Budaya

Marthen Moru Dilantik Jadi Ketua Flobamora Mimika

Ketua IKF Mimika, Marthen LL Moru dipakaikan kain sarung

MIMIKA, BM

Ketua Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika, Marthen LL Moru bersama badan pengurus IKF Kabupaten Mimika periode 2020-2025, dilantik pada Sabtu, 16 Oktober 2021.

Prosesi pelantikan ketua terpilih Ikatan Keluarga Flobamora Mimika berlangsung di Gedung MPCC dan disaksikan Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob, Kebala Kesbangpol Yan Selamat Purba dan masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Flobamora, Nusa Tenggara Timur Mimika.

Pengukuhan badan pengurus dilakukan oleh sesepuh Flobamora Mimika yakni Ketua Sektor Lembata, Ketua Sektor Lamaholot, Ketua Sektor IK3S, Ketua Sektor Wuamesu Ende Lio, Ketua Sektor Nagekeo dan Ketua Sektor Ngada Nagekeo.

Prosesi diawali dengan pembacaan naskah pengukuhan oleh Ketua IK3S Mimika, Misken Darius diikuti ketua dan pengurus IKF Mimika terpilih bersama pengurus yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan dan pemberkatan oleh Pastor Okto Taena, Pr.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada ketua terpilih dan pengurusnya. Ia berpesan agar masyarakat NTT mendukung kepengurusan ini.

Menurutnya, perbedaan dalam sebuah organisasi merupakan hal biasa, namun perbedan yang ada jangan sampai tertanam di hati karena akan menimbulkan persoalan.

"Dalam organisasi itu kita boleh berbeda macam-macam tapi tujuan kita harus satu yaitu bagaimana kita menyatukan keluarga besar Flobamora yang ada di Mimika," kata Wabup John.

Ia berpesan bahwa menyatukan seluruh warga Flobamora di Mimika merupakan tugas utama ketua dan badan pengurus yang baru. Ia berharap para sesepuh NTT juga memberikan dukungan sepenuhnya terhadap penyatuan ini.

Pasalnya, dalam pelantikan kemarin, dari 10 sektor kelompok warga NTT di paguyuban Flobamora, 4 sektor tidak hadir dalam pelantikan tersebut. Wabup John meminta ketua dan badan pengurus menyatukan semuanya di awal agenda kerja.

"Kalau ada masalah mari kita bicara sama-sama, ini penting bagi kita. Hari ini dikukuhkan maka rekonsiliasi dilakukan agar semua ini bisa berjalan dengan baik, jangan sampai ada yang bilang Flobamora ini pecah. Tidak boleh sama sekali kita dengar itu, Flobamora harus kuat dan menjadi satu," tuturnya.

Menurut Wabup John, perbedaan ada karena terciptanya kubu dalam organisasi. Jika hal ini terus ada maka akan berdampak terhadap jalannya organisasi.

"Karena sudah dilantik maka mari kita kerja dan tugas kita bagaimana untuk semua kembali menjadi satu. Saya berharap apa yang sudah terjadi selama ini di Flobamora tetap kita buktikan bahwa Flobamora itu satu. Tujuannya satu bahwa pengurus dapat melihat seluruh masyarakat Flobamora. Jadi harus bisa mengabdi dan berkorban juga," ungkapnya.

Ketua terpilih IKF Mimika, Marthen LL Moru dalam sambutannya mengatakan, Flobamora adalah akronim kekhususan kepulauan di bagian selatan Indonesia dengan tiga pulau besar yaitu Pulau Flores, Sumba dan Timur yang diapit oleh puluhan pulau-pulau kecil disekitarnya seperti pulau Sabu, Rote, Alor dan lainnya.

"Saya kira itu semua sudah tahu, tapi saya mau ingatkan kembali kata ini sehingga lengkaplah Flobamora," tuturnya.

Marthen mengatakan, nama Flobamora begitu indah untuk terus diingat bagi setiap orang NTT yang ada dimanapun ketika ia merantau.

"Tadi (kemarin-red) saat lagu Flobamora didengungkan, saya secara pribadi membawa hati berfikir kembali ke masa kecil di kampung yang sepih sehingga akhirnya meneteskan air mata," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kenangan masa kecil dan kerinduan akan kampung halaman selalu diingatkan dalam beragam cara, salah satunya melalui musik dan lagu yang diputarkan pada proses pelantikan ini.

"Kecintaan dan kerinduan masyarakat NTT di perantauan akan tanah kelahirannya, dikisahkan dari lagu ini. Lagunya terkesan singkat, tetapi itulah yang menceritakan tentang kisah dari tanah Timur sampai ke tanah Papua ini," ujarnya.

"Dalam sebuah organisasi memang sering terjadi perselisihan atau dinamika-dinamika kecil, tapi bagi saya itu hal yang biasa. Karena, saya sangat yakin dan percaya hati orang Timur itu dia boleh marah, berteriak, tapi baginya saudara tetaplah saudara. Seperti dinamika yang terjadi kemarin itu nanti juga adem dan kita akan duduk sama-sama," ujarnya.

Sementara itu Ketua FKUB Mimika, Ignatius Adii dalam sambutannya mengatakan, Ikatan keluarga merupakan hal penting bagi siapa saja apalagi di tanah rantau, apalagi 7 suku terlebih Amungme dan Kamoro turut merasakan kehadiran masyarakat NTT yang kini menyatu bersama budaya di Papua. Ia berharap kerukunan yang selama ini terus terjaga dan paguyuban ini menjadi rumah dan tempat semua NTT di Mimika. (Shanty)

Lintas Agama di Mimika akan Gemakan Pesparawi XIII

Rapat koordinasi Bidang Publikasi Promosi dan Dokumentasi dengan pemuka agama se-Mimika di Sekretariat Pesparawi XIII, Jalan Yos Sudarso, Minggu (10/10)

MIMIKA, BM

Untuk menggemakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Tanah Papua, panitia menggandeng lintas agama di Kabupaten Mimika.

Para tokoh lintas agama menyatakan kesiapan menggemakan Pesparawi XIII se-Tanah Papua dengan berbagai cara.

Dukungan itu disampaikan para tokoh agama dalam pertemuan yang digelar Panitia Pelaksana Bidang Promosi, Publikasi dan Dokumentasi di Sekretariat Panitia Pesparawi, Jalan Yos Sudarso, Minggu (10/10).

Koordinator Bidang Promosi, Publikasi dan Dokumentasi, Abraham Kateyau memberikan apresiasi kepada para tokoh lintas agama yang mendukung penuh pelaksanaan Pesparawi.

"Terima kasih atas kebersamaan yang terbangun untuk kepentingan Pesparawi," ujarnya.

Salah satu bentuk dukungan, adalah kesediaan semua pihak terutama tokoh agama untuk memasang spanduk secara mandiri untuk menggemakan Pesparawi XIII se-Tanah Papua.

Menurutnya, dukungan ini memberikan pesan bahwa Pesparawi bukan agenda satu golongan agama saja tapi semakin mengokohkan toleransi yang sudah lama tercipta di Kabupaten Mimika.

"Kita sama-sama suarakan bahwa Pesparawi adalah agenda masyarakat Kabupaten Mimika," kata Abraham Kateyau.

Tidak hanya tokoh agama, selepas PON, panitia akan mengajak BUMN dan BUMD serta pihak swasta agar bisa ikut menggemakan Pesparawi.

Wakil Koordinator, Kerry Yarangga menambahkan, agar seragam maka desain spanduk disiapkan oleh panitia sehingga lembaga gereja, masjid maupun agama lainnya tinggal melakukan pencetakan.

Spanduk akan dipasang seminggu sebelum pelaksanaan Pesparawi, mulai 20 Oktober hingga semua agenda selesai.

Kepala Binmas Kristen Kemenag Timika, Yunus Wanenda menambahkan, 3 ribu peserta, pendamping dan tamu akan datang ke Timika.

Lembaga agama bisa memanfaatkan itu untuk membuat merchandise yang bisa dijual kepada peserta maupun penonton yang datang. Panitia akan memfasilitasi dengan menyediakan tempat di sekitar lokasi kegiatan.(Bid. Publikasi/Selvi)

Ada Ikan Terbang Di Venue Tarung Derajat, Kapolda Papua Sampai Datang



Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri bersama Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat menyaksikan laga perdana PON XX Cabor Tarung Derajat di Venue Graha Eme Neme Yauware, Timika, Jumat (8/10). Foto: Humas PPM/ Hasan Sainus)

MIMIKA, BM

Pada pembukaan Cabang Olahraga Tarung Derajat di Venue Eme Neme Yauware, Jumat (8/10), banyak orang terpesona dengan kehadiran ikan terbang.

Namun ikan terbang yang dimaksudkan di sini bukanlah ikan terbang dalam bentuk harafiah namun merupakan sebuah tarian yang dibawakan oleh beberapa orang suku Kamoro.

Namanya Tarian Tikiri atau warga di sini menyebutnya Tarian Ikan Terbang. Tarian ini kemarin dipentaskan oleh kelompok tari suku Kamoro dari Sanggar Imatea.

Tarian yang dibawakan oleh sekitar 16 penari tersebut bercerita tentang mengapa sampai ada ikan terbang. Tarian Tikiri dibawakan dengan gerakan seperti burung yang terbang diiringi bunyi tifa.

Wakil Koordinator Sosial Budaya pada PON XX Klaster Mimika, Dominggus Kapiyau menjelaskan tarian tersebut bercerita tentang Suku Kamoro di Mimika yang dulunya adalah Kokonao.

"Kokonao itu asal kata dari Kaukanao, kauka itu berarti perempuan, nao berarti dibunuh. Jadi itu perempuan yang dibunuh pada saat itu dalam sejarah terjadi peperangan dari Timur ke Barat," katanya ketika diwawancarai di Gedung Eme Neme Yauware.

Tikiri, adalah ikan Tikiri yang merupakan ikan terbang dimana dahulu kala ada sebuah cerita yang mengisahkan seorang ibu muda yang diperkosa oleh keponakannya sendiri.

"Lalu kasus itu tertangkap basah akhirnya ada keributan lalu ular mengejar orang yang membuat kasus tersebut (ponakan -red), lalu dia lari tunduk - tunduk, jadi itu seperti yang ada dalam gerakan tarian, dia lalu masuk ke dalam air terus tiba tiba muncul dia sudah jadi ikan terbang," ujarnya mengisahkan.

Dijelaskan, makna dari tarian Tikiri mengisahkan tentang putra dan putri suku Kamoro yang pergi meninggalkan kampung halaman mereka untuk mengenyam pendidikan (sekolah-red).

Mereka pergi merantau jauh ke negeri orang namun ketika sukses, mereka pasti akan kembali ke kampung halaman.

"Dia tidak bisa menetap di sana (tanah rantau -red) suatu saat dia harus pulang ke daerah asalnya. Itu maknanya, entah berhasil atau tidak suatu saat pasti dia akan kembali, meskipun meninggal di tanah orang tetap harus dibawa pulang ke daerah asal," jelasnya.

Pada kesempatan ini, Dominggus Kapiyau mengingatkan semua orang untuk menjaga dan melestarikan budaya dan adat istiadat suku Amunge dan Kamoro.

Ia berharap agar budaya tari tarian perlu di lestarikan dan perlu ada perhatian dari pemerintah.

"Budaya kita, tarian kita, adalah ibu yang kita harus pertahankan dan dengar sehingga walaupun jaman terus berkembang, jati diri ran tradisi kita tidak tenggelam apalagi hilang," ujarnya mengingatkan.

Sementara itu, selain pementasan tarian Tikiri, semua yang berada di venue Tarung Derajat pada pembukaan kemarin juga dikagetkan dengan kedatangan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri.

"Saya senang bisa ke sini (Cabor tarung derajat-red) karena dulu saya ketua harian tarung derajat sehingga saya perlu beri dukungan kepada mereka," ujar Kapolda Papua didampingi Bupati Mimika Eltinus Omaleng di venue.

Dirinya mengaku sangat mendukung kontingen Papua pada cabor ini. Ia berharap kontingen Papua bisa meraih emas di PON XX ini. Bahkan bila perlu harus bisa lebih dari 10 emas biar Papua tetap juara.

"Saya sangat mendukung tim Papua, jadi mereka harus juara," ujarnya.

Kedatangan Kapolda Fakhiri mendapat apresiasi dari Manuel Maker Pelatih Kepala Tarung Derajat Papua. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Papua yang telah memberikan dukungan secara langsung dengan hadir di venue.

"Ini sangat memotivasi kami terkhusus atlet karena Kapolda Papua bersedia datang untuk berikan dukungan bagi atlet. Kami sangat bahagia," ungkapnya.

Perlu diketahui, kehadiran Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng pada laga pembukaan kemarin ternyata sangat berdampak besar pada pencapaian tim Tarung Derajat Papua.

Pasalnya, pada tarung hari pertama kemarin, kontingen Papua turun pada 6 laga yakni 5 lagi seni tarung dan 1 laga seni gerak. Hasilnya, 5 atlet di kategori seni tarung berhasil lolos ke babak semifinal. (HumasPPM/ Aprina Lestari H, Rachmat Julaini, Ignatius Tanto, Kristin Rejang dan Ronald Renwarin)

Top