galian C juga menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob kepada wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna IV Sidang II DPRD Kabupaten Mimika di Aula DPRD Selasa (14/7).

“Tempat yang tadinya tidak banjir sekarang banjir. Iwaka sudah tiga tahun sekarang banjir itu menyebabkan Miyoko hari ini tenggelam. Miyoko belum surut sampai sekarang, sudah empat hari lalu. Miyoko dari kali Kamoro sementara Iwaka dari kali Iwaka,” ujarnya.

Ia mengatakan agar masyarakat tetap waspada dikarenakan dampak dari banjir tersebut kemungkinan akan berimbas hingga Ekawaipuka akan kena.

“Saya sudah sampaikan ke Atuka, distrik Mimika Tengah karena dampak banjir kemungkinan sampai di Muara. Masyarakat palang di PT PAL I sedangkan di PT PAL III rumah sudah hanyut tapi sekarang sudah surat. Memang banjir tahun ini parah, perlu perhatian besar terhadap penataan galian C,” ungkapnya

Sambung Wabup John pemerintah mengizinkan penggalian C hanya saja disayangkan dilakukan tidak teratur.

“Sebenarnya tidak masalah asal penggalian diatur baik. Saya sudah duduk bersama kita akan tata kembali untuk bisa sungai tidak hanya menjadi penggalian C tapi di normalisasi sungai di hulu,” tandasnya (Elfrida)

Masyarakat PT PAL I Minta Pemda Mimika Buatkan Rumah Permanen

Wabup John saat mengunjungi masyarakatnya di PT PAL

MIMIKA, BM

Akibat hujan terus menerus beberapa minggu terakhir ini membuat rumah warga di wilayah PT PAL I terendam banjir. Tidak hanya rumah, kebun hingga tempat ibadah juga terendam banjir.

Oleh sebab itu, masyarakat PT PAL I Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika meminta kepada Pemerintah untuk membuatkan rumah bagi mereka.

Akibat dari banjir tersebut membuat 300-an warga harus mengungsi dengan membuat tenda untuk berteduh karena rumah mereka terendam banjir.

Masyarakat PT PAL menyampaikan hal ini kepada Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob saat Wabup John mengunjungi lokasi tersebut, Selasa (14/7), guna memberikan bantuan sembako dan melihat keadaan masyarakatnya.

Tokoh Pemuda setempat, Demianus Magai mewakili masyarakat PT PAL I kepada Wakil kepada Wabup John mengatakan kondisi ini selalu mereka alami di musim penghujan seperti saat ini.

"Kami minta kepada pemerintah supaya dibuatkan rumah permanen yang jauh dari sungai. Kami juga siapkan laporan yang akan kami serahkan langsung ke bapak wakil bupati supaya dapat ditindaklanjuti," tutur Demianus.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob langsung menerima laporan itu dan menyampaikan bahwa apa yang diserahkan akan ditampung untuk kemudian dibahas bersama dalam agenda pemerintahan.

"Ini kita tampung tapi tidak bisa langsung berikan jawaban. Sabar ya, nanti kita lihat untuk pembangunan wilayah ini ke depannya. Karena banjir ini terjadi hanya saat hujan. Kami pemerintah akan evaluasi keadaan ini," tutur Wabup John.

Wabup John meminta kepada warga yang rumahnya sudah tidak lagi terendam banjir agar kembali ke rumah masing-masing.

“Saat ini warga yang mengungsi mereka belum berani kembali ke rumah karena mereka takut ada banjir susulan. Saya datang ini untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan masyarakat. Kita lihat kebutuhan mereka terutama makan, minum dan tenda. Ini semua harus kita bantu karena merupakan tanggungjawab kami," ungkapnya kepada wartawan. (Shanty)

Dari 7 Masalah Tapal Batas, Pemda Mimika Sudah Selesai Dengan 4 Kabupaten

Wakil Bupati Johannes Rettob saat menyampaikan jawaban pemerintah daerah

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika selama ini memiliki persoalan tapal batas tanah dengan 6 kabupaten tetangga di lingkup Provinsi Papua dan 1 kabupaten di Provinsi Papua Barat.

Enam kabupaten ini adalah Intan Jaya, Paniai, Asmat, Puncak, Deiyai, Dogiayai dan Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat.

Dari 7 masalah tapal batas ini, ternyata 4 diantaranya telah berhasil diselesaikan oleh Pemda Mimika.

Hal ini menjadi salah satu jawaban pembuka Pemerintah Daerah Mimika yang disampaikan Wakil Bupati Johannes Rettob pada Paripurna III Masa Sidang II DPRD Mimika tentang Jawaban Pemerintah Daerah terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, Senin (13/7) malam.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dari podium DPRD mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sangat serius dalam menyelesaikan persoalan tapal batas tanah.

Ia mengatakan pada 13 Maret 2020 lalu, difasilitasi Direktorat Jenderal Bina Adminstrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Pemda Mimika telah menyelesaikan 4 segmen batas wilayah dengan 4 kabupaten.

"Masalah yang sudah terselesaikan adalah tapal batas Mimika dan puncak, Mimika dan Intan Jaya, Mimika dan Paniai serta Mimika dan Asmat," ungkapnya diiringi tepu tapak anggota dewan dan tamu undangan yang hadir.

Ia mengatakan 3 kabupaten lain yang sedang dalam proses adalah Mimika dan Deiyai, Mimika dan Dogiayai serta Mimika dan Kaimana.

"3 kabupaten ini sementara dalam proses. Mohon dukungan agar kita segera dan secepat mungkin menyelesaikannya. Ini juga sebagai jawaban atas pertanyaan Fraksi Nasdem, Gerindra dan Mimika Bangkit," ujarnya. (Ronald)

Top