Politik & Pemerintahan

Marthen Paiding Pensiun, Plt Sekda Nicolass Kuahaty Dilantik


Foto bersama usai prosesi pelantikan

MIMIKA, BM

Terhitung sejak tanggal 22 Juli 2020 Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Drs Marthen Paiding resmi pensiun. Sebagai gantinya, Bupati Mimika Eltinus Omaleng melantik Nicolass Kuahaty menjadi Plt Sekda Mimika.

Pelantikan sekaligus serah terima jabatan di laksanakan di Pendopo Rumah Negara, Rabu (22/7).

Prosesi tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan cendera mata oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng kepada Marthen Paiding yang juga merayakan HUT ke-66 pada hari ini.

Marthen Paiding dalam sambutannya mengatakan, selama 34 tahun ia telah membaktikan dirinya untuk Papua dan Mimika.

"Sebagai ASN, menjadi pelaksana tugas Sekda merupakan jabatan tertinggi di Kabupaten Mimika. Saya dipercayakan bupati selama hampir 2 tahun dari Oktober 2018 sampai pada hari ini sebagai Plt sekda. Lewat kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati yang sudah mempercayakan jabatan ini kepada saya," tutur Marthen.

Dalam melaksanakan tugas sebagai pelaksana tugas sekda, kata Marthen, tentunya ia banyak memiliki kekurangan. Sebagai manusia biasa ia pun meyakini bahwa semua tanggungjawab yang diembannya ada yang pastinya belum dilaksanakan.

"Lewat kesempatan ini saya mohon maaf kepada bupati jika ada kewajiban yang diberikan saya lalai, khilaf dan saya tidak melaksanakan tugas dengan baik. Pada kesempatan ini juga saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua pimpinan OPD dan seluruh ASN yang telah memberikan dukungan kepada saya dalam menjalankan tugas sebagai Plt sekda ," ujarnya.

Dikatakan, pengalaman yang paling membanggakan untuknya selama menjadi Plt Sekda Mimika adalah menjadi ketua tim dalam melaksanakan disvestasi PTFI.

"Tugas ini saya mau tolak dan terima juga sangat berat tetapi karena kepercayaan sebagai pimpinan daerah jadi kita harus melaksanakan tugas itu dan dalam waktu yang tidak terlalu lama apa yang menjadi dambaan keputusan itu bisa terwujud," ujarnya.

Dalam kehidupan baru (pensiun-red), Marthen merasa lega namun juga sedih karena harus berpisah dengan teman-temannya sebagai ASN. Ia mengakui, banyak kisah suka dan duka ia jalani selama ini dan semuanya sulit dilupakan begitu saja.

"Hari ini saya merasa lega juga karena beban tugas dan tanggungjawab sebagai sekda selesai. Ini cukup berar namun saya bersyukur bisa melaluinya. Saya hanya berpesan kepada sekda berikutnya untuk melaksanakan tugas ini dengan baik dalam mendampingi bupati dan teman-teman OPD supaya Mimika ke depan jauh lebih baik dan lebih maju dengan harapan bahwa Kota Timika akan menjadi kota metropolitan di bawah pimpinan bupati," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Marthen Paiding yang selama 2 tahun terakhir mendampinginya. Ia mengatakan Paiding merupakan sosok yang baik, tidak memiliki masalah dan dapat bekerjasama.

"Saya harap sekda yang baru mendampingi saya, harus seperti sekda yang lama. Plt sekda hanya 14 hari sehingga dalam 14 hari harus berjuang untuk definitif sekda atau pejabat sekda serta dapat menyelesaikan masalah dengan Bupati Kaimana," harap Bupati.

Pada momen ini, Bupati Omaleng juga membicarakan rolling kemarin yang telah ia lakukan.

"Saya tidak pernah membedakan suku, saya tidak pernah bersikap dengan kaum ini dan itu juga tidak. Kalau ada masalah pribadi jangan sangkut paut dengan roling yang kemarin,"tutur Bupati.

Bupati mengakui, bahwa memang ada banyak yang mencalonkan diri sebagai sekda namun ia kemudian memilih Nicky Kuahaty.

"Sebanarnya antara pak Nicky dan Bupati Kaimana itu adalah urusan pribadi bukan kaitan dengan di sini. Pak Nicky itu pegawai di Mimika sini," ujarnya.

"Kita semua di sini kan mau cari hidup dan cari makan ngapain mau cari masalah lagi, saya juga tidak mungkin paksakan orang langsung dari pangkat kecil masuk ke eselon 2. Saya harap jangan menghina saya karena saya ini lambang negara," tutup Bupati. (Shanty)

Selamat Jalan Bupati Potereyauw, Mimika Kehilangan Dirimu


Almarhum saat dikunjungi KKJB beberapa waktu lalu

MIMIKA, BM

Mantan Bupati Mimika, Bapak Titus Octovianus Potereyauw sekitar pukul 12.30 Wit menghembuskan nafas terkahir di Rumah Sakit Mitra Masyarakat.

Berita duka ini disampaikan Wakil Bupati Mimika Yohannes Rettob usai dihubungi keluarga almarhum, siang ini, Senin (20/7).

"Saya barusan dihubungi keluarga, almarhum meninggal di RSMM," ujarnya saat dikonfirmasi via telepon oleh BeritaMimika.

Wabup John mengatakan, almarhum minggu lalu dibawah ke RSMM untuk menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatan yang mulai menurun.

"Informasinya dari keluarga, rencana jenasah almarhum akan dibawah ke rumah SP 1 milik Bram Kateyauw. Saya sekarang lagi siap-siap mau ke RSMM," ujarnya.

Wabup John mengatakan, hal terindah yang pernah ia ingat akan sosok almarhum ini adalah ketika ia diminta kembali ke Mimika untuk membantunya membangun negeri ini.

"Saya kembali mengabdi di Timika karena beliau. Dulu beliau ke Jakarta meminta saya secara langsung untuk kembali membantu beliau di Dinas Perhubungan. Saya masih ingat semua hal yang almarhum sampaikan saat itu ke saya," ujarnya.

"Sebagai anak dan merupakan mantan bawahan beliau, ini merupakan berita duka buat kami dan seluruh masyarakat Mimika. Negeri ini mencarat semua hal baik yang sudah ia berikan. Selamat Jalan Bapak Titus, doa kami iringi kepergianmu," ujar Wabup John dengan sedih.

Sebelumnya, ketika mendengar almarhum sedang sakit kala itu, Sabtu (27/6), Wabup John langsung mendatangi kediaman beliau di SP III.

Saat itu, sekitar 2 jam Wabup John bercerita bersama almarhum dan sterinya, Ibu Florida Kaise Potereyauw bersama anak dan 2 cucu mereka.

"Iya, saya sudah sempat melihat beliau sebelum hari ini beliau dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa. Saat itu kondisinya juga menurun sekali. Mari masyarakat Mimika, kita doakan almarhum agar diterima disisi kanan Tuhan. Beliau orang baik dan sosok panutan bagi kita semua dan negeri ini," ungkap Wabup John. (Ronald)

Bupati Omaleng : Pelantikan Kemarin Sah, Yang Tidak Sejalan Kemarin Saya Akan Kasih Keluar

Apel gabungan Pemda Mimika

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng kembali menegaskan bahwa proses pelantikan yang ia lakukan kemarin merupakan pelantikan yang sah dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.

Hal ini ia tegaskan saat memimpin apel pagi di lingkup Pemda Mimika, Senin (20/7) pagi tadi.

"Saya pimpinan pemerintah.  Yang kemarin saya lantik itu sah. Tidak ada cerita itu. Kata siapa mau bilang batal," ujarnya.

Iapun meminta agar para pejabat esselon II yang kemarin dilantik dan diganti segera melakukan serah terima jabatan dalam dua hari ini agar tidak menghambat jalannya roda pemerintahan.

"Hari ini atau besok, segera berikan serah terima kepada teman yang lain. Tidak boleh tunda-tunda," tegasnya.

Walau sudah di rolling namun Bupati Omaleng menegaskan akan melihat kembali nama-nama yang dilantiknya.

"Ternyata kemarin yang disebut (dilantik-red), ada orang yang berseberangan dengan kami kemarin, saya tetap akan proses kasih keluar. Saya tidak tinggal diam, saya akan cek kembali dan kasih keluar," tegasnya.

Terkait pemilihan esselon dua dalam jabatan kemarin, terutama anak-anak Amungme dan Kamoro, ia tidak bisa mengakomodir sebagian karena menurutnya pada pilkada kemarin mereka berseberangan dengannya.

"Bagaimana kita mau kasih jabatan sama orang esellon II sedangkan kemarin ada di sebelah sana. Tidak mungkin lah saya kasih jabatan itu," ujarnya.

Walau demikian ia mengatakan sebagian besar anak-anak Amungme dan Kamoro saat ini ia tempatkan sebagai kepala distrik dan mengisi jabatan tertentu agar ke depan bisa dipromosikan menduduki jabatan esselon II.

"Saya kasih tahu, kepala distrik kenapa saya kasih masuk orang Amungme semua. Dalam satu tahun dan dua tahun kamu harus memiliki esselon II. Camkan itu. Orang Amungme Kamoro bukan piring makan orang lain. Ingat baik-baik. Jangan dimanfaatkan orang lain yang tidak bertangungjawab," ungkapnya.

Bupati Omaleng kembali menegaskan bahwa keputusan rolling kemarin merupakan kebijakan dan keingingananya.

Menurutnya, semua keputusannya tidak harus harus didiskusikan dengan orang lain, termasuk wakilnya sendiri. Iapun mengilustrasikannya dengan sebutan suami isteri.

"Suami tidak harus jalan dengan isteri terus, bagaimana jadinya kalau saya jalan dengan isteri saya terus. Suatu saat isteri hadir suatu saat tidak perlu ikut terus. Wakil bupati dampingi saya, gak perlu. Semua kewenangan penuh ada di saya," tegasnya menyangkut rolling kemarin.

Ia menegaskan rolling atau mutasi kemarin merupakan keputusannya sehingga semua orang harus menerima, termasuk masyarakat.

"Mutasi jabatan itu hal biasa bukan hal baru. Ada yang terima dengan senang ada yang terima dengan sakit hati dan lain. Tapi saya herannya semua orang ikut sedih. Ikut ribut. Malah masyarakat lagi ikut ribut. Apa urusan masyarakat dengan pemerintah? Itu herannya," ungkapnya. (Ronald)

Top