Budaya

Warga Tionghoa di Mimika Siap Rayakan Imlek dan Cap Go Meh 2023

Ketua HPKT Mimika, Rusli Gunawan

MIMIKA, BM

Warga Tionghoa di Kabupaten Mimika, akan merayakan Imlek di tahun yang baru ini. Perayaan yang dinantikan itu ialah perayaan Tahun Baru China atau Tahun Baru Imlek 2023 ke-2574 Kongzili dan tahun ini merupakan Shio Kelinci Air yang artinya menyimbolkan umur panjang hingga kedamaian.

Perayaan Imlek dimanfaatkan Warga Tionghoa untuk bersyukur dan juga introspeksi diri. Bagi masyarakat Tionghoa perayaan ini sangat penting dilaksanakan.

Perayaan setahun sekali ini akan menjadi momentum untuk berkumpul, beribadah serta saling bagi-bagi Angpao dan makan bersama keluarga bagi Umat Khonghucu.

"Tahun ini Shio Kelinci Air mulai berjalan setelah perayaan Imlek tanggal 22 Januari 2023. Seperti hari ini bukan shio kelinci air," Tutur Ketua Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) Mimika, Rusli Gunawan saat ditemui, Kamis (19/1/2023).

Gunawan menjelaskan, Kelinci itu adalah salah satu hewan yang banyak disukai banyak orang, hewannya tenang, tidak pernah berkelahi dan kelinci juga melambangkan ketenangan atau suasana yang menyenangkan.

Namun, tahun ini bukan hanya kelinci tapi ada unsur Air yang artinya air diperlukan dalam kehidupan tetapi air juga bisa membawa petaka.

"Jadi dalam satu usaha kita maka kita harus berhemat dan berhati-hati serta lebih jeli dalam mengambil keputusan, jangan cepat percaya, tegoda atau iming-iming sesuatu tapi harus berhemat. Karena ada unsur airnya karena air itu bisa menghanyutkan," Kata Gunawan.

Ia mengaku, bahwa sebelumnya dalam menyongsong perayaan Imlek sudah dilakukan serangkaian kegiatan diantaranya kegiatan donor darah, kunjungan atau bakti sosial di Pomako SD Negeri 10 dan juga ada kegiatan sosial di Lapas.

"Di Lapas kami bagi alat olahraga, alat mandi, handuk, makan bersama, doa bersama dan lainnya," Ujarnya.

Selain itu, pihak HPKT juga melakukan pengecatan, pembersihan dan pemasangan lampu lampion di 3 bundaran yakni bundaran timika indah, bundaran petrosea dan bundaran SP2.

"Kami akan merayakan Imlek dengan semua ketua kerukunan, tokoh masyarakat, TNI-Polri pada tanggal 5 Februari 2023 di Graha Eme Neme Yauware. Kenapa tanggal 5 Februari 2023 karena, tanggal itu juga berakhirnya Cap Go Meh," Katanya.

Dikatakan, bahwa Imlek jatuh tanggal 22 Januari 2023 dan Cap Go Meh itu 15 hari sesudah hari H Imlek itu masih ada 1 suasana Imlek sehingga dirayakannya pada tanggal 5 Februari 2023 mendatang nanti.

Diketahui, Warga Mimika ini kurang lebih 80 persen pengusaha, dan tentu bersyukur dari tahun ke tahun, bulan ke bulan terpenuhi dengan baik perekonomian di Mimika ini.

"Ini salah satu kontribusi kami pengusaha di Mimika. Marilah kita tetap menjaga kedamaian, kamtibmas. Mari kita taat terhadap peraturan daerah berupa membayar pajak, perhatikan ijin usaha kita. Terutama membayar karena pajak sekian persen itu digunakan untuk infrastruktur negara kita,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Demi Kemajuan Bersama, Sesepuh Lemasa Ajak Seluruh Masyarakat Amungme Ikut Musdat


Donatus Kelanangame, Sesepuh sekaligus Ketua Adat Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme

MIMIKA, BM

Guna memajukan masyarakat suku Amungme secara bersama, seorang tokoh sesepuh Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA), Donatus Kelanangame mengajak seluruh masyarakat Amungme untuk turut mengambil bagian dalam Musyawarah Adat (Musdat) yang akan berlangsung pada Kamis (19/1/2023) besok di Hotel Cartenz, Timika.

"Besok kita akan mengadakan Musdat suku Amungme, di mana tokoh-tokoh Amungme yang sudah dipilih dan terpilih akan membawa masyarakat Amungme ke depan untuk menentukan masa depan Amungme," ungkapnya kepada awak media, Rabu (18/1/2023) di Jalan Perjuangan, Timika, Papua Tengah.

Donatus yang juga merupakan Ketua Adat Lemasa itu mengatakan, Musdat yang akan dilaksanakan besok ini bakal menjadi penentuan dalam memajukan harkat dan martabat suku Amungme.

"Jadi, siapa saja masyarakat Amungme, orang adat Amungme yang ada di luar, segera bergabung dengan Amungme yang mana akan melaksanakan Musdat ini. Saya minta dengan hormat, mohon bergabung. Jangan ada yang di luar. Anda yang ada di luar harap bergabung dengan kami, dengan tokoh-tokoh yang ada maju untuk menentukan masa depan Amungme yang baik," ujar Donatus.

Dia menyebutkan bahwa Musdat yang ketiga ini merupakan Musdat yang benar-benar berbeda dari Musdat-musdat yang sebelumnya.

"Ini musyawarah yang jauh berbeda dengan yang sudah-sudah. Jadi, kami akan bicara tentang masa depan Amungme, dan juga generasi Amungme yang akan datang," jelasnya.

"Orang Amungme yang ada di luar jangan menyangkal diri, tapi bergabunglah dengan kita karena Anda punya anak, keluarga yang akan menentukan musyawarah besok. Jadi Anda jangan ada di luar pagar adat Amungme, harus bergabung dengan Amungme, dengan tokoh-tokoh yang ada sekarang ini," imbuhnya.

Dikatakan juga bahwasannya Musdat ini akan menjadi sejarah yang baik dan benar-benar sakral. Oleh karena itu, diharapkan agar menjaga perkataan dan perilaku sehingga Musdat ini nantinya bakal berjalan dengan baik.

"Karena ini sesuatu yang berharga dan begitu sakral. Harap itu diingat dan mari saudara-saudara masyarakat Amungme yang ada bergabung bersama kami karena kami tidak tinggalkan siapa pun. Kami tidak membiarkan Anda hidup dalam kekacauan, hidup dalam keraguan, saya harap itu jangan," tuturnya.

"Mari sebagai suku orang Amungme bergabung dan menentukan masa depan masyarakat Amungme sendiri," harapnya. (Endi Langobelen)

Puncak Rangkaian Perayaan Imlek Di Mimika : Perayaan Cap Go Meh dan Pelantikan Pengurus PSMTI 2023-2027

Plt Bupati Mimika Johannes Rettob membuka perayaan Imlek ditandai pemukulan Tambor Barongsai didampingi para pengurus PSMTI

MIMIKA, BM

Puncak perayaan Imlek 2023 di Kabupaten Mimika dipadukan dengan perayaan Cap Go Meh dan Pelantikan Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Mimika (PSMTI) 2023-2027.

Perayaan yang dilaksanakan di Gedung Eme Neme Yauware Minggu (5/2/2023) mengusung tema “Mari kita mempererat persaudaraan, menjaga keharmonisasn dan persatuan bersama-sama membangun Kabupaten Mimika Eme Neme Yauware”.

Dalam perayaan ini, nampak ratusan warga Tionghoa yang ada di Mimika hadir mengikutinya dengan menggunakan busana padu berwarna merah.

Ketua panitia Vincentius Hendra dalam kesempatan tersebut melaporkan sejumlah rangkaian kegiatan perayaan Imlek yang dimulai dengan pembentukan panitia pada tanggal 13 Oktober 2023.

Setelah terbentuk, panitia bersama pengurus PSMTI (dulu HPKT) melakukan serangkaian kegiatan berupa bakti sosial donor darah yang bekerja sama dengan departemen store Ramayana.

Kemudian, dilaksanakan kunjungan bersama dan penyerahan peralatan sekolah dan olahraha dengan pimpinan Bank Rakyat Indonesia Mimika kepada pelajar SD Poumako.

Kunjungan juga dilaksanakan ke Lapas Kelas IIB SP6 Timika bersama pimipinan Bank Mandiri Mimika.

Tidak berhenti disitu panitia juga melaksanakan pembersihan pengecetan bundaran jalan yakni di petrosea, SP2 dan Timika Indah.

“Tahun baru Imlek adalah hari raya nasional yang penting bagi warga Tionghoa karena merupakan lambang kegembiraan dan kehangatan yang mengandung konsep mementingkan kerukunan, kesatuan dan keharmonisan,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, ia mengucapkan terimakasih kepada Plt Bupati Mimika Johannes Rettob beserta Ibu Suzy Herawaty, para donatur, pihak perbankan, BUMN, pihak swasta dan seluruh panitia yang telah bekerja keras guna menyukseskan perayaan Imlek di Mimika.

Ia mengatakan momen malam ini terasa sangat istimewa bagi warga Tionghoa yang bernaung dibawah HPKT, karena hari ini bertepatan tanggal 5 Februari 2023, diadakan pelantikan badan pengurus PSMTI.

"Inilah awal tonggak sejarah terbentuknya PSMTI Kabupaten Mimika yang mana HPKT melebur bergabung dengan PSMTI. Kami ucapkan terimakasih kepada Koordinator PSMTI Tanah Papua yang telah hadir bersama untuk melantik kami,” imbuhnya.

Pelantikan pengurus PSMTI Mimika dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan No: 027/PP/PSMTI/II/2023 Tentang Pengukuhan dan Pengesahan Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kabupaten Mimika masa bakti 2023-2027.

Pada kesempatan itu, para pengurus mengucapkan ikrar dan dilakukan penyerahan petaka dari Koordinator PSMTI Tanah Papua kepada Ketua PSMTI Rusli Gunawan.

Sebagai ketua terpilih PSMTI Mimika periode tahun 2023-2027, Rusli Gunawan mengucapkan terimakasih kepada warganya yang ada di Timika, karena mempercayakan ia kembali menjabat jabatan tersebut.

"Sebenarnya saya pernah sampaikan bahwa saya mau ada regenarasi karena regenerasi kita masih punya potensi dan tenaga yang kuat. Tapi mereka (warga Tionghoa) datang dan sampaikan kepada saya untuk tambah satu periode lagi," ungkapnya.

Ketua PSMTI Rusli Gunawan saat menerima petaka

Menurut Gunawan, dirinya juga sudah menegaskan kepada warganya bahwa jika masih mau menerimanya sebagai ketua maka harus mematuhi aturan yang sudah dibuat oleh badan pengurus.

"Sebagai ketua, saya sampaikan marilah kita berketuhanan yang maha esa, berkepribadian yang adil, saling peduli satu dengan yang lain dan marilah kita menjaga keharmonisan. Kita juga harus menjaga kepedulian antar kerukunan-kerukunan yang ada di Kabupaten Mimika," ungkapnya.

Gunawan menyampaikan lagi bahwa PSMTI merupakan pergantian nama dari Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT).

"Sebab PSMTI ini adalah paguyuban warga Tionghoa yang ada di seluruh Indonesia yang mempunyai dasar-dasar hukum dan AD/ART yang sangat jelas," ungkapnya.

Koordinator Wilayah PSMTI Tanah Papua, Ishak Montoalu mengatakan saat ini PSMTI sudah terbentuk di tujuh kabupaten dan menyusul 5 kabupaten lagi.

“Tugas utama kita adalah sebagai organisasi kemasyarakatan yang merupakan fasilitator dan mempercepat suatu proses untuk membangun kerukunan antar sesama Tionghoa dan dengan non Tionghoa untuk menjadi suatu kekuatan besar dalam menghadapi tantangan kedepan,” tuturnya.

Ia menambahkan, PSMTI adalah ormas yang bersifat sosial dan kemasyarakatan serta tidak melakukan kegiata politik praktis, tidak bernaung di salah satu partai politik dan tidak akan pernah berubah menjadi partai politik.

“Tugas kita adalah untuk melayani masyarakat. Oleh sebab itu, tentunya saya mengharapkan dari pemerintah dan seluruh komponen bisa bergandengan tangan, melangkah bersama, menghadapi semua tantangan dan kesulitan yang harus kita hadapi bersama. Semoga PSMTI Mimika kedepan tetap jaya,” serunya.

Sementara itu, Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengingatkan warga Tinghoa di Mimika bahwa hal terpenting dalam suatu organisasi adalah jangan ada perpecahan.

"Saya pesan jangan memecah belah dalam organisasi. Organisasi jangan dipakai untuk kepentingan kelompok atau diri sendiri. Tapi mari bekerjasama sesuai dengan aturan yang sudah ada dalam organisasi," pesannya.

Plt John berharap PSMTI harus menjadi organisasi yang solid, selalu bergandengan tangan dalam organisasi dan bekerja sesuai ADRT.

"Bagi pengurus yang sudah dilantik harus kerja sesuai ADRT dan harus bekerja dengan tulus. Kita terus berusaha bagaimana caranya bersama-sama membangun kabupaten ini," ungkapnya.

Ditambahkan Plt John, PSMTI juga harus dapat bekerjasama dan bergandengan tangan dengan organisasi dan paguyuban lainnya yang ada di Mimika.

"Saya berharap PSMTI bisa bergandengan tangan dengan paguyuban-paguyuban lain yang ada di Timika. Ini supaya bersama-sama membangun kabupaten ini," harapnya.

Puncak perayaan Imlek semakin meriah dengan hadirnya penari dari Sekolah Kalam Kudus dan SMP YPPK Bernardus, pertunjukan seni bela diri Wushu, penampilan dua penyanyi bertalenta, pertunjukan barongsai dan ditutup dengan pembagian angpao. (Elfrida Sijabat dan Ignatius Istanto)

Top