Budaya

Lanjutkan Cita-Cita Leluhur, IKPPM akan Berpatisipasi Membangun Mimika

Para Pengurus IKPPM

MIMIKA, BM

Anak Cucu Perintis yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Perintis Peduli Mimika (IKPPM) menggelar kegiatan bakti sosial (Baksos) di Kokonao, Distrik Mimika Barat pada Sabtu (14/5) dan minggu (15/5). Baksos diawali dengan ibadah bersama.

Koordinator bidang pembinaan pemuda dan olahraga IKPPM, Budi Reyaan kepada media saat jumpa di sekretariat IKPPM, mengatakan dua kegiatan ini merupakan niat dari ACP yang juga sebagai pemuda IKPPM setelah terbentuk pada tanggal 22 Februari lalu.

"Kegiatan baksos dilakukan di Kokonao karena Mimika Barat merupakan kota tua masuknya pendidikan dan penginjilan yang di bawah oleh guru-guru serta penginjil yang diutus oleh Vatikan pada tahun 1926 silam," tutur Budi.

Budi mengatakan, sebagai anak cucu dari para leluhur atau perintis yang meletakan peradaban di Mimika, mereka merasa terpanggil untuk kembali melanjutkan cita-cita pembangunan dari para leluhur yang mungkin belum sepenuhnya terlaksana.

Selain kegiatan baksos juga dilaksanakan bersih-bersih makam para leluhur serta ibadah bersama guna meminta restu untuk dimulainya sejumlah kegiatan dari pemuda IKPPM yang nantinya akan berpartisipasi serta mengambil bagian dalam membangun Mimika bersama Pemda Mimika.

"Kita akan ikut ambil bagian dan menjadi tanggungjawab pemuda IKPPM terutama menghadapi kegiatan besar yang akan dihadapi Mimika besok yaitu Pesparawi dan PON,"ujarnya.

Ketua IKPPM Pit Yanwarin mengatakan, IKPPM telah memiliki legalitas hukum dari Pemda Mimika melalui Kesbangpol, namun hingga saat ini belum ada program kerja yang dilaksanakan lantaran belum dilaksanakan rapat kerja. Walau demikian pemuda IKPPM tetap melaksanakan sejumlah program.

"Kami ini secara organisasi sudah sah, hanya kami belum lakukan raker. Selesai ini kami akan lakukan raker. Kami juga ada tanggunguawab beban yang diberikan oleh masyarakat di Kokonao juga dari pihak gereja terkait kapela kecil untuk pemuda ACP ambil ahli,"ungkapnya.

Diketahui, jumpa pers kemarin dihadiri oleh Ketua IKPPM Pit Yanwarin, Penasehat IKPPM Tobias Maturbongs, Koordinator bidang pembinaan pemuda dan olahraga Budi Reyaan, serta beberapa pengurus IKPPM lainnya. (Shanty

Ribuan Umat Muslim di Timika Warnakan Lapangan Timika Indah

Ustad Abunadi Nurul Islam memimpin Shalat Ied di lapangan Timika Indah

MIMIKA, BM

Ribuan umat muslim di Mimika mengikuti Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah yang dilangsungkan di Lapangan Timika Indah, Kamis (13/5) pagi.

Shalat Ied dipimpin Ustad Abunadi Nurul Islam sementara khotbah disampaikan oleh Supian Daelani, Ketua Pengadilan Agama Mimika.

Dalam khotbahnya, Supian mengatakan gemuruh suara takbir, tahlil dan tahmid membahana sejak semalam hingga pagi tadi di seluruh belahan bumi, menarik jiwa dan menggetarkan hati.

"Pagi ini, orang beriman di seluruh belahan bumi sedang mencurahkan isi hati, dengan penuh haru dan tawadhu' mengungkapkan rasa syukur atas karunia dan hidayah, mengumandangkan takbir untuk membesarkan Robnya, Tasbih untuk mensucikanNya, Tahmid untuk memujiNya," ungkapnya.

Dikatakan, Shalat Id yang dilakukan merupakan simbolisasi dari kesuksesan umat menghidupkan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan.

"Oleh karena itu, pelajaran berharga dari Idul Fitri yang kita rayakan hari ini merupakan akumulasi dari pelajaran-pelajaran ibadah puasa, shalat, dan
zakat kita di bulan Ramadhan," ungkapnya.

Walau saat ini seluruh dunia sedang menghadapi pandemi covid-19 namun virus ini tidak dapat mematahkan semangat umat untuk meraih kesucian kembali dengan kesuksesan hidup yang hakiki.

"Jika 'idul fitri diartikan kembalinya insan beriman pada kesuciannya, itu menunjukkan bahwa insan yang beriman pernah tinggal diam dan menetap pada kesuciannya. Tempat kesucian inilah yang dimaksud dalam sabda Rasulul," terangnya.

Ia mengatakan bahwa Pandemi corona yang menyelimuti bulan suci ramadan dan hari raya Idul Fitri ini haruslah dimaknai sebagai renungan serta momen instropeksi diri. Umat harus tabah dan sabar menghadapi situasi saat ini dan harus optimistis melawan wabah corona.

"Allah telah memberikan kesempatan bagi insan beriman untuk meraih taburan pahala ibadah dalam Bulan Ramadhan. Ramadhan adalah institusi ruhani yang menawarkan pendidikan spiritual bagi kita dalam melatih mentalitas kita untuk berbuat kebaikan dan menghentikan segala keburukan," jelasnya.

Salah satu fadhilah dan keistimewaan yang terdapat di dalam bulan Ramadhan adalah Ampunan dari Allah Azza wa Jalla.

"Melalui Ramadhan kita sempurnakan kesempatan untuk bertaubat dengan berpuasa, memperbanyak ibadah seraya intropeksi diri dan menyesali segala bentuk kealpaan kita kepada Allah," terangnya.

Dikatakan, beruntunglah orang-orang yang menyadari bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh barokah, bulan untuk peningkatkan keimanan, menambah tabungan pahala dengan berlomba-lomba meningkatkan kuantitas dan kualitas amal ibadah menuju kesucian diri.

"Karena substansi dari Ramadan adalah sejauh mana kita mampu mengontrol dan memperbaiki diri ke arah spiritualitas yang cenderung kepada kebaikan sebagai manipestasi dari fitrah,"ujarnya.

Shalat Ied di Mesjid Agung Babussalam

Selain di lapagan Timika Indah sebagai sentral, pelaksanaan Shalat Ied juga di langsungkan di mesjid, salah satunya di Masjid Agung Babussalam.

Ustad.H. Muhammad Irfan Ali,MA selaku Khotib Idul Fitri 1442 Hijriyah menyampaikan bahwa bulan ramadhan menjadi titik terang untuk kembali hidup sejati serta membangun komitmen ketaatan dalam kehidupan.

"Kita harus bersungguh mengikuti tuntutan Allah SWT, yaitu dengan tinggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan bahkan kita juga harus berusaha menjauhi apapun perbuatan yang sia-sia tanpa mengandung pahala sama sekali,"ungkapnya saat mneyampaikan tausiyahnya.

Ustad Irfan juga mengajak seluruh umat muslim agar dibulan yang penuh berkah ini, ibadah sholat harus terus ditingkatkan.

"Jangan hanya semangat pada saat bulan Ramadhan, tetapi begitu Ramadhan berlalu terlihat masjid-masjid kembali kosong. Saya selalu perhatikan itu. Kita harus lakukan secara maksimal setiap detik yang kita lewati, karena ibadah memberikan magna,"ajak Ustad.H. Muhammad Irfan Ali.

Ustad.H. Muhammad Irfan Ali juga mengajak umat muslim memperbanyak zikir, bershalawat kepada Allah SWT serta menjauhi dosa dan kemaksiatan.

"Masyarakat yang jauh dari dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang berkah. Sebaliknya masyarakat yang penuh dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang rentan,maka ia menjadi tidak produktif. Ini semua adalah contoh kehidupan hakiki dan kepribadian hakiki sebagai muslim yang sejati. Itulah rahasia kenapa Allah SWT menjadikan amanat ramadhan sebagai tanda menuju ketakwaan kepada Allah," jelasnya. (Ignas)

H-2 Lebaran, Pedagang Musiman Ketupat Mulai Ramai

Mama-Mama Papua saat berjualan musiman lebaran

MIMIKA, BM

Ketupat menjadi salah satu makanan yang wajib ada saat lebaran. Tidak heran, pada momen ini para pedagang kulit ketupat pun ramai berjualan.

Tidak hanya di Pasar Sentral, para pedagang mulai berjualan juga di seputaran Jalan Bougenvile. Dari pagi, mereka mulai terlihat
menjajakan dagangannya.

Pantauan Berita Mimika, Selasa (11/5) para pedagang kulit ketupat musiman ini kebanyakan adalah mama-mama Papua yang berasal dari Muare, Pomako.

Salah satunya, Mama Martha mengaku menjadi pedagang kulit ketupat musiman. Dirinya membanderol harga sekitar Rp5.000 - 20.000.

"Untuk yang harga Rp5.000 ukuran kecil isinya 6 kulit ketupat. Sedangkan kalau kulut kelapa saja ada 10 lembar harganya juga Rp5.000," tutur Martha.

Martha mengatakan, bahwa daun kelapa untuk dijadikan kulit ketupat didapatkan langsung dari pohon miliknya yang ada di halaman rumah.

"Saya anyam ini sejak malam lalu bawa ke sini untuk jualan. Kadang saya bawa 20 ikat, kadang 50 ikat juga," tuturnya.

Katanya, jualan seperti ini hanya mendapatkan keuntungan kecil karena habis di ongkos biaya transportasi.

Dari Muare ke SP1 biaya Rp13 ribu dan dari SP1 ia harus menggunakan ojek ke tempat lokasi jualan dengan biaya Rp15 ribu.

Jika pulang pergi biaya yang ia keluarkan untuk transportasi adalah Rp56 ribu. Namun jika dagangan yang dibawa 50 ikat maka keuntungan yang didapatkan sebesar Rp250 ribu.

Setelah di potong biaya ongkos transport maka keuntungan bersih yang didapat Rp194 ribu. Ini belum termasuk pengeluaran biaya lainnya.

"Tapi kalau saya hanya 20 ikat saja maka saya hanya bawa pulang 50 ribu saja. Susah juga karena kadang kita sudah kasih murah tapi pembeli masih minta kurang lagi," katanya.

Martha mengakui penjualan kulit ketupat jauh lebih laris ketimbang janur yang belum dirajut. Menurutnya karena kulit ketupat sudah praktis jadi.

"Biasanya saya datang mulai jam 8 pagi, sore jualan saya sudah habis,"ungkapnya. (Shanty)

Top