Misa Malam Natal di Timika, Ribuan Umat Padati Gereja Katedral Tiga Raja
Suasana misa perayaan malam Natal 2023 di Gereja Katedral Tiga Raja
MIMIKA,BM
Dalam rangka menyambut suka cita perayaan Natal, seluruh umat Kristiani menggelar ibadah Misa malam Natal, Minggu (24/12/2024).
Dengan mengusung tema Natal "Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi" ribuan umat katolik padati Gereja Katedral Tiga Raja baik di dalam gereja maupun di luar gereja.
Ribuan umat katolik merayakan misa malam natal dengan penuh suka cita dan khusyuk.
Misa malam natal untuk misa kedua pukul 20.00 WIT dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Amandus Rahadat.
Dalam khotbahnya Pastor Amandus mengatakan, anak itu dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan diatas palungan. Banyak orang menyampaikan selamat natal tapi tidak tahu arti dan makna dari perayaan natal.
"Hari raya natal adalah hari raya solidaritas. Allah bersolider dengan manusia lewat peristiwa incarnatio atau inkarnasi. Sabda menjadi daging, Allah menjadi manusia dalam diri Yesus,"kata Pastor Amandus.
Fakta menyedihkan menyampaikan sebuah kisah tragis dan juga ironis, Allah yang maha besar yang mau jadi manusia sebagai ungkapan solidaritas itu ditolak oleh manusia yang diwakili orang Betlehem.
Mengapa ditolak ? Inilah adat manusia.
Penampilan Yesus yang masih ada dalam perut seorang wanita yang lusuh, seorang wanita yang sederhana, penampilan Yesus yang perdana yang ada dalam sebuah keluarga sederhana dsn mungkin juga miskin, tampilan itu tidak menarik bagi orang Betlehem.
"Yosep dan Maria adalah penduduk nasaret. Sebenarnya, asal usul mereka adalah orang Betlehem. maka saat kaisar Agustus mengumumkan bahwa semua orang akan kembali ke asal usulnya, tempat nenek moyangnya untuk mendaftarkan diri. Makanya sip yang keturunan Raja Daud dia membawa Maria tunangannya untuk pergi ke Betlehem mendaftarkan diri,"ujarnya.
Ia mengatakan, yang paling penting adalah apa pesan natal untuk kita yakni jangan membuat Yesus terbaring di palungan untuk kesekian kalinya. Dalam diri saudara-saudari yang ditolak karena mereka miskin, ditolak karena mereka rakyat jelata, ditolak karena bukan anak pejabat, ditolak karena mereka orang asing.
Menyongsong tahun politik hebatnya banyak orang Papua yang mencalonkan diri.
"Pesan natal tadi saya ingin bungkus dengan dua seruan dan satu catatan, seruan yang pertama jangan memilih calon anggota DPRD, jangan memilih calon Bupati yang mempunyai sifat model orang Betlehem. Kenapa, orang Betlehem mata duitan, karena orang Betlehem polusif dan nepotis. Maka Yosef dan Maria yang tidak punya uang, Yusef dan Maria yang tidak punya koneksi, Yosep dan Maria yang tidak punya family mereka ditolak di Betlehem,"tuturnya.
Pesan dari seruan pertama adalah kalau orang yang kamu pilih entah caleg atau bupati juga kalau dia orang Papua tetapi kalau mata duitan maka saat dia sudah duduk di kursi yang empuk dia akan cari orang kaya, dia akan cari pengusaha yang bisa mendatangkan duit untuk mengembalikan uang yang sudah dia keluarkan saat kampanye.
"Dia tidak cari engkau, karena engkau hanya penonton, dia tidak perlu lagi dengan engkau tetapi hanya memerlukan engkau punya suara dan sekarang dia berlehah-lehah dengan suaramu,"katanya.
Katanya, kalau orang yang kau pilih saat pileg dan Pilkada juga kalau dia orang Papua, kalau orang itu kolusif dan nepotis maka saat dia sudah berhasil duduk di kursi dia akan kumpulkan orang-orang dekat.
"Kau hanya dikumpulkan saat kampanye untuk mendapatkan suara, sadarlah akan hal itu,"ucapnya.
Seruan kedua, kalau nanti kita memasuki masa kampanye dan saat kampanye itu apa yang biasa mereka lakukan yakni mereka akan bagi-bagi uang untuk bisa mendapat suara.
Seruan kedua dari gereja Katedral adalah uang yang diberikan diterima saja tetapi jangan pilih mereka karena kalian harus mencoblos orang-orang yang baik. Papua dan non papua yang kalian bisa lihat rekam jejaknya, jangan berikan suaramu untuk orang jahat yang bermental orang Betlehem.
"Ingat anda punya harga diri, jangan gadai harga dirimu dengan uang yang tidak seberapa dari hasil kampanye,"ujarnya.
Terakhir sebuah catatan adalah pilihlah orang yang tidak bermental orang Betlehem agar kita tidak sengsara di masa yang akan datang.
Diketahui, selama perayaan ibadah malam Natal di gereja mendapat penjagaan dan pengamanan dari 500 personel gabungan, yakni TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, FKUB, SAR, KNPI, Senkom, Pramuka, Mitra Polri, ORARI, Baznas, PMI, serta paguyuban di Mimika. (Shanty Sang)




Suasana berlangsungnya lomba di Tongkonan