Ekonomi dan Pembangunan

Ini Alasan SPBU di Timika Antreannya Panjang


Terlihat kendaraan mengantri hingga di luar SPBU

MIMIKA, BM

Beberapa hari ini antrean panjang kendaraan terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Timika. Warga rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM tersebut.

Kondisi tersebut dikarenakan adanya keterlambatan kapal tangker pengangkut BBM masuk di Poumako atau Jobber Pertamina.

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala mengatakan, bahwa untuk stok ini memang sementara masih dalam pembagian disetiap SPBU, sehingga adanya antrean.

"Keterlambatan kapal pengangkut BBM yang masuk di Timika ini dikarenakan cuaca yang buruk,” kata Junaedi.

Oleh sebab itu, kata Junaedi mengingat stok di jober yang mulai berkurang sehingga penyaluran dari Jobber ke setiap SPBU dibatasi dan jadwalkan sekitar 50 persen dari penjualan normal harian.

"Namun, kami pastikan dalam waktu dekat ini kapal tanker BBM akan masuk dan langsung dilakukan pembongkaran sehingga penyaluran BBM ke SPBU bisa membali normal,"ujarnya.

Ia himbau kepada masyarakat Mimika, untuk tidak panik atas ketersediaan BBM, dan masyarakat diminta untuk membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Kami harap masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, terkhusus BBM Subsidi pembelian tetap mematuhi arahan pemerintah khususnya dari pemerintah Kabupaten Mimika,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Dinas Ketahanan Pangan Kembali Gelar Pasar Murah Dalam Rangka HUT Mimika

Suasana berlangsungnya pasar murah

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke-29, Dinas Ketahanan Pangan, bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang berlangsung di Lapangan Pasar Lama, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga serta menurunkan inflasi di Mimika.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yulius Koga mengatakan, GPM dilakukan atas permintaan panitia perayaan HUT Kabupaten Mimika. Selain itu, juga untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

Berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan gula pasir dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar

“Kita kolaborasi dengan teman-teman dari Disperindag dan Perikanan agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Itu tujuannya,” kata Yulius.

Katanya, pihaknya pada Kamis depan akan melaksanakan GPM sebagaimana yang sudah terjadwal. Karena, kegiatan yang hari ini dilakukan tidak masuk dalam jadwal.

“Hari ini tidak masuk dalam jadwal, sama halnya juga pada saat hari raya, kalau kami punya jadwal GPM masih lagi empat kali lagi di tahun ini,” ujarnya.

Dikatakan, bahwa dengan kegiatan ini ternyata dapat terbukti kalau beras masih menjadi kebutuhan tinggi, karena memang inflasi tertinggi di beras.

"Jadi sampai dengan saat ini harga beras masih belum turun, masih di harga Rp19.000 sampai Rp20.000 sekilo,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Antrian Panjang, Harga BBM Melambung : Pertamina Pastikan Senin Situasi Kembali Normal


Hingga malam ini, Minggu (5/10/2025) sebagian warga masih mengantri BBM di POM Mini

MIMIKA, BM

Selama beberapa hari terakhir, kebutuhan bahan bakar kendaraan di Kota Timika terasa seperti tersendat-sendat.

Bagaimana tidak, hampir di setiap SPBU terjadi antrian panjang. Selain itu terkadang tidak semua SPBU juga dibuka.

Sudah jelas antrian panjang ikut menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan tempat beradanya SPBU.

Penjual minyak eceran di pinggir jalan juga terlihat kosong. Hampir tidak ada lagi yang menjual minyak. Kalaupun ada, terbaru, Pertalite yang biasanya sebotol Rp20 ribu, kini dijual hingga Rp.45 ribu.

Ada sebagian warga juga yang kemudian ikut mengantri di POM Mini yang tersebar di beberapa jalanan Kota Timika.

Pada Intihnya, bahan bakar mungkin ada namun untuk memperolehnya, warga harus rela antri berjam-jam baik di SPBU maupun POM Mini dan harus diketahui walau lama mengantre tidak semua bisa mendapatkan bahan bakar.

Menyikapi keadaan ini, BeritaMimika menerima rilis dari Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Dalam rilis disebutkan, Pertamina akan segera melakukan normalisasi penyaluran di Timika.

“Terkait adanya antrian di sejumlah SPBU di Timika, per hari Minggu 5 Oktober 2025, Pertamina Patra Niaga Regional Maluku memastikan stok masih aman diseluruh SPBU,” demikian disampaikan Area Manager Communication Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas melalui rilis yang diterima

Abbas menjelaskan, untuk produk Pertalite total masih tersedia sekitar 36 Kilo Liter (KL) yang disalurkan melalui 5 SPBU.

“Apabila masih terdapat antrian, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memohon maaf atas ketidaknyamanannya,” ujarnya.

Guna memperkuat stok di SPBU, lanjut Abbas, pada hari Minggu (5/10/2025) telah tiba kapal dengan kargo Pertalite ke Fuel Terminal Timika.

“Distribusi kargo Pertalite ke SPBU akan dilakukan pada hari Senin (6/10). Untuk kelancaran distribusi ke SPBU, kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Area Manager Communication Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas juga berpesan, jika membutuhkan informasi lebih lanjut atau menginformasikan adanya antrian, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (Ronald R)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top