Budaya

Menyongsong Natal, Denkav 3/SC Berbagi Kasih di Kampung Jayanti

Dandenkav 3/SC, Mayor Kav Adzan Marjohan Nasution saat membagikan sembako kepada mama-mama di kampung Jayanti

MIMIKA, BM

Menyongsong Natal tahun 2022, Detasemen Kavaleri 3 Serigala Ceta berbagi kasih dengan masyarakat di kampung Jayanti, pada Selasa (13/12/2022).

Kegiatan berbagi kasih yang merupakan program serbuan teritorial TNI ini menunjukan hubungan yang baik antara TNI dengan masyarakat.

Kedatangan jajaran Dandenkav 3/SC bersama tim Sinter Clause Denkav 3 SC ini disambut oleh pendeta kampung Jayanti dan masyarakat.

Dandenkav 3/SC, Mayor Kav Adzan Marjohan Nasution mengatakan bahwa kegiatan berbagi kasihvdengan membagikan sembako ini merupakan salah satu upaya silaturahmi untuk menumbuh kembangkan rasa kepedulian sosial antar masyarakat.

"Meskipun nilainya tidak seberapa tapi ini bermanfaat buat masyarakat agar bisa membantu meringankan masyarakat dalam mendapatkan tambahan makanan pokok," katanya. (Ignasius Istanto)

Sukses Selenggarakan Festival Budaya Sejuta Rawa, Kabupaten Mappi Semakin Tersohor

Suasana Festival Budaya Sejuta Rawa di Kabupaten Mappi

MAPPI, BM

Kabupaten Mappi sukses menyelenggarakan Festival Budaya Sejuta Rawa yang digagas oleh Penjabat Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar.

Kegiatan pembukaan yang dilakukan pada Senin (5/12/2022) dan ditutup pada Rabu (7/12/2022) berlangsung dengan meriah dan membuat Mappi semakin tersohor secara nasional pun internasional.

Pada festival ini, enam suku besar asli Mappi yakni Yaqhai, Awyu, Koroway, Wiyagar, Asmat dan Tamario tampil mempertunjukan kekayaan budaya dalam bentuk tarian perahu, ukiran, noken, atraksi tarian suku dan lainnya.

Festival budaya yang berlangsung selama tiga hari, dibuka pada Senin (5/12/2022) oleh Pj Bupati Mappi, Michael Gomar di Muara Wimawan dan tempat pemandian Soba.

Hadir dalam pembukaan festival ini, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, Danrem 174/ATW Merauke Brigjen TNI E Reza Pahlevi, Kepala Dinas Pariwsata Provinsi Sulawesi Barat, Farid Wadji, Forkopimda, tokoh adat serta tokoh masyarakat Mappi.

Pj Bupati Mappi menyatakan Indonesia memiliki kekayaan adat budaya dan seni yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Mappi yang merupakan bagian dari Provinsi Papua Selatan memiliki keunikan budaya yang tidak dimiliki daerah bahkan negara lain.

Papua kata Bupati Gomar, adalah miniatur Indonesia. Semua suku bangsa ada di Papua. Begitu pula di Mappi, selain 6 suku asli, juga terdapat suku nusantara yang hidup rukun, bergandengan tangan bersatu padu membangun Mappi.

Untuk memperkenalkan Mappi ke dunia luar, maka Pemkab Mappi menggagas Festival Budaya Sejuta Rawa sebagai ajang promosi memperlihatkan keberagaman seni dan budaya Mappi.

Event ini akan dijadikan agenda rutin tahunan yang bisa menarik wisatawan domestik dan internasional. Dengan begitu Mappi bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Papua.

Tumbuhnya pariwsata tentunya berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Mappi dengan berkembangnya UMKM dan usaha yang dijalankan oleh mama-mama asli Papua dan masyarakat umum.

Tidak hanya itu, festival ini menjadi ajang seleksi dan media kreasi bagi pemuda-pemudi dan pelaku seni agar bisa bersaing sampai ke luar negeri, sekaligus sebagai cara untuk mengajak generasi muda melestarikan dan mengembangkan adat budaya sebagai potensi kekayaan Mappi.

Paguyuban Nusantara Ramaikan Festival Budaya Sejuta Rawa Mappi

Pada hari kedua, Selasa (6/12/2022) kemarin telah digelar Kirab Budaya Nusantara, pertunjukan seni budaya, pameran kuliner, pameran kerajinan lokal dan penampilan band lokal.

Kirab budaya diramaikan paguyuban senusantara mulai dari Nusa Tenggara Timur, Jawa-Madura, Bali, Maluku, Toraja, Tanimbar, Selawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara dan tentunya enam suku asli Mappi, Yaqhai, Tamario, Awyu, Wiyaghar dan Koroway.

Kirab dilepas oleh Pj Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar, di halaman Kantor Distrik Obaa. Selanjutnya peserta kirab berjalan kaki menyusuri jalan utama Kota Kepi dan berakhir di Gedung Qhaidau Uri di Jalan Bawape.

Semua Paguyuban yang tampil mengenakan pakaian adat dan tariat adat daerah masing-masing yang ditampilkan di sepanjang perjalanan.

Setibanya di halaman Gedung Qhaidau Uri peserta kembali menampilkan tarian adat di hadapan Pj Bupati serta Forkopimda. Atraksi budaya ini menjadi tontotan sekaligus hiburan warga Kepi.

Suku Yaqhai, suku asli Mappi meluapkan kegembiraannya menyambut Festival Budaya Sejuta Rawa lewat tarian pesta, tarian ungkapan kegembiraan, tarian sukacita dan tarian perdamaian sebagai gambaran hidup bergandengan, bersatu dengan suku lainnya.

Begitu pula dengan Suku Awyu, mereka juga menampilkan tarian rumah dan tarian persahabatan yang memberi pesan persahabatan dan menjaga ketertiban dan kenyamaan di Mappi.

Bupati Gomar mengatakan kirab budaya nusantara ini menunjukkan persatuan dan kesatuan serta toleransi yang terus terjaga di Kabupaten Mappi.

Kirab budaya nusantara menjadi agenda Festival Budaya Sejuta Rawa untuk memberikan pesan kepada dunia luar tentang keberagaman yang ada di Kabupaten Mappi.

Sementara itu pada puncak perayaan Festival Budaya Sejuta Rawa pada hari ini, Rabu (7/12/2022) diisi dengan panggung hiburan yang menghadirkan penyanyi asli Papua jebolan Indonesian Idol Nobo Sasamu dan Michael Jakarimilena serta Lala Suwages. (Red)

Resmikan Kantor LMA-Tsingwarop, Plt Bupati Berharap Lembaga Ini Berjalan Sesuai Tugas Pokoknya

Plt Bulati Mimika,Johannes Rettob saat meresmikan Kantor LMA-Tsingwarop dengan ditandai pengguntingan pita

MIMIKA, BM

Lembaga Adat Masyarakat Kampung Tsinga, Waabanti dan Aroanop (LMA-Tsingwarop) adalah salah satu lembaga adat yang memiliki legalitas hukum.

Oleh karena itu untuk membantu pelayanan bagi masyarakat di tiga kampung tersebut maka secara sah diresmikan kantornya yang beralamat di jalan C.Heatubun.

Kantor LMA-Tsingwarop ini diresmikan oleh Plt Bulati Mimika, Johannes Rettob pada Sabtu (3/12/2022).

Plt Bupati Mimika berharap dengan peresmian lembaga adat ini maka seluruh pengurus bisa bekerja sesuai dengan apa yang menjadi tugas pokoknya.

"Karena kita ketahui bersama salah satu tugas pokok dari lembaga masyarakat adat ialah untuk menampung aspirasi semua keluhan yang menjadi hak masyarakat, sehingga diharapkan bisa mensejahterakan masyarakatnya," ungkap Plt Bupati saat memberikan sambutan.

Menurut Plt Bupati bahwa Lembaga Adat Masyarakat adalah mitra pemerintah dalam pembangunan, oleh sebab itu lembaga adat harus menjadi pemersatu seluruh elemen masyarakat serta dapat menjadi contoh dan panutan di tengah masyarakat.

"Jadi dengan keberadaan lembaga adat sangat terbantu, di mana lembaga adat telah melaksanakan fungsinya sebagai perekat di tengah-tengah masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri," jelasya.

Oleh karena itu mantan Kadishub ini berpesan kepada seluruh pengurus LMA untuk dapat mengedepankan urusan masyarakat, dalam hal ini dapat memfasilitasi dan mengoptimalkan peran dan fungsi serta semakin meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan setiap tugas serta tanggung jawab yang telah dipercayakan.

"Saya juga berharap dengan adanya LMA Tsingwarop masyarakat adat bersatu dan tidak terpecah belah maupun tidak ada dualisme. Mudah-mudahan LMA Tsingwarop bisa menjadi dasar pemersatu masyarakat maupun inisiator masyarakat,"ucap John.

Perwakilan dari PT Freeport Indonesia, Arnold Kayame mengatakan bahwa PTFI selalu melihat masyarakat suku Amungme di tiga desa yang berada di highland Tembagapura dan lima desa di lowland.

"Tsingwarop adalah rumah besar bagi LEMASA sehingga mari kita masuk ke honai untuk bicara hal-hal yang perlu kita selesaikan,"katanya.

Tak lupa dirinya juga berpesan kepada masyarakat Amumgme agar selalu memiliki rasa kebersamaan.

"Tanpa kebersamaan tidak akan menghasilkan sesuatu bagi masyarakat tiga kampung. Mari bersatu untuk melihat kedepan, karena berkat-berkat itu ada sekarang tinggal bagaimana berkat itu di kelola dengan benar,"ucapnya.

Sementara dalam sambutannya, Ketua LMA-Tsingwarop, Yulius Janampa mengatakan pada intinya lembaga ini berdiri tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, sehingga lembaga ini secara resmi sudah terdaftar di Kesbangpol.

"Jadi lembaga ini adalah representasi masyarakat 3 kampung, sehingga kami juga minta kepada PT. FI dalam perluasan tambang harus libatkan masyarakat tiga kampung dalam pembahasan terkait hasil tambang PT. FI,"ungkapnya.

Ditambahkan ketua FPHS, Yafet Manga Beanal bahwa LMA Tsingwarop di peruntukan bagi warga tiga kampung, tidak keluar dari wilayah operasional tambang PT. FI dan akan bekerjasama dan bermitra dengan PT. Freeport dan pihak pemerintah.

"FPHS bukan kelompok kecil melainkan kelompok besar yang siap menampung aspirasi dari masyarakat tiga kampung,"ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris FPHS, Yohan Zonggonao menceritakan bagaimana perjalanan terbentuknya LMA-Tsingwarop.

Ia mengatakan bermula ketika di tanggal 24 tahun 2017 FPHS berjuang untuk mendapatkan legalitas hukum yang sudah dibuat oleh PT Freeport bersama Lemasa dan pemerintah.

"Itu legalitisa hukum pertama. Kemudian tanggal 24 November tahun 2019 kita dapat rekomendasi dari Bupati Mimika, dimana rekomendasi itu bahwa FPHS adalah representasi dari masyarakat di tiga wilayah adat,"ujarnya.

Lanjutnya," Dan pada tanggal 8 Januari tahun 2020 dapat rekomendasi khusus dari Lemasa untuk membentuk LMA-Tsingwarop, karena Lemasa itu mewakili 11 wilayah adat. Kita kemudian membuat musyawarah besar dengan pemilihan pengurus,"sambungnya.

Setelah dibentuk pengurus, kata Yohan ditanggal 24 Agustus 2022 terdaftar secara sah di Kesbangpol sebagai lembaga yang bermitra dengan Pemda Mimika. (Ignasius Istanto)

Top