Budaya

Polsek Tembagapura Bantu 100 Unit Kursi Untuk Gereja Imanuel Kampung Banti

Bantuan diserahkan langsung oleh Kapolsek Tembagapura Iptu Menase Sayori

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-75, Kamis (1/6) besok, Kepolisian Sektor Tembagapura memberikan bantuan berupa 100 unit kursi untuk Gereja Imanuel di Kampung Banti II, Distrik Tembagapura.

Usai penyerahan pada Rabu (30/6), Kapolsek Tembagapura Iptu Menase Sayori kepada BM melalui telepon mengatakan, pemberian bantuan kursi ini sesuai dengan kebutuhan Gereja Imanuel.

"Kita berikan kursi ini untuk membantu jemaat yang ada, karena kita lihat kursi yang ada di gereja sudah tidak layak untuk digunakan. Masyarakat sangat senang dengan pemberian bantuan ini," ungkapnya.

Ia mengatakan pemberian bantuan ini juga melibatkan anggota Brimob dan TNI yang juga bertugas di Kampung Banti.

Sementara itu, terkait situasi keamanan di Kampung Banti dan sekitarnya, kapolsek mengatakan semuanya aman dan kondusif.

"Semua kondusif hanya saja sedang dalam pemulihan. Warga juga mulai memperbaiki rumah mereka karena sempat lama ditinggalkan," ujar Sayori. (Ignas)

Pererat Kekeluargaan, Polres Mimika Sambangi Purnawirawan dan Warakawuri

Wakapolres dan rombongan saat mendatangi salah satu purnawiraan

MIMIKA, BM

Guna mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga komunikasi, Polres Mimika melakukan kegiatan anjangsana dengan menyambangi purnawirawan dan warawukawuri, Senin (28/6).

Anjangsana ini dipimpin Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju dengan didampingi Ibu-ibu Bhayangkara Polres Mimika.

"Kegiatan ini dipandu langsung dari Mabes Polri, terkait dengan hari HUT Bhayangkara ke 75," kata Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju.

Menurut Kompol Sarraju, selain silahturahmi kunjungan tersebut juga sebagai bentuk penghargaan dan apresisi atas dedikasi mereka selama mengabdi di kepolisian.

"Sudah banyak hal yang dilakukan selama mereka bertugas di kepolisian dan menjadi panutan buat kami yang masih bertugas," ungkap Sarraju.

"Saya berharap melalui kegiatan ini selalu terjalin hubungan yang baik. Mereka semua merupakan senior atau rekan-rekan kita yang sudah purna, kini saatnya kita yang masih aktif memberikan perhatian kepada mereka,” tandasnya. (Ignas)

50 Generasi Milenial dan PKK Distrik Dibekali Pola Asuh Anak dan Remaja oleh TP-PKK Mimika

Ny Kalina didampingi dr Leo dan generasi milenial yang hadir pada giat PKK

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja 1 menggelar Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Aula Bobaigo Keuskupan Timika selama dua hari Kamis (17/6) hingga (18/6).

Kegiatan ini mengangkat tema “Dengan Pola Asuh Anak dan Remaja Yang Baik Kita Cegah Pernikahan Dini” diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari generasi milenial (pemuda gereja, masjid dan pura)  dan TP-PKK distrik dengan mendatangkan nara sumber dr. Leonard Pardede, SPOG (K) dari RSIA Kasih Herlina terkait pernikahan dini.

Pemateri pencegahan kekerasan terhadap anak dengan pola asuh yang benar adalah Dra. Yakomina Rumbiak, M.Si dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Ketua Pokja 1 sekaligus Ketua Panitia Ny. Besty Hasibuan mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini yakni melaksanakan program-program prioritas PKK mulai dari pusat hingga daerah dan membina kader PKK berpartisipasi aktif mencegah pernikahan usia dini.

Selain itu untuk memberdayakan para pemuda pemudi dari beberapa dedominasi gereja dan masjid sebagai perpanjangan tangan pemerintah, sekaligus mewujudkan program TP-PKK Mimika dalam Pokja 1 yaitu menuju pemuda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia dan mandiri.

Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng mengatakan untuk mencapai generasi yang siap dan bersaing tidak terlepas dari bagaimana mempersiapkan anak untuk masa depan yang baik.

“Mari kita persiapkan sejak dini. Hal ini dapat dilakukan dari hal kecil dimulai dari rumah kita sendiri,” katanya.

Ia menuturkan agar setelah kegiatan para peserta yang hadir dapat menerapkan apa yang mereka dapati dalam giat ini di kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena materi yang akan disampaikan oleh nara sumber kita adalah materi yang sangat penting. Dan setelah kegiatan ini kita dapat menyampaikan atau mensosialisasikan kepada orang lain yang ada di sekitar kita,” harapnya. (Elfrida)

Top