Pengelola Perpustakaan Dan Rumah Baca Diupgrade Pengetahuannya
Salah satu kelompok workshop sedang berdiskusi
MIMIKA,BM
Guna meningkatkan kompetensi bagi pengelola perpustakaan di Mimika, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika menggelar workshop bagi pengelola perpustakaan dan rumah baca kampung serta taman baca.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (9/3) menghadirkan narasumber dari pustakawan nasional sementara para peserta merupakan perwakilan beberapa sekolah, pendiri dan pemilik rumah baca kampung dan taman baca.
Pustakawan Nasional Sri Mulyani saat diwawancarai disela-sela kegiatan, kepada BeritaMimika mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan serta peningkatan kompetensi bagi setiap pengelola.
Kompetensi yang dimaksud adalah bagaimana menginformasikan apa yang ada di perpustakaan serta dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai literasi agar bisa mengenal dan mendayagunakan perpustakaan sebagai sumber informasi untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Materi yang diberikan dalam workshop dimulai dari latihan dasar, yakni bagaimana caranya membuat satu catalog karena katalog dalam perpustakaan itu sangat penting sebagai penelusuran.
Selain itu juga sebagai pengelolaan bahan perpustakaan, mulai dari inventarisasi, pengatalogan deskriptif dan pengatalogan subjek karena sebagai pengelola, harus mengelompokan arsip perpustakaan berdasarkan subjek-subjek yang ada.
"Terkait pasca pengatalogan yaitu bagaimana cara melabel buku, mejajar kartu katalog hingga menata buku,"ujarnya.
Dalam workshop ini, kata Sri yang menjadi kendala adalah adanya peserta yang sama sekali belum pernah mengikuti pelatihan mengenai pengelolaan perpustakaan.
Diharapkan, dengan pelatihan ini pengelola perpustakaan di Mimika lebih berkembang, mengingat Mimika merupakan salah satu kota yang pesat perkembangannya.
“Sebagai pengelola perpustakaan harus lebih mengembangkan informasinya kepada masyarakat, karena perpustakaan adalah gudang informasi dan ilmu,” ujarnya.
Sri menuturkan, ika perpustakaan tidak dikelola dan diinformasikan kepada masyarakat, maka masyarakat tidak akan tahu adanya informasi dan perkembangan dalam perpustakaan itu.
“Tentunya ini juga harus didukung oleh Pemda Mimika supaya masyarakat Mimika bisa tahu informasi tentang perpustakaan. Karena zaman sekarang banyak generasi yang tidak mengenal apa itu perpustakaan. Padahal perpustakaan itu sangat penting,” jelasnya.
Sementara Lilis Farida yang juga merupakan pustakawan nasional mengatakan bahwa meski adanya kemajuan teknologi, minat baca warga Indonesia tetap tinggi.
Hal ini terlihat karena di perpustakaan tidak hanya menyajikan ilmu atau informasi melalui buku, tetapi juga memiliki produk teknologi seperti buku-buku digital dan lainnya.
“Sekarang kami dari perpustakaan nasional berinisiatif mendatangi masyarakat dengan buku-buku digital, karena itu bisa diunduh melalui plaistore atau melalui handpone. Intinya kemajuan teknologi tidak mengurangi minat baca," ungkapnya. (Shanty)




