Putusan Perpanjangan PSDD Jilid II Ditentukan Besok

Bupati Omaleng dan Pjs Sekda saat melakukan swab tes

MIMIKA,BM

Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) yang telah dilakukan sejak Kamis (21/5) akan berakhir pada Kamis (4/6) besok.

Walau penambahan kasus baru dan kasus sembuh pasien Covid-19 di Mimika hampir berimbang namun belum ada ada kepastian apakah PSDD jilid II akan diberlakukan.

Menurut Bupati Mimika Eltinus Omaleng, keputusannya akan diumumkan pada rapat bersama Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, Kamis (4/6) besok.

"Sementara kami masih tunggu keputusan Provinsi Papua seperti apa baru kita akan kasih masukkan tanggal dan waktu sampai kapan kita selesai. Ada beberapa poin yang kita tambah seperti orang yang pulang kerja dan orang yang jaga di jalan itu kasih turun," jelas Bupati Mimika, Eltinus Omaleng di Mozza, Rabu (3/6).

Hal ini ditegaskan Omaleng karena selama PSDD, ada beberapa kasus yang sempat viral namun dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tidak boleh ada pemukulan lagi jika nantinya PSDD ini akan diperpanjang. Harus dikasih tahu baik-baik. Keputusan apakah kita lanjut PSDD atau tidak nanti kita putuskan besok,” ungkapnya.

Menurutnya, warga Mimika masih banyak yang belum memahami pemberlakukan PSDD. Banyak yang merasa bahwa tidak keluar rumah itu hanya terjadi dari pukul 14.00 Wit hingga pukul 20.00 Wit malam.

Tidak heran, mulai dari pukul 06.00 Wit hingga pukul 14.00 Wit siang, jalanan di seputaran Timika terlihat ramai penuh dengan kendaraan dan lalu lalang masyarakat.

Oleh sebab itu, jika PSDD jilid II diberlakukan maka sistimnya akan diubah. Bisa saja ada kelonggaran atau semakin diperketat.

Bupati Omaleng juga mengatakan bahwa izin penerbangan kembali dibuka karena masih banyak warga Mimika yang berada di luar daerah. Begitupun sebaliknya, banyak warga Mimika yang ingin ke luar daerah atau ke tempat asal mereka.

"Kami punya pimpinan-pimpinan juga banyak di Jakarta dan mau kembali juga susah, kita disini juga yang mau lakukan tugas di luar daerah sama susahnya jadi kita atur dalam seminggu dua kali peberbangan. Nanti Garuda, Batik dan Sriwijaya mereka atur jadwalnya. Penerbangan buka tapi semua wajib mengikuti protokol yang sudah ada, salah satunya wajib memiliki surat sehat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan warga Timika agar tidak boleh takut untuk melakukan rapid tes. Tes rapid dilakukan agar mempercepat tracing penularan corona di Timika.

“Kalau masyarakat tidak mau seperti ini maka datang untuk rapid tes dan swab supaya lebih cepat dan putus jaringannya, kalau masyarakat lama-lama, sembunyi dan takut bagaimana kita mau putuskan cepat. Kita harus buka semua akses pelan-pelan. Kalau kita buka bebas maka orang yang positif itu akan banyak," ujarnya.

Di Moza siang tadi, bupati beserta seluruh jajaran pimpinan OPD juga melakukan swab. Ia mengatakan jika hasilnya keluar, ia akan langsung mengumumkan hasilnya.

"Pimpinan OPD termasuk saya dan sekda kami sudah swab, kita 61 ini sudah swab nanti hasilnya saya akan bacakan siapa yang positif dan negatif. Kalau positif ya istirahat di rumah tidak usah ikut kegiatan-kegiatan ini selama 7 hari kalau sudah dengar swab kedua kali dan negatif bisa ikut gabung lagi. Kalau swab dua kali itu negatif kan tidak masalah jadi jangan takut,"ungkapnya. (Shanty)

Top