Budaya

Pemuda Sekmanmar Bagi-Bagi 600 Paket Takjil Untuk Masyarakat Mimika

Foto bersama usai membagikan takjil

MIMIKA, BM

Pemuda Sekmanmar (segera mandale mar'ang) Mimika membagikan 600 paket takjil untuk masyarakat yang melintas di depan KFC Jalan Hasanudin.

Wakil Ketua Pemuda Sekmanmar, Hendra Baharuddin mengatakan, ratusan takjil yang disiapkan itu dibagikan kepada seluruh warga yang melintas, tanpa membedakan agama.

"Takjil yang dibagikan ada 600 paket terdiri dari 500 kue kotak dan 100 es buah cup," Kata Hendra.

Hendra mengatakan, tujuan dari kegiatan bagi takjil ini untuk melatih semangat dan motivasi saling berbagai kepada sesama dan mengharapkan keberkahan di bulan Ramadhan ini.

Selama kegiatan ini berlangsung para anggotanya sangat antusias termasuk warga yang menerima takjil yang diberikan.

Ia berharap, kegiatan ini akan menjadi program kerja rutin pemuda Sekmanmar yang ada di Timika di tahun-tahun berikutnya.

"Yang artinya kegiatan ini tidak putus sampai disini dan juga diharapkan ada agenda-agenda lain diluar bulan Ramadhan untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi di tanah amungsa ini," Ungkapnya.

Usai membagikan takjil dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta membahas struktur pemuda Sekmanmar. 

Diketahui, adapun ketua yang terpilih pada pembahasan tersebut adalah Azka Sirajuddin dan wakil ketua pemuda Sekmanmar adalah Hendra Baharuddin. (Shanty Sang)

Pesan Paskah Plt Bupati Johanes Rettob untuk Warga Mimika


Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Ibu Susi Rettob saat mengikuti Perayaan Malam Paskah di Gereja St. Stefanus Sempan

MIMIKA, BM

Sebagai Pelaksana Tugas Bupati dan mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Plt Bupati Mimika Johanes Rettob mengajak seluruh umat Kristiani di Mimika, untuk menghayati kasih dan karya keselamatan penebusan dan pengorbanan Yesus Kristus atas diri kita.

"Jadilah pribadi yang selalu memancarkan kasih dan damai kepada semua orang," Kata Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob dalam rilisnya yang diterima Berita Mimika.com, Minggu (9/4/2023).

Tema paskah tahun ini yakni "Ia mendahului kamu ke Galilea, Jangan Takut" Yang artinya mengingatkan kita bahwa kita menghadapi masalah yang cukup krusial.

Beberapa persoalan yang saat ini menjadi tantangan adalah Pandemi Covid 19 yang belum selesai, penyakit malaria, stunting, lingkungan yang kotor, kemiskinan, pengangguran, ketidakpastian ekonomi, serta memanasnya situasi dan suhu politik menjelang pilpres, pileg dan pilkada tahun 2024.

"Namun kita tidak perlu takut, karena Yesus yang bangkit di hari paskah senantiasa hadir dan mendahului kita menuju keberhasilan dan kesuksesan," ujarnya.

Untuk itu, kepada semua umat kristiani di Kabupaten Mimika JR berpesan bahwa melalui semangat paskah ini, kita diminta untuk melakukan 4 hal utama.

Pertama, kita harus menghadapi hidup dengan optimis ketika kita berada dalam situasi sulit, penuh tantangan dan persoalan. Jangan takut.

Kedua, kita senantiasa menjaga kebersamaan, kerjasama, kerukunan dan kedamaian internal umat kristiani dan antar umat beragama. Jaga perilaku, perkataan dan toleransi.

Ketiga, diharapkan kita semua harus menjaga ketertiban dan lainnya menjelang pilpres, pilkada dan pileg tahun 2024. Tidak saling menjatuhkan dan membuat opini yang tidak sehat.

Keempat, kita harus menjaga lingkungan yang sehat, alami dan bersih. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

"Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah tahun 2023. Semoga Tuhan memberkati kita semua," ujarnya. (Red)

Ratusan Umat Paroki Sempan Maknai Penderitaan Yesus Lewat Jalan Salib Hidup

Penampilan OMK Paroki St. Stefanus Sempan saat memerankan kisah sengsara Yesus dalam jalan salib hidup yang berlangsung tadi pagi, Jumat (7/4/2023)

MIMIKA, BM

Ratusan umat Gereja Katolik dari Paroki St. Stefanus Sempan, Keuskupan Timika memaknai penderitaan Yesus Kristus dengan mengikuti pertunjukan tablo jalan salib hidup yang dipentaskan pada Jumat (7/4/2023) pagi.

Prosesi jalan salib hidup yang diperankan oleh para orang muda Katolik (OMK) itu dimulai dari pelataran Gedung Tongkonan, kemudian menuju Jalan Budi Utomo, lanjut ke Busiri, lalu berakhir di Gereja Paroki St. Stefanus Sempan.

Sekitar pukul 8.00 kurang, para umat dengan setelan hitam-hitam tanda kedukaan mulai berduyun-duyun berjalan memasuki lorong Gedung Tongkonan.

Di bawah mendung langit kelabu dengan sedikit ampas gemercik rintik gerimis, tablo itu dimulai. Tatapan mata khusyuk dari para umat seketika menyoroti panggung pertunjukan.

Para prajurit Romawi dengan seragam lengkap tombak dan perisai pun tiba-tiba berlari memecah ketenangan seusai Yesus menandaskan doanya kepada Bapa.

Tanpa berpikir panjang, para prajurit langsung menangkap sosok Yesus lalu membawanya ke Gubernur Romawi, Pontius Pilatus, untuk diadili dan diberikan hukuman mati lewat penyaliban.

Sorotan tatapan para umat belum beralih. Mata mereka masih tertuju pada tokoh Yesus yang perlahan ditarik dan disiksa dengan cambuk.

Pendalaman peran yang dimainkan sosok Yesus dengan penuh penghayatan sangat membuat perasaan umat paroki St. Stefanus terenyuh.

Lakon terus berlanjut dan sebuah salib telah berada di pundak Yesus. Ia pun berjalan memikul salib tersebut sembari diiringi siksaan demi siksaan serta madah lantunan nada minor menuju Golgota.

Pada beberapa perhentian, linangan air mata umat tak terbendung. Isak tangis haru itu kemudian menuntun langkah penderitaan Yesus hingga wafat di atas kayu salib yang terpancang tepat di depan pintu gereja.

Pastor Paroki St Stefanus Sempan, Maximilianus Dora, OFM, menyebut jalan salib hidup ini merupakan bagian dari permenungan atas penderitaan Yesus pada 2.000 tahun silam.

"Kita mencoba untuk mengenang kembali, merenungkan kembali bagaimana Yesus didera, disiksa, lalu kemudian sampai wafat di kayu salib," tutur Maximilianus seusai pertunjukan tablo jalan salib hidup berlangsung.

Menurutnya jalan penderitaan Yesus telah memberikan penguatan bagi iman umat katolik, khususnya umat di Paroki St. Stefanus.

"Jalan salib hidup pada hari ini sungguh-sungguh memberikan spirit bahwa sebagai manusia yang berdosa, manusia yang rapuh, kita merasa bahwa memang Tuhan itu sungguh-sungguh menebus dosa kita. Dia sungguh-sungguh mengerti dengan situasi kita," kata Maximilianus.

Dia juga mengapresiasi pendalaman peran yang ditampilkan oleh OMK serta bagaimana manuver umat Paroki St. Stefanus Sempan yang memadati prosesi pemaknaan jalan salib hidup ini.

"Anak-anak cukup berperan luar biasa. Penjiwaannya sesuai jiwa mereka, jiwa muda, sehingga mereka betul-betul mendalami peran. Mereka berhasil membuat umat yang hadir ini bisa benar-benar menghayati jalan salib ini sebagai bagian di dalam kehidupan mereka dan memberikan spirit motivasi yang luar biasa," ujar Maximilianus.

Lebih lanjut memasuki puncak kebangkitan Yesus, Pastor Maximilianus berpesan kepada para umat Katolik untuk menanggalkan dosa-dosanya serta menyesali kesalahan-kesalahan di dalam setiap perbuatan yang telah dilakukan selama ini.

"Pantaslah bahwa kita harus mengakui bahwa kita ini orang berdosa, supaya dengan demikian kita mengalami pasca kebangkitan Tuhan, sehingga manusia-manusia lama yang penuh dengan dosa, kita tinggalkan dan kita bangkit bersama Tuhan untuk menjadi manusia-manusia baru berjalan bersama-sama Tuhan," pesan Maximilianus.

"Dan semoga di tahun-tahun yang akan datang kita betul-betul menjadi manusia yang memiliki iman yang berkembang di dalam imannya lalu kemudian teguh dalam pengharapan dan juga cita-cita maupun harapan-harapan keluarga," harap Maximilianus menutup. (Endy Langobelen)

Top