Hukum & Kriminal

Polisi Dalami Penyebar Foto dan Video Hoax

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria.

MIMIKA, BM

Pihak Kepolisian Mimika menegaskan bahwa dengan beredarnya foto dan video terkait kejadian di Nawaripi dan SP1 itu tidak benar atau hoax.

"Itu tidak benar karena kami sudah crosscheck langsung ke lokasi, makanya kejadian yang disampaikan atau disebarkan dalam foto dan video itu tidak benar adanya," tegas Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria saat ditemui Kamis malam (4/12/2025).

Oleh karena itu, pihak Kepolisian kini tengah mendalami penyebar hoax dari foto dan video tersebut.

"Kami sementara mencoba untuk mencari tahu dan menyelidiki. Dan kalau memang itu penyebarnya dari luar wilayah Mimika maka kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang diluar Timika. Jika penyebarnya itu ada di Timika, kami akan cari tahu dan melakukan proses hukum," kata Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada pada saat bekendaraan, khususnya untuk roda dua.

Masyarakat juga diminta sebisa mungkin kurangi aktifitas keluar rumah, apalagi ke tempat sepi pada malam hari.

"Untuk seluruh masyarakat yang menggunakan aktivitas kendaraan termasuk roda empat, yang berjalan kaki itu harus waspada. Kalau ada gerakan aneh atau gerakan membahayakan itu segera tinggalkan dan laporkan kepada pihak kepolisian," imbuh AKP Rian. (Ignasius Istanto)

Polisi Komitmen Ungkap Pelaku Pembunuhan di Dua Lokasi Yang Berbeda

Foto Dok/Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria.

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika kini bekerja keras dan berkomitmen untuk mengungkap pelaku tindak pidana (pembunuhan) terhadap dua warga Timika, yang terjadi di SP9 dan di komplek belakang Keuskupan Timika tembusan jalan poros SP2-SP5, Selasa (2/12/2025).

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria menyatakan bahwa analisa sementara atas hasil olah TKP, kejadian yang dialami korban atas nama Bonesius Gaitian (46) di SP9 dengan kondisi kepala terputus dari badannya, itu korban dibunuh menggunakan senjata tajam (tajam) oleh penumpang yang digoncengnya.

"Lokasi kejadian itu jauh dari pemukiman warga. Dan di lokasi tidak ditemukan adanya senjata tajam, namun hanya ada barang bukti milik korban berupa sepeda motor dan dompet," katanya.

Sementara kejadian serupa yang terjadi di komplek belakang Keuskupan Timika dengan korban seorang tukang ojek, Jesy Kainudin (48), itu dengan kondisi luka pada  pergelangan tangan bagian kiri (nyaris putus), luka sabetan pada bagian belakang pinggang, serta luka sayatan di pelipis mata bagian kiri.

"Barang-barang milik korban masih lengkap, termasuk dompet dan KTP. Adapun satu bukti lain berupa sepasang sandal yang diduga milik pelaku. Bukan hanya itu pada TKP yang juga jauh dari pemukiman warga ini, ditemukan jejak pelaku yang  diperkirakan ada lebih dari satu orang," ujar Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, pembunuhan dua korban ini hampir mirip dengan kondisi salah satu korban yang terjadi pada 29 November 2025, di wilayah sekitar TPU SP1.

"Kami akan lakukan penyelidikan, mudah-mudahan secepatnya bisa kita temukan pelakunya," kata AKP Rian. (Ignasius Istanto)

Dalam Sehari Ada Dua Kejadian, Polisi Lakukan Penyelidikan

Foto Istimewa/nampak keberadaan korban yang ditemukan di lokasi yang berbeda.

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika kini tengah menyelidiki dua kejadian tindak pidana yang terjadi dalam sehari di dua lokasi berbeda pada Selasa (2/12/2025).

Dua kejadian itu diantaranya beredarnya foto dan video, yang memperlihatkan potongan kepala manusia (pria) tergeletak di tengah jalan, yang diduga  di wilayah SP7-SP9, Distrik Iwaka.

Dan beredarnya foto seorang pria yang tewas dengan kondisi wajah mengalami luka sayatan senjata tajam, di tengah jalan timbun di  lorong gereja GBI Pace tembus jala kantor klasis, jalan SP2 tembusan ke SP5.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua kejadian tersebut.

"Temuan kepala manusia di SP9 telah direspon dan langsung dilakukan olah TKP. Demikian halnya, temuan mayat seorang pria yang mengenakan jacket hitam dan celana Levis biru juga telah direspon," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Dengan adanya dua kejadian ini, kata Kapolres, sementara diselidiki untuk mengetahui penyebabnya. (Ignasius Istanto)

Top