Penghujung Tahun 2022, Keluarga Besar Duroa Mimika Gelar Perayaan Ibadah Misa Syukur

Pastor Adriano Rahaded SVD saat memimpin misa syukur di perumahan Pemda Mimika, Selasa (20/12/2022)
MIMIKA, BM
Keluarga Besar Duroa Kabupaten Mimika melakukan ibadah misa syukur bersama di Perumahan Pemda, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Selasa (20/12/2022) malam.
Misa yang dipimpin Pater Adrianus Rahaded, SVD ini dirayakan sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kerukunan Duroa Mimika selama satu tahun yang telah berlalu.
Romo Adrianus Rahaded SVD sendiri merupakan seorang pastor asal Kampung Duroa, KotaTual yang kini menjalani hidupnya sebagai pelayan umat Katolik di negeri samba, Brasil.
Di bawah berkat hujan yang mengguyur tadi malam, Pater Adrianus melalui khotbahnya mengatakan bahwa doa merupakan bagian dari penguatan iman kepada Allah.
"Doa adalah komunikasi intens, dialog, percakapan batiniah antara umat dengan Tuhan. Karena itu, setiap umat beriman, baik katolik, muslim maupun protestan atau agama apa saja yang mengimani Allah yang satu dan sama, dia harus berdoa," ujarnya.
"Sebab, doa itulah yang memampukan kita untuk berdiri tegar di hadapan Allah, di hadapan siapa saja, dan dalam keadaan apa pun," imbuhnya.
Romo mengatakan, tidak layak jika seseorang mengatakan bahwa dirinya percaya kepada Allah tetapi dia tidak pernah berdoa.
"Itu mubasir. Sebab doa itulah yang menguatkan iman. Doa-doamu itulah yang memberikan nutrisi kepada imanmu agar imanmu dapat bertumbuh dan berfungsi. Tanpa doa, imanmu menjadi iman yang mati," tegasnya.
Dia menuturkan, Allah adalah kasih. Dalam kasih tidak ada permusuhan, tidak ada perkelahian, serta kebencian.
"Kasih menghancurkan dendam, iri, dan dengki. Kasih membangun persaudaraan. Kita harus yakin bahwa kalau kita mau membentuk paguyuban, tidak ada yang bisa kita buat kecuali semuanya karena kasih dan cinta. Dan Yesus adalah Dia yang selalu mengasihi kita," tuturnya.
Pater Adrianus menyeruhkan, bilamana seseorang mengasihi Allah, dia juga harus mengasihi sesamanya. Sebab, sesungguhnya kasih Allah tidak memiliki ukuran dan syarat.
"Satu-satunya ukuran dalam mengasihi adalah mengasihi tanpa ukuran. Satu-satunya syarat dalam mencintai salah mencintai tanpa syarat. Dan Yesus mencintai kita tanpa ukuran, tanpa syarat," ucapnya.
Dia juga mengajak seluruh umat untuk saling mencintai dan mengampuni antar sesama manusia, tanpa terkecuali seperti halnya yang dilakukan Yesus.
"Yesus mencintai kita, dia juga mengampuni ketika dia tahu bahwa kita sedang berjalan dan mencari di tempat yang salah. Untuk itu, nencintai saja tidak cukup, tetapi kita juga harus mengampuni yang bersalah kepada kita," katanya.
Untuk diketahui, ibadah Misa syukur ini dihadiri sejumlah masyarakat Duroa Mimika beserta Plt Bupati Mimika Johannes Rettob, dan beberapa perwakilan dari paguyuban atau kerukunan lainnya di Mimika.
Di akhir perayaan misa, Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob yang juga merupakan bagian dari Keluarga Besar Duroa Mimika mengucapkan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin sepanjang tahun 2022.
"Hari ini saya kira kita semua penuh suka cita, berkumpul bersama. Luar biasa, meski hujan tetapi kita masih tetap semangat untuk datang. Semoga kebersamaan ini akan terus berlangsung dari hari ke hari hingga tahun ke tahun berikutnya," ucapnya.
Secara khusus, Ia juga meminta agar keluarga besar Duroa dan Faan Wearlilir (Fawear) serta seluruh masyaakat Evav di Mimika agar selalu mendoakan perjalanan imamat Pastor Ary selama megabdi dan berkarya di Brazil.
"Kita juga harus mendoakan Pastor Adriano agar selalu setia selamanya dengan panggilan hidupnya dan terpenting kita semua harus tetap sehat sehingga di liburan berikutnya, beliau harus ke Timika dan bertemu lagi dengan kita semua seperti saat ini," harapnya.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Besar Duroa Kabupaten Mimika, Engel Rahaded menyampaikan bahwa perayaan Misa syukur ini juga dibarengi dengan hajatan temu kangen dengan sosok putra asli Duroa Pater Adrianus Rahaded, SVD.
Dia berpesan agar Pater Adrianus dapat tetap menjalani panggilannya sebagai imam umat Katolik di mana pun berada. Dia juga berharap kebersamaan ini tidak putus sampai di sini, namun akan terus berlanjut ke depannya.
Disampaikan juga bahwa tahun depan 2023, Keluarga Besar Duroa Mimika akan melakukan pemilihan ketua yang baru.
"Tinggal beberapa hari lagi, kita bersyukur kepada Tuhan bahwa kita masuk ke tahun baru dengan sehat walafiat. Tahun depan akan terpilih ketua yang baru. Mudah-mudahan Ketua Duroa yang baru nantinya bisa membawa kita ke depan lebih baik lagi dan lebih solid," pungkasnya," tuturnya berharap. (Endi Langobelen)





Para anggota kor saat menyanyikan lagu persembahan dalam Misa Pemberkatan Arca Bunda Maria
Kedatangan Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, disambut oleh Kepala Kampung Nawaripi, Norbertus Ditubun, dan para penari seka
Warga Kampung Nawaripi menyambut Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob dengan mengenakan mahkota cendrawasih
Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Gua Maria Stasi Nawaripi sebagai wisata rohani.
Kepala Kampung Nawaripi Norbertus Ditubun, Pastor Paroki St. Stefanus Sempan Maximilianus Dora OFM, dan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob menandatangani prasasti papan nama Gua Maria Stasi Nawaripi
Pastor Paroki St. Stefanus Sempan, Maximilianus Dora, OFM memimpin doa sebelum melakukan pemberkatan Gua Maria Stasi Nawaripi dan arca Bunda Maria
Pastor Paroki St. Stefanus Sempan, Maximilianus Dora, OFM saat memberkati arca Bunda Maria
Ketua Panitia, Egidius Temorubun, saat membawakan sambutan dalam acara peresmian Gua Maria Stasi Nawaripi
Kepala Kampung Nawaripi, Norbertus Ditubun, membawakan sambutan dalam acara peresmian Gua Maria Stasi Nawaripi
Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, membawakan sambutan dalam acara peresmian Gua Maria Stasi Nawaripi
Foto bersama Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, dengan Kepala Kampung Nawaripi, Pastor Paroki St. Stefanus Sempan, dan beberapa perwakilan dari instansi terkait
Umat
Tampak dari sisi depan Gua Maria Stasi Nawaripi