Pramuka Saka Bahari Lanal Timika Ikut Pelantara dan Sail Tidore di Maluku Utara

Danlanal Timika mengenakan hiasan kepala kepada perwakilan peserta yang akan bertolak dari Timika menuju Maluku Utara
MIMIKA, BM
Kontingen Pramuka Saka Bahari Lanal Timika mengikuti Pelayaran Nusantara (Pelantara) yang dilanjutkan dengan mengikuti Sail Tidore ke 12 tahun 2022 di Maluku Utara.
Keberangkatan kontingen yang berjumlah 10 orang ini dilepas oleh Komandan Lanal (Danlanal) Timika Letkol Laut (P) Apriles Lusien S, M.Han., M.Tr., Opsla di Kantor Perwakilan Lanal Timika, Kamis (17/11/2022).
Kegiatan yang diikuti oleh Pramuka Saka Bahari Lanal Timika ini merupakan event yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Laut (TNI-AL) yang bersifat nasional, dan diadakan setiap tahunnya. Kegiatan yang direncanakan mulai tanggal 24-29 November 2022.
"Saya mengucapkan selamat kepada Saka Bahari Lanal Timika yang mewakili Lanal Timika untuk mengikuti kegiatan Pelayaran Nusantara atau Pelantar yang dilanjutkan dengan Sail Tidore," ucap Danlanal dalam arahan saat melepas kontingen Pramuka Saka Bahari Lanal Timika.
Menurutnya, kegiatan yang diikut merupakan event yang sangat berarti bagi adik-adik Pramuka yang menjadi binaan Lanal Timika. Ia berharap mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan menjaga kekompakan maupun keselamatan diri dan materiil.
"Saya ingin kalian pulang membawa harum nama Lanal Timika di mata Indonesia, dan juga di mata dunia," ungkap Danlanal.
Untuk diketahui Sail Tidore merupakan kegiatan pelayaran internasional yang berlangsung di perairan Indonesia.
Kegiatan yang dimotori Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenko Marves RI) tahun 2022 ini, memiliki tujuan mendongkrak popularitas daerah yang memiliki keindahan wisata di Tidore, Maluku Utara.
Puncak acara Sail Tidore 2022 di Dermaga Tugulufa, Kota Tidore ini dilaksanakan pada tanggal 26 November, yang mana akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.
Dan untuk mendukung rangkaian kegiatan Sail Tidore 2022 di Maluku Utara, TNI AL sendiri mengerahkan 12 kapal perang atau KRI beserta 1.308 personel. (Ignasius Istanto)





