Olah Raga

Pengurus ILDI Mimika Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Dinahkodai Merry Pongutan

 Prosesi pelantikan

MIMIKA, BM

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Kabupaten Mimika periode 2026-2030 resmi dilantik.

Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua ILDI Provinsi Papua Tengah, Levina Nilwari, di Hotel Horison Diana, Timika, Sabtu (25/4/2026).

Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka ILDI oleh Wakil Ketua ILDI Provinsi Papua Tengah, Levina Nilwari kepada Ketua ILDI Mimika terpilih Merry Pongutan.

Pelantikan tersebut turut disaksikan perwakilan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Papua Tengah, Daniel Orun, Ketua KORMI Mimika Habel Taime, serta jajaran pengurus KORMI Mimika.

Mewakili Ketua KORMI Papua Tengah, Daniel Orun mengatakan pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari amanah besar dalam memajukan olahraga rekreasi di tengah masyarakat, khususnya line dance yang kini semakin diminati berbagai kalangan.

Menurutnya, ILDI diharapkan menjadi motor penggerak budaya hidup sehat melalui olahraga yang menyenangkan dan inklusif. Selain itu, ILDI juga diharapkan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.

“KORMI Provinsi Papua Tengah siap mendukung setiap langkah dan program ILDI demi kemajuan olahraga rekreasi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua ILDI Papua Tengah, Levina Niwari, menegaskan agar pengurus ILDI Mimika menjalankan organisasi sesuai anggaran dasar, anggaran rumah tangga (AD/ART), serta kode etik yang berlaku.

“Saya yakin Ibu Ketua ILDI Mimika sudah paham dan mengerti semua AD/ART ILDI. Saya harap ILDI Mimika dapat merangkul semua pihak agar dapat berpartisipasi dalam olahraga dan kebugaran masyarakat,” katanya.

Ketua ILDI Mimika, Merry Pongutan, mengatakan pelantikan tersebut menjadi awal tanggung jawab besar untuk menjadikan ILDI sebagai wadah pengembangan seni dansa, sarana olahraga, dan media pemersatu masyarakat.

“Amanah yang diberikan ini tentu tidak ringan, namun saya yakin dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan komitmen yang kuat, organisasi ini akan mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Ia berharap ILDI Mimika dapat melahirkan generasi yang tidak hanya mencintai seni, tetapi juga mampu membawa nama daerah dan bangsa ke tingkat nasional maupun internasional. (Shanty Sang)

Baru Satu Yang Daftar, Hari Ini Penutupan Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Mimika

Antonius Kemong saat mendaftarkan diri

MIMIKA, BM

Proses pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika Periode 2026-2030 resmi memasuki tahapan awal.

Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum KONI Mimika membuka pendaftaran bakal calon, dengan satu kandidat yang telah resmi mendaftar hingga hari ketiga.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, Anselmus Serat, menyampaikan bahwa pendaftaran telah dibuka sejak Selasa, 21 April 2026, di Kantor KONI Mimika, Jalan Hasanudin, dan akan ditutup pada Jumat, 24 April 2026 pukul 12.00 WIT.

“Pendaftaran dibuka selama empat hari, terhitung sejak 21 April dan akan berakhir besok siang (hari ini-red),” ujar Anselmus saat ditemui, Kamis (23/4/2026).

Memasuki hari ketiga, satu bakal calon atas nama Antonius Kemong resmi mengembalikan formulir pendaftaran beserta dokumen persyaratan. Berkas tersebut diterima langsung oleh seluruh anggota tim penjaringan dan penyaringan.

Menurut Anselmus, Antonius Kemong telah mengantongi dukungan dari 14 cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan KONI Mimika. Jumlah tersebut melampaui syarat minimal dukungan, yakni 10 cabor.

“Secara administrasi awal, yang bersangkutan sudah memenuhi beberapa ketentuan, termasuk dukungan cabor dan pengalaman di organisasi olahraga,” jelasnya.

Meski demikian, tim penjaringan masih akan melakukan tahapan verifikasi terhadap seluruh berkas yang telah masuk.

Proses ini dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026, termasuk masa perbaikan dokumen jika ditemukan kekurangan.

Ia juga menegaskan bahwa peluang bagi kandidat lain masih terbuka hingga batas akhir pendaftaran.

Tim berharap proses penjaringan ini dapat menghasilkan figur terbaik yang mampu membawa kemajuan olahraga di Kabupaten Mimika.

“Kalau ada berkas yang belum lengkap, kami akan berikan kesempatan untuk dilengkapi sesuai waktu yang ditentukan,” tambah Anselmus.

Anggota Tim penjaringan lainnya, Agus Hugo Krey menambahkan, bagi siapa saja calon bisa mendaftarkan diri maju dalam bursa calon ketua Umum Koni Mimika dengan mengikuti syarat umum dan bersifat wajib.

“Beberapa syarat umum juga harus dipenuhi oleh bakal calon, namun syarat wajib bagi seorang calon saat mendaftar minimal mengantongi 10 rekomendasi dari pengurus cabang olahraga,”pungkasnya. (Red)

Freeport Grassroots Tournament 2026 di Jayapura : Kembangkan Bakat Sepak Bola Anak-anak Papua

Peserta FGT 2026 melibatkan siswa SSB laki-laki dan perempuan (no punggung 10) yang turut berkompetisi dilapangan.

JAYAPURA, BM

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mengembangkan bakat sepak bola usia dini di Papua melalui Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 yang berlangsung di Stadion Mandala, di Jayapura, Papua, 17-18 April 2026.

Terkait ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi secara khusus kepada PT Freeport Indonesia karena PTFI dinilai selalu mendukung kemajuan sepakbola Indonesia

“Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda," ungkap Erick Thohir.

Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI Nathan Kum mengatakan Freeport terus mendukung pengembangan SDM Papua menuju Papua Unggul, salah satunya melalui olahraga.

“Kompetisi ini menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect atau saling menghormati sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter,” kata Nathan.

Ia mengatakan melalui turnamen ini, PTFI ingin menghadirkan pengalaman bertanding yang berkualitas, menjunjung disiplin, kejujuran, dan semangat kebersamaan.

“Kami berharap anak-anak pulang dengan rasa gembira, mental yang lebih kuat, serta motivasi untuk terus berlatih dan berkembang,” katanya.

Setiap tahun, FGT berlangsung di Kota Jayapura, Provinsi Papua dan Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Turnamen ini memperebutkan gelar juara untuk kategori U-10 dan U-12, serta penghargaan fair play untuk masing-masing kategori.

Secara format, kompetisi menggunakan sistem 7 lawan 7, dengan setiap tim diperbolehkan mendaftarkan maksimal 15 pemain.

Pertandingan berlangsung dalam durasi 2 x 15 menit dengan waktu istirahat selama 5 menit, serta menerapkan pergantian pemain tanpa batas.

Turnamen berlangsung secara intensif selama dua hari. Pada kategori U-10, SSB Nafri keluar sebagai juara 1, disusul SSB Orion Star Sentani di posisi kedua, SSB Tunas Muda Hamadi sebagai juara ketiga, dan SSB Volta PLN di peringkat keempat.

Sejumlah penghargaan individu juga diberikan sebagai bentuk apresiasi, yakni Best Player kepada Arkiles Fonataba (SSB Tunas Muda Hamadi), Best Goalkeeper kepada Herman Isak Manggaprouw (SSB Nafri), serta Team Fairplay diraih oleh SSB Petra Sentani.

Pada kategori U-12, SSB Putra Yeabhu meraih juara pertama, diikuti SSB Nafri sebagai juara kedua, SSB Batik di tempat ketiga, dan SSB Waena sebagai Juara keempat.

Penghargaan individu U-12 diberikan kepada Sem Stenly Neymar Msen (SSB Nafri) sebagai Best Player, Frits Tokoro (SSB Putra Yeabhu) sebagai Best Goalkeeper, serta Team Fairplay diraih oleh SSB Nafri.

Selain turnamen sepak bola, dalam FGT 2026 juga dibagikan 300 pasang sepatu sepak bola untuk SSB di Jayapura, 400 sepatu sepak bola untuk SSB di Timika, dan 300 sepatu sepak bola untuk SSB di Gresik.

“Saya senang mengikuti kegiatan FGT ini, karena saya mendapat sepatu bola baru. Saya jadi lebih semangat berlatih,” kata peserta FGT dari SSB Volta, Dominic Pahabol.

FGT 2026 di Jayapura diikuti lebih dari 300 anak dan merupakan pelaksanaan ketiga setelah mulai digelar dua tahun lalu.

Ketua PSSI Papua Benhur Tomi Mano mengatakan pembinaan yang dilakukan Freeport Indonesia ini luar biasa. 

Apalagi melalui akademi sepak bola yang ada di Freeport, banyak pemain sudah berkesempatan ke luar negeri.

“Ini menjadi bukti nyata kontribusi PTFI yang bekerja sama dengan PSSI dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia Timur, khususnya di Papua”ujarnya.

Ia berharap para orang tua terus mendukung dan mendorong anak-anak yang memiliki potensi di bidang sepak bola.

“Potensi tersebut tidak hanya untuk Papua, tetapi juga untuk Indonesia agar bisa berjaya di kancah sepak bola dunia kedepannya,” lanjutnya. (Red)

Top