Ekonomi dan Pembangunan

Kampung Terkena Longsor di Distrik Tembagapura Terima Bantuan Sembako Dari Pemda dan DPRD


Bantuan disentralkan di Kampung Baluni

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyalurkan bantuan sembako ke kampung-kampung di Distrik Tembagapura yang mengalami musibah tanah longsor.

Bantuan sembako dan obat-obatan ini ditujukan kepada masyarakat Kampung Jagamin, Baluni, Ainggogin, Amponi dan Beane serta beberapa kampung lainnya yang diangkut dengan tiga helikopter, Minggu (2/8).

Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng di Bandara Lanud mengatakan, kondisi alam dan cuaca telah memungkinkan sehingga bantuan bisa didistribusikan hari ini.

“Berapa hari ini cuaca tidak bersahabat. Hari ini cerah sehingga bantuan dari DPRD dan pemerintah daerah melalui BPBD sudah bisa terdistribusi dengan helikopter," ujarnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Mimika, Sem Naroba yang membawa bantuan tersebut mengatakan bantuan telah didistribusikan ke kampung-kampung yan terkena bencana alam. Ia juga mengatakan situasi di sana perlahan sudah kembali normal.

“Saya baru saja mengantar bantuan langsung ke Kampung Baluni bersama Kepala Distrik Tembagapura dan beberapa kepala kampung. Kondisi saat ini, masyarakat sudah kembali ke kampung karena waktu kejadian mereka mengungsi ke area ketinggian," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Jawame mengaku bantuan sudah diterima warga usai perayaan ibadah hari minggu dan disentralkan di Kampung Baluni. Selanjutnya akan didistribusikan ke kampung lainnya yang terkena longsor.

"Saya tadi bersama sekretaris BPBD dan beberapa kepala kampung tiba di Kampung Baluni dan menyerahkan secara langsung bantuan sembako. Warga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan DPRD yang telah memberikan bantuan sembako ke mereka,” ungkapnya.

Thobias Jayame mengakui, tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini namun sejumlah bangunan rumah dan jembatan gantung rusak. Warga yang beberapa hari ini berlindung ke dataran tinggi juga telah kembali ke kampung masing-masing.

“Ada 8 rumah dan 6 jembatan yang rusak serta satu sekolah miring karena bangunannya terkikis arus longsor. Saya sudah memastikan tidak ada korban jiwa. Volume hujan juga sudah turun sehingga kali atau sungai yang sebelumnya banjir kini mulai kering. Aliran air sungai juga sudah normal kembali. Kita berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini," ungkapnya. (Ronald)

Polres Mimika Beri Bantuan Bama Dan Vitamin untuk Warga Kampung Iwaka

Ketua Bhayangkari Ny Metta Era Adhinata memberikan bantuan secara simbolis ke warga Iwaka


MIMIKA, BM

Kepolisian Resort (Polres) Mimika bersama Pengurus Cabang Bhayangkari Mimika menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) dan vitamin kepada masyarakat yang terkena dampak banjir di Kampung Iwaka, Kamis (30/7).

Sebelum ke Iwaka, Kapolres Mimika AKBP I.G.G Era Adhinata didampingi Ketua Bhayangkari Ny. Metta Era Adhinata dan Kabag Ops AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan terlebih dahulu mengunjungi Jalan Trans Nabire.

Di Jalan Trans Nabire tepatnya di kali pindah-pindah Kapolres Era melihat kondisi jalan yang terputus akibat banjir beberapa hari lalu. Kondisi jalan terputus 150 meter sehingga menyebabkan akses ke areal PT Pal terputus.

Selain terputus, beberapa ruas jalan di sekitarnya juga dalam kondisi rusak dan memprihatinkan. Diperkirakan jika banjir kembali terjadi maka sebagian jalan akan kembali terputus.

Kepada media, Kapolres Era mengatakan ia datang untuk melihat langsung kondisi tersebut. Akan ada upaya Polres Mimika untuk menyikapi persoalan ini secara teknis.

"Jalan terputus ini buat masyarakat beberapa kampung di sana sangat membutuhkan bantuan bahan makanan. Saya sudah lihat dan tahu apa kendalanya. Kami akan berdiskusi tentang keadaan ini sehingga segera dicarikan jalan keluarnya karena jangan sampai warga kita di sana kelaparan dan kesehatan mereka terganggu makanya di sini harus segera dibuatkan jalan darurat," jelasnya.

Setelah sempat berdiskusi dengan warga sekitar di lokasi ini, Kapolres Era dan rombongan kemudian meninggalkan Jalan Trans Nabire menuju Kampung Iwaka.

Di Balai Kampung Iwaka, kapolres, ketua bhayangkari dan kabag ops bertemu warga dan menyerahkan sejumlah bahan makanan dan vitamin kepada warga.

Kapolres Era saat melihat lokasi jalan yang terputus

Kepada warga Iwaka Kapolres Era menyampaikan turut prihatin atas bencana alam yang menimpa kampung ini. Ia meminta maaf baru sempat datang karena ada kunjungan pimpinan dan kedukaan yang dialami Polres Mimika.

"Ini musibah alam, kita berdoa agar cepat selesai. Kita harus selalu bersyukur karena masih banyak yang lebih parah dari kita di tempat dan daerah lain. Ini merupakan cobaan. Saya bersama Ibu-ibu Bhayangkari dan polwan datang mau lihat kondisi di sini," ujarnya.

"Saya secara pribadi cukup prihatin. Sebagai kapolres, saya berharap situasi tetap aman dan yang terkena musibah selalu terpenuhi kebutuhannya karena keamanan tidak hanya tentang masalah kriminalitas," jelasnya.

Ia berharap kejadian tahunan yang menimpa warga Kampung Iwaka ini segera mendapatkan respon dari pemerintah daerah sehingga tahun depan tidak terulang lagi kejadian serupa.

"Kita datang sekaligus membawa dokter sambil melihat apa yang perlu kami bantu secepatnya. Jangan sampai tahun berikutnya ada kejadian serupa lagi. Keadaan ini harus segera dicari jalan keluarnya. Sebagai forkompinfa kami akan sampaikan ke pemda semoga bisa terpenuhi sehingga masyarakat di sini hidup dengan nyaman," ujarnya.

Kepala Kampung Iwaka, Elesius Awiyuta sangat berterimakasih atas kunjungan kasih yang dilakukan kapolres Mimika bersama rombongan.

"Kedatangan kapolres dan rombongan sangat berarti bagi kami. Kami berharap apa yang kapolres lihat di sini, bisa diteruskan ke pemerintah daerah. Warga di sini butuh rumah gantung karena beberapa tahun ini kami selalu mengalami musibah yang sama. Kami sangat berterimakasih atas bantuan dan kepedulian yang ditunjukan Polres Mimika untuk masyarakat Iwaka," ungkapnya. (Ronald)

Petani Keluhkan Banyak Tanaman Rusak dan Mati

Sugi menunjukan kondisi tanaman cabenya

MIMIKA, BM

Salah satu kelompok masyarakat yang paling merasakan dampak dari tingginya curah hujan yang akhir-akhir ini terus melanda Mimika adalah para petani.

Bagimana tidak, banyak petani di Mimika mengalami gagal panen akibat tanaman mereka rusak dan mati karena tersapu genangan air.

Keadaan ini diakui mereka sangat berdampak pada penjualan dan pemasukan. Apalagi curah hujan tahun ini berlangsung cukup lama dan baru diperkirakan berakhir pada pertengahan hingga akhir Agustus nanti.

“Tanaman saya banyak yang rusak. Baik tomat, cabai, bawang hingga melon karena terbawa dan tergenang air," ujar Sugi, salah satu petani sayur-mayur di Hasanuddin, Selasa (28/7) kemarin.

Kepada BeritaMimika, Sugi menuturkan walau keadaan masih berlangsung seperti ini namun ia tetap bersyukur bahwa ada yang masih bisa di bawa ke pasar.

"Kita tidak bisa hindari ini karena keadaan alam. Walau hasilnya tidak memuaskan namun setidaknya ada sedikit yang bisa di jual ke pasar. Misalnya cabe, panen pertama kemarin 100 persen tapi panen kedua hanya bisa dapat 30 kilo saja karena sebagian rusak dan mati," ungkapnya.

Menurutnya, jika situasi ini berlangsung lama maka juga berdampak pada naiknya harga barang di pasar. Jika stok lokal di pasar berkurang maka rata-rata akan didatangkan dari luar daerah.

"Kami berharap ada perhatian dari dinas pertanian untuk kami, minimal ada solusi bagaimana untuk membantu kami melewati masa-masa ini. Terus terang semua petani sangat merasakan dampak ini. Ada petani yang masih bisa sedikit ambil hasil tapi ada yang tidak sama sekali," jelasnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top