Olah Raga

AFK Mimika Bawa 20 Pemain Ikut Seleksi Timnas Futsal Regional Tanah Papua, Tanpa Dukungan Disparbudpora

Sekretaris AFK Mimika, Elvry Leiwakabessy, foto bersama tim

MIMIKA, BM

Sebanyak 20 pemain yang berhasil lolos penjaringan akan mengikuti seleksi Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia Regional Tanah Papua.

Penjaringan dilakukan langsung oleh Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Mimika.

Untuk diketahui, bahwa setelah seleksi Regional Tanah Papua, akan dipilih masing-masing 10 pemain terbaik U-16 dan 10 pemain U-19 untuk mewakili Tanah Papua pada seleksi nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta.

Sekretaris AFK Mimika, Elvry Leiwakabessy, mengatakan, 20 pemain ini nantinya ke Jayapura untuk ikut seleksi dimana seleksi tersebut akan mempertemukan perwakilan dari enam provinsi di Tanah Papua.

"Kami telah menyelesaikan seleksi Deteksi Talent kelompok usia U-16 dan U-19, yang digelar di Kabupaten Mimika mewakili Region Papua Tengah,"kata Elvry.

Dari hasil seleksi tersebut, kata Elvry, AFK Mimika menetapkan 20 pemain yang akan mewakili Papua Tengah, terdiri atas 9 pemain dan 1 kiper untuk U-16, serta 8 pemain dan 2 kiper untuk U-19.

Para pemain ini akan kembali menjalani seleksi tingkat Regional Tanah Papua untuk menentukan siapa yang lolos ke tahap nasional.

“AFK dengan inisiatif sendiri melakukan seleksi Timnas Regional Papua Tengah, karena kuota dari kabupaten lain tidak digunakan. Dari seleksi ini, kami mendapatkan 20 pemain yang akan lanjut ke seleksi Regional Tanah Papua,” tutur Elvry.

Namun, Elvry menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) yang dinilai tidak memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan atlet tersebut.

Ia mencontohkan, izin penggunaan GOR Futsal di Jalan Poros SP2–SP5 tidak diberikan, sehingga proses seleksi terpaksa dipindahkan ke Lapangan Futsal Amor.

“Padahal ini ajang nasional, tetapi tidak ada dukungan sama sekali dari Dinas Olahraga, bahkan saya sudah berkoordinasi langsung dengan ibu kadisnya,” katanya.

Karena tidak ada bantuan dari pemerintah daerah, AFK Mimika kemudian berkoordinasi dengan orang tua para pemain yang lolos seleksi untuk membiayai sendiri keberangkatan mereka ke seleksi tingkat Regional Tanah Papua.

“Seleksi regional ini diselenggarakan langsung oleh Timnas Indonesia, dan rencananya akan digelar di Jayapura atau Manokwari. Jadi kami sudah jelaskan kepada para orang tua bahwa biaya transportasi ditanggung masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Talent Scout Julman Kubuan turut menyayangkan minimnya dukungan dari Pemkab Mimika.

Menurutnya, para pemain muda yang lolos seleksi memiliki potensi besar untuk bersaing hingga ke level nasional.

“Dua puluh pemain ini benar-benar punya talenta. Mereka butuh dukungan dan perhatian dari pemerintah. Jangan dibiarkan, karena potensi mereka bisa membawa nama Mimika dan Papua ke tingkat nasional,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Sambut HUT RI 80, Bupati Mimika Resmi Lepas 65 Peserta Gerak Jalan Indah Wanita

Salah satu peserta Gerak Jalan Indah dari organisasi TP PKK Kabupaten Mimika

MIMIKA, BM

Bupati Mimika, Johannes Rettob, secara resmi melepas peserta gerak jalan indah wanita di halaman Graha Eme Neme Yauware, Senin (11/8/2025).

Sebanyak 65 grup peserta gerak jalan indah wanita mengikuti gita ini dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia (RI).

Adapun, 65 Grup gerak jalan indah ini berasal dari berbagai organisasi, seperti Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Mimika, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), organisasi wanita lainnya, kerukunan, organisasi gereja dan masjid, sekolah-sekolah, dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mimika.

Bupati Mimika Johanes Rettob mengapresiasi kepada seluruh organisasi yang ikut sebagai peserta lomba gerak jalan indah.

"Berdasarkan informasi dari panitia kalau mereka pesimis karena peminat lomba ini tidak banyak, sehingga dibuatkan rute yang dilalui tidak begitu jauh karena tidak banyak peserta yang mendaftar," kata Bupati John.

Lanjutnya, awalnya rute pendek karena peserta sedikit, tapi akhirnya rutenya diubah, dan hari ini ada 65 peserta yang ikuti lomba gerak jalan indah khusus ibu-ibu.

"Saya mengapresiasi kepada semua pihak organisasi, gereja, masjid dan organisasi lainnya termasuk OPD yang ikut memeriahkan perlombaan ini,” ujarnya.

Ia menuturkan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Kemerdekaan ini sudah dimulai sejak awal bulan Agustus, dengan berbagai kegiatan mulai Fit Run Dukcapil, Nikah Massal, dan pembuatan KTP.

“Kami sudah melakukan kegiatan ini dengan launching kegiatan di Dukcapil, dan hari ini gerak jalan indah,” ungkapnya.

Adapun rute lomba gerak jalan indah wanita yakni, start dari halaman gedung Eme Neme Yauware menuju ke Horison Diana, kemudian memyusuri jalan Cendrawasih, Kwamki, Ahmad Yani, Bougenville, Pendidikan, Budi Utomo, dan kembali ke halaman Eme Neme Yauware. (Shanty Sang)

Membanggakan, Kontingen Papua Tengah Sudah Raih 25 Medali di Fornas Mataram

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley didampingi Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennar saat mengunjungi tim Inorga ASSI 

MATARAM, BM

Hingga Rabu (30/7/2025) kemarin, Tim Kormi Papua Tengah untuk sementara telah berhasil meraih 25 medali pada ajang Festival Olah Raga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke-VIII yang diselenggarakan di Mataram, Nusa Tenggara Timur.

Dari 25 medali yang didapat, Kormi Papua Tengah berhasil meraih 6 emas, 11 perak dan 8 perunggu.

Kontingen Papua Tengah sebenarnya juga meraih 8 medali emas dan 4 medali perak dari Inorga Muathai namun capaian 12 medali dari Inorga ini tidak dihitung karena dikategorikan eksebisi.

Terkait dengan raihan medali, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley sebelumnya memberikan apresiasi kepada para pegiat yang meraih medali dari beberapa inorga yang telah menyelesaikan pertandingan.

“Perolehan medali dan prestasi yang diberikan dari beberapa inorga membuat kita sangat bangga, apalagi kita Provinsi Papua Tengah ini baru berusia tiga tahun namun sudah mampu berkompetisi dengan baik di kancah nasional. Ini baru awal dan kami yakin bahwa dengan persiapan yang matang, prestasi yang lebih besar akan diraih di masa depan,” jelasnya.

Dia berharap medali yang telah dipersembahkan beberapa inorga dapat memberikan motivasi kepada pegiat dari Inorga lain untuk terus berusaha dan meraih prestasi.

Wagub juga mengatakan Papua Tengah memiliki potensi besar di bidang olahraga yang perlu digali terus dan dikembangkan. Kepada Inorga yang belum berprestasi, Wagub Geley mengatakan jangan berkecil hati

“Kami pemerintah Provinsi Papua Tengah kedepan berkomitmen untuk terus mendorong dan memotivasi anak-anak Papua Tengah, sehingga mereka mampu bermimpi besar dan meraih prestasi yang lebih gemilang dalam berbagai event olahraga ke depan,” ungkapnya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob yang juga sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Papua Tengah mengaku bangga terhadap prestasi yang dicapai oleh pegiat dan Inorga.

"Ini sesuatu yang bagi kami sangat membanggakan apalagi kehadiran KORMI Papua Tengah yang menaungi Inorga-Inorga baru berumur satu tahun berjalan, tetapi mampu meraih medali di ajang nasional ini," ujarnya.

Sebagai ketua KORMI Papua Tengah, Johannes Rettob berkomitmen untuk terus mendorong inorga- inorga yang berada di naungan KORMI untuk terus eksis pada setiap even baik di tingkat daerah maupun nasional

Sementara itu Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari yang juga hadir di Mataram mengatakan momen Fornas VIII merupakan waktu yang tepat untuk menunjukkan kepada daerah lain bahwa Papua Tengah sebagai Daerah Otonomi Baru mampu bersaing di bidang olahraga.

"Ini adalah momen yang tepat agar Papua Tengah semakin dikenal masyarakat Indonesia, untuk itu saya berharap para pegiat yang dipercayakan mewakili Papua Tengah dapat mengoptimalkan kemampuan untuk meraih medali di Fornas VIII tahun 2025," harapnya.

Berikut daftar perolehan sementara medali Kontingen Papua Tengah 

Fespati (Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia)
2 emas
2 perak

Perpatri (Perkumpulan Panahan Tradisional)
3 emas
3 perak
3 perunggu

ASSI (Asosiasi Street Soccer Indonesia)
1 perak
1 perunggu

ABU (Airsoft Brotherhood Unity)
1 perunggu

ISDMI (Ikatan Senam Dance Mix Indonesia)
1 emas
1 perak
1 perunggu

PORTINA (Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia)
2 perunggu

PORPI (Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia)
1 perak

(Ronald Renwarin)

Top