Budaya

Tunaikan Zakat Fitrah Agar Amalan Menjadi Tidak Sia-sia Di Bulan Suci Ramadhan

Plt Ketua BAZNAS Kabupaten Mimika, Ustad Hj. Nastur Ahmad

MIMIKA, BM

Sebulan penuh lamanya umat Muslim menjalankan ibadah puasa di bulan yang suci yang penuh berkah Ramadhan ini.

Ramadhan merupakan bulan istimewa untuk mengumpulkan pahala dan mengendalikan hawa nafsu untuk kembali fitrah.

Namun, semua ibadah puasa selama bulan Ramadhan itu akan menjadi sia-sia jika tidak menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi umat Muslim.

Kepada BeritaMimika Kamis (20/4/2023) melalui telepon Plt Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika, Ustad Hj. Nastur Ahmad mengatakan mendasari Surat Keputusan (SK) Nomor 071 bahwa besaran zakat untuk Kabupaten Mimika yakni untuk zakat fitrah berupa beras senilai 2,7 kg dan bila dinominalkan Rp45.000 per orang.

“Untuk fidyah atau pengganti dari puasa yang ditinggalkan bagi orang-orang yang berhalangan seperti sakit yang tidak bisa sembuh, karena ini zakat jiwa atau diri maka diganti pembiayaan yakni satu kali makan,” tuturnya.

“Atau orang yang tua tidak bisa lagi berpuasa tapi masih hidup di bulan suci Ramadhan seharusnya wajib berpuasa tetapi karena tidak bisa melaksanakan dapat dibayarkan melalui fidyah senilai Rp 30.000 per satu hari yang ditinggalkannya,” imbuhnya.

Ustad Nastur menjelaskan bahwa zakat fitrah adalah wajib sebagai penyempurnaan daripada amalan ibadah bulan puasa atau Ramadhan.

“Selama bulan Ramadhan wajib menunaikan zakat fitrah agar amalan ibadah puasa sebulan penuh menjadi fitrah. Makanya diakhiri bulan puasa itu adalah Hari Raya Idul Fitri sehingga menjadi fitrah atau fitri kalau kita sudah menunaikan zakat fitrah,” ucapnya.

Lanjutnya, jika tidak membayar zakat fitrah maka ibadah menjadi tidak sempurna dalam amalan yang berarti ibadah menjadi kurang sempurna dan sia-sia dihadapan Tuhan.

“Kita berpuasa di bulan suci Ramadhan mengharapkan mendapat ridho dan pahala dari Tuhan dan semua amalan bisa diterima. Tapi jika tidak dibayarkan zakat fitrah maka Tuhan tidak terima,” paparnya.

Ustad Nastur mengungkapkan terdapat 88 Unit Pengumpul Zakat (UZP) yang tersebar di Mimika. Dan saat ini Baznas Mimika masih menunggu laporan.

“Sebenarnya untuk di jalan kita tidak rekomendaskan tetapi bagi teman-teman yang mau melaksanakan untuk tahun ini silahkan. Tahun berikutnya kita akan tata, seperti di dalam mesjid, lingkungan mesjid, perkantoran atau tempat dimana menunaikannya di tempat yang terhormat karena ini adalah ibadah, menghadap yang Maha Suci,” terangnya.

“Ada masanya mereka mengakhiri karena ada batasan pelayanan kita batasi satu hari sebelum hari raya. Jadi masih ada waktu. Inilah saatnya mempersiapkan hari raya Idul Fitri,” himbaunya.

Dikatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 45 persen dari seluruh masyarakat yang ada di Mimika merupakan muslim.

Ia mengajak untuk seluruh umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa lekas menunaikan ibadah dengan membayar zakat fitrah, zakat MAL dan ibadah lainnya.

“Zakat fitrah adalah zakat yang berdurasi waktunya hanya ada di bulan suci Ramadhan dan berakhir ketika bulan suci berakhir, dilanjutkan dengan shalat Idul Fitri. Kalau kita tidak menunaikan zakat fitrah amalan kita menjadi sia-sia. Cepat tunaikan zakat fitrah,” tandasnya.

Pada momen ini Ustad Nastur mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang ada di Mimika karena terus memupuk rasa toleransi dalam beragama.

“Kepada saudaraku terimakasih kita bertoleransi saling menjaga dan memberikan rasa nyaman. Kami Baznas Mimika mengucapkan terimakasih bagi saudaraku semua untuk sama-sama menjaga rasa aman dan damai dalam berkehidupan,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Peringati Paskah dan Ramadhan 1444 H 2023, IWSS Mimika Gelar Baksos di Lapas

IWSS Mimika Saat memberikan bantuan

MIMIKA, BM

Peringati hari raya Paskah dan Ramadhan 1444 Hijriah 2023, Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) PC Mimika menggelar bakti sosial (Baksos) di Lapas Kelas II B Timika, Rabu (12/4/2023).

Baksos dikemas dengan memberikan bantuan berupa peralatan mandi, sembako dan makanan untuk berbuka puasa.

Ketua PC IWSS Mimika, Gustiati dalam sambutan mengatakan, adapun visi dan misi IWSS adalah menjalin kekeluargaan, persaudaraan sesama wanita dari Sulawesi Selatan pada khususnya dan seluruh warga Kabupaten Mimika pada umumnya.

"Tujuan kami adalah untuk menjalin silaturahmi dengan binaan lapas. Kedatangan kami ada 2 momen yaitu adalah peringatan hari raya paskah dan kebetulan bulan ini juga adalah bulan ramadhan dimana kita ketahui adalah bulan penuh berkah. Oleh sebab itu kami datang untuk membagi berkah dan semoga apa yang kami bawa bisa menghibur warga binaan lapas,"terang Gustiati.

Ia yakin bahwa warga binaan lapas semuanya adalah orang baik dan mudah-mudahan setelah dari sini menjadi proses untuk lebih baik lagi.

IWSS bukan organisasi yang mebawa lebel agama namun IWSS membawa lebel kekeluargaan, kebersamaan dan persatuan ibu-ibu dari Sulawesi Selatan.

"Pesan saya kepada warga binaan lapas kalian harus tetap semangat karena kalian adalah aset bangsa yang sangat berharga, aset keluarga yang sangat di tunggu-tunggu oleh keluarga. Jadi mari pegang teguh bahwa apa yang sudah terjadi adalah kehendak Tuhan, Allah. Harus berpegang teguh bahwa kita adalah orang yang berharga," ungkapnya.

Sementara, M Munir Kossah, SE KPLP (Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) Lapas Kelas II B Timika mesyukuri kunjungan IWSS.

"Perlu diketahui bahwa secara keseluruhan sampai saat ini jumlah warga binaan lapas sebanyak 350 orang. Dari 350 orang itu 20 diantaranya wanita dan semua dalam keadaan sehat. Kami juga ucapkan terima kasih atas kunjungannya," tutupnya. (Shanty Sang)

Di Buka Puasa Bersama BKMT Mimika, Plt Bupati John Rettob : Sayangilah Anak Yatim-Piatu, Mereka Adalah Terang

Foto bersama dengan Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

"Buka puasa bersama ini sangat penting bagi kita dalam meningkatkan hubungan silaturahmi. Apalagi ditandai dengan penyerahan santunan untuk anak yatim piatu dan para dhuafa saat menjelang tibanya hari raya Idul Fitri," ujar Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Hal ini disampaikan Plt John pada giat buka puasa bersama yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Mimika di gedung Horison Diana, Jalan Budi Utomo Timika,  Senin (10/4).

Plt John Rettob mengatakan, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, berkah dan pengampunan.

Allah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan pembaharuan akhlak dan merupakan momen yang tepat untuk melatih dan mengembalikan kesadaran diri, kembali kepada fitrah manusia yang sensitif dan peka terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.

Ramadhan mengajarkan nilai-nilai ibadah sehingga terwujud keseimbangan antara cinta kepada Allah  dan cinta kepada manusia.

"Melalui momentum Ramadhan ini, saya menghimbau kita semua untuk terus menjaga kerukunan umat beragama di kabupaten Mimika, mengutamakan persatuan dan kesatuan serta menghormati kemajemukan dalam bingkai bhineka tunggal ika, bahwa Mimika adalah rumah kita bersama," ajaknya.

JR juga mengucapkan terimakasih kepada BKMT yang telah mengundang anak-anak yatim di bulan Ramadhan ini untuk bisa berbagi rejeki.

"Jangan sampai adik-adik ini menjadi orang yang minder sebagai anak yatim, tapi jadilah anak-anak yang berani tampil, berani jaga diri mampu menjadi anak-anak yang melebihi dari rekan-rekan adik sekalian. Karena adik-adik inilah yang mampu menerangi dunia, dan saya meyakini bahwa adik-adik ini mampu bersinar karena anda," ungkapnya.

"Semua didik oleh ilmu-ilmu agama. Kita bisa melihat dunia yang modern saat ini banyak terjadi kekerasan anak-anak bahkan kekerasan seksual ini karena anak-anak atau remaja-remaja yang tidak mendapat pendidikan agama yang memadai," tuturnya.

JR juga mengajak semua yang hadir untuk berlomba berbuat kebajikan. Ia mengingatkan, Jika tidak ingin disebut sebagai orang yang mendustai agama, hendaknya jangan  menghardik anak yatim, dan semestinya  memberikan makan kepada orang- orang miskin.

"Melalui momen yang penuh berkah ini, kami berharap dengan pemberian santunan ini dapat membantu sedikit masalah ekonomi yang dihadapi para anak yatim-piatu dan kaum dhuafa," ujarnya.

"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai media silaturahim kita kepada masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi anak-anak, terutama membentuk mental dan spiritual yang lebih baik,” ajaknya.

Semetara itu, Drh. Sabelina Fitriani selaku ketua BKMT Mimika dalam sambutan menyampaikan bulan ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

"Pada acara kali ini selain buka puasa bersama juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa, ini kegiatan rutin setiap tahun sebagai bentuk kepedulian," ucap drh. Sabelina.

Selain anak yatim dari umat muslim, santunan juga diberikan kepada yayasan kristen santa susana. Total ada 56 orang dengan nilai masing-masing Rp 500 ribu untuk pemberian bantuan.

Dalam rangkaian acara juga diberikan penghargaan kepada beberapa BKMT Mimika di Tahun 2022 karena keaktifannya dalam setiap kegiatan juga tertib administrasi: MT Annida, Rahmatunnisa, Al-Kaffah, Al-Fatah, Nurul Janah, dan An-Nur SP2.

Kegiatan ini diharapkan mencatatkan amal, mempererat tali silaturahmi antar semua umat sehingga BKMT dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mimika.

Acara bertajuk Ramadhan Kareem BKMT Share In Love Ifthar Togheter ini selain Plt Bupati Mimika Johannes Rettob, juga dihadiri anggota DPRD, DMI, ketua PCNU dan badan majelis yang tersebar di wilayah Mimika.

Sementara tema kegiatan adalah mendekatkan hati, tebar kebaikan, menjalin silaturahmi, raih cinta hiahi. Acara dibuka Hj Ruslan dengan membacakan Kalam Ilahi.

Rangkaian acara ini kemudian ditutup dengan lagu yang diciptakan Plt Bupati Johannes Rettob dengan judul Mimika Rumah Kita dan penyerahan bantuan kepada anak yatim dan dhuafa. (Red)

Top