Budaya

HAPAK Tunjuk Simon Rahanyaan Sebagai Kuasa Hukum

HAPAK menyerahkan SK Kuasa Hukum kepada Simon Rahanyaan

MIMIKA, BM

Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) menunjuk Simon Petrus Rahanyaan menjadi kuasa hukum untuk melakukan pendampingan hukum kepada organisasi tersebut. 

Penunjukkan sekaligus penyerahan SK Kuasa Hukum kepada Simon dilakukan di Sekretariat HAPAK, Jalan Yos Sodarso depan Gereja Katedral Timika, Kamis (26/6/2025) kemarin.

Ketua Hapak, Tenius Kum mengatakan keberadaan HAPAK saat ini sangat membutuhkan pendampingan hukum, karena banyak hal akan dilakukan dan jika tidak ada pendampingan hukum dikhawatirkan akan salah bertindak.

“Karena itu kami minta kuasa hukum untuk bisa mengarahkan dan mendampingi kami di sisi hukum supaya kami bertindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Tenius.

Tenius menuturkan melihat kondisi pemerintahan maupun pihak swasta yang jarang sekali mengakomodir pengusaha asli Papua untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan maka pendampingan dari kuasa hukum dirasa sangat perlu.

Padahal kata Tenius, ada lebih dari 1000 pengusaha Orang Asli Papua (OAP) yang terdaftar di BPBJ. 

“Ini menjadi masalah bagi kami. Kami tidak mampu untuk suarakan itu tanpa kuasa hukum yang punya keahlian disitu. Hari ini secara resmi HAPAK punya kuasa hukum,” ujarnya. 

Lanjutnya, HAPAK kedepan akan bertindak sesuai dengan Undang-undang yang berlaku baik Undang-undang Dasar 1945 maupun Undang-undang Otonomi Khusus (otsus).

“Kami tegas terhadap para oknum yang tidak menerapkan Undang-undang otsus, kalau ada penyimpangan proses hukum tetap berjalan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris HAPAK Maria Kotorok, mengakui bahwa pengurus mempunyai keterbatasan, sehingga perlu dan butuh pendampingan hukum untuk langkah-langkah yang akan dilakukan HAPAK kedepannya. 

“Kita akan sampaikan ke mitra kita baik pemerintah, Freeport maupun YPMAK dan pihak swasta lain bahwa setiap pengusaha asli disini harus mendapatkan porsi yang sama di daerah ini,” kata Maria.

Selanjutnya, Kuasa Hukum Simon Rahanyaan pada kesempatan itu mengapresiasi HAPAK yang telah memberikan kepercayaan tersebut kepadanya dan ini menjadi tanggungjawab besar baginya untuk mendampingi HAPAK dalam perjalanan kedepannya. 

“Kepercayaan ini akan dijaga dan tidak akan disia-siakan, terima kasih kepada HAPAK sudah memberikan kepercayaan kepada saya,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Sambut 1 Muharram 1447 H, PHBI Adakan Pawai Taaruf, 5000-an Peserta Ikut Meramaikan

Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz Joko Priyanto

MIMIKA, BM

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika, Papua Tengah akan mengadakan Pawai Taaruf dalam rangka menyambut 1 Muharram 1447 Hijriah tahun 2025.

Pawai Taaruf akan berlangsung pada, Sabtu 28 Juni 2025, bertempat di Lapangan Pasar Eks Swadaya dengan rute perjalanan dari Jalan Yos Sudarso - Pendidikan - Budi Utomo - Belibis - Yos Sudarso kemudian finish di Pasar Eks Swadaya.

Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz Joko Priyanto mengatakan sampai hari ini jumlah pendaftar hampir 5000 peserta.

“Pesertanya beragam mulai anak sekolah, paguyuban, masjid taklim dan juga ada 1 gereja yang nanti akan mengirim 50 orang, DKM, pokoknya dari semua kalangan,” kata Joko saat diwawancarai, Rabu (25/6/2025).

Joko menambahkan bahwa dalam merayakan 1 Muharram tahun ini, PHBI hanya mengadakan Pawai Taaruf, karena persiapannya yang sangat mendesak.

“Tapi mungkin yang menarik adalah pembagian door prize karena ada 1 unit motor, sepeda dan lainnya,” imbuhnya.

Lanjutnya, kegiatan tahun ini sepertinya lebih besar dari tahun lalu. Tentu ini menandakan bahwa masyarakat begitu antusias.

“Dengan kegiatan ini juga kita bisa silaturahmi dan memperkuat persaudaraan dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan saat Pilkada lalu,” ujarnya.

Tak lupa dirinya pun berpesan, umat Islam dan semuanya harus bersatu dan bersama-sama semuanya.

“Kepada masyarakat Muslim khususnya untuk menyambut 1 Muharram mari kita bersama-sama pertama iklaskan niat kita, bersihkan hati kita, kita berkumpul, kita bersatu, kita tunjukkan kekuatan kaum Muslimin, Insya Allah dengan kekuatan tersebut akan memberikan kemaslahatan kepada masyarakat Mimika,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Bupati Mimika Pantau Langsung Pemotongan Hewan Kurban

Bupati Mimika, Johannes Rettob saat memantau pemotongan hEvan kurban di Mesjid LDII

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johannes Rettob melakukan pemantauan pemotongan hewan kurban di Masjid LDII, Jumat (6/6/2025) di Jalan Hasanuddin.

Bupati John usai peninjauan memberikan apresiasi kepada pengurus dan panitia pemotongan hewan kurban sebab seluruhnya dilakukan dengan tertib, bersih dan steril.

"Saya sudah lihat pemotongan yang dilakukan di sini. Mereka mengurbankan 19 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Dari 19 ekor sapi dan 4 ekor kambing ini melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan semuanya oke,"kata Bupati John.

Ia memberikan apresiasi kepada LDII karena telah melakukan penyembelihan hewan kurban ini sesuai dengan kesejahteraan hewan. Artinya, pada saat hewan mau di sembelih itu hewan lain jangan atau tidak lihat.

"Jadi, semuanya sudah diatur dengan baik, mulai dari pemotongan sampai dengan akhir pembuangan juga pemisahan daging semua sudah dilakukan dengan baik,"ujarnya.

Katanya, ada beberapa evaluasi dari kunjungan tahun lalu dan di tahun ini sudah ada perubahan dan lebih baik sekarang dari tahun lalu yang dilakukan oleh LDII.

"Saya apresiasi kepada LDII yang sudah mengatur secara baik. Saya juga berharap semua masjid yang ada di Kabupaten Mimika juga memperhatikan hal ini. Kita menyembelih tapi juga harus ramah lingkungan dan jangan sampai juga penyembelihan hewan ini dibuat secara stress,"ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII La Ode Muhammad Norris Ashara mengatakan, pihaknya tahun 2025 ini berkurban sebanyak 19 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Hewan kurban di tahun ini meningkat dari yang tahun sebelumnya karena tahun sebelumnya itu bertepatan dengan anak sekolah.

"Itu sebenarnya diluar ekspektasi tapi Alhamdulillah bisa dilihat sendiri bahwa hewan kurban ini meningkat,"tutur La Ode.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Peternakan yang sudah mensupport LDII termasuk di tahun ini pihaknya mendapat plastik yang ramah lingkungan dan sudah berlogo.

"Ini mungkin akan menjadi masukan juga buat kami di LDII terkait dengan pengemasan yang ramah lingkungan kepada warga yang nanti akan di distribusikan,"ungkapnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Sabelina Fitriani mengatakan, Pemeriksaan post mortem ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menangani masalah kesehatan lainnya pada hewan kurban, memastikan bahwa daging yang dikonsumsi selama Idul Adha aman dan berkualitas.

Menurutnya, pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat bebas dari penyakit dan aman untuk dikonsumsi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan post mortem hewan kurban di sini dinyatakan sehat dan layak dikonsumsi,"tutupnya. (Shanty Sang)

Top