Budaya

139 Peserta Berlomba di STQ ke-XI Mimika 2023


Plh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Petrus Lewa Koten, menabuh beduk sebagai tanda dibukanya STQ ke-XI Kabupaten Mimika

MIMIKA, BM

Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) ke-XI Kabupaten Mimika tahun 2023 resmi dibuka oleh Plh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Petrus Lewa Koten, Jumat (19/5/2023) malam.

Seleksi yang diikuti oleh 139 orang itu dilaksanakan di Gedung Serbaguna Babussalam, Jalan Ki Hajar Dewantara, Timika, Papua Tengah.

Membacakan sambutan Plt Bupati Mimika, Petrus menjelaskan pelaksanaan STQ merupakan bagian dari mewujudkan fungsi Al-Qur'an sebagai kitab yang menginspirasi dan memotivasi umat demi memperluas wawasan, memperdalam ilmu pengetahuan, menyempurnakan akhlak serta menciptakan generasi yang rabbani nan qurani yang handal dan berakhlak mulia.

"STQ adalah salah satu barometer yang menilai prestasi seni baca Al-Qur'an, yang paling penting STQ juga menjadi sarana memahami Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kemanusiaan yang harus terus membumi di dalam konteks situasi dan waktu untuk memberikan solusi bagi isu-isu yang sedang dan terus berkembang," jelas dia.

Oleh karena itu, lanjut Petrus, Pemda Mimika sangat menyambut baik dan mengapresiasi seluruh pengurus LPTQ Mimika serta peserta yang telah berupaya agar kegiatan ini dapat diselenggarakan.

"Ini sebagai momentum kebangkitan dalam menjadikan umat Islam sebagai masyarakat yang qurani dan juga untuk memperteguh keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dapat hidup rukun dan damai dengan sesama umat beragama di Kabupaten Mimika," tuturnya.

Petrus berharap, STQ Ke-XI ini nantinya tidak hanya melahirkan calon Qori dan Qoriah yang berkualitas di Kabupaten Mimika.

"Namun diharapkan kegiatan ini juga dapat membantu pemerintah dalam mendukung terbentuknya generasi yang berkualitas di tengah-tengah perkembangan zaman," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I LPTQ Kabupaten Mimika, H. Akhir Iribaram, mengatakan bahwa salah satu program pembangunan di bidang agama adalah peningkatan pemahaman dan pengembangan nilai keagamaan di masyarakat, yang mana di antaranya yaitu melalui kegiatan STQ ini.

"Kegiatan ini merupakan pengembangan syiar Islam dan ikhtiar mengagungkan kalam ilahi, untuk meneguhkan kesucian-Nya, untuk memperkuat keimanan, dan memperluas fungsi edukatif daripada kitab suci Al-Qur'an bagi umat Islam," ujarnya.

Hal ini, lanjut Akhir, tentunya senada dengan perkembangan kehidupan beragama di Indonesia, khususnya di Kabupaten Mimika.

"Terutama pada tingkat pelaksanaan ritual keagamaan yang didukung oleh meningkatnya penyediaan sarana dan fasilitas keagamaan yang ditunjukkan di dalam kegiatan keagamaan yang tumbuh subur dalam bingkai Eme Neme Yauware," jelas Akhir.

Menurutnya, setiap umat muslim harus menjadi pribadi unggul yang menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan keterampilan.

"Dengan begitu, dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan merupakan identitas generasi Qur'ani. Saya berharap generasi muda muslim khususnya di kabupaten Mimika mempunyai identitas tersebut," tutupnya.

Di samping itu, Kepala Kemenag Kabupaten Mimika, Lucas Yasi S.Ag dalam sambutannya menyebutkan bahwa STQ merupakan ajang untuk membumikan Al-Qur'an di dalam hati umat muslim.

"STQ bukan hanya semata-mata karena lomba melainkan bagaimana cara umat Islam menghayati serta mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ujar Lucas.

Untuk diketahui, proses seleksi ini akan berlangsung hingga tanggal 21 Mei 2023. Di dalam seleksi ini pun terdapat dua macam lomba, yakni lomba tilawah tingkat dewasa dan tahfiz Qur'an untuk anak-anak golongan 1 juz, 5 juz 10 juz, 20 juz, dan 30 juz. (Endy Langobelen)

Digagas Oleh Anak Muda Mimika, TIFA 2023 Kian Semarak Dengan Family Fashion Show, Live Drawing dan Tabur TIFA

Panitia TIFA III beserta founder TIFA Alfo Kan Smith

MIMIKA, BM

Timika Inside Festival of Art (TIFA) kini telah memasuki tahun ketiga. Even yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Amuta Wipuri Noken Star Papua ini untuk kali pertama diselenggarakan pada tahun 2019. Namun, akibat pandemi Covid-19, TIFA II baru dapat diselenggarakan pada tahun 2022.

Memasuki tahun ketiga even TIFA III akan diselenggarakan bukan hanya sehari namun tiga hari yakni pada 25-27 Mei 2023 di Graha Eme Neme Yauware dengan tema “Balutan Nusantara dari Timur Indonesia”.

Menariknya, pada TIFA III disetiap even atau modeling dan performa wajib membawa tifa sebagai ciri khas alat musik Papua.

Kepada BeritaMimika Selasa (9/5/2023) malam di sudut Jalan Budi Utomo, Ketua Panitia Dina Yudith Kornelia Merani mengatakan TIFA 2023 akan lebih menarik dan berlangsung spektakuler.

“Rangkaian acara baru akan ditampilkan seperti Family Fashion Show dan Live Drawing dengan mendatangkan secara langsung seniman drawing dari Belanda Noel Rush, juga dari Amerika dan Malaysia,” katanya.

Selain hal itu, di TIFA III nanti kegiatan akan dilaksanakan secara outdoor dan menampilkan bazaar serta pameran dengan melibatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Tahun kemarin ada terobosan Papua Plus Size untuk perempuan big size dan Papua Culture Week untuk anak usia 5-17 tahun. Dan, tahun ini terobosan barunya adalah Family Fashion Show untuk menunjukkan kasih sayang orang tua dan anak yang ditunjukkan diatas panggung,” ungkapnya.

Merani yang merupakan lulusan Universitas Montana Amerika Serikat ini menjelaskan Karnaval Budaya akan digelar pada acara opening atau hari pertama.

“Hari pertama akan ada karnaval budaya dimana mereka akan berjalan mulai dari Diana Supermarket menuju jalan Belibis dan tiba di gedung Eme Neme. Karnaval budaya ini free (gratis-ted) jadi siapa saja bisa ikut. Yang sudah mendaftar ada 500-700,” tuturnya.

Di hari kedua, ada penampilam dari komunitas-komunitas sanggar dan sekolah-sekolah, juga akan diadakan Live Drawing.

“Hari ketiga atau penutupan akan lebih meriah ada tabur TIFA dan bazaar yang akan tetap berjalan selama tiga hari. Kemudian, pemutaran karya film. Semua bisa berubah tapi ini yang kita rencanakan. Ada artis lokal yang mengisi acara di hari terakhir,” ucap Merani.

Even TIFA III akan dihadiri oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Perlu diketahui warga Timika, TIFA III menjadi salah satu rekomendasi Even Indonesia Mei 2023 versi Kemenparekraf.

“Yang ditonjolkan lebih ke budaya seperti pahatan atau ukiran, makanan khas Papua seperti sagu. Kita melihat TIFA lebih ke art (seni-red) dan budaya, memang tetap ke modelling. Kita fokus di luar gedung. Sejauh ini persiapan sudah 80 persen. Banyak antusias dari masyarakat yang ingin bergabung,” terangnya.

“Kami berharap tahun ini lebih baik dan spektakuler. Untuk panitia ada 35-40 orang yang terdiri dari anak sekolah mulai dari kelas 6 hingga yang berusia 28 tahun seperti saya dan founder TIFA Alfo Kan Smith,” lanjutnya.

“Jika tidak ada even budaya atau tidak ada TIFA maka budaya akan hilang. Kami mau mengangkat ini agar kita lebih mencintai dan tidak melupakan budaya Papua terlebih nusantara. Selain untuk kembali mengingat budaya kita, juga memberikan pengalaman kepada adik-adik panitia yang masih sekolah bisa memiliki pengalaman berorganisasi,” seru Merani.

Dikatakan even ini adalah kesempatan untuk anak muda bisa berkarya dan melakukan kegiatan positif.

“Untuk anak-anak muda yang ada di Timika, kakak, ade, mama, papa Mei 2023 kami akan mengadakan TIFA III. Buat keluarga dong semua bisa mengambil bagian karena festival ini memberikan banyak manfaat bagi kita semua terutama akan budaya,” tandasnya.

Penasaran akan se-spektakuler apa nantinya TIFA III nanti? ayo datang dan saksikan sendiri kemeriahannya di Eme Neme Yauware pada tanggal 25-27 Mei 2023 karena ini free untuk semua orang. (Elfrida Sijabat

Pemda Mimika Lepas 182 Calon Jamaah Haji

Asisten I Paulus Dumais saat melepas calon jamaah haji

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melepas sebanyak 182 calon jamaah haji (CJH) tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi ke embarkasi Makassar.

Pelepasan calon jamaah haji asal Kabupaten Mimika dilepas secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Paulus Dumais di Graha Eme Neme Yauware, Senin (15/5/2023).

Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika Ikhwan Ihsan dalam laporannya menyampaikan bahwa kuota haji untuk Kabupaten Mimika tahun 2023 sebanyak 201 orang. Namun, hingga tanggal 15 Mei 2023 hanya 182 calon jemaah yang telah melakukan pelunasan.

“Jadi masih ada 19 yang belum melunasi, sehingga diberikan perpanjangan pelunasan mulai 15 sampai 19 Mei 2023 mendatang," kata Ikhwan.

Ikhwan mengatakan, setelah ini calon jamaah haji akan masuk ke asrama embarkasi haji Makassar pada 28 Mei 2023 kemudian dilanjutkan dengan penyerahan calon jemaah haji pada 29 Mei 2023. Dan keberangkatan akan dilakukan pada 30 Mei 2023 dini hari ke Madinah.

Diketahui, calon jamaah haji yang tertua dari Mimika berusia 96 tahun, sementara yang tertua nomor di Papua berasal dari Merauke dengan usia 99 tahun.

Sedangkan calon jamaah haji termuda di Mimika berusia 32 tahun, dan yang termuda se Papua berusia 21 tahun.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika Paulus Dumais dalam sambutannya mengatakan, keberangkatan calon jamaah haji adalah momen kebahagiaan yang sudah ditunggu bertahun-tahun.

"Bapak Ibu yang berangkat memenuhi panggilan ini agar dapat menjaga kesehatan dengan baik. Dan saat berangkat lengkap maka kami harap pulang pun harus lengkap," Ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Mimika, Lukas Yasi dalam sambutannya mengatakan, ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu umat muslim dalam menunaikan ibadah hajinya di tanah suci mekah.

Sesuai dengan undang-undang nomor 8 tahun 2019 tentang ibadah haji dan umroh Kementerian Agama memberikan pembinaan, perlindungan jamaah haji dan jamaah umroh.

"Perjalanan Haji adalah perjalanan penuh dengan kenangan, penuh dengan tantangan karena semua penuh pengorbanan yang mana mendaftar dan menunggu bertahun-tahun," Kata Lukas.

Namun, kata Lukas semua itu akan menyenangkan ketika sudah melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.

Dikatakan, dalam pembinaan calon haji pihak Kemenag telah melakukan manasik haji baik tingkat kelurahan maupun distrik.

“Tujuannya adalah untuk memberikan pelatihan sekaligus petunjuk agar calon haji yang berangkat menjadi haji yang mambrur,” ungkapnya. (Shanty Sang) 

Top