Ekonomi dan Pembangunan

Pelantikan Pengurus Kadin Papua Tengah Dihadiri Anindya Bakrie

Bendahara Panitia Pelantikan KADIN PPT, Simon Gobay (Kiri) dan Ketua KADIN Mimika, Bram Raweyai (Kanan)

MIMIKA, BM

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah akan segera diresmikan melalui pelantikan pengurus provinsi dan delapan kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2025 nanti.

Panitia Pelaksana memastikan bahwa persiapan pelantikan pengurus KADIN Provinsi Papua Tengah sudah mencapai 90 persen.

Ketua Panitia, Ronald Manoach melalui Bendahara, Simon Gobay didampingi Ketua KADIN Mimika, Bram Raweyai mengaku bahwa acara pelantikan tersebut akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie bersama rombongan serta Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa hingga Bupati Mimika, Johannes Rettob.

"Sampai sore ini beberapa persiapan sudah capai 100 persen seperti MBG di Jalan Busiri, tenda-tenda UMKM di SP 5 juga sudah terpasang yang mana progresnya mencapai 70-80 persen," kata Simon saat diwawancarai di Hotel Cenderawasih 66, Kamis (16/10/2025) malam.

Simon mengatakan, acara pelantikan ini harusnya dilakukan lebih awal namun kemudian dipastikan menjadi 18 Oktober 2025. Meski demikian, persiapan sudah maksimal dan hal-hal yang kurang akan segera dilengkapi jelang hari pelaksanaannya.

Ia juga memastikan, Ketua KADIN Indonesia akan hadir beserta rombongan Gubernur Provinsi Papua Tengah dan juga seluruh Ketua KADIN dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

"Ini adalah momen yang baru untuk Papua Tengah," ujarnya.

Menurutnya, KADIN adalah suatu organisasi yang membawahi HIPMI dan Gapensi sehingga diharapkan masyarakat dapat mendukung.

"Jadi mari kita sukseskan acara ini," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Mimika, Bram Raweyai mengapresiasi semangat panitia dan memberikan apresiasi karena Mimika dipercaya sebagai tuan rumah.

"Kita bangga sebab Ketua Umum KADIN dari Jakarta, gubernur Papua Tengah hingga bupati Mimika akan hadir dalam pelantikan ini. Harapan saya kedepan KADIN yang sudah terbentuk bisa menjadi mitra dengan pemerintah terutama di provinsi," pungkasnya. (Shanty Sang)

KADIN Papua Tengah Minta PTFI Lebih Terbuka dengan Pihak Terkait

Pengurus Kadin Papua Tengah yang juga Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Nancy Raweyai (Kiri), Wakil Ketua Investasi Kadin Papua Tengah, Anis Labene (Tengah) dan Kadin Mimika, Bram Raweyai (Kanan)

MIMIKA, BM

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) lebih terbuka dengan pihak terkait agar mencerminkan dorongan kuat dari pemangku kepentingan lokal untuk meningkatkan transparansi dan kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam di Mimika dan Papua Tengah.

Hal ini diungkapkan, setelah pelantikan KADIN Provinsi Papua Tengah yang dilakukan di Kabupaten Mimika, namun tidak adanya dukungan dan kontribusi yang diberikan oleh PTFI.

Wakil Ketua Investasi KADIN Papua Tengah, Anis Labene menegaskan, ia sangat kecewa dengan keberadaan PTFI di Papua namun tidak memberikan kontribusi dan dukungan kepada KADIN Papua Tengah.

Bahkan hal ini menjadi perhatian khusus bagi Anis yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR Provinsi Papua Tengah.

“PTFI ini ada di Papua Tengah tapi dukungan kecil untuk Kadin saja tidak diberikan, bagaimana dukungan kepada lainnya. Kalau diawal saja tidak ada kontribusi untuk Kadin kedepannya bagaimana?” ujarnya.

Ia yang juga sebagai Ketua Fraksi Nasdem DPR Provinsi Papua Tengah, berharap dengan kekecewaan ini, PTFI dapat lebih membuka diri, lebih transparan dan terbuka kepada semua pihak.

Sama halnya dengan jumlah data kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan PTFI harus terbuka, karena anak-anak Papua saat ini sudah sangat kompeten dalam pendidikan.

“KADIN Papua Tengah ini konsen pada tenaga kerja, tapi kalau PTFI tidak terbuka bagaimana kita mau menyerap tenaga kerja di Papua Tengah. Karena kita juga tidak tau data yang ada di PTFI, karena memang PTFI tidak terbuka,” jelasnya.

Pengurus KADIN Papua Tengah yang juga Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Nancy Raweyai, juga menyoroti keterlibatan PTFI di Papua Tengah. Dimana ia menyoroti keberadaan vendor PTFI yang menyediakan jasa bahkan tenaga kerja dari luar kota.

“Kalau vendornya dari luar kota buat apa, seharusnya PTFI dapat membuka diri di Papua, sehingga vendor-vendornya dapat berasal dari Papua, dan juga dapat menyerap tenaga kerja dari Mimika, Papua Tengah,” tegasnya.

Begitu pula dengan Ketua Kadin Mimika, Bram Raweyai menyampaikan, kekecewaannya kepada PTFI, karena tidak adanya kontribusi PTFI dalam pelantikan Kadin Provinsi Papua Tengah. Kekecewaan bahkan lebih dirasakan karena Toni Wenas yang sebagai pimpinan PTFI juga termasuk dalam pengurus Kadin Pusat.

“Sebelumnya kami sudah lakukan komunikasi dengan staf PTFI, namun memang sama sekali tidak ada respon untuk mendukung kegiatan Kadin yang dihadiri Ketua Umum Pusat. Hal ini sangat membuat kecewa panitia bahkan Kadin Papua Tengah dan Mimika,” ucapnya.

Bahkan ia menilai PTFI sangat sulit untuk diajak berkomunikasi, dimana sampai saat ini Kadin Mimika tidak pernah menerima data jumlah vendor yang bekerjasama dengan PTFI.

“Dari dulu kita mau ajak komunikasi, tapi PTFI sangat tertutup, seharusnya PTFI dapat terbuka dengan KADIN Mimika, sehingga Kadin Mimika memiliki data vendor apa saja yang dibutuhkan dan Kadin dapat mendorong dengan vendor yang ada di Mimika ataupun Papua Tengah,” pungkasnya. (Shanty Sang)

TP PKK Mimika Latih 6 Distrik Membuat Kue Dari Petatas Ungu dan Sagu Tepat di Hari Pangan Sedunia

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob membuka kegiatan pelatihan didampingi Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong dan opd-opd serta narasumber

MIMIKA, BM

Bertepatan di Hari Pangan Sedunia yang ke-80, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja 3 menggelar Pelatihan Pembuatan Kue Berbahan Dasar Pangan Lokal yang dilaksanakan di Hotel Serayu Kamis (16/10/2025).

Bahan pangan lokal yang digunakan yakni petatas ungu dan sagu. Kedua bahan yang merupakan kearifan lokal ini diubah menjadi kue talam dan kue putri mandi ubi ungu dan ada juga kue kering sagu.

Adapun peserta pelatihan ini diikuti oleh TP PKK dari enam distrik yang ada di Mimika yakni distrik Wania, Mimika Baru, Iwaka, Kuala Kencana, Mimika Timur dan Kwamki Narama. Tak lupa, TP PKK Mimika juga turut mengambil peran.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob didampingi Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob mengajak para peserta untuk menggunakan bahan pangan lokal yang ada di Mimika.

“Hari ini tepat sekali kita membuat pelatihan dari bahan lokal. Pelatihan membuat kue berpangan lokal adalah program yang fokus menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita,” tuturnya.

Lanjutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya makanan lokal, menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan kemampuan praktis dalam membuat kue dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti petatas, keladi atau sagu.

Bahkan, dapat membuka peluang usaha keluarga, menambah ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

“Setelah ikut pelatihan, pulang harus melatih ibu-ibu yang lain. Paling tidak untuk keluarga siapa tahu bisa dititip (kue-red) di warung atau kios. Kalau kita mau usaha dimulai dari skala kecil. Semoga bisa sepulang dari sini,” ucapnya.

Penyerahan bantuan dari TP PKK Mimika untuk enam distrik

Adapun tema Hari Pangan Sedunia yang diusung adalah "Bergandengan Tangan Untuk Pangan Yang Lebih Baik dan Masa Depan Yang Lebih Baik".

Tema ini menurutnya cocok dengan tujuan pelatihan membuat kue dari pangan lokal karena baik, sehat dan bermutu.

“Diharapkan ibu-ibu di rumah lebih sering memberikan makanan berbahan dasar lokal agar makanan lebih bervariasi dan menarik sehingga anak-anak yang tadi tidak suka menjadi suka,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pokja III Ny. Tuty Kaliky mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal terutama bahan pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, pisang dan hasil pertanian lainnya.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan lokal menjadi makanan yang sehat, lezat dan bernilai jual,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah bahan pangan lokal, mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan lokal impor, mendorong jiwa pelestarian makanan tradisional yang berbasis lokal dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang kuliner lokal.

“Saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta, tidak hanya sebagai pengetahuan tetapi sebagai keterampilan yang dapat dikembangkan untuk usaha mandiri maupun kelompok. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal yang baik dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal,” harapnya.

Ny. Kaliky mengucapkan terimakasih kepada bapa Bupati dan Wakil Bupati sebagai dewan penyantun yang mendukung kegiatan TP PKK Kabupaten Mimika.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penyerahan bantuan berupa kompor, oven, mixer, peralatan cetak kue, panci dan alat masak lainnya untuk peserta enam distrik yang hadir.

Penyerahan bantuan diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob dan Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong. (Elfrida Sijabat)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top