Hukum & Kriminal

Razia Barang Bawaan Penumpang di Bandara, Polisi Sita Puluhan Anak Panah

Foto Istimewa/Kapolsek saat mengamankan puluhan anak panah di Bandara Mozes Kilangin.

MIMIKA, BM

Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika mengamankan 20 anak panah dalam operasi razia senjata tajam (sajam) dan pemeriksaan identitas penumpang rute pedalaman Papua pada Kamis (4/12/2025).

Razia ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pasca serangkaian aksi pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Mimika.

Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Kawasan Bandara Ipda Yusran Jaya Milu tersebut dengan melibatkan 15 personel.

Pemeriksaan menyasar seluruh penumpang yang datang maupun berangkat menggunakan penerbangan perintis maupun domestik.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan 20 anak panah yang dibawa oleh seorang penumpang pesawat dengan rute Aroanop–Timika.

Barang bukti tersebut langsung diamankan dan diserahkan ke Bagian Operasi Polres Mimika untuk proses pemusnahan.

Kapolsek Kawasan Bandara Ipda Yusran Jaya Milu menegaskan bahwa pemeriksaan ketat ini merupakan atensi langsung dari Kapolres Mimika guna mencegah pergerakan pelaku tindak kriminal ke luar wilayah Mimika.

Seluruh rangkaian razia berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali tanpa temuan mencurigakan lainnya. (Ignasius Istanto)

Polisi Dalami Penyebar Foto dan Video Hoax

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria.

MIMIKA, BM

Pihak Kepolisian Mimika menegaskan bahwa dengan beredarnya foto dan video terkait kejadian di Nawaripi dan SP1 itu tidak benar atau hoax.

"Itu tidak benar karena kami sudah crosscheck langsung ke lokasi, makanya kejadian yang disampaikan atau disebarkan dalam foto dan video itu tidak benar adanya," tegas Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria saat ditemui Kamis malam (4/12/2025).

Oleh karena itu, pihak Kepolisian kini tengah mendalami penyebar hoax dari foto dan video tersebut.

"Kami sementara mencoba untuk mencari tahu dan menyelidiki. Dan kalau memang itu penyebarnya dari luar wilayah Mimika maka kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang diluar Timika. Jika penyebarnya itu ada di Timika, kami akan cari tahu dan melakukan proses hukum," kata Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada pada saat bekendaraan, khususnya untuk roda dua.

Masyarakat juga diminta sebisa mungkin kurangi aktifitas keluar rumah, apalagi ke tempat sepi pada malam hari.

"Untuk seluruh masyarakat yang menggunakan aktivitas kendaraan termasuk roda empat, yang berjalan kaki itu harus waspada. Kalau ada gerakan aneh atau gerakan membahayakan itu segera tinggalkan dan laporkan kepada pihak kepolisian," imbuh AKP Rian. (Ignasius Istanto)

Polisi Komitmen Ungkap Pelaku Pembunuhan di Dua Lokasi Yang Berbeda

Foto Dok/Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria.

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika kini bekerja keras dan berkomitmen untuk mengungkap pelaku tindak pidana (pembunuhan) terhadap dua warga Timika, yang terjadi di SP9 dan di komplek belakang Keuskupan Timika tembusan jalan poros SP2-SP5, Selasa (2/12/2025).

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria menyatakan bahwa analisa sementara atas hasil olah TKP, kejadian yang dialami korban atas nama Bonesius Gaitian (46) di SP9 dengan kondisi kepala terputus dari badannya, itu korban dibunuh menggunakan senjata tajam (tajam) oleh penumpang yang digoncengnya.

"Lokasi kejadian itu jauh dari pemukiman warga. Dan di lokasi tidak ditemukan adanya senjata tajam, namun hanya ada barang bukti milik korban berupa sepeda motor dan dompet," katanya.

Sementara kejadian serupa yang terjadi di komplek belakang Keuskupan Timika dengan korban seorang tukang ojek, Jesy Kainudin (48), itu dengan kondisi luka pada  pergelangan tangan bagian kiri (nyaris putus), luka sabetan pada bagian belakang pinggang, serta luka sayatan di pelipis mata bagian kiri.

"Barang-barang milik korban masih lengkap, termasuk dompet dan KTP. Adapun satu bukti lain berupa sepasang sandal yang diduga milik pelaku. Bukan hanya itu pada TKP yang juga jauh dari pemukiman warga ini, ditemukan jejak pelaku yang  diperkirakan ada lebih dari satu orang," ujar Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, pembunuhan dua korban ini hampir mirip dengan kondisi salah satu korban yang terjadi pada 29 November 2025, di wilayah sekitar TPU SP1.

"Kami akan lakukan penyelidikan, mudah-mudahan secepatnya bisa kita temukan pelakunya," kata AKP Rian. (Ignasius Istanto)

Top