Budaya

12 Putra Putri Mimika Didaulat Menjadi Duta Ambassador PON XX

12 Duta Ambassador PON XX. Foto : Facebook Chaterine Rahaded

MIMIKA, BM

Sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, Klaster Mimika telah menunjuk 12 orang putra putri kebangaan sebagai Duta Ambassador PON XX.

Mereka merupakan para pemenang putra putri pariwisata Mimika dan Papua dimana diantaranya merupakan pelajar dan lulusan SMA.

Ditemui BeritaMimika usai melaksanakan tugas pada Upacara Penghormatan Pemenang (UPP), Penanggungjawab Ambassador Klaster Mimika Juli Maniagasi menyampaikan hal ini.

Ia mengatakan penunjukan duta ambassador untuk PON XX Papua memang diharuskan yang memiliki latar belakang putra putri pariwisata dan putra putri Papua.

“Mereka bertugas pada saat penyambutan tamu di bandara, pada even-even mereka turun mendampingi, bahkan menjadi guide jika ada atlet yang mau mengunjungi tempat wisata,” katanya.

Maniagasi yang juga merupakan mantan Putri Persahabatan Papua 2011 ini mengatakan untuk seleksi difokuskan kepada mereka yang memiliki kemampuan public speaking.

“Selama PON berlangsung mereka akan mempromosikan budaya Papua khususnya disini Mimika. Siapa saja atlet yang berjumpa dengan mereka dan ingin mengetahui tentang Mimika, mereka siap menjelaskannya,” tuturnya.

Berikut nama 12 duta ambassador PON XX Papua 2021 Klaster Mimika :

1. Devanli Erasmus Matakupan

2.Putri Irma Beatrix Wakerkwa

3. Yanti Kareth

4. Ravena Pancratia Yuliati. R. Piry

5. Melisa Mayos Howay

6. Claudia Barera

7. Konatan Lutter Samori

8. Christina Agnes Jaflean

9. Damai Natalino Christiano Laulu

10. Agustho Siera Mansawan

11. Reksi Irianza Slarwamin

12. Chatharine Aprillia Rahaded

(Elfrida)

Ketum Pesparawi XIII Mantapkan Dekorasi dan Akustik Treatment, Dua Ahli Didatangkan dari Jakarta

Foto bersama perwakilan bidang dengan Ketua Umum, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Ketua Umum Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII Johannes Rettob menggelar pertemuan bersama bidang dekorasi, promosi, publikasi, dokumentasi dan bidang perlengkapan guna memantapkan persiapan dekorasi dan akustik treatment.

Pertemuan dilangsungkan di Sekretariat Pesparawi XIII Selasa (28/9) dan diikuti oleh seluruh koordinator bidang terkait.

Usai pertemuan, kepada awak media Johannes Rettob mengatakan pertemuan ini guna membahas segala hal yang perlu dipersiapkan agar koordinasi antar bidang dapat terlaksana dengan baik.

“Disepakati bahwa bidang dekorasi bertugas mendekorasi di dalam ruangan dan sekitar gedung. Sementara, bidang promosi bertugas di bagian luar sepanjang kota Timika,” katanya.

Ia menambahkan, untuk dekorasi akan dilaksanakan sesudah pelaksanaan PON XX Papua. Dekorasi dalam gedung akan disediakan photo booth dan yang terpenting adalah akustik treatment.

“Akustik treatment ditangani bersama oleh tiga bidang. Bidang perlengkapan menyiapkan gedung, akustik treatment untuk paduan suara supaya terdengar dengan baik sehingga perlu kerja sama perlengkapan dan dekorasi bagaimana supaya suara bagus,” tuturnya.

Guna memastikan akustik treatment dapat ditangani dengan baik, John mengungkapkan untuk mendatangkan dua orang ahli dari Jakarta.

“Mereka akan tiba di Timika tanggal 30 September untuk survey. Ada tiga venue nanti yang digunakan yakni Gereja Diaspora, venue futsal dan bilyar tapi kemungkinan juga pakai venue basket," imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Pelatih LPPD Kabupaten Mimika sekaligus Koordinator Pelatih Paduan Suara Dewasa Campuran Mimika, Petrus Kanisius Mitakda menjelaskan akustik treatment akan sangat berpengaruh terhadap suara paduan suara saat bernyanyi, agar tidak bergema.

“Diharapkan akustik yang dihasilkan bagus. Akustik dipasang sedemikian agar dapat membatasi kebisingan atau noise yang muncul dari suara entah paduan suara maupun solo sehingga diharapkan pemasangn ini dibuat seprofesional mungkin sehingga saat penjurian hal tersebut tidak tejadi (noise-red),” harapnya. (Humas Pesparawi/Ida)

Panitia Rencana Gunakan Tiga Venue untuk Pesparawi XIII se Tanah Papua di Mimika

Ketua Umum Pesparawi di Mimika, Johannes Rettob saat membuka Technical Meeting di Mimika, awal bulan September 2021


MIMIKA, BM


Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se Tanah Papua di digelar di Kabupaten Mimika, mulai 30 Oktober-6 November 2021.

Ketua Umum Pesparawi XIII se Tanah Papua, Johannes Rettob mengatakan, dalam pelaksanaan nanti, panitia berencana menggunakan tiga venue berbeda, yakni GOR Futsal Timika, di Kawasan SP5, Gereja Diaspora, Jalan Cenderawasih (Kawasan SP 2) dan Arena Biliar di Kawasan SP 2.

"Namun untuk arena Biliar masih ada hal teknis yang harus diselesaikan," kata Ketua Umum di Sekretariat Pesparawi, Jalan Yos Sudarso, Sabtu (25/9/2021).

Pada perhelatan Pesparawi nanti, kata Ketua Umum, ada sekitar 3500 orang yang terlibat.

"3500 orang itu gabungan dari peserta, official, tamu dan panitia," ujar Ketua Umum yang juga Wakil Bupati Mimika.

Dari 3500, total peserta Pesparawi mencapai 2.666 orang, terdiri dari dewasa 2.528 dan anak-anak 136 dari 21 kabupaten/kota.

Ada 12 kategori yang dilombakan, yakni Solo anak usia 7-9 tahun, Solo Anak Usia 10-13 tahun, Solo remaja putra usia 16-24 tahun, Solo remaja putri usia 16-24 tahun, Vocal group usia 16-24 tahun, Musisi pop Gerejawi usia 12 tahun ke atas.

Selanjutnya, paduan suara anak usia 9-15 tahun, Paduan suara remaja/pemuda campuran usia 16-24 tahun, Paduan suara pria usia 25 tahun ke atas, paduan suara wanita usia 25 tahun keatas, Paduan suara dewasa campuran usia 25 tahun ke atas, Paduan suara etnik inkulturatif usia 16-24 tahun.

Jelang pelaksanaan, kata John, sapaan akrabnya, sejauh ini segala persiapan sudah mencapai 80 persen.

"Kami tinggal simulasi masing-masing bidang dan regulasi-regulasi," ujarnya.

Selanjutnya John menambahkan, untuk opening dan penutupan Pesparawi nanti akan dilaksanakan di dalam ruangan, tentu dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

"Direncanakan di arena basket MSC (Mimika Sport Complex,red),"katanya.

Diacara penutupan nanti juga akan dilakukan penganugerahan penghargaan dan kabupaten mana yang mendapat gelar champion.

Selanjutnya juga akan dilakukan musyawarah daerah (Musda) untuk menentukan daerah mana yang menjadi tuan rumah Pesparawi dua tahun mendatang.

"Daerah yang menjadi tuan rumah nanti akan diumumkan di acara penutupan," katanya. (Humas Pesparawi XIII se Tanah Papua di Mimika)

Top