Kisah Lain TIFA 2025 : Giring Nidji Payungi Bupati Mimika, Bupati dan Wamenkebud Seka Bareng Warga

Penutupan TIFA 2025
MIMIKA, BM
Ada suasana berbeda yang ditunjukkan karena kedekatan dan persahabatan antara dua toko utama yang semalam hadir dan menutup rangkaian kegiatan Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2025 di halaman Graha Eme Neme Yauware, Sabtu (24/05/2025).
Mereka adalah Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob dan mantan vokalis band Nidji yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Wamenkebud) Giring Ganesha Djumaryo.
Persahabatan Bupati JR dan Giring Nidji ini mulai terlihat ketika keduanya hadir di Eme Neme Yauware dalam kondisi hujan namun Giring Nidji terlihat memayungi Bupati JR, layaknya perlakukan seorang seorang adek untuk kakanya.
Hal ini tentu saja tidak biasa karena pada umumnya para pejabat akan dipayungi oleh ajudan pribadi atau protokoler yang ditugaskan secara terpisah untuk melindungi mereka dari hujan.
Keduanya juga terlihat kompak dan serasi karena sama-sama menggenakan batik merah saat menghadiri acara tadi malam.
Dalam derai hujan, kedatangan kedua tokoh ini langsung disambut tarian khas Papua yang kemudian membuat warga yang hadir di Eme Neme bersukaria dan ikut menemani keduanya hingga tempat duduk.
Warga Timika semalam sangat antusias menyambut Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Wamenkebud) Giring Ganesha Djumaryo karena secara umum Giring telah dikenal luas oleh warga Timika sebagai mantan vokalis band kenamaan, Nidji.
Lagu Giring Nidji yang pernah tenar dan ngehits seperti lagu hapus aku, Laskar Pelangi, Sumpa dan Cinta Matiku, Rahasia Hati dan masih banyak lainnya sampai kini masih terniang dan diketahui oleh masyarakat Mimika.

Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wamenkebud Giring Ganesha Djumaryo saat melakukan seka bersama masyarakat
Tidak hanya itu, saat Bupati JR dan Giring Nidji usai memberikan sambutan dan menutup rangkaian acara TIFA 2025 dalam kondisi hujan, keduanya bahkan turun dan memimpin langsung acara seka bersama masyarakat yang hadir.
Setelahnya, keduanya secara langsung mendatangi beberapa stand UKM untuk membeli berbagai aksesoris Papua seperti noken dan pernah-pernik lainnya serta melihat beragam kuliner lainnya yang dipamerkan.
Sosok Giring yang terlihat sangat low profile ini membuat sebagian warga Timika tidak malu dan segan untuk meminta foto bersamanya.
Giring secara personal, terlihat selalu ramah dengan senyum khasnya tidak terlihat menolak ajakan warga untuk berfoto dengannya.
Tidak hanya Bupati JR dan Giring Nidji, suasana kebersamaan dan kedekatan juga ditunjukkan isteri keduanya yakni Ibu Susi Herawaty Rettob dan Chintya Riza.
Dalam berbagai kesempatan, keduanya juga terlihat terus berkomunikasi dengan tawa dan senyuman dan bahkan keduanya juga turut menemani suami mereka saat melakukan seka di bawa guyuran hujan.

Tarian Penutupan TIFA 2025
Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob juga memilih mengucapkan selamat datang kepada Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Wamenkebud) Giring Ganesha Djumaryo dengan sebutan Giring Nidji.
“Saya berharap dukungan yang lebih besar dari pak Wamenkebud dan Kementerian Pariwisata kepada kami agar kami bisa membuat Mimika menjadi tempat tujuan wisata dengan budaya-budaya yang kami miliki,” harapnya.
Kepada Wamenkebud, Bupati Jr mengatakan bahwa ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan Timika Inside Festival of Art (TIFA) di Mimika. TIFA 2025 ini juga berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan TP-PKK Mimika.
JR mengatakan, pegelaran TIFA dimotori oleh anak-anak muda Mimika yang luar biasa dengan inovasi dan kreativitas untuk memperkenalkan budaya mereka secara nasional dan sebagai ajang untuk promosi daerah.
Disampaikan, event ini (TIFA 2025) tidak hanya diikuti oleh warga Mimika namun juga oleh beberapa daerah lainnya seperti Jayapura, Biak, Nabire dan Deiayi serta perwakilan kelompok kebudayaan lainnya yang ada di Papua.

Ketua Deskranasda Mimika, Ibu Susi Herawaty Rettob bersama Ibu Wamenkebud Chintya Riza dan Ibu Bupati Deiyai
“Ini event budaya yang juga dipersatukan dengan berbagai aktifitas dan inovasi UMKM di Mimika dengan menampikan beragam karya lokal untuk diperkenalkan kepada Indoensia dan diharapkan kedepan juga dapat dipromosikan secara internasional,” jelasnya.
Bupati Johannes Rettob pada kesempatan ini juga mengatakan bahwa TIFA belum didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual daerah sehingga kedepan pemerintah daerah akan mendaftarnya di Kemenhum.
“Belum didaftarkan namun kami akan membuat dan melaporkan ini ke Kementerian Hukum Indonesia untuk tercatat sebagai hak kekayaan intelektual Kabupaten Mimika, asli dari sini dan tidak akan ditiru oleh daerah lain. Dan event ini tidak hanya menjadi spirit lokal namun menjadi gong nasional dan internasional,” ungkapnya.
Di akhir sambutan, Bupati JR mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Mimika, memberikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas pengakuan yang diberikan secara khusus kepada TIFA sebagai salah satu event promosi kebudayaan daerah secara nasional.
JR juga secara khusus memberikan apresiasi dan dukungan kepada anak-anak muda yang telah berkontribusi membangun dan memperkenalkan kebudayaan daerah Mimika kepada masyarakat secara luas lewat pegelaran ini.
“Saya berharap kedepan kalian terus melakukan inovasi-inovasi, membuat even ini menjadi lebih besar agar semakin lebih dikenal dan dihadiri oleh banyak orang dan pemerintah daerah akan selalu mendukungnya,” ujarnya.
Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Wamenkebud) Giring Ganesha Djumaryo mengawali sambutannya dengan bercerita sebuah kisah yang menurutnya lucu dan menarik untuk diceritakan.
Ia mengatakan, Bupati Mimika Johannes Rettob yang adalah sahabatnya ini memiliki kekhususan yang sudah dikenal yakni berambut putih. Ia bahkan pernah mengetahui ada cerita dibalik kedekatan keduanya.

Bupati Mimika Johannes Rettob saat menerima piagam KEN dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
“Sahabat saya ini rambutnya putih namun pernah menyemir rambutnya menjadi hitam sampai tidak dikenali lagi oleh isterinya. Jadi saya langsung bilang, ibu bupati hati-hati. Jangan sampai sebelum ke Jakarta bapak (JR-red) semir rambut dulu, nanti tidak ketahuan kemana perginya,” ungkapnya yang langsung disambut tawa dan tepukan warga yang hadir.
Di panggung TIFA 2025 ini, Wamenkebud Giring Ganesha Djumaryo juga mengatakan bahwa ia telah menggunakan salah satu sepatu terbaiknya untuk bersiap bersama warga Timika melakukan seka usai kegiatan.
“Ini mimpi saya. Setiap kali ke tanah Papua, yang selalu saya idam-idamkan adalah menari bersama warga. Tadi saya tanya bupati, kalau yospan biasa berapa lama? Bupati bilang disini tidak ada yospan tapi seka. Habis ini saya mau seka bersama masyarakat Mimika dibawah hujan,” ungkapnya.
Tentang TIFA, Giring Ganesha menitipkan dan mengingatkan bahwa Festival Tifa adalah bayi yang harus dijaga dan dirawat untuk berkembang.
“Saya bilang ini bukan penutup tapi pidato berkesinambungan. Muda-Mudahan tahun depan kalau bukan Menteri Fadil Zon yang kesini, pasti saya lagi yang kesini. Saya sudah mendengar dan melihat komitmen bupati Mimika untuk membuat TIFA ini lebih besar lagi,”
Secara khusus kepada Bro Alfo (pendiri TIFA) dan anak-anak muda Timika, Wamenkebud Giring Ganesha Djumaryo berpesan agar event ini dibuat secara inklusif, jangan eksklusif.
“Pasti nanti ada ekspresi budaya baru dari Mimika. Harus dirangkul karena mereka butuh tempat dan wadah untuk memamerkan kebudayaan mereka yang baru jadi jangan pernah ditutup, jangan pernah eksklusif karena kebudayaan akan terus memperbarui dirinya sendiri,” pesannya.
Giring juga mengingatkan bahwa TIFA telah diakui dan diakomodir sebagai bagian dari Kharisma Even Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata Indonesia.
“Muda-mudahan event ini menjadi semakin besar dan menjadi event internasional. Saya juga sangat bahagia karena bupati Mimika sangat mengerti tentang kemajuan kebudayaan. Saya akan mendoakan kalian semua agar selalu dilindungi Tuhan yang maha kuasa,” ujarnya mengakhiri sambutannya.
Pada akhir momen ini, Pemerintah Daerah Mimika melalui Bupati Johannes Rettob juga menerima piagam penghargaan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif karena TIFA telah masuk dalam Program Karisma Event Nusantara (KEN) yang merupakan program unggulan Kemenparektaf. (Ronald Renwarin)




Kapolres Mimika saat menaburkan bunga di Pelabuhan Satpolairud Polres Mimika di Poumako. 