Olah Raga

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Gelar MyPertamina Futsal Competition 2026

Salah satu pelajar menunjukkan kemampuannya

MIMIKA, BM

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku kembali menggelar MyPertamina Futsal Competition 2026, kompetisi futsal yang mempertemukan 16 tim terbaik tingkat SMA se-Jayapura sekitarnya.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 23-25 Juli 2026, bertempat di GOR Cenderawasih Jayapura.

“Dengan digelarnya kompetisi ini tentu kami berharap Pertamina dapat berkontribusi positif sebagai wadah pengembangan potensi, sportivitas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan bagi anak-anak muda Papua dalam menyalurkan bakat di dunia olahraga khususnya futsal,” ujar Weddy Surya Windrawan selaku Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku.

MyPertamina Futsal Competition 2026 menjadi pelaksanaan yang kedua, setelah pada tahun sebelumnya sukses menarik animo anak-anak SMA. Dua siswa SMAN 4 Jayapura, Hetson Mesi Sirait dan Ardio Febrian Dwi Putra, yang menjadi Pemain Timnas Futsal U17 yang menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan MyPertamina Futsal Competition tahun 2025 lalu dalam menjaring talenta muda dari Papua.

"Kami sangat bangga melihat Hetson dan Ardio ke Timnas Futsal U-17, kedua anak asli Papua ini dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional Futsal Indonesia U-17 pada ajang internasional Futsal Series U-17 Go to Spain 2026. Keberhasilan keduanya ini membuktikan bahwa MyPertamina Futsal Competition menjadi sarana pembinaan karakter dan bibit atlet futsal anak muda Papua yang mampu bersaing dan berprestasi. Kami ingin melanjutkan untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda Papua untuk meraih prestasi," lanjut Weddy.

Berlangsungnya MyPertamina Futsal Competition 2026 ini juga tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi antara Pertamina, Pemerintah Daerah, Sekolah, Asosiasi Futsal, dan masyarakat itu sendiri. Tak hanya itu, MyPertamina Futsal Competition 2026 juga menjadi ajang hiburan dan pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM sebanyak 11 pelaku usaha kuliner, kerajinan produk lokal khas Papua dan juga ada BrightGas Hip Hop lokal Papua meramaikan keseruan ajang MyPertamina Futsal Competition.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi seluruh pihak untuk berhasil terselenggaranya kegiatan ini. Kami ingin kompetisi ini juga dapat memberikan manfaat untuk pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan aktif UMKM. Selain menonton keseruan kompetisi futsal, penonton bisa membeli jajanan ataupun produk-produk yang dijajakan lainnya sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat,”tutur Weddy.

Seluruh kegiatan MyPertamina Futsal Competition juga menawarkan berbagai aktivasi menarik melalui aplikasi MyPertamina serta hiburan disela-sela pertandingan. Mulai dari pendaftaran tim SMA yang bertanding, pendaftaran UMKM, penawaran dan program promosi semua terhubung dengan aplikasi MyPertamina.

"Kami harap, MyPertamina Futsal Competition berhasil menjadi wadah komitmen kami untuk terus menghadirkan program-program berkelanjutan yang membangun bakat talenta anak muda Papua di bidang olahraga futsal sekaligus menyebarkan manfaat MyPertamina yang bisa hadir ditengah-tengah masyarakat. Menang atau kalah menjadi bagian dari pertandingan, dan mari kita junjung sportivitas, persahabatan, dan semangat kebersamaan dalam membangun atlet-atlet muda berprestasi dari tanah Papua,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Kapolda Papua Tengah Cup IV Resmi Bergulir di Mimika

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini saat menyerahkan bola kepada wasit tanda dimulainya pertandingan yang disaksikan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

​Turnamen Mini Soccer Kategori Umum Kapolda Papua Tengah Cup IV 2026 resmi bergulir di Kabupaten Mimika.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, secara resmi membuka Turnamen Mini Soccer, di Goldstone Arena Mini Soccer, Minggu (12/7/2026).

Pembukaan turnamen ini ditandai dengan penyerahan bola secara simbolis kepada wasit sebagai tanda dimulainya kompetisi yang diikuti 35 tim dari berbagai daerah di Papua Tengah.

Untuk diketahui, pada turnamen tahun ini, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp 116 juta. Juara pertama akan menerima hadiah Rp 50 juta, juara kedua Rp 35juta, juara ketiga Rp 20 juta, dan juara keempat Rp 5 juta. Sementara penghargaan individu untuk Top Skor, Best Keeper, dan Best Player masing-masing memperoleh hadiah Rp 2 juta.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini dalam sambutannya mengatakan, pentingnya pembinaan usia dini dan pemenuhan fasilitas olahraga yang memadai guna mengonversi bakat alam anak-anak Papua menjadi prestasi profesional di tingkat nasional maupun internasional.

Diharapkan, bahwa ajang ini tidak sekadar menjadi ruang kompetisi musiman, melainkan wadah strategis jangka panjang untuk menjaring bakat-bakat sepak bola profesional yang tersembunyi di bumi Cendrawasih.

​"Papua ini memiliki talenta dan bakat alam yang sangat luar biasa. Namun, jika tidak disiapkan dan diasah melalui kompetisi rutin, kita harus menunggu 100 tahun lagi untuk melihat buah-buah bertalenta itu muncul ke permukaan,"kata Kapolda Rontini.

Ia mengatakan, dengan adanya ajang ini maka peserta dapat belajar mengasah kemampuan untuk menjadi pemain profesional masa depan.

Kapolda juga menyoroti perkembangan fasilitas olahraga di Timika yang kini jauh lebih representatif dibanding era sebelumnya.

Oleh karena itu guna menjaga kesinambungan ekosistem olahraga ini, ia mendorong Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan anggaran khusus pembinaan rutin bagi kelompok usia sekolah (SD, SMP, dan SMA) secara berkala.

"Minimal setiap tiga bulan sekali. Jadi saya harap kepada peserta semua junjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Menang dengan terhormat, kalah dengan bermartabat. Hormati wasit, hargai lawan,"ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung penguatan sarana dan prasarana olahraga.

Menurutnya, kompetisi olahraga bukan sekadar arena berburu kemenangan, melainkan media strategis pembangunan karakter generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing.

​"Olahraga adalah sarana positif membentuk kedisiplinan, sportivitas, dan kerja sama tim dan sikap saling menghormati," ujarnya.

Katanya, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga sebagai sarana membangun generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing.

"Semoga dari turnamen ini lahir atlet-atlet mini soccer yang mampu mengharumkan nama Mimika dan Papua Tengah di tingkat nasional,”tutup Wabup Kemong. (Shanty Sang)

59 Putra Papua Lolos ke Final Camp PFA 2026

Vice President Community Relations PTFI, Engel Enoch menyerahkan secara simbolis bola ke peserta

MIMIKA, BM

Sebanyak 59 putra Papua yang berasal dari 20 kabupaten/kota di Tanah Papua berhasil lolos ke Final Camp Papua Football Academy (PFA) cari Bakat 2026.

Vice President Community Relations PTFI, Engel Enoch dalam sambutannya menyampaikan, PT Freeport Indonesia (PTFI) berkomitmen membuka ruang bagi anak-anak Papua untuk berkembang, membangun SDM unggul, dan menanamkan nilai keluarga.

Sebelumnya, seleksi ketat berlangsung selama 2 bulan dengan penyaringan oleh coach profesional. Anak-anak difasilitasi kesehatan, akomodasi, dan sarana latihan di Timika.

“Proses seleksi ini cukup panjang, dan nantinya akan ditentukan 20 anak Papua terbaik dari 20 kabupaten/kota. Kalian ini bukan sekadar calon pesepakbola, tetapi juga calon pemimpin Papua yang ditempa melalui karakter, disiplin, dan semangat juang,” ujarnya.

Dia berharap anak-anak fokus pada seleksi dan menunjukkan performa terbaik, sebab proses ini menjadi bukti nyata bahwa PFA bukan hanya mencetak pemain bola, tetapi juga membangun karakter generasi Papua.

“Kalian ini semua sudah belajar. Belajar meninggalkan keluarga, menyesuaikan diri di Timika, dan berlatih hidup mandiri. Jadi yang nantinya tidak lolos tetap semangat, karena kalian sudah hebat dari ribuan anak, kalian punya peluang lain di luar,” tegas Engel.

Sementara itu, Direktur Akademi PFA, Wolfgang Pical memberikan arahan kepada 59 anak Papua yang tengah mengikuti Final Camp PFA 2026 di Timika. Ia menekankan pentingnya disiplin di lapangan, meski suasana di luar tetap penuh kebersamaan. Sebab seleksi ketat akan dilakukan dari 59 peserta akan dipilih 20 anak terbaik.

“Di luar lapangan kita akan “happy-happy”, namun saat bertanding saya harap kalian tampil maksimal. Jangan menyia-nyiakan peluang ini, karena perjalanan kalian hingga tahap ini tidaklah mudah,” ungkapnya.

Salah satu siswa yang masuk 59 besar, Israel Junior Eluwai dari Sentani mengaku sangat antusias mengikuti seleksi PFA. Dirinya berhasil masuk seleksi karena sebelumnya masuk dalam SBB Sentani.

“Hal ini telah lama saya tunggu, maka saya akan menggunakan kesempatan ini dengan maksimal. Saya optimis akan membawa nama baik kota dan keluarga agar dapat bergabung di PFA,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis akan dilaksanakan seleksi teknis, Jumat Psikologi dan Sabtu seleksi kesehatan, selanjutnya anak-anak kembali ke kota masing-masing bersama pendamping dan pengumuman untuk 20 anak akan disampaikan pada bulan Agustus 2026. (Shanty Sang)

Top