Budaya

LPPD Kabupaten Mappi Periode 2023 -2027 Dikukuhkan, Ini Harapan Pj Bupati Gomar

Pj Bupati Michael R Gomar saat melantik Pengurus LPPD 

MAPPI, BM

Penjabat Bupati Kabupaten Mappi Michael R. Gomar, mengukuhkan pengurus (Lembaga Pengembangan Perparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Mappi masa bakti 2023 - 2027 di aula Santa Maria Gereja Santo Yakobus Rasul Kepi, Selasa (14/3/2023) pekan lalu.

Pengukuhan pengurus LPPD Kabupaten Mappi Berdasarkan surat keputusan Bupati Mappi nomor 450/45/BUP/II/2023 pada tanggal 12 Februari 2023.

Pengurus LPPD yang baru dikukuhkan adalah Ketua Umum, Ferdinand Kainakaimu, Ketua I Christian Manuhutu, Ketua II Pdt. Hengky Wonatorey, Sekertaris Umum Talita Yogi, Sekertaris I Rina Sumomba, Sekertaris II Pdt. Petrus Bambang Djamdjik, Bendahara Umum Tiem Bumbungan, Bendahara I Junanrani Nurun dan para koordinator serta anggota pengurus lainnya.

Pj Gomar dalam sambutannya menyampaikan selamat dan sukses kepada ketua umum dan seluruh pengurus dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang baru untuk terus memberikan pelayanan dan mengembangkan Pesparawi di Kabupaten Mappi.

"Pesparawi yang akan dilaksanakan bukan menjadi sebuah perlombaan semata tetapi juga sebagai upaya dalam rangka pembinaan mental spiritual dan peningkatan moral bagi umat Nasrani. Dan sebagai wujud pertumbuhan iman dalam rangka memupuk tali persaudaraan dan kesatuan untuk berbagai denominasi gereja yang ada di daerah ini," ungkapnya.

Penjabat Bupati bergarap pengurus LPPD ini dapat memberikan manfaat dan dampak kepada masyarakat, dan terus dalam perlindungan Tuhan yang maha kuasa untuk mengembangkan puji-pujian serta memuliakan nama Tuhan.

Di tahun 2023 ini bukan hanya LPPD namun Pemda Mappi juga memberikan dukungan kepada beberapa forum lainnya, dengan harapan dukungan ini bisa dimanfaatkan dan digunakan sebaik mungkin untuk pengembangan lembaga.

"LPPD kiranya dapat berperan dan menjadi bagian dari pemerintah daerah sehingga LPPD bisa bersama-sama bergandengan tangan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab," ujarnya.

"Atad nama pemerintah, saya sampaikan terima kasih kepada pengurus LPPD Kabupaten Mappi periode sebelumnya yang sudah bekerja semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta berkarya untuk seluruh warga masyarakat Mappi,"pungkasnya. (Red)

Misa Perutusan Panitia Pra IYD III Keuskupan Timika, Ini Pesan Pastor Andreas


Foto bersama usai perayaan Misa Kudus 

MIMIKA, BM

Komisi Pemuda Keuskupan Timika menggelar misa perutusan panitia Pra Indonesian Youth Day (IYD) III Keuskupan Timika, Tahun 2023.

Kegiatan tersebut diawali dengan misa yang dipimpin oleh Pastor Andreas Madya, SCJ dan Konselebran Pastor Maxilimianus Dora, OFM serta turut mendampingi Pastor Suseno, SCJ.

Misa berlangsung di Kapela Kantor Keuskupan Timika, yang dipimpin pada Sabtu (18/3/2023).

Pastor Andreas Madya, SCJ dalam khotbahnya mengatakan, orang muda Katolik harus bangkit membangun persatuan dalam kebhinnekaan.

Sesuai dengan Firman Tuhan dalam Injil Lukas 18:9-14, perumpamaan tentang pemungut cukai bahwa barang siapa meninggikan diri akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan.

Pastor Andreas mengatakan, sifat meninggikan diri dan kesombongan akan membuat seseorang merendahkan orang lain dan itu tidak mungkin menjadi dasar untuk membangun persatuan.

"Ini yang ingin kita capai dalam IYD. Orang muda Katolik harus bangkit membangun persatuan dalam kebhinnekaan. Kita harus bersikap seperti pemungut cukai yang merendahkan diri di hadapan Tuhan, bukan kita datang dengan menyombongkan diri, dengan penuh kebanggan memuji diri sendiri," ungkapnya.

Pastor menyebutkan bahwa sikap merendahkan diri di hadapan Allah ini karena menyadari betapa besar anugerah dan kasih Allah. Hal ini menjadi dasar untuk membangun persatuan.

Diketahui, fokus dan misi Keuskupan Timika mau mewujudkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gereja universal.

"Kita dipanggil gereja untuk bangun, bersatu, bangkit dan bersaksi. Kita mulai ini dari orang muda,"tutur Pastor Andreas.

Ia menjelaskan, tahun ini Keuskupan Timika merayakan pra IYD III yang puncaknya nanti IYD Nasional di Palembang Bulan Juni mendatang yang mengambil tema orang muda Katolik bangkit dan bersaksi.

Menurutnya, tema ini dilandasi sikap besar. "Orang muda Katolik harus bangkit dan bersaksi melalui IYD ini".

Lebih lanjut ia mengatakan, IYD jika dikaitkan dengan Surat Gembala Keuskupan Timika pada masa pra Paskah ini dengan tema tungku api kehidupan sebenarnya sudah mengajarkan umat Katolik untuk bersatu.

"Tanpa tungku api, kita tidak bisa hidup. Tema ini berkaitan dengan kearifan lokal, tungku api ini sangat penting. Dalam keluarga tidak ada tungku api maka tidak ada kehidupan,"tambahnya.

Katanya, dengan Surat Gembala Keuskupan Timika, maka umat Katolik tidak harus hidup dengan menjual tanah, tapi mengolah tanah supaya jadi sumber kehidupan.

Ia juga berpesan agar umat Katolik jangan hidup berdasarkan proposal tapi atas dasar usaha.

"Ini merupakan satu ajaran pada kita kaum muda untuk bangkit dan bersaksi. Harus berbuat sesuatu untuk bisa mendapatkan apa yang ingin kita capai,"terangnya.

Selain itu, Ia berpesan kepada panitia pra IYD bahwa tema tungku api kehidupan yang dicetuskan Almarhum Uskup John Philip Saklil menjadi pusat pelayanan Pastoral Keuskupan Timika Tahun 2023.

Uskup John saat itu sangat menekankan untuk menghidupi diri sendiri jangan bergantung pada orang lain, tapi harus berdasarkan usaha sendiri.

Terkait IYD, kata Pastor Andreas, Paus Yohanes Paulus II berpesan Gereja Katolik bersifat Sinodal yang artinya berjalan bersama jangan sendiri, jangan bersaing sehingga sikut menyikut

"Kita harus menyatukan kebhinnekaan dalam keragaman. Kita perjuangkan persatuan dalam perbedaan. Aneka ragam itu indah," katanya.

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika, Pastor Maxilimianus Dora, OFM berharap orang muda bisa berakar dalam iman, bertumbuh dan berbuah menghasilkan buah-buah roh dan kebenaran.

Selanjutnya, Ketua Panitia Pra IYD Keuskupan Timika, Petrus Kanisius Mitakda menyampikan terima kasih kepada Keuskupan Timika yang telah mempercayakan panitia yang ia pimpin dalam tugas pelayanan tersbut.

“Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus kami siap menjalankan tugas pelayanan ini," ujarnya.

Untuk diketahui kegiatan pra IYD Keuskupan Timika dimulai tanggal 14 - 21 Juni 2023, sementara IYD Nasional di Keuskupan Agung Palembang mulai 26 sampai 30 Juni 2023.

Dalam misa itu dilakukan juga pelantikan dan pemberkatan Panitia Pra IYD oleh Pastor Andreas Madya, SCJ.

Usai misa dilanjutkan dengan ramah tamah dan penyerahan bendera IYD dan buku panduan kegiatan pra IYD dari Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika, Pastor Maxilimianus Dora, OFM kepada Ketua Panitia IYD Keuskupan Timika, Petrus Kanisius Mitakda. (Shanty Sang)

Jhon Magal : Kepentingan Masyarakat Amungme Belum Tertera Dalam Buku Amdal

Selaku Amungme Nagawan (Presiden Adat) Lemasa, Menuel Jhon Magal saat memberikan keterangan pers kepada awak media

MIMIKA, BM

Presiden Adat Lemasa, Menuel Jhon Magal mengatakan bahwa kepentingan masyarakat Amungme belum tercantum dalam buku induk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Menurutnya Jhon, hal ini harus diperhatikan terkait dengan penambahan Amdal PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam pengoperasian pertambangan di Kabupaten Mimika.

“Dalam buku besar amdal, untuk kepentingan masyarakat Amungme tidak ada, namun untuk kepentingan dari Komoro sudah diamomodir,” ungkapnya kepada awak media diruang kerjanya, Kamis (3/2/2023).

Oleh karena itu, tegas Jhon, lembaga akan memafisilitasi perusahan dengan masyarakat dan negara agar kepentingan masyarakat Amungme harus masuk dalam buku induk amdal.

“Masyarakat juga tidak menolak dan kami dari lembaga juga tidak bisa menutup, ini menyangkut kepentingan orang banyak dan kita harus menghormati yang punya pertuanan di tempat itu," katanya.

Menurut Jhon, Lemasa tetap mendukung kepentingan perusahaan, masyarakat serta kepentingan serta negara.

"Jadi sekarang Lemasa akan jadi fasilitator untuk masyarakat. Lemasa akan aktif berbicara supaya kepentingan masyarakat bisa masuk dalam buku amdal. Kalau pertemuan dengan masyarakat itu sudah berjalan. Kami sudah mengetahui siapa yang punya hak pertuanan wilayah, jadi perwakilan semua hak pertuanan itu sudah ada , " ungkapnya.

"Jadi nggak bisa Lemasa bilang mewakili masyarakat tapi lemasa itu mediasi antara perusahaan dengan masyarakat. Itukan nanti duduk sama-sama sehingga bisa mengetahui dimana keinginan perusahaan seperti apa dan keinginan masyarakat itu seperti apa," katanya. ( Ignasius Istanto )

Top