Politik & Pemerintahan

Bupati Omaleng : Jika Masih Buka, Izin THM Langsung Saya Cabut

Bupati didampingi wakilnya dan Ketua DPRD saat meninjau RSUD

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng menegaskan jika masih ada pemiik Tempat Hiburan Malam (THM) yang kepala batu dan sengaja membuka usahnya dalam situasi saat ini, maka izin usahanya akan langsung dicabut.

Kepada BeritaMimika, Minggu (22/3) malam melalui telepon, Bupati Omaleng menegaskan hal tersebut.

Ia mengatakan semua tempat hiburan malam sedang dalan pantaun, jika ada yang tidak mengindahkan surat edarannya maka siap menerima kosekwensinya.

“Kemarin (Sabtu malam-red) kita sudah mulai sweeping. Masih ada yang buka dan sudah diingatkan jagan lagi terulang baik itu tempat diskotik, karoke, bioskop dan lainnya. Jika masih kepala batu, saya langsung cabut izin mereka. Kalau tidak percaya, coba ko buka lagi,” tegasnya.

Bupati menjelaskan bahwa terkait pelarangan aktifitas Tempat Hiburan Malam bukan hanya berlaku di Mimika namun hampir semua daerah di Indonesia telah memberlakukan hal tersebut guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita harus jaga Mimika dengan berbagai cara supaya jangan ada virus itu disini. Siapapun yang tinggal, bekerja dan mencari hidup di Mimika harus menaatinya tanpa terkecuali. Ini untuk kebaikan kita semua,” ungkapnya di telepon.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Mimika, Robby Omaleng melalui telepon mengatakan lembaganya mendukung segala kebijakan pemerintah daerah dalam membentengi Mimika dari serangan Covid-19.

“Kami sangat mendukung semua langka yang dilakukan pemerintah dalam menjaga Mimika dari penyebaran virus ini. Pada prinsipnya, apa yang sudah menjadi kebijakan daerah saat ini, semua pihak harus melakukan instruksi tersebut termasuk himbauan kesehatan untuk menjaga diri dan keluarga,” ujarnya.

Robby juga mengatakan DPRD Mimika telah mempersiapkan langka untuk melakukan sosialisasi usai berakhirnya masa isolasi pada 5 April mendatang.

“Kami akan langsung lakukan sosialisasi. Saat ini kami terus mendukung dan mensuport apa yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas. Kami juga himbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga. Semua sudah harus terbiasa dengan mengisolasi diri dalam rumah dan ikuti semua instruksi yang telah disampaikan untuk membatasi penyebaran virus ini,” ungkap Robby. (Ronald

Pimpin Apel Siaga Darurat ASN, Ini Yang Disampaikan Bupati Omaleng

Suasana apel siaga darurat di Sentra Pemerintahan, Kamis (19/3)

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika telah memberlakukan pegawai Aparatus Sipil Negara (ASN) dan honorer dapat bekerja di rumah sebagai langkah peningkatan kewaspadaan penyebaran virus corona.

Namun, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE, MH mengingatkan kembali seluruh pegawai baik ASN maupun honorer bahwa itu bukan libur tetapi tetap bekerja dari rumah.

"Bukan karena tidak berkantor jadi semua pekerjaan pemerintahan tidak dikerjakan. Tapi tetap kegiatan-kegiatan pemerintahan seperti lelang, proyek dan sebagainya harus diselesaikan," tegas Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat memimpin apel siaga darurat ASN di Kantor Pusat Pemerintahan, Kamis (19/3).

Eltinus mengatakan, bahwa kebijakan kerja di rumah dilakukan guna menjaga kemungkinan beredarnya virus corona dari kerumunan orang banyak. Virus ini sangat mudah menyebar dalam situasional tersebut.

“Corona ini sakitnya seperti malaria yang tidak diketahui dari mana datangnya langsung kena sehingga pemerintah menjaga itu. Jadi saya ingatkan lagi pegawai bukan libur tapi kerja di rumah masing-masing. Karena kerja di rumah lebih aman dari pada di kantor yang banyak orang,"ujarnya.

Menurutnya, pada awalnya Pemda Mimika tidak ingin meliburkan pegawainya apalagi penyebaran virus ini belum sampai ke Mimika. Namun hal tersebut harus dilakukan karena telah menjadi kebijakan nasional yang mana semua pemerintah daerah harus mematuhinya.

Omaleng berkilah, harusnya telah terjadi satu kejadian luar biasa dulu baru pemerintah daerah meliburkan para pegawainya.

"Saya harap dengan kerja di rumah selama dua minggu ini maka ketika masuk kantor semua pekerjaan harus selesai. Proyek dan kegiatan semua jalankan. Jika ada terjadi apa-apa di Mimika maka yang terakhir kita lakukan adalah bandara tutup dan tidak boleh kemana-mana,"ungkapnya. (Shanty)

Tidak Berkantor, Pegawai Pemda Mimika Bekerja Dari Rumah

Apel pagi di Sentra Pemerintahan, Rabu (18/3)

MIMIKA, BM

Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga merupakan turunan dari kebijakan pemerintah pusat, maka sejak Rabu (18/3) seluruh pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika akan bekerja dari rumah.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Marthen Paiding mengumumkan hal ini pada apel pagi yang diselenggarakan di Sentra Pemerintahan, SP III, Rabu tadi pagi.

Keputusan ini diambil guna meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia, terutama di Mimika.

Putusan tersebut berisikan ketentuan penyesuaian sistem kerja, sehingga seluruh ASN di lingkungan instansi pemerintah dapat menjalankan tugas kedinasan di rumah atau di tempat tinggalnya.

"Saya sudah koordinasi dengan bupati dan bupati menyampaikan bahwa mulai besok pegawai tetap bekerja tapi bekerja dari rumah sampai dengan tanggal 5 April 2020,” ungkapnya.

Marthen mengatakan, walau tidak berkantor bukan berarti pegawai seenaknya meliburkan diri dan tidak bekerja namun tetap menjalankan aktifitas kerja dari tempat tinggalnya. Hal ini agar roda pemerintahan tetap berjalan.

Sedangkan untuk kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan banyak orang untuk sementara dilarang pelaksanaannya. Pemda Mimika juga akan mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang dihindari.

"Yang sudah kena virus itu bisa disembuhkan tapi yang belum harus di jaga. Kita mulai dengan menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan masing-masing. Kita harus satukan pemahaman kita bersama bahwa virus ini perkembanganya sangat cepat dan bisa mengancam siapa saja,” ujarnya.

Apabila masyarakat tidak masif secara bersama untuk menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar maka masyarakat dianggap tidak ikut membantu melawan penyebaran virus ini.

"Instruksi negara adalah kita tetap bekerja walau dari rumah. Di rumah pun kita menjaga jarak sehingga keluarga kita juga terhindar dari penularan virus ini. Kalau ini kita lakukan bersama-sama maka kabupaten kita akan aman, makanya harus ada kerjasama antara masyarakat, pemerintah dan semua stakeholder dan pionernya kita sebagai ASN,” katanya.

Walau bekerja dari rumah namun ada pengecualian bagi petugas medis. Mereka ini tetap melaksanakan aktifitas seperti biasanya karena mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk melakukan pelayanan. Walau demikian, Marthen Paiding meminta mereka untuk selalu mawas dan menjaga diri.

Tambahnya, mercermati perkembangan yang terjadi di negara ini, Pemda Mimika kemarin telah melakukan pertemuan internal dan salah satu putusannya adalah pembentukan gugus penanggulangan percepatan covid-19.

Dengan demikian maka apa yang menjadi instruksi Presiden Joko Widodo sudah mulai dijalankan di Mimika.

Ia juga mengingatkan agar warga Mimika untuk sementara tidak boleh bersentuhan secara langsung serta menjaga jarak komunikasi supaya mempersempit ruang penularan virus corona.

"Dalam beraktifitas dengan melibatkan banyak orang kita menjaga jarak kurang lebih satu meter untuk menjaga penularan dan berkembangnya virus corona diantara kita,” ujarnya mengingatkan warga Mimika. (Shanty)

Top