Ekonomi dan Pembangunan

Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat ‘Senyum Pelanggan, Senyumku Juga’ di Timur Indonesia

Pertamina saat menyerahkan bingkisan kepada pelanggan

MIMIKA, BM

Hari Pelanggan Nasional setiap tahunnya menjadi salah satu cara Pertamina Patra Niaga menyapa langsung konsumennya.

Di tahun 2026, dengan semangat ‘Senyum Pelanggan, Senyumku Juga’, Pertamina Patra Niaga Papua Maluku menyapa dan berkomunikasi langsung, memberi apresiasi bagi pelanggan setianya yang tersebar di Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Serentak pada tanggal 4 September, aktivitas sapa pelanggan dan interaksi langsung dengan pelanggan dilakukan di 12 kota atau kabupaten diantaranya di Ternate, Halmahera Utara, Ambon, Buru, Sorong, Manokwari, Nabire, Timika, Merauke, Jayawijaya, Biak, dan Jayapura. Sapa pelanggan dan interaksi dilakukan kepada pelanggan di SPBU serta pengguna setia Bright Gas, khususnya restoran dan rumah makan.

“Kami menyapa pelanggan dan ikut membantu proses pengisian BBM. Kami juga berinteraksi, meminta masukan atas layanan Pertamina sekaligus memberikan berbagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, mitra ojol, dan pekerja SPBU atau mitra pengelola hotel, restoran, dan kafe pengguna Bright Gas yang berprestasi,” jelas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas.

Ispiani mengatakan, Hari Pelanggan Nasional diharapkan menjadi momentum agar pelanggan bisa merasa lebih dekat dengan Pertamina

“Sesuai dengan semangat Hari Pelanggan Nasional tahun ini ‘Senyum Pelanggan, Senyumku Juga’, kami ingin memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendengarkan pengalaman pelanggan atas layanan yang Pertamina berikan. Segala masukan menjadi evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Ispiani.

Bagi Pertamina Patra Niaga, layanan kepada pelanggan merupakan prioritas utama yang harus selalu dijaga dan terus ditingkatkan. Karena itu, selain aktivitas sapa dan apresiasi pelanggan, Pertamina Patra Niaga memberikan berbagai promo spesial, sebagai rangkaian Hari Pelanggan Nasional 2026 yang bisa dicek melalui aplikasi MyPertamina.

“Mewakili Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang terus setia menggunakan produk-produk Pertamina. Selamat merayakan Hari Pelanggan Nasional, suara dan senyum pelanggan merupakan hal yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Salah satu senyum pelanggan yang turut merasakan momentum Hari Pelanggan Nasional tersebut adalah Aldo, pengemudi ojek online di Kota Ambon pengguna setia Pertamax. Menurutnya, kualitas produk dan kemudahan layanan menjadi hal yang penting dalam menunjang aktivitasnya sehari-hari sebagai pengemudi ojek online.

“Sebagai pengemudi ojol, saya cukup sering menggunakan kendaraan untuk bekerja setiap hari. Selama menggunakan Pertamax, saya merasa performa motor tetap nyaman dan konsumsi BBM juga cukup efisien. Pelayanannya juga menurut saya semakin baik,” tukas Aldo.

“Terima kasih Pertamina sudah terus memberikan perhatian kepada pelanggan. Semoga ke depannya pelayanan Pertamina semakin baik dan terus memberikan manfaat bagi kami masyarakat,” harapnya. (Shanty Sang)

PTFI Gelar Sosialisasi Kompetisi Jurnalis Media MIND 2026 di Timika

Suasana berlangsungnya sosialisasi

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar Sosialisasi Kompetisi Jurnalis Media Mining Industry Indonesia (MediaMIND) 2026.

Kegiatan yang sudah tahun kelima digelar ini berlangsung di Hotel Horison Diana, Kamis (3/9/2026).

Diketahui, sosialisasi di Timika sebagai kota keempat setelah Makassar, Palembang, dan Medan. Agenda ini akan berlanjut ke Bogor, Pangkal Pinang, dan ditutup di Jakarta sebagai puncak kegiatan.

Department Head Corporate Communications MIND ID, Pratiwa Dyatmika menyampaikan, dalam sosialisasi ini peserta tidak hanya diperkenalkan pada kompetisi jurnalistik, tetapi juga diajak memahami peran MIND ID sebagai holding industri pertambangan nasional.

“MIND ID menaungi sejumlah perusahaan strategis, yakni Antam, Bukit Asam, Freeport Indonesia, Inalum, Timah, dan PT Vale Indonesia,” kata Pratiwa.

Pratiwa mengatakan, bahwa lima tahun lalu industri pertambangan Indonesia sempat mengalami fase stagnasi akibat ketergantungan pada ekspor mineral mentah yang nilainya sangat dipengaruhi fluktuasi harga global. Pemerintah kemudian mendorong lahirnya babak baru melalui hilirisasi, integrasi, dan penguatan kepemilikan cadangan mineral.

“MIND ID hadir untuk memastikan komoditas mineral dan batubara tidak lagi hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi. Mandat kami jelas, kepemilikan cadangan, hilirisasi, dan menjadi pemimpin pasar,” ujarnya.

Ia mengemukakan, dengan strategi ini, diharapkan industri pertambangan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maju dengan sektor unggulan yang terintegrasi. (Shanty Sang)

Mimika Raih Penghargaan Best Local Branding di Apkasi Otonomi Expo 2026

Foto istimewa : Dekranasda Mimika saat menunjukkan penghargaan Best Local Branding Category 

TANGERANG, BM

Kabupaten Mimika meraih penghargaan Best Local Branding Category dalam ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, 27–29 Agustus 2026.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mempromosikan potensi dan produk unggulan lokal ke pasar yang lebih luas.

Selain Mimika, penghargaan dalam kategori yang sama juga diraih Kabupaten Banggai dan Kabupaten Bandung. Sementara juara umum diraih Kabupaten Lahat, diumumkan dalam acara penutupan AOE 2026 pada Sabtu (29/8/2026).

Kategori Best Local Branding merupakan salah satu penghargaan yang diberikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) kepada pemerintah kabupaten yang dinilai berhasil secara kreatif dan inovatif dalam membangun citra serta mempromosikan potensi unggulan daerah.

Mimika dinilai mampu mengemas identitas dan kekayaan lokal sebagai bagian dari strategi promosi daerah, baik untuk memperluas pasar produk unggulan maupun meningkatkan daya tarik investasi dan kerja sama.

Dalam AOE 2026, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mimika membawa berbagai produk unggulan UMKM, seperti batik Papua khas Suku Kamoro, produk ecoprint, hingga berbagai olahan minyak yang diekstrak dari tanaman endemik Papua.

Partisipasi Mimika dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada pasar yang lebih luas. Selain promosi produk, ajang itu juga dimanfaatkan untuk membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha, jejaring industri, serta calon investor dari dalam dan luar negeri.

Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, mengatakan setiap daerah di Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi nasional apabila dikelola secara maksimal.

“Khasanah kekayaan kita ini luar biasa. Kita ada perkebunan kopi terbesar keempat dunia, kakao terbesar ketiga dunia, kelapa terbesar kedua dunia, penghasil ikan terbesar kedua dunia. Jadi kita tidak kurang-kurang sebetulnya,” kata Zarnubi.

Namun, ia menilai kekayaan tersebut belum sepenuhnya dikelola secara optimal untuk memperkuat kemampuan fiskal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Zarnubi mengatakan berbagai kegiatan promosi dan pameran daerah perlu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih konkret, terutama dalam memperluas akses pasar dan menarik investasi.

Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk terus meningkatkan strategi promosi dan publikasi terhadap produk-produk unggulan yang memiliki potensi pasar.

“Potensi daerah harus terus dipromosikan dan dikembangkan agar mampu menghadirkan investor serta bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Bagi Mimika, penghargaan Best Local Branding Category menjadi dorongan untuk memperkuat promosi identitas daerah dan mengembangkan produk lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi.

Melalui penguatan branding, potensi budaya, kerajinan, sumber daya alam, serta produk UMKM diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kekayaan lokal, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar yang lebih luas. (Red)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top