Ekonomi dan Pembangunan

Kepedulian Mimika untuk NTT Belum Selesai, Tiga Hari ATM Mimika Turun Jalan

ATM Mimika melakukan penggalangan dana sekaligus menghibur masyarakat Mimika

MIMIKA, BM

Perhatian masyarakat Mimika terhadap korban bencana alam yang menimpa masyarakat di NTT belum berakhir.

Sejauh ini masih ada kelompok atau komunitas masyarakat dan pemuda di Mimika melakukan penggalangan dana bagi saudara saudara mereka di NTT, salah satunya dilakukan oleh Anak Timika Milenial (ATM) Kabupaten Mimika.

ATM Mimika bahkan selama tiga hari melakukan penggalangan dana di lampu merah Jalan Belibis yakni pada Selasa (13/4), Jumat (16/4) dan Sabtu (17/4) kemarin.

Sekretaris ATM Mimika, Erik Welafubun Ketika dikonfirmasi BeritaMimika mengatakan sebelum aksi penggalangan dana oleh ATM dilakukan, mereka telah mengantongi surat izin dari Dinas Sosial Pemda Mimika.

Awalnya, ATM Mimika berencana melakukan penggalangan dana selama satu pekan namun terkendala hari kerja badan pengurus sehingga hanya dilalukan selama tiga hari saja.

"Kami hanya bisa tiga hari karena kesibukan teman-teman yang bekerja sehingga kita kekurangan personil di lapangan jadi hanya tiga hari saja. Waktunya juga paling cepat satu jam dan paling lama hanya 2,5 jam saja," ungkapnya.

Erik mengatakan pada hari Selasa (13/4) mereka mendapatkan sumbangan dari masyarakat Mimika sebesar Rp. 2.283.000, hari Jumat (16/4) terkumpul Rp3.397.000 Sabtu (17/4)kemarin mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 3.572.000.

"Jadi total sumbangan masyarakat Mimika selama tiga hari ini adalah Rp.7.869.000. Jam 5 sore ini kami akan langsung menyerahkan dana sumbangan masyarakat Mimika ini kepada ketua Flobamora," ujarnya.

Erik juga mengatakan selain dana, ATM Mimika juga mengumpulkan pakaian bekas, obat obatan, selimut dan masker yang akan dikirimkan kepada masyarakat di NTT melalui Flobamora Mimika.

"Hanya saja kami hari ini serahkan duluan uang supaya langsung dikirim tetapi barang barang lainnya setelah terkumpul banyak baru akan kami serahkan lagi ke Flobamora. Pengumpulan barang masih kurang jadi bagi masyarakat Mimika yang ingin membantu lewat pakaian bekas dan lainnya, bisa bergabung dengan kami dan akan langsung diserahkan kepada kerukunan Flobamora," jelasnya.

Sementara itu Ketua ATM Kabupatem Mimika, Rikardo Magal, pada momen ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Mimika yang sudah berpartisipasi untuk memberikan sumbangan baik dana maupun barang kepada masyarakat NTT yang terkena korban bencana alam melalui ATM.

"Terimakasih kepada semua masyarakat Mimika atas perhatian, cinta dan rasa kemanusiaan atas musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita di NTT. Kami juga minta maaf jika ada kekurangan dalam penggalangan dana ini namun yang pasti bahwa semua bantuan ini akan kami serahkan langsung melalui Kerukunan Flobamora di Mimika," ujarnya kepada BM. (Ronald)

80 Petugas PLN UP3 Timika Siagakan Listrik Selama Ramadhan dan Idul Fitri


Apel siaga listrik selama Ramadhan hingga Idul Fitri

MIMIKA, BM

Memasuki Bulan Puasa Ramadhan tahun 2021 atau 1442 Hijriah, PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika menggelar apel kesiapan kelistrikan jelang Ramadhan pada Rabu (14/4).

Siaga kelistrikan selama Ramadhan bertujuan untuk memastikan keandalan dan kecukupan pasokan listrik.

Apel di halaman Kantor PLN Timika dipimpin oleh Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi diikuti 80 petugas dari personel bidang jaringan PLN UP3 Timika, ULP Timika Kota, ULP Timika Jaya dan personil PLN Timika.

Pada kesempatan ini dilakukan juga penyerahan SOP pengamanan bulan Ramadan dan idul Fitri 1442 H dari Manajer Bagian Jaringan, Junaedi dan MUP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi kepada Site Manager PLN Timika, Eka Sri Widiyanti.

"Jadi 80 petugas ini yang nantinya akan bertugas melaksanakan kegiatan dalam rangka pengamanan kelistrikan selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1442 H,"tutur Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi.

Martinus berharap dengan adanya SOP tersebut maka setiap petugas PLN Timika dapat mengetahui dan mematuhi prosedur pengamanan sistem kelistrikan Timika selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H.

“Ini kita pastikan seluruh pasukan dan peralatan dalam kondisi siap operasi, dan terpenting juga petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan selama bertugas,” kata Martinus.

Selain masjid yang digunakan untuk ibadah selama Ramadhan, rumah sakit dan infrastruktur pendukung pemulihan Covid-19 juga menjadi pantauan utama petugas PLN.

"Selain itu, kami PLN juga memantau kelistrikan di rumah masyarakat agar masyarakat bisa beribadah dari rumah dengan rasa nyaman," terangnya. (Shanty)

Warga Kembali Berharap YPMAK Siapkan Lapangan Pekerjaan

Foto bersama usai kegiatan sosialisasi di Balai Kampung Atapo 

MIMIKA, BM

Divisi Humas YPMAK Mimika melakukan Sosialisasi Perubahan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) menjadi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) di Distrik Mimika Barat.

Sosialisasi dipimpin oleh Kepala Divisi Humas YPMAK Feri Uamang melaui Staf Humas Thobias Maturbongs di Balai Kampung Atapo, Kamis (15/4) menghadirkan perwakilan perangkat kampung dari 7 kampung di distrik ini.

Thobias mengatakan YPMAK telah terbentuk pada 18 Desember 2019 berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU -0018883.AH.01.04 Tahun 2019 dengan Daftar Yayasan Nomor AHU-0025286.AH.01.12 Tahun 2019.

Tujuan pendirian yayasan ini masa tetap sama saat masih menjadi lembaga yakni mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat asli Papua yang berasal dari Suku Amunge dan Suku Kamoro serta masarakat Papua lainnya agar dapat menjalankan kehidupan yang sehat, berpendidikan dan bersaing dalam sistem.

Selain itu juga menciptakan ekonomi modern, melestarikan SDA, budaya dan warisan asli Papua sesuai kearifan lokal menuju masyarakat asli Papua tang berkeadilan dan sejahtera.

"LPMAK menjadi YPMAK, perubahannya hanya di nama saja. Namun secara prinsip, program semua sama. Program yang dijalankan oleh YPMAK adalah program yang dulu dijalankan oleh LPMAK," ujar Maturbongs.

Menurutnya, program pendidikan dan kesehatan YPMAK tidak mengalami perubahan. Yang sedikit mengalami perubahan adalah program ekonomi.

"Kalau bapak-bapak sakit lalu naik berobat di RSMM, tetap sama seperti yang lalu. Pendidikan pun sama. Anak-anak Kamoro, Amunge dan 7 suku tetap dibiayai oleh YPMAK. Anak-anak yang kuliah di Semarang, Jogja dan sebagainya tetap jadi tanggungjawab yayasan," jelasnya.

Salah satu perubahan dalam divisi ekonomi adalah hilangnya Biro Ekonomi 7 suku. Namun menurut Thobias, ia tidak akan menjelaskannya secara detail karena merupakan ranah divisi ekonomi untuk mensosialisasikannya nanti.

"Dulu ada kelompok binaan namun sekarang dihilangkan. Modelnya seperti apa, nanti akan disampaikan oleh divisi ekonomi. Dalam waktu dekat mereka akan kesini untuk menjelaskannya," ujarnya.

Thobias juga mengingatkan bahwa sama seperti sebelumnya, anak-anak yang baru selesai tamat akan mengikuti program beasiswa. Namun karena masih situasi pandemi, yayasan belum melakukan pengiriman anak-anak beasiswa ke kota-kota studi.

"Semua masih di Timika, tidak ada pengiriman ke luar. Saat ini Yayasan sedang fokus ke program pendidikan yang ada di Mimika. Jadi kalaupun nanti dibuat permohonan menjadi peserta beasiswa, maka nanti akan ada kebijakan di level pimpinan sesuai aturan yang ada," terangnya.

Maturbongs juga mengatakan, YPMAK masih mengelola dana kemitraan karena sumber dana masih bersumber dari PTFI. Komitmen PTFI juga tidak mengalami perubahan. Hingga 2041 mereka masih tetap mendanaai program pengembangan masyarakat melalui YPMAK.

"Jadi secara prinsip perubahan ini tidak ada hal yang baru. Cuma yang terjadi adalah perubahan dari awalnya lembaga ke yayasan. Dulu lembaga namanya pengembangan, sekarang jadi yayasan pemberdayaan," ujarnya.

Maturbongs menjelaskan, perubahan LPMAK ke YPMAK lebih pada prubahan struktur kepengurusan. Waktu masih LPMAK, masih ada badan musyawarah, badan pengurus dan sekretaris eksekutif.

Setelah berubah menjadi yayasan, strukturnya beruba menjadi pengawas (supervisor board), pengurus (executive board), Direktur (Vebian Magal), Wakil Direktur Perencanaan Program (Nur Ihfa Karupukaro), Wakil Direktur Pemantauan Program (Yohan Wambrauw), Bendahara (Ramlon Marbun) dan Sekretaris (Johana Saidul).

"Untuk pengawas merupakan perwakilan dari Lemasa dan Lemasko serta PTFI. Tugas mereka adalah melihat, mengawasi dan memberi nasehat kepada pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan. Seperti apa yang sudah dilakukan YPMAK di Kokonao, Amar, Agimuga, Manasari dan lainnya," jelasnya.

Selanjutnya, Thobias Maturbongs memberikan kesempatan kepada perwakilan masyarakat untuk mengajukan pertanyaan terkait perubahan ini.

Salah satu warga yakni Yan Aturi, Dewan Adat Kampung Migiuya, tidak mengajukan pertanyaan tentang perubahan status lembaga menjadi yayasan namun ia bertanya masalah pendidikan.

Ia bahkan mengapreasi YPMAK yang selama ini memberikan dukungan kepada generasi masa depan Amunge dan Kamoro dalam dunia pendidikan dengan menyekolahkan mereka ke luar daerah dan banyak yang telah berhasil.

"Hanya kami masih kecewa karena LPMAK dulu dan kini jadi YPMAK tidak menyiapkan lapangan kerja. Ini kesal kami di sini pak. Kalau boleh, yayasan ini harus ada perhatian itu. Artinya kita keluarkan anak, saat dia masih studi di luar, seharusnya yayasan juga sudah menyiapkan pekerjaan bagi mereka," harapnya.

Menyikapi pertanyaan ini, Thobias Maturbongs mengatakan terkait lapangan pekejaan, sudah sering ditanyakan banyak orang. Bahkan anak-anak lulusan perserta beasiswa juga meminta YPMAK menyiapkan lapangan pekerjaan.

"YPMAK tidak bisa menjanjikan soal lapangan pekerjaan. Dia hanya membiayai. Anak-anak ini ketika lulus study, mereka sudah punya latar belakang pendidikan yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk mencari kerja baik sebagai guru, ASN maupun di bagian ekonomi hingga pertambangan dan lainnya," jelasnya.

"Kalau mereka butuh rekomendasi, dulu LPMAK berikan. Namun nanti diterima atau tidak, kita tidak bisa mencampuri. Mereka juga ikut tes di YPMAK namun harus memenuhi kriteria yang ada karena yang lakukan tes adalah konsultan yang peofesional untuk melakukannya. Mereka harus berjuang untuk masa depan dengan ilmu yang telah mereka miliki," ungkapnya. (Ronald

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top