Wabup John Borong Jualan Mama-Mama Papua di Pasar Sentral

Usai berbelanja, Wabup John berkomunikasi dengan mama-mama Papua yang berjualan di Pasar Sentral
MIMIKA, BM
Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob turun langsung memborong hasil jualan mama-mama Papua di Pasar Sentral, Jumat (18/9).
Pantauan BeritaMimika, Wabup John memborong hampir semua jualan mama-mama Papua tanpa terkecuali hingga memenuhi satu mobil pick up.
"Saya datang memberikan pemahaman kepada mereka bahwa jual tetap di sini. Ini tempat yang baik yang sudah diatur oleh pemerintah dan harus diikuti, jangan jual di pinggir jalan lagi," tutur Wabup John saat diwawancarai usai berbelanja di pasar sentral, Jumat (18/9).
Wabup mengatakan, kalau jualan di pinggiran jalan jarang ada pembeli namun jika mereka berjualan dengan tertib seperti seperti yang sudah diatur pemerintah saat ini, banyak yang akan datang berbelanja.
Dikatakan, bahwa dirinya datang sebagai bentuk penguatan kepada mama-mama Papua bahwa mereka harus tetap berjualan di Pasar Sentral.
Menurut Wabup John, berbelanja hasil jualan mama-mama Papua merupakan salah satu bentuk kepeduliaan dan kepercayaan terhadap mereka.
"Jadi ini saya datang dalam rangka penguatan kepada mereka. Ada usulan dan saran yang mereka sampaikan ke saya mungkin nanti kita akan bicarakan dengan dinas terkait. Pasar sentral ini sebagai pusat sentral perdagangan akan mendapat perhatian penuh dari pemerintah," tuturnya.
Walau demikian, secara umum ia menilai banyak hal yang harus dilakukan di Pasar Sentral terutama pengaturan di pasar ikan karena banyak yang harus diperbaiki.
"Tadi tuntutan dari masyarakat kampung yang juga jualan ikan, mereka bilang kalau mereka jualan ikan di tempat yang sama apakah mereka bisa bersaing?. Tapi bagi saya mereka harus tetap berjualan ikan di pasar ikan. Tidak ada lagi nanti jualan di pinggir jalan, jika masih ada kita tetap akan suruh jualan di sini," ujarnya.
Wabup meminta agar masyarakat terutama aparat pemerintah yang datang berbelanja punya prioritas lebih buat mama-mama Papua. Dengan begitu mereka bisa survive, tidak merasa diabaikan dan bisa bersaing dengan pedagang lainnya.
Para pedagang juga meminta agar pemerintah dapat memberikan fasilitas transportasi antar jemput agar dapat mengurangi beban pengeluaran mereka.
Pasalnya dua transportasi milik keusukupan lebih diprioritaskan untuk anak-anak sekolah. Untuk mama-mama Papua hanya berlaku di hari-hari tertentu, tidak setiap hari.
"Saya juga sudah sampaikan ke mereka jangan kamu jualan yang sama, barangnya juga jangan yang sama kalau bisa cari yang bisa bersaing dengan yang lain. Tapi memang pasar masih harus di tata kembali, karena banyak masih kosong. Tempat masih banyak jadi tidak ada alasan untuk jualan di luar karena tempat masih ada,"ungkapnya. (Shanty)





