Ekonomi dan Pembangunan

Kelurahan Inauga Kini Miliki Kios Sampah : Sampah di Timika Tembus 100 Ton Perhari

 

Foto bersama usai Launching

MIMIKA, BM

Kelurahan Inauga, Distrik Wania kini secara resmi telah memiliki Kios Sampah yang telah dilaunching hari ini, Jumat (21/10) oleh Asisten 1 Pemda Mimika, Ananias Faot.

Jeffry Deda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengatakan Launching Bank Sampah Unit ‘Kios Sampah Inauga’ Kelurahan Inauga Distrik Wania ini sebagai sebuah bentuk perubahan perilaku dan sistem dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya, dahulu sampah di Mimika hanya dikumpul, angkut dan dibuang. Namun kini sistemnya berubah yakni dipilah dari sumber, dikumpul, dibawa dan ditabung agar menjadi bermanfaat bagi kehidupan.

“Tantangan sampah semakin hari semakin nyata di Mimika dimana saat Ini produksi sampah telah mencapai 100 ton perhari. Lahan kita di TPA juga semakin terbatas dari 11 hektar kini tinggal 4 hektar,” ujarnya.

“Untuk itu DLH mendorong sistem baru dimana sampah kita pilah dari sumber, kumpaul dan bawa je banks sampah, tukar dengan sembako,” lanjutnya.

Deda mengatakan, tahun ini pemerintah menargetkan 22 kios sampah aktif di seluruh kelurahan/kampung dengan lebih dari 2.200 nasabah terlibat secara langsung.

“Proses ini akhirnya akan berhasil jika mulai dengan strategi baru. Kios sampah adalah model sederhana namun berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan layanan kios sampah ini juga akan dilakukan secara konsisten, transparan, dan setiap transaksi, datanya akan tercatat dengan rapih.

“Agar kios sampah ini berkelanjutan maka kami terapkan mekanisme yang sehat dan transparan.
Perubahan itu tidak hanya tentang regulasi namun bagaimana bergerak bersama. Kita ajak warga memulainya dari rumah, walau kecil tapi konsisten. Kita juga akan terus lakukan sosialisasi tentang hal ini,” ungkapnya

Sementara itu dalam sambutannya, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ananias Faot mengatakan pengelolaan sampah bukan lagi urusan kecil namun urusan semua orang.

Ia mengatakan volume sampah harian terus meningkat, lahan semakin terbatas, dan pemerintah pusat melalui kementerian lingkungan hidup dan kehutanan mulai memberikan perhatian khusus terhadap kondisi TPA di Iwaka.

“Ini merupakan program nasional yang ditindaklanjuti oleh pemerintah darah,” ujarnya.

Menurutnya pemerintah daerah saat ini sedang melakukan penataan dan itu membutuhkan kerja serius di semua area termasuk perubahan perilaku masyarakat di rumah sendiri dan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Karena itu pemerintah daerah kabupaten Mimika mendorong transformasi melalui konsep 'Papa Berseri' yaitu Pilah, Angkut, Pengolahan, Proses akhir.

“Ini merupakan sistem baru, cara kerja baru dan kebiasan baru dan merupakan salah satu langka kongkret yang kita mulai hari ini adalah launching Bank Sampah Unit - Kios Sampah Inauga,” katanya.

Menurutnya, program ini bukan hanya sekedar tempat menabung sampah namun ini adalah model ekonomi sirkular yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

Dijelaskan, sampah yang dipilih, ditimbang, dicatat melalui apliaksi digital, dikonversi menjadi poin dan poinnya langsung dapat ditukar dengan sembako.

“Ini adalah program nyata yang dapat membantu warga mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan memperbaiki kualitas lingkungan kita,” jelasnya.

“Saya memberikan apresiasi kepada kelurahan Inauga yang menjadi contoh. Saya berharap apa yang dilakukan hari ini dapat menjadi contoh bagi kelurahan dan kampung lainnya,” lanjutnya.

Walau demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan kedepan adalah bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat. Ini menjadi tugas utama Dinas Lingkungan Hidup dan semua pihak yang terkait.

“Kios sampah bisa menambah tenaga kerja di kelurahan dan kampung yang bisa menjadikan sebagai nilai tambah peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi semua kembali juga ke masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya sejauh ini pemerintah daerah terus melakukan perubahan dengan menghadirkan berbagai inovasi untuk memudahkan masyarakat salah satunya melalui bank dan kios sampah.

“Ini baru mulai namun kita percaya dengan niat dan etikad yang baik, lambat laun masyarakat akan sadar sehingga pada akhirnya mereka juga akan mendapatkan manfaat dari program
pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ia kemudian mengingatkan juga bahwa perubahan tidak terjadi kalau hanya duduk dan menunggu. Perubahan terbaik terjadi jika semua bergerak bersama.

“Mimika akan lebih bersih kalau semua ikut terlibat dalam kebersihan lingkungan sekitar kita. Dan kita ingin Mimika lebih dikenal bukan hanya sebagai kota industri atau kota tambang tetapi sebagai kota yang bersih, tertib, rindang, aman dan modern,” pungkasnya. (Ronald Renwarin)

Pokja II TP PKK Mimika Gali Kesuksesan Putri Art di Surabaya

Pokja II nampak serius mengikuti kegiatan

SURABAYA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja II melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke Putri Art, Kota Surabaya, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini secara khusus fokus pada peningkatan kualitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan penguatan kemampuan ekonomi kreatif, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian finansial keluarga di Mimika.

Dari studi tiru ini diharapkan pokja II dapat menggali pengalaman sukses usaha ekonomi produktif, ekonomi kreatif, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dapat direplikasi untuk mengembangkan potensi kewirausahaan bagi ibu-ibu PKK.

Pemilik Putri Art, Sahmi Yeti menjelaskan bahwa usahanya telah berjalan selama lebih dari satu dekade, yang dimulai sejak tahun 2009-2010.

Usahanya berfokus pada pembuatan bunga dan kerajinan tangan dari bahan alam, dengan memanfaatkan limbah seperti kulit jagung sebagai bahan baku utama.

Keberhasilan Putri Art tak hanya di pasar domestik, melainkan telah merambah ke pasar ekspor ke Amerika dan Eropa.

Ibu Sahmi membagikan tips motivasi bahwa omset ekspor bisa mencapai Rp 75 juta hingga Rp 100 juta untuk sekali pengiriman, yang dikerjakan dalam waktu 2-3 bulan karena sifatnya yang 100% handmade. Sementara omset harian rata-rata bisa mencapai Rp 50 juta.

Selain menjual produk, ia juga aktif sebagai instruktur pelatihan keterampilan untuk berbagai komunitas, pemberdayaan perempuan, PKK, hingga sekolah-sekolah di berbagai pulau, menunjukkan peran aktif dalam memajukan ekonomi masyarakat.

Studi tiru ini menjadi bekal berharga bagi TP PKK Mimika untuk menerapkan praktek terbaik dalam melatih keterampilan usaha ekonomi produktif dan kreatif, serta memajukan UP2K sebagai pilar utama peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga di Mimika. (Red)

Tunggakan BPJS Mandiri Masyarakat Mimika Capai Rp1,1 Miliar

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo

MIMIKA, BM

Tunggakan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri di Kabupaten Mimika mencapai Rp1,1 miliar. Jumlah masyarakat yang menunggak sebanyak 7.117 orang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo mengatakan, penyebab terjadinya tunggakan sangat beragam. Saat ini jajarannya sudah meluncurkan inovasi bernama REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) guna memberikan kesempatan kepada peserta mandiri segera melunasi tunggakan mereka.

"Melalui program yang dinamakan REHAB ini maka bagi masyarakat yang memiliki tunggakan iuran JKN agar disilakan mengakses program ini untuk meringankan dalam proses pembayaran,"kata Hernawan.

Selain program REHAB, kata Hernawan, dapat juga melaporkan ke pemerintah daerah melalui Dinas Sosial untuk minta didaftarkan sebagai penerima bantuan iuran baik pusat maupun yang dibiayai oleh Pemda sendiri.

Dijelaskannya, bahwa sudah berbagai upaya telah dilakukan untuk mengajak peserta membayar iuran dengan menelepon ke peserta yang menunggak. Serta memberikan informasi mengenai program cicilan bagi peserta yang menunggak cicilannya.

"Tunggakan iuran yang ditagih oleh BPJS Kesehatan itu maksimal 2 tahun. Untuk itu, kami mengimbau, peserta yang menunggak iurannya diharapkan segera melunasinya. Kalau misalnya dirasa cukup berat bisa mendaftar program REHAB dengan datang ke Kantor BPJS Kesehatan atau melalui BPJS Kesehatan Care Center 165," ungkapnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top