Ekonomi dan Pembangunan

Pelni Timika Belum Jual Tiket Karena Banyak Pelabuhan Masih Ditutup

Tempat penjualan tiket Pelni Timika di Jalan Kartini

MIMIKA, BM

Meskipun Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika telah memberikan ijin agar transportasi laut kembali beroperasi namun ternyata banyak pelabuhan di beberapa daerah yang merupakan satu rute pelayaran dengan Mimika belum dibuka aksesnya.

Akibatnya, PT Pelni Timika hingga kini belum membuka pembelian tiket kapal termasuk mengumumkan jadwal keberangkataan dan kedatangan tiga Kapal Motor (KM) yang selama ini melintasi Mimika yakni Tatamailau, Sirimau dan KM Leuser.

Dari 20-an pelabuhan yang terkoneksi ke Mimika baru beberapa yang dibuka. Bahkan ada yang juga dibuka namun tidak membolehkan penumpang turun. Hanya penumpang naik yang diperbolehkan.

"Saya ambil contoh, KM Tatamailau itu melayani tujuan Kaimana, Fak-Fak, Tidore dan Tual namun daerah-daerah ini masih tutup total. Kalau Dobo sudah buka tetapi penumpang hanya naik sedangkan penumpang turun di larang,"tutur Kepala Cabang Pelni Dadang Rukmana saat diwawancarai, Rabu (24/6).

Dengan masih adanya larangan kapal masuk di beberapa daerah ini tentu saja dianggap percuma jika ketiga kapal ini berlayar namun tidak dapat masuk ke daerah tujuan.

"Pelni ingin mengangkut penumpang juga serba salah, kalau dari Timika angkut penumpang ke Tual tapi Pemda Tual itu masih lockdown atau masih tutup transportasi laut maka sama saja percuma jika dipaksakan berlayar. Beberapa daerah lain pun demikian," ungkapnya.

Beberapa daerah yang sudah membuka akses transportasi laut selain Mimika adalah Bitung, Sorong, Wanci, Bau-Bau, Kupang, Kalabahi, Surabaya, Bima dan Makasar.

Sementara mereka yang masih menutup akses laut adalah pelabuhan di Maumere, Lewoleba, Saumlaki, Tual, Agats, Merauke, Labuan Bajo, Namrole, Tidore, Fak-Fak dan Kaimana.

"Sedangkan pelabuhan yang hanya membuka penumpang naik saja tapi turun tidak bisa yakni adalag Manokwari, Dobo dan Benoa," jelas Dadang.

Penumpang yang ingin ke Timika pun wajib mematuhi beberapa kebijkan yang berhubungan dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Untuk masuk Timika, penumpang diharapkan membawa surat rekomendasi atau surat ijin dari daerah asal dan surat kesehatan bebas covid.

Bagi yang memiliki KTP Mimika hanya menyertakan surat bebas Covid-19 hasil rapid tes. Bagi yang tidak memiliki KTP Mimika maka wajib juga menyertakan surat ijin keluar masuk (SIKM) dari tim gugus.

"Kalau ada pelabuhan yang masih ditutup kami tidak bisa paksakan. KM Tatamailau itu ada 8 pelabuhan yang disinggahi namun sekarang baru 3 saja yang di buka pelabuhannya, jadi kami juga serba salah. Kami Pelni juga berharap daerah setempat juga mendukung dan segera di buka akses transportasi mereka,"harap Dadang.

Hal lain terkait dengan penerapan protokol kesehatan di atas kapal adalah pembatasan jumlah penumpang hingga 50 persen. Ini mengacu pada  Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 yakni mengatur jarak 50 persen dari kapasitas yang ada.

"Kapasitas kapal kami 964 penumpang jadi kalau setengahnya berarti hanya memuat 482 penumpang," ungkapnya. (Shanty)

Pemda Mimika Jangan 'Pilih Kasih' Perhatikan Hotel Tertentu Saja

Bram Raweyai

MIMIKA, BM

Kondisi Pandemi Covid-19 mempengaruhi keberlangsungan dunia usaha. Jasa perhotelan merupakan salah satu dunia usaha yang paling mengalami dampak ini.

Bahkan jika kondisi ini terus berlangsung maka dipastikan sebagian besar hotel di Mimika akan melakukan PHK secara besar-besaran guna menutupi biaya operasional yang tinggi dan minusnya pemasukan.

"Kita semua minus. Kalau berlanjut sampai Juli akan terjadi PHK. Pendapatan kami menurun sampai 90 persen. Kita mau kurangi karyawan tidak bisa, nanti mereka makan apa," ujar Bram Raweyai, pemilik Resto Cendrawasih 66, Senin (22/6) malam.

Bram mengatakan walau pemasukan minus selama tiga bulan terakhir namun ia tetap mempekerjakan 130 karyawannya tanpa ada sedikitpun pemotongan gaji.

"Kami bayar full, kami tidak tega untuk pangkas gaji mereka apalagi dalam suasana begini. Hanya saja kami tidak bisa jamin selamanya seperti ini. Kalau sampai Juli masih berlangsung maka pasti ada PHK. Kita tidak bisa minus terus, bisa saja kami juga pangkas sampai 50 persen. Hotel lain ada yang sudah lakukan ini tapi kami belum," ungkapnya.

Bram mengatakan bahwa di musim pandemi ini, Pemda Mimika telah membantu dengan mengurangi pajak hotel dan restoran sebesar 50 persen selama 3 bulan.

Hanya saja ada semacam diskriminasi dan terkesan 'pilih-pilih kasih' yang dilakukan Pemda Mimika melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam menggunakan jasa hotel.

Tidak ada pemerataan sehingga banyak pengusaha dan pemilik hotel mengeluhkan hal ini. Apalagi ada hotel yang digunakan khusus sebagai sekretariat Tim Gugus Tugas.

"Kita minta pemda bagi-bagi supaya kita juga bisa hidup. Kalau bisa bagi rata kalau memang gunakan jasa hotel untuk dukung tim gugus. Kami belum buat surat resmi tapi kami PHRI sudah membahas hal ini. Kita berharap pemerintah adil dalam hal ini, jangan hanya gunakan hotel tertentu saja, kasihan yang lain juga butuh perhatian yang sama," ungkapnya. (Ronald

 

 

Mimika Pesan 45 Ton Gula Dari Makassar Namun Yang Disetujui 42 Ton

Gula pasir yang sudah diedarkan di 11 outlet binaan disperindag 

MIMIKA, BM

Guna menjaga stok gula di Mimika, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika memesan 45 ton gula dari Makassar. Namun hanya 42 ton yang disetujui.

Walau demikian, Sekretaris Disperindag, Inosensius Yoga kepada BeritaMimika mengatakan stok ini masih memenuhi kebutuhan di Mimika.

42 ton gula tersebut juga telah didistribusikan ke 11 outlet penjualan gula yang selama ini bekerjasama dan menjadi mitra disperindag.

11 outlet yang dimaksud adalah Toko HS di Jalan Cenderawasih, Ria Jaya di Jalan Trikora, Kelapa Gading di SP3, Margomulyo di Nawaripi, Utikini di Jalan Ahmad Yani, Senja Indah Mart di Jalan Hasanudin, Ibu Yanti di Kompi D, Jaya Sentosa di SP2, H Darwis di SP3, Aleya Jaya di Pondok Amor dan Sinar Maros di Jalan Yos Sudarso.

"Jadi bagi warga yang ingin mendapatkan harga gula yang murah maka dapat langsung ke 11 outlet ini. Kondisi yang ada ini kami juga sudah konsultasikan ke distrik-distrik supaya harga gula tetap stabil hingga ke distrik," ujarnya melalui telepon.

Tambahnya, untuk harga gula 1 kilo diratakan Rp14 ribu. Warga juga tidak diperbolehkan membeli dalam juga banyak, terbatas hanya hingga 2 karung atau 100 kilo saja.

"Tetapi itupun juga tergantung stok di outlet. Khusus gulaku itu memang dari sananya sudah mahal karena import sedangkan ijin importnya baru keluar saat covid-19. Memang harga gula di pasaran sekarang masih mahal makanya kami juga adakan pasar murah supaya membantu stabilkan harga untuk bantu masyarakat," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top