Budaya

Pesan Pertobatan "Hati-hatilah, Jangan Sampai Melakukan Kewajiban Agamamu Di Hadapan Orang Supaya Dilihat"

Pastor Paroki St. Stefanus Sempan, Pastor Maximiliaus Dora OFM saat memberikan abu di dahi umat

MIMIKA, BM

Pada hari ini, Rabu (22/02/2023), umat Katolik di seluruh Dunia merayakan perayaan hari Rabu Abu. Perayaan ini ditandai dengan pemberian abu oleh imam di dahi umat sebagai lambang pertobatan.

Perayaan ini mengawali masa pra paskah atau ret-ret agung, dimana pada masa ini umat Katolik merenungkan penderitaan Yesus selama 40 hari dengan berdoa, berpuasa dan beramal.

Umat Katolik Gereja Katolik St. Stefanus Sempan juga merayakan perayaan ini yang dipimpin oleh Pastor Willem Bungan OFM dan Pastor Maximilus Dora OFM.

Pastor Willem Bungan OFM dalam khotbahnya menjelaskan bahwa tiga hal pokok yang disampaikan Yesus dalam Injil (Matius 6:1-6.16-18) sebagai pilar dan tiang kehidupan umat beriman adalah beramal, berdoa dan berpuasa.

Pertama, memberi sedekah atau beramal kepada orang-orang kecil yang kurang beruntung. Dengan memberi sedekah, manusia membangun kembali relasi yang baik dengan mereka yang ada di sekitarnya.

"Semua orang di dunia ini tanpa mengenal batas-batas yang ada, di depan Tuhan kita semua sama. Dan tentu saja semua hidup baik namun ada yang kurang beruntung dalam kehidupannya. Mereka ini perlu diberi bantuan, caranya dengan memberi sedekah dan beramal. Beramal itu perlu tindakan kongkrit, mulai dari hal paling kecil," ungkapnya.

Yang kedua adalah berdoa. Berdoa berarti berusaha membangun relasi yang baik dengan Tuhan. Karena Tuhan adalah Allah pencipta, maharahim dan berbelas kasih.

Karena itu tugas dan kewajiban umat adalah terus berdoa, baik secara pribadi, di kombas maupun di gereja. Tetapi diingatkan oleh Yesus, bahwa kalau kamu berdoa jangan bertele-tele atau supaya dilihat orang.

"Kadang-kadang kita agak sombong disitu, berdoa supaya dipuji dan dilihat orang. Memang berdoa harus bagus namun berdoalah kepada Bapa (Allah) di tempat tersembunyi maka Bapa yang melihat yang tersembunyi, akan dibalaskan kepadamu," jelasnya.

"Kalau berdoa, masuk, tutup kamar dan berdoa disitu. Berdoa dan beramal harus dari hati. Memberi harus ikhlas dan berdoa pun demikian karena Tuhan tahu yang tersembunyi itu. Tuhan tahu isi hati kita. Dia mengetahui semua, bahkan sebelum kita mengungkapkannya," ungkapnya.

Ketiga adalah berpuasa. Berpuasa dalam hal ini berkaitan ini dengan mengendalikan diri sendiri. Dengan berpuasa kita mengendalikan keinginan kita yang tidak teratur. Mengendalikan hal kurang baik yang dapat merusak diri sendiri.

"Yesus mengatakan, ketika berpuasa, janganlah muram mukamu. Tampilah dengan sukacita. Jangan buat diri seperti orang kudus. Jangan berlebihan. Minyakilah kepalamu dan urapilah mukamu. Kalau berpuasa, masuklah ke dalam dirimu dan perbaikilahh dirimu. Ambil waktu yang tenang dan hening untuk mendengarkan suara hatimu " terangnya.

Pastor Willem juga mengatakan pada momen pertobatan ini, bahwa Paus Fransiskus berpesan berpuasa berarti mengubah cara berpikir dan bertingkah, supaya hal seperti amarah yang berlebihan diganti dengan senyuman, dendam diganti dengan saling memaafkan.

Berpuasa berarti berusaha untuk mengubah situasi yang kurang baik, jadi suasana harmonis, bahagia dan menyenangkan, yang dimulai dari dalam keluarga.

Berpuasa juga berarti berusaha berbagi dengan sesama. Ada banyak hal yang bisa dibuat dalam masa prapaskah ini.

"Mari kita berusaha supaya mengisi waktu yang penuh rahmat ini untuk membangun realasi yang baik dengan sesama, dengan Tuhan dan berusaha mengendalikan diri supaya kita selalu mendapat rahmat dan sukacita dari Tuhan," terang Pastor Willem di akhir khotbah. Ronald Renwarin)

Pj Bupati Mappi Hadiri Peringatan Satu Abad NU

Pj Bupati Mappi, Michael R Gomar saat meyampaikan sambutan

MAPPI, BM  

Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama dilaksanakan hampir di seluruh penjuru. Tak terkecuali di Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan. Peringatan hari lahir Organisasi keagamaan Islam yang berdiri pada 31 Januari 1926 itu digelar Kamis (9/2/2023) di GOR Kepi.

Peringatan Satu Abad NU di Kabupaten Mappi mengusung tema nasional “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru” dan sub tema “NU Kabupaten Mappi Konsisten Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mappi dalam Mengisi Pembangunan”.

Pj Bupati Mappi, Michael R. Gomar, yang hadir dalam peringatan Satu Abad NU bersama warga Nahdliyin dan tamu undangan mengatakan, NU di Tahun 2023 telah memasuki usia 100 tahun sesuai perhitungan kalender Hijriyah. Itu berarti NU telah memasuki abad kedua.

Pj Bupati Mappi menerangkan di abad pertama NU telah melalui begitu banyak dinamika dan yang pasti telah berhasil menjalankan organisasi sesuai dengan visi, misi dan tujuannya.

"Ini terbukti dari eksistensi NU dan dikenal masyarakat sebagi sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia," ujarnya.

Pj Bupati menuturkan, sejak awal berdiri hingga saat ini, kontribusi NU dalam pembangunan di Indonesia selalu terlihat dari waktu ke waktu.

NU berperan di berbagai bidang kehidupan sejak zaman perjuangan kemerdekaan sampai reformasi turut memberi andil dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Selain menjaga berlakunya ajaran Islam yang menganut paham Ahlusunnah Wal Jamah (Aswaja), NU juga bertujuan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan, kesejahteraan umat dan juga demi terciptanya rahmat bagi semesta alam.

Pj Bupati menuturkan, tema perayaan Satu Abad NU sejalan dengan program pembangunan di Indonesia khususnya di Kabupaten Mappi yang saat ini juga sedang mengusung tema ‘Mappi Bangkit, Mappi Bisa’.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sumber daya yang ulet, kerja nyata, inovatif dan semangat yang tinggi serta tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Saya percaya, modal itu dimiliki oleh para Nahdliyin. Oleh sebab itu di kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak kepada semua anggota NU Kabupaten Mappi yang merupakan mitra Pemerintah Kabupaten Mappi agar turut terlibat dalam pembangunan yang sedang kita jalankan. Saran, masukan, kritikan dan tenaga yang diberikan sangat kami perlukan dan hargai untuk kemajuan tanah Mappi,” ungkapnya.

Lebih jauh Pj Bupati menerangkan, sebagai pemerintah, pihaknya juga menyadari bahwa untuk mewujudkan Mappi yang aman, damai dan sejahtera selain dibutuhkan manusia yang rajin dan inivatif, yang paling mendasar adalah terbentuknya manusia yang memiliki mental, spiritual yang baik dan di bidang inikah diharapkan peran besar dari tokoh-tokoh agama, tokoh organisasi, tokoh pemuda dan sebagainya.

Pada mome ini ia menyampaikan beberapa pesan. Pertama, jangan pernah ingkari ikhtiar/usaha pendiri NU untuk selalu menjaga dan merawat semangat kebhinnekaan dan kebersatuan di tengah perbedaan dimanapun berada sekaligus sebagai tembok penjaga NKRI.

Kedua, kehadiran warga Nahdliyin harus menjadi agen pembangunan serta berkontribusi nyata dalam pembangunan di Kabupaten Mappi.

Ketiga, terus menerus meningkatkan kemampuan dan kompetensi kader Nahdliyin sebagai penerus tonggak estafet pembangunan di Mappi.

Keempat, menjaga sinergitas dengan pemerintah sebagai mitra kerja guna mengisi pembangunan di Mappi sebagai bagian dari ‘Merawat Jagad-Membangun Peradaban’.

Kelima, hadirkan citra sesungguhnya Nahdlatul Ulama dalam bersikap, bertindak dan berkarya.

“Kiranya di usia yang ke-100 tahun ini, Nahdlatul Ulama semakin maju, semakin berkembang, moderat, toleran dan semakin menunjukkan karyanya, bukan saja hanya di Indonesia tetapi terkhusus di Kabupaten Mappi,” harapnya.

Diakhir sambutannya, Pj Bupati Mappi mengutip kata bijak pendiri NU, KH M Hasyim Asy’ari sebagai renungan bersama yaitu “Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama, keduanya saling menguatkan. (Red)

Makna dan Pesan Imlek 2023 Dari Gereja Santo Stefanus Sempan

Suasa Perayaan Imlek 2023 di Gereja St Stefaus Sempan

MIMIKA, BM

Perayaan misa pada Minggu (22/1/2023) kemarin di Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan, Timika, Papua Tengah nampak tidak seperti biasanya.

Gereja didekor begitu indah dengan nuansa Imlek dan didominasi warna merah, dikarenakan misa kemarin bertepatan dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2023.

Misa kali ini dipimpin oleh pastor paroki Sempan Pastor Maximilianus Dora OFM, didampingi Pastor Rudy Rumlus OSC dan Pastor Goklian Lumbangaol, OFM.

Dalam khotbahnya Pastor Goklion Lumbangaol OFM mengatakan keberhasilan dan kegagalan bak dua keping mata logam, bisa dibedakan tapi tidak bisa dipisahkan.

“Ada pengalaman menggembirakan tapi juga pilu pada tahun macan kemarin. Pada saat tengah malam ketika sang macan memberikan tongkat estafet kepada kelinci, ia berpesan apa yang terjadi pada saat tahun kemarin tentu juga akan kamu alami di tahun ini,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan tahun Tiongkok tahun kelinci air adalah tahun penuh harapan dan memberikan keberuntungan juga umur panjang.

Namun tak dapat disangkal beberapa shio akan mengalami kesulitan baik dalam hal finansial maupun percintaan seperti shio ayam, tikus dan macan.

Sementara ada tiga shio yang beruntung yakni babi, anjing dan monyet. Shio-shio ini diramalkan akan mengalami kemudahan dan keberuntungan.

“Berhadapan dengan situasi yang tidak pasti itu, ketiga bacaan hari ini (kemarin-red) memberikan tips-tips jitu untuk menikmati dan melangkah lebih optimis pada tahun baru Imlek, tahun kelinci air ini,” imbuhnya.

Mengutip Kitab Yesaya, Ia menyebutkan cahaya telah menerangi kegelapan. Cahaya itu berada dan tinggal didalam dunia yang selama ini gelap.

“Hal ini berarti meskpun ada kegelapan dan kesulitan dalam hidup, pekerjaan, keluarga dan percintaan, percayalah bahwa cahaya akan menuntun dan menarangi langkah mengatasi problema kehidupan,” ucapnya.

Pastor Goklion berpesan kepada seluruh umat yang hadir untuk bertobat sebab kerajaan Allah sudah dekat.

Umat diajak untuk mengikuti Yesus dan bertobat agar di tahun baru Imlek ini menjadi tahun keberuntungan dan kebahagiaan. Cara Allah adalah menghadirkan cinta.

”Terutama shio yang diramalkan mengalami kesulitan jangan pernah ragu dan takut untuk melangkah dan menikmati di tahun baru. Bila kita semua mengikuti apa yang dikatakan Tuhan, berpikir, berkata-kata dan bertindak seperti Allah, maka perbedaan di dalam keluarga pada pasangan hidup dan pekerjaan pasti bisa dilewati," ungkapnya.

"Oleh karena itu keberuntungan, keberhasilan, kesehatan, kesuskesan dan umur panjang akan menjad milik kita semua,” serunya.

Menurutnya, shio kelinci jantan dalam tradisi Tiongkok digambarkan orang yang suka mencari jalan keluar dalam kesulitan, yang menghadirkan semyum, cinta terutama kepada pasangan hidup.

“Sedangkan kelinci betina dikenal sebagai makhluk bersih, kalem, lembut dan pengertian. Maka bertindaklah seperti kelinci betina yang lembut kepada pasangan dan anak-anakmu, penuh pengertian kepada orang disekitarmu. Dengan cara seperti ini percayalah tahun baru Kelinci air mendatangkan kesuksesan dan kebahagiaan untuk kita semua. Selamat hari raya Imlek,” tutupnya.

Di perayaan Ekaristk Kudus kemarin, suasana kian marak dan meriah dengan hadirnya dua barongsai yang mengiringi persembahan. Nampak Plt Bupati Mimika Johannes Rettob beserta istri Suzy Rettob turut mengantar persembahan menuju altar.

Sementara itu dalam sambutan, Ketua Katolik Tianghoa (KKT) Mimika, Vincentius Hendra mengucapkan terimakasih kepada seluruh umat paroki Sempan dan partisipan karena boleh merayakan Imlek bersama-sama dan menghias gereja pada misa inkulturasi ini.

“Warna merah menjadi lambang semangat dan keberuntungan kita semua. Hari Raya Imlek yang kita rayakan hari ini dikenal dengan sebutan festival musim semi,” katanya.

Adapun puncak acara yakni Cap Go Meh yang akan dilaksanakan pada 5 Februari 2023.

“Tadi saya sebut Gong Xi Fa Cai yang secara harafiah bermakna semangat tahun baru Imlek sementara Xin Nian Kuai Ke berarti semangat kesejahteraan dan kekayan di tahun baru Imlek. Saya ulangi Gong Xi Fa Cai! Xin Nian Kuai Le!,” tuturnya.

Dikatakan, Tahun kelinci air adalah tahun penuh harapan. Kelinci juga berarti suatu kesuksesan dari buah kesabaran itu sendiri. Memiliki sifat yang tenang, damai, penuh kasih sayang, lembut dan mudah disukai.

“Saya ingin menyampaikan terimakasih kepada paroki Sempan yang sudah bersama-sama merayakan Tahun Baru Imlek. Secara khusus kepada Plt. Bupati Mimika dan ibu yang sudah mensupport kami untuk bersama-sama merayakan disini. Semoga tahun 2023 ini sebagai tahun kelinci air memberi harapan baru untuk kita semua,” harapnya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh pastor paroki, Pastor Max kepada masyarakat Tionghoa yang secara perdana merayakan Imlek di gereja Santo Stefanus Sempan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada dewan penasihat paroki, teristimewa dekorasi yang luar biasa mempersiapkan segala-galanya sehingga hasilnya juga bagus. Anak-anak yang luar biasa melalui tarian tradisional Tionghoa,” ucapnya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan untuk para petugas liturgi, PPA, mazmur, paduan suara dan biarawan biarawari.

Sementara itu, Ketua Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) Kabupaten Mimika, Rusli Gunawan mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dengan harapan kemakmuran, kesejahteraan, kesuksesan dan kesehatan selalu menyertai.

“Menurut shio kelinci air, semoga apa yang kita kerjakan di tahun 2023 sukses dan berhasil. Indah pada waktunya,” ucapnya mengawali sambutan.

Pada kesempatan itu, Rusli Gunawan mengajak semua mengenang jasa presiden keempat Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur.

Hal ini karena pada masa pemerintahannya masyarakat Tionghoa memiliki kebebasan dan tempat sehingga perayaan Imlek dinyatakan sebagai hari libur nasional untuk Indonesia.

Sementara itu, Plt. Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan apresiasi dan atas nama pemerintah, denominasi gereja serta kerukunan beragama sembari mengucapkan selamat tahun baru Imlek.

“Semoga di tahun baru Imlek ini, Mimika secara khusus mendapat berkat luar biasa, rejeki, dilindungi oleh Tuhan agar perjalanan Mimika kedepan kita bisa bergandengan tangan. Seluruh masyarakat beraneka suku dan agama menjadi masyarakat Mimika yang bertorelansi, solidaritas dan kita sepakat untuk bersama-sama membangun Mimika dengan baik,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

Top