Hukum & Kriminal

Kasus Penikaman Bermotif Cemburu di SP6 Diselesaikan Secara Kekeluargaan Karena Hal Ini

Anggota Polsek Kuala Kencana saat berkoordinasi dengan keluarga korban di SP6

MIMIKA, BM

Kasus penikaman seorang wanita yang dilakukan terhadap seorang wanita lainnya di SP6, Kamis (18/5) yang diduga selingkuhan suaminya, berujung damai.

Masalah ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum karena pelaku dan korban masih memiliki ikatan kekeluargaan. Selain itu korban juga tidak meninggal dunia.

"Mereka akan selesaikan secara keluarga. Pihak korban sendiri yang menyampaikan bahwa masalah ini tidak akan dilaporkan ke polisi dalam hal ini Polsek Kuala Kencana karena pelaku dan korban masih keluarga dekat,"ungkap Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Y. Sera Ayatanoi.

Kapolsek mengatakan bahwa informasi korban meninggal dunia itu tidak benar. Dikatakan, usai melakukan penikaman, pelaku langsung melapor perbuatannya dan menyerahkan diri.

Ia mengatakan, paska kejadian, Kanit Reskrim beserta anggota mengecek korban di RSMM namun korban sudah kembali ke rumah.

"Habis dari RSMM, anggota langsung mengecek korban dan berkoordinasi dengan keluarga di SP 6 jalur 6, namun sampai disana info dari keluarga bahwa korban ada kembali lagi ke RSMM karena mengalami infeksi dan akan dilakukan operasi,"kata Sera.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penikaman yang dilakukan oleh MK dengan sebilah pisau dapur di pundak korban ini terjadi di SP 6 jalur 6 Selasa (18/5) sekitar pukul 21.00 wit.

Kejadian ini dilatarbelakangi perasaan cemburu dan sakit hati MK terhadap suaminya yang ketahuan berselingkuh dengan korban.

"Saya cemburu dan saya kesal karena suami saya ini sudah dua bulan setelah cairkan uang Rp50 juta tidak pulang rumah, dan uang itu juga saya tidak dapat sama sekali. Saya tikam dia di bagian belakang badan saat kedapatan dia (korban) lagi duduk dengan suami saya," katanya kepada wartawan BM saat dimintai keterangan.

Dirinya terpaksa menyerahkan diri ke Polsek Mimika Baru karena mendapatkan informasi bahwa korban meninggal dunia dan keluarga korban sedang mencarinya.

"Katanya seperti begitu dan saya juga belum tahu pasti itu benar atau tidak, jadi lebih baik saya serahkan diri dengan barang bukti,"ungkapnya sambil menaruh sebilah pisau yang sudah dibungkus dengan kain dan kertas di meja.(Ignas)

Cemburu dan Sakit Hati, Seorang Ibu Tikam Selingkuhan Suaminya Pakai Pisau Dapur

Dengan menggendong anaknya MK memberanikan diri melapor ke Polsek Miru

MIMIKA, BM

Cemburu dan sakit hati karena diselingkuhi oleh suami sendiri, seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MK nekat menikam selingkuhan suaminya dengan sebilah pisau dapur. Kejadian ini terjadi di SP 6 jalur 6 Selasa (18/5) sekitar pukul 21.00 wit.

Berdasarkan penuturan MK yang menyerahkan diri saat datang dengan anaknya yang masih kecil di Kantor Polsek Mimika Baru,Rabu (19/5) dirinya terpaksa melakukan perbuatan tersebut dikarenakan cemburu.

"Saya cemburu dan saya kesal karena suami saya ini sudah dua bulan setelah cairkan uang Rp50 juta tidak pulang rumah, dan uang itu juga saya tidak dapat sama sekali. Saya tikam dia di bagian belakang badan saat kedapatan dia (korban) lagi duduk dengan suami saya," katanya kepada wartawan BM saat dimintai keterangan.

Dirinya terpaksa menyerahkan diri ke Polsek Mimika Baru dikarenakan mendapatkan informasi kalau korban meninggal dunia dan keluarga korban rencana akan mencarinya.

"Katanya seperti begitu dan saya juga belum tahu pasti itu benar atau tidak, jadi lebih baik saya serahkan diri dengan barang bukti,"ungkapnya sambil menaruh sebilah pisau yang sudah dibungkus dengan kain dan kertas di meja.

Kejadian ini terjadi di wilayah hukum Polsek Kuala Kencana Distrik Iwaka, maka anggota Polsek Mimika Baru langsung berkoordinasi dengan Polsek Kuala Kencana untuk pelaku segera di bawah ke Polsek Kuala Kencana guna proses selanjutnya.

MK saat ini masih diamankan sementara di Polsek Mimika Baru sambil menunggu kedatangan anggota Polsek Kuala Kencana untuk di bahwa ke Polsek Kuala Kencana.(Ignas

7 Bangunan Dilahap Jago Merah Di Gorong-Gorong, Kerumunan Warga Jadi Kendala Pemadaman Api

Suasana saat kebakaran di Gorong-Gorong

MIMIKA, BM

Si Jago Merah kembali mengamuk dengan melahap 6 kios, 1 rumah dan sejumlah kendaraan roda 2 di Gorong-gorong, Selasa (18/5) sore, sekitar pukul 16.30 Wit.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Mimika merespon laporan adanya kebakaran dari masyarakat pada pukul 16.59 Wit.

Tim Damkar kemudian menuju lokasi kebakaran dengan membawa 5 armada mobil pemadam yang terdiri atas 1 armada 3000 liter, 2 armada 5000 liter dan 2 armada 8000 liter.

Sementara tim yang diterjunkan terdiri atas 3 kelompok ditambah pegawai BPBD Mimika sehingga totalnya berjumlah 43 personil.

"Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Kita sudah tanyakan ke warga tapi informasinya simpang siur. Ada yang mengatakan ledakan kompor, takaran bensin hingga korslet," jelas  Tedi Trianto, Danru 3 Pos Damkar kepada BM.

Ia mengatakan kebakaran berlangsung selama 2 jam lebih. Walau turun dengan kekuatan penuh, Tedi mengatakan kendala api sulit dipadamkan sangat dipengaruhi karena kerumunan warga.

"Kendala paling berat tadi karena kerumunan warga. Kami sempat kesulitan walau kami turunkan 5 armada untuk memepercepat proses pemadaman. 1 armada saja 4 kali lakukan pengisian," ujarnya.

Ia berharap kepada masyarakat Mimika agar ketika terjadi kebakaran, jangan berkerumun karena hal seperti ini sering terulang. Namun ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membantu pihaknya memadamkan api pada kejadian sore tadi.

"Kami infokan lagi kepada masyarakat Timika jika ada kebakaran maka segera hubungi call center kami di nomor 0901-3273643. 24 jam selalu termonitor," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan wartawan BM di tempat kejadian, proses pemadaman tadi juga dibantu oleh satu unit water canon milik Polres Mimika.

Pada saat kejadian, ratusan warga juga berkerumun di TKP. Baik warga sekitar maupun warga lainnya yang datang sekedar untuk menonton kobaran api. Bahkan ada sebagian warga yang melakukan life via facebooknya.

Menurut keterangan dari beberapa warga setempat kepada BM, api diduga berasal dari salah satu kios yang menjual buah-buahan. Kebakaran tersebut kemudian merembet ke kios-kios lainnya, termasuk salah satu rumah penduduk. (Ignas

Top