Pastor Amandus Rahadat Pr. Mengajak Umat Berdoa Rosario Memohon Uskup Timika Yang Baru

Umat paroki Katedral Tiga Raja Memadati Goa Maria sambil memegang lilin yang menyala

MIMIKA, BM

Memasuki empat tahun berpulangnya Uskup pertama Timika almarhum Mgr. John Philip Saklil, hingga kini sosoknya belum tergantikan.

Sosok kebapaan dan humoris ini begitu melekat di hati masyarakat Timika. Kepergiannya yang secara mendadak pada 3 Agustus 2019 meninggalkan duka mendalam hingga ribuan umat datang mengiringi kepergiannya ke rumah Allah Bapa di surga.

Karya iman dan kepedulian yang ditinggalkan beliau terhadap masyarakat Papua tertuang dalam Gerakan Tungku Api Kehidupan.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Kepemudaan KWI yang membawa kepada pelaksanaan Indonesian Youth Day (IYD) pertama yang diselenggarakan di Sanggau, Kalimantan Barat.

Selain itu, almarhum pun memiliki kepedulian akan dunia pendidikan masyarakat lokal Papua. 

Kursi uskup hingga kini masih kosong dan Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat Pr. yang merupakan “kaka” almarhum mengajak umat untuk bersama-sama memohon kepada Bunda Maria untuk uskup yang baru.

Ajakan ini disampaikan Romo Amandus pada saat Penutupan Bulan Rosario, Rabu (31/05/2023) yang dilaksanakan di Gereja Katolik Katedral Tiga Raja.

“Saat ini umat keuskupan kita punya masalah besar bahwa belum memiliki seorang gembala (Uskup-red),” tuturnya dalam Homili.

“Mari kita membawa Yesus yang ada di dalam diri kita dan kita pertemukan sore ini (Rabu-red) dengan mama Maria dan kita bilang Mama, kami umat keuskupan ini belum punya Uskup. Mama, di gereja kami kursi uskup masih tanda silang,” imbuhnya.

Ia meminta agar semua umat yang hadir untuk bersatu hati berdoa Rosario meminta uskup yang baru. Sebagaimana pesan Bunda Maria di Fatima, berdoalah Rosario, maka apapun yang kamu minta akan terjawab dan mujizat akan terjadi.

“Pastormu punya sebuah ujud, dan saya akan melakukan itu mulai malam ini hingga sembilan hari kedepan dan akan terulang sembilan hari lagi. Saya mohon umat mendukung saya setiap malam berdoa rosario dan saya meminta sebuah mujizat akan terjadi,” ungkapnya.

“Kalau sampai tembok yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur bisa runtuh karena doa Maria, apalah kita punya masalah juga akan dijawab Mama Maria dan mohon dukungan umat doakan Rosario maka mujizat akan terjadi di paroki dan keuskupan kita,” harapnya.

Usai misa, umat kemudian berarak sambil memegang rosario dan lilin yang menyala hingga tiba di Goa maria. Lilin kemudian diletakkan dibawah kaki Bunda Maria teriring doa harapan akan uskup yang baru dalam lima peristiwa yang didaraskan. (Elfrida Sijabat)

Top