Ekonomi dan Pembangunan

PLN UP3 Timika Sebut Pelanggan PLN Nihil Tunggakan

Assistant Manager Perencanaan, Marshal Virgin Supit (Kiri) dan Assistant Manager Keuangan dan Umum, Catur Reza M (kanan)


MIMIKA, BM

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika memiliki pelanggan sebanyak 90.885 pelanggan yang terbagi menjadi 2 ULP dan 4 kabupate.

2 ULP tersebut yakni ULP Wilayah Kota dan ULP Timika Jaya. Sementara empat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Asmat, Yahukimo, Nduga dan Kabupaten Agats.

Selama ini, pelanggan PLN UP3 Timika dengan penuh kesadaran,m dan sangat disipilin dalam membayar penggunaan listrik pascabayar, sehingga dapat dikatakan nihil atau tidak ada yang menunggak.

"Mimika termasuk yang nihil tunggakan. Tentu ini merupakan prestasi tersendiri mengingat banyaknya pelanggan yang dimiliki oleh PLN UP3 Timika, sehingga Mimika secara nasional merupakan salah satu yang terbaik," kata Marshal Virgin Supit, Assistant Manager Perencanaan PLN UP3 Timika.

Diakuinya, bahwa memang ada juga yang suka telat membayar tetapi pihaknya akan langsung melakukan pemutusan. Namun, 1 atau 2 hari kemudian pelanggan langsung lakukan pembayaran sehingga kembali normal.

Menurutnya, dengan pencapaian ini Mimika menjadi salah satu supportif untuk Provinsi Papua Tengah, sehingga di tingkat nasional Mimika masih terbaik.

"Yang gunakan pascabayar kurang lebih sekitar 3000-an pelanggan. Sisanya adalah pelanggan prabayar. Tapi, kalau prabayar penggunaannya bisa dikendalikan jadi tidak ada masalah," ujarnya.

Sementara, Catur Reza M, Assistant Manager Keuangan dan Umum mengatakan bahwa sekarang pemilik kos-kosan tidak ada yang mau menggunakan meteran pascabayar karena kalau ada yang lari pasti yang punya kos harus dibebankan dengan tagihan.

"Jadi, biasanya kita kalau ada pelanggan bisnis yang dayanya besar baru kita tawarkan yang pascabayar karena itu butuh kestabilan aliran listrik buat keberlangsungan bisnisnya," pungkasnya. (Shanty Sang)

Maret 2025, Timika Alami Inflansi Tembus 4,79 Persen

                 Foto ilustrasi google

MIMIKA, BM

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika pada Selasa (8/4/2025), BPS menyampaikan Timika terpantau pada Maret 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,66.

„Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,48 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,55 persen.

Selain itu juga kelompok kesehatan sebesar 6,90 persen, kelompok transportasi sebesar 2,08 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,45 persen dan kelompok pendidikan sebesar 1,09 persen.

Adapun, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 6,24 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,62 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,98 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,89 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,87 persen.

BPS menyampaikan bahwa tingkat inflasi month to month (m-to-m) Timika pada Maret 2025 sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,02 persen.

BPS Mimika mencatat perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada Maret 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,79 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,56 pada Maret 2024 menjadi 110,53 pada Maret 2025.

Tingkat inflasi m-to-m sebesar 2,67 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,02 persen.

Adapun, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2025 yakni daging babi, emas perhiasan, cabai rawit dan ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso.

Selain itu juga Sigaret Kretek Mesin (SKM), tarif laboratorium, nasi dengan lauk, mobil, minyak goreng, beras, biaya jaringan saluran TV, ketela pohon, tahu mentah, donat, Sigaret Kretek Tangan (SKT), pisang, gula pasir, bawang merah, telur ayam ras, dan Sigaret Putih Mesin (SPM).

Sedangkan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y yakni terong, tarif listrik, angkutan udara, buncis, bawang putih, bahan bakar rumah tangga, cabai merah, tomat, ikan cakalang/ikan sisik.

Komoditas lainnya yaitu udang basah, ikan bawal, celana pendek pria, labu siam/ jipang, bensin, sepatu anak, pepaya, obat penurun panas, sepeda anak, susu bubuk untuk bayi dan sandal karet pria. (Elfrida Sijabat)

Freeport dan Pemkab Mimika Uji Coba Air Bersih untuk Warga

Kepala Dinas (Kadis) PUPR Robert Mayaut bersama VP Government Relations PTFI, Lenny Josepina melakukan pemeriksaan mesin pompa di Water Treatment Plant
Kuala Kencana.

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika melakukan uji coba distribusi air bersih dari fasilitas Water Treatment Plant (WTP) Kuala Kencana ke 2.700 rumah warga di Timika.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Kita memerlukan air bersih untuk memasak, minum, mencuci, mandi, dan lain sebagainya. Program ini air bersih ini merupakan bagian dari upaya kolaborasi antara pemerintah daerah dan PTFI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Mimika melalui penyediaan air bersih yang berkelanjutan,” kata Director & Executive Vice President (EVP) Sustainability Development PTFI Claus Wamafma di Timika, Rabu (19/3/2025).

Claus menjelaskan saat ini uji coba dilakukan di Komplek Satuan Pemukiman I, Satuan Pemukiman III, Perumahan Pemda, Perumahan Kejaksaan. Selanjutnya secara bertahap menyusul di wilayah-wilayah lain. Total sambungan yang sudah masuk ke rumah-rumah di empat kawasan tersebut adalah 12 ribu sambungan rumah. Dari jumlah tersebut, 2.700 rumah sudah menikmati air bersih.

Untuk memastikan kelancaran distribusi air bersih dari WTP hingga ke rumah-rumah warga, PTFI bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pemantauan bersama, Rabu (5/3).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika Robert Mayout memimpin pemantauan ini didampingi Vice President (VP) Government Relations PTFI Lenny Josephina.

Robert menjelaskan uji coba gratis ini dilakukan selama dua jam di pagi hari dan dua jam di sore hari.

"Kami telah melakukan pengecekan langsung ke rumah-rumah warga di wilayah SP 2, Perumahan Pemda 1, dan area SP 3 kota Timika untuk memastikan bahwa air bersih dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," katanya.

Seorang warga di Komplek SP-2 Timika Lala Darmayana menceritakan selama ini ia menggunakan air sumur. Warga lainnya memanfaatkan air hujan yang ditampung atau sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sedangkan untuk air minum, warga membeli air minum dalam kemasan.

"Dulu kami warga disini dapat air dari sumur, dan sekarang sudah ada sambungan pipa ke rumah-rumah. Kami senang air bersih sudah mulai mengalir," kata Lala.

VP Government Relations PTFI Lenny Josephina mengatakan, dengan adanya air bersih, warga mendapat banyak manfaat. Dari sisi kesehatan, dapat mengurangi risiko penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan infeksi bakteri.

Dari sisi lingkungan, mengurangi sampah plastik dari air minum dalam kemasan. Sedangkan manfaat ekonominya, warga menghemat pengeluaran karena tidak membeli air minum dalam kemasan.

WTP merupakan fasilitas pengolahan air minum yang berada di lahan 1,36 hektare di Kuala Kencana. Kompek ini dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantor, laboratorium, ruang genset, ruang panel, rumah pompa dan rumah trafo sebagai penunjang operasional pengolahan air bersih.

Ia mengatakan berawal dari permintaan Pemkab Mimika kepada PTFI untuk penyediaan air bersih, setelah melalui serangkaian pembahasan kedua belah pihak sepakat menandatangani nota kesepahaman.

“Dalam perjanjian kerja sama itu PTFI membangun fasilitas WTP dan Pemda Mimika membangun jaringan pipa untuk distribusi air bersih ke rumah-rumah warga,” katanya.

Selain membangun WTP, PTFI juga mendukung kebutuhan listrik untuk pengoperasian mesin yang mengalirkan air ke rumah-rumah warga, serta dukungan tenaga kerja untuk mengoperasikan mesin. PTFI menyerahkan WTP kepada Pemkab Mimika pada tahun 2023.

Selanjutnya PTFI memberikan pendampingan teknis dan transfer pengetahuan kepada Pemkab Mimika dalam mengoperasikan dan merawat fasilitas ini dalam periode tertentu yang disepakati kedua pihak. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top