Budaya

Makna Pesan Kamis Putih : Cinta Kasih, Persaudaraan dan Setia

Misa Kamis Putih di Gereja Katedral TigaRaja Timika, Kamis (6/4/2023) 

MIMIKA, BM

Umat Katolik termasuk di Kabupaten Mimika kini tengah memperingati hari Pekan Suci yang dimulai dengan perayaan Kamis Putih, 6/4/2023).

Di Gereja Katolik St. Stefanus Sempan Timika, perayaan Misa Kamis Putih dilaksanakan sebanyak dua kali yakni pukul 16.00 wit dan 18.30 wit. Misa pertama dipimpin Pastor Fredy Pawika, OFM.

Adapun tema Misa perayaan Kamis Putih di gereja Sempan diambil dari bacaan Injil Kitab Yohannes 13:1-15 “IA mengasihi mereka sampai akhir.”

Dalam homilinya Pastor Fredy Pawika, OFM mengatakan perayaan Paskah telah mengalami perkembangan yang begitu luar biasa. Pada awal mulanya pesta Paskah menjadi persembahan Anak Domba kepada Tuhan sebagai hasil panen pertama.

Kemudian, menjadi peringatan kebebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir selama 40 tahun lamanya dibawah pemerintahan Raja Firaun. Ketika Musa membawa Israel keluar dari Mesir.

“Sembari pesta makan umat Allah diajak untuk merenungkan cinta kasih Allah yang sangat luar biasa, yang telah memperhatikan kelangsungan hidup seluruh umat manusia,” katanya.

Lanjutnya, Kristus adalah Anak Domba Allah. DIA menyerahkan diri untuk menyelamatkan umat manusia. Kurban Kristus itu senantiasa dikenangkan dalam setiap momen perayaan Ekaristi kudus.

“Bagi Paulus setiap kali perayaan ekaristi adalah perayaan pesta Paskah. Sambil mengenang wafat-Nya kita ikut serta dalam keselamatan yang diperoleh Kristus sekali untuk semua orang,” ucapnya.

Pastor Fredy menuturkan Kamis Putih adalah malam perjamuan Kudus, perjamuan terakhir Yesus bersama keduabelas-murid-Nya.

“Perjamuan terakhir Yesus memberikan lambang dengan membasuh kaki para murid-murid-Nya. Dengan tindakan itu, Yesus mau menjelaskan bahwa dirinya menaruh cinta yang begitu besar tidak setengah-setengah, namun total tidak hanya kepada 12 rasul tetapi juga untuk seluruh umat,” ungkapnya.

Ia menambahakan pembasuhan kaki adalah sebuah tanda kasih sekaligus teladan persaudaraan dan pelayanan. Untuk itu para murid diminta untuk melanjutkan teladan Yesus itu sendiri.

“Malam itu Yudas menjadi penghianat. Setiap Kita pasti pernah memiliki pengalaman seperti yang dialami oleh Yesus yakni dikhianati oleh orang terdekat. Yudas itu juga ada dalam kehidupan kita bersama yang hadir dalam wajah lain mengkhianati kita," terangnya.

"Kita mohon kepada Tuhan untuk memampukan kita agar tidak seperti Yudas untuk mengkhianati orang lain atau anggota keluarga, terutama mengkhianati Tuhan seperti Yudas,” serunya.

Pastor Fredy menjelaskan ada tiga pesan penting dalam momen Kamis Putih yang Yesus tinggalkan untuk dihayati dan lanjutkan.

“Pertama adalah cinta kasih terhadap sesama umat manusia, persaudaraan tanpa melihat kepentingan embel-embel lain. Mampukah kita mencintai?,” tanyanya.

Kedua, memelihara persaudaraan. Dikarenakan amat mudah untuk mencari musuh tetapi untuk memelihara persaudaraan butuh perjuangan yang keras.

“Tuhan meminta untuk menjaga persaudaraan sebagai satu persekutuan sebagai anak-anak Allah. Dan ketiga adalah setia. Pulanglah dan refleksikan arti dari setia,” pesannya.

Perayaan Kamis Putih di Gereja Katedral Tiga Raja Timika 

Sementara itu, Perayaan Kamis Putih di Gereja Katedral Tiga Raja dipimpin langsung Pastor Paroki, Romo Amandus Rahadat, Pr.

Pada perayaan yang dimulai pukul 18.00 WIT, Pastor Amandus Rahadat, Pr dalam homilinya menyampaikan bahwa dalam perjamuan terakhir terjadi dua peristiwa yakni Yesus memecahkan roti dan memberikan kepada muridnya sembari berkata "Ambil dan makanlah inilah tubuh KU".

"Dia menyerahkan seluruh dirinya, tubuh dan darahnya. Dan itu ungkapan cinta kasih," ujarnya.

Pastor Amandus mengatakan, bahwa Yesus guru dan Tuhan tunduk di hadapan murid-muridnya tetapi para murid ada di telapak tanganNYA dan Dia mencuci kaki muridnya satu persatu.

"Sebuah pesan yang sangat jelas seperti aku melayani kamu dengan segala kerendahan hati. Hendaklah kamu saling melayani salam bingkai cinta. Artinya, jangan melukai cinta," Jelasnya dalam Homili.

Katanya, cinta kasih adalah pokok perenungan di hari Kamis Putih dan rumus cinta kasih adalah karena cinta, aku menghendaki engkau bahagia.

Karena cinta Yesus menghendaki agar para murid bahagia dan Dia memberikan tubuh dan darahNya kepada mereka.

"Karena cinta Yesus mau agar para murid bahagia untuk itu Dia tunduk di kaki mereka dan membasuh kaki mereka," ujarnya.

Menurutnya, semua itu dapat terjadi karena cinta. Karena cinta pula, suami melakukan apa saja agar istri bahagia, karena cinta pula, istri melakukan apa saja agar suami bahagia.

Karena cinta orang tua melakukan apa saja agar anak-anak bahagia, dan karena cinta anak-anak melakukan apa saja agar orang tua juga bahagia.

Walau demikan, Pastor Amandus mengingatkan bahwa terkadang dalam kehidupan sehar-hari hal ini kadang hanya sebuah statemen.

Sering terjadi kebalikannya, dimana suami sering menelantarkan istri, istri menelantarkan suami, orang tua menelantarkan anak, anak telantarkan orang tua, begitupun pastor menelantarkan umat, dan umat juga menelantarkan pastor.

"Ini tandanya cinta itu mulai meredup dan hilang. Akibatnya di paroki kita ada suami istri yang berpisah dan pernah juga diumumkan ada 24 pasangan yang terpaksa harus diumumkan pembatalan nikahnya," ujarnya.

"Ada orang tua dan anak sampai saat ini putus hubungan, tidak baku bicara dan bermusuhan. Ada umat yang karena satu dan lain hal, putus hubungan dengan pastor sampai sekarang. Sangat sedih sekali," katanya.

Menurutnya,  semua itu mengindikasikan bahwa absensi cinta menyuburkan egoisme, absensi itu membuat kesombongan melonjak tinggi dan absensi cinta memudarkan cinta kasih.

"Saat ini (tadi malam-red) ada 12 orang wakil dan ini perwakilan dari kombas. Kakinya akan dicuci oleh pastor dan bayangkan saat pastor memegang kaki mu maka bayangkan itu bukan Pastor Amandus tapi Yesus," ungkapnya.

Dalam tradisi pembasuha kaki ini, Romo Amandus Rahadat mengatakan ia mengikuti teladan Paus Fransiskus.

Menurutnya, Paus bukan hanya mencuci kaki orang yang datang mengikuti misa Kamis Putih tapi Paus juga mencium kaki mereka.

"Dan itu kaki wanita muslim, mereka kaget tapi Paus mengatakan cinta yang ada di agama kami menuntun bahwa ego kita diusahakan serendah mungkin dan kita berlutut di hadapan orang yang kita benci dan siap untuk membasuh kaki mereka," ungkapnya berpesan.

Pada perayaan Kamis Putih di Gereja St. Fransiskus Sempan maupun Gereja Katedra Timika, umat hadir dengan meggunakan pakaian bernuansa putih. 

Usai perayaan ekaristi di kedua gereja ini, dilanjutkan dengan pemindahan Sakramen Mahakudus. Setelah perayann Kamis Putih, rangkaian Tri Hari Suci Paskah akan dilanjutkan hari ini pada Jumat Agung dan esok Sabtu Suci. (Elfrida Sijabat dan Shanty Sang)

Hadirkan Suasana Paskah, Mappi Dihiasi Ratusan Salib

Ibadah singkat dipimpin Pastor Pius Heljanan MSC awali pencanagan tiang salib di Kota Kepi, Kabupaten Mappi

MAPPI, BM

Umat nasrani dalam sepekan lagi akan merayakan pekan Paskah atau tri hari suci. Guna menghadirkan suasana Paskah bagi masyarakat, Pemda Mappi melalui panitia yang telah dibentuk mempersiapkan serangkaian agenda kegiatan, salah satunya melakukan pembagian dan pemasangan 300 salib.

Sebelum dipasang, terlebih dahulu dilakukan ibadah singkat doa pemberkatan oleh Pastor Pius Heljanan, MSc yang dihadiri oleh Penjabat Bupati Mappi, Michael R. pada Rabu (29/3/2023).

Pj Bupati, Michael Gomar mengatakan panitia Paskah bersama Pemkab Mappi melakukan penancapan 300 salib yang akan dipasang tersebar di beberapa sudut kota dan jalan-jalan utama.

"Salib ini menandakan perayaan Paskah sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri untuk menyambut Paskah,” jelasnya.

Suasana Paskah menurut Pj Bupati Gomar, memang belum terasa namun umat nasrani di Mappi telah mengikuti rangkaian minggu sengsara tiap pekan termasuk melakukan pantang dan puasa.

"Ketika memasuki pekan suci akan ada serangkaian kegiatan salah satunya Jalan Salib dan ibadah Paskah. Kegiatan ini sudah dipersiapkan oleh panitia dan diharapkan bisa berjalan dengan baik," ungkanya

Pj Bupati mengharapkan keterlibatan semua pihak bukan hanya panitia tapi juga seluruh jajaran Pemkab Mappi, TNI, Polri, BUMN dan BUMD.

"Kami mohon dukungan dan kerjasama sehingga perayaan Paskah ini bisa menyentuh dan memberi makna bagi masyarakat Mappi,” pungkasnya. (Red)

GKII Wilayah II Pegunungan Tengah Papua Gelar Pemantapan Program 2023 Melalui Rakerwil ke-1

Pembukaan Rakerwil ke-1 GKII Wilayah II Pegunungan Tengah Papua di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Selasa (29/3/2023)

MIMIKA, BM

Dalam rangka memantapkan program pelayanan di tahun 2023, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) wilayah Pegunungan Tengah Papua menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) ke-1 di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Selasa (29/3/2023).

Rakerwil yang bakal berlangsung selama tiga hari ini diikuti para Ketua Biro, Ketua Komisi, pemuda, kaum profesional, dan ratusan warga Kemah Injil.

Rangkaian kegiatan Rakerwil dibuka secara langsung oleh Ketua Umum GKII, Pdt. Dr. Daniel Ronda, M.Th.

Membuka kegiatan tersebut, Ketua Umum GKII, Pdt. Dr. Daniel Ronda, M.Th., mengatakan bahwa saat ini Provinsi Papua, terutama wilayah Pegunungan Tengah Papua, telah menjadi prioritas dalam pergumulan GKII secara nasional.

Hal itu dikarenakan konflik yang sedang melanda beberapa wilayah di Papua, di mana imbasnya turut berdampak kepada warga jemaat Kemah Injil.

“Tahun pelayanan 2023, GKII secara nasional telah bergumul untuk masalah Papua yang sedang dihadapi, seperti konflik di Puncak, Ndugama, Intan Jaya, dan Puncak Jaya," ujar Daniel.

"Kami ingin gereja hadir dan ikut memediasi agar konflik ini berakhir. Semua itu bisa jadi hanya lewat campur tangan Tuhan,” imbuhnya.

Menurut Daniel, tantangan yang tengah dihadapi oleh GKII saat ini adalah bahwa sebagian gereja di wilayah konflik tidak memiliki pelayanan yang optimal. Para jemaat ketakutan akibat konflik yang berkepanjangan.

Hal itu, kata Daniel, tentunya telah menjadi perkerjaan rumah bagi hamba-hamba Tuhan untuk bisa terlibat dalam memediasi perdamaian dan mencari solusi yang terbaik.

Pada kesempatan itu, Bupati Puncak Willem Wandik, yang juga sebagai kaum profesional gereja kemah injil Indonesia, mendorong agar GKII ikut berdoa untuk konflik berkepanjangan yang terjadi di wilayah pelayanan GKII.

“Saat ini gereja kosong, jemaat takut, rumput tinggi, hanya karena ada konflik senjata. Bagaimana generasi gereja mau maju, sayang sekali. Mari kita bersama-sama mendoakan ini,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Willem wandik juga mendorong gereja untuk menyikapi kondisi pemekaran di Papua, khusus untuk Provinsi papua tengah, pemerintahannya meliputi daerah-daerah pelayanan GKII.

"Artinya Provinsi Papua tengah itu hak untuk Gereja Kemah Injil, sehingga gereja harus mendorong, mendoakan. Lewat doa dari gereja, maka anak-anak Gereja Kemah Injil bisa mendapatkan tempat. Dan lewat berkat, mereka akan membantu dalam pelayanan Gereja Kemah Injil," jelas Willem.

Di samping itu, Ketua GKII Wilayah II Pegunungan Tengah Pdt. Dr. Hansk Wakerkwa, M.Si., mengatakan bahwa satu hal juga penting adalah bagaimana gereja dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, gereja dapat melakukan itu lewat dukungan kepada sekolah-sekolah yang berada di lingkungan GKII wilayah II Papua.

"Dengan begitu, anak-anak kita yang sebagai generasi penerus dapat mengenyam pendidikan dengan baik," kata Hansk.

Dia juga menyampaikan bahwa GKII akan membuat program pengembangan ekonomi jemaat sehingga ke depannya jemaat hidup dalam kesejahteraan.

“Tak kalah penting adalah program pengembangan ekonomi jemaat, yaitu bangun koperasi usaha ternak babi. Kemudian pertanian jemaat, menanam kopi dan sayur-mayur," jelasnya.

Program ini, kata Hansk, akan dikembangkan di daerah melalui pelayanan-pelayanan ketegorial seperti pembinaan jemaat melalui seminar dan pelayanan melalui dunia digital sesuai kebutuhan.

Lebih lanjut Pdt. Hansk mengatakan, tahun 2024 adalah tahun politik. GKII harus benar-benar menyikapinya dengan bijak.

Dia menegaskan bahwa mimbar gereja tidak boleh dialihfungsikan menjadi mimbar politik.

“GKII juga menyikapi situasi tahun 2024, tahun poltik, sehingga gereja tidak dijadikan sebagai mimbar dalam politik," tandasnya.

Kepada pimpinan gereja dan para gembala, Pdt. Hansk mengingatkan untuk harus bersikap netral dalam menghadapi tahun politik.

"Pimpinan gereja dan para gembala harus netral. Tugas kita adalah mengakomodir, mendoakan, dan mengarahkan para pakder-kader potensial yang akan bersaing pada pemilu 2024. Namun, gereja tidak boleh berpolitik,” tutupnya. (Endy Langobelen)

Top