Waspada, Jangan 'Crot' Sembarangan, Temuan Kasus HIV-AIDS di Mimika Terus Bertambah

Kadinkes Mimika, Reynold Ubra
MIMIKA, BM
Jumlah kasus HIV-AIDS di Kabupaten Mimika, terus bertambah berdasarkan temuan hasil VCT (voluntary Counseling and Testing) di 6 Puskesmas serta kegiatan pemeriksaan (screening) keliling yang dilakukan petugas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold R Ubra saat ditemui, Selasa (13/7) mengungkapkan, dari tahun 1996 hingga akhir Juni 2021 penemuan baru infeksi HIV dan kasus AIDS di Mimika sebanyak 6.518 kasus.
Menurut Ubra, jumlah ini meningkat dari temuan bulan sebelumnya per Maret 2021 yang berjumlah 6.364 orang.
Di Mimika, penularan HIV-AIDS mayoritas disebabkan hubungan seks dengan rasio sekitar 98 persen. Selebihnya, hanya sedikit penderita yang tertular virus jahat tersebut.
"Baik kelompok heteroseksual dan kemudian sisanya ditulari melalui ibu ke anak. Lalu kelompok usia produktif yang paling banyak adalah kelompok usia antara 25 tahun sampai 49 tahun,” tutur Reynold.
Untuk HIV sendiri, kata Reynold pihaknya terus berupaya agar semua orang yang terkena HIV diobati ARV.
"Di tahun 2030 targetnya adalah xero invection. Dan saya pikir di Timika pengendalian HIV sudah sangat baik. Cakupan orang yang minum ARV itu sangat tinggi meskipun untuk retensi. Jadi virusnya tidak terdeteksi itu menjadi tantangan karena kepatuhan,”katanya.
Reynold mengatakan, hingga sekarang stigma tentang ODHA di Mimika masilah tinggi sehingga perlu adanya dukungan keluarga. Karena orang dengan HIV-AIDS takut untuk menyampaikan itu.
"Tetapi saya pikir pelayanan untuk orang HIV sudah sangat baik dengan adanya fasilitas kesehatan yang cukup memadai. Memang yang jadi persoalan adalah bagaimana seumur hidup ini kita minum obat. Jadi apapun pengobatannya harus tetap dijalani, tetap patuh minum ARV supaya tetap produktif,” ujarnya.
Reynold menegaskan, orang HIV bisa memiliki anak, dapat menjadi pegawai negeri hingga bisa bekerja apapun sehingga jangan ada stigma yang berlebihan terhadap ODHA.
"Saya berterimakasih sekali karena media juga sudah membantu dalam 20 tahun terakhir untuk mengkampanyekan anti stigma dan anti diskriminasi dengan ODHA. Memang masih ada tapi tidak terlalu banyak apalagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV,”ungkapnya.
Data penemuan baru infeksi HIV dan kasus AIDS dari Januari hingga Juni 2021 diantaranya, temuan kasus gejala untuk HIV sebanyak 94, AIDS sebanyak 60 sehingga total kasus gejala 154.
Sedangkan, temuan kasus menurut jalur penularan ada 2 yakni jalur seksual untuk HIV 94 dan HIV 58 dengan total 152 dan jalur ibu ke anak untuk HIV 0 dan AIDS 1.
Sementara, temuan kasus menurut jenis kelamin laki-laki dan perempuan berjumlah 154 dengan rincian, untuk laki-laki dengan HIV sebanyak 55 dan AIDS 20 dan perempuan dengan HIV 39 dan AIDS 40.
Lainnya, temuan kasus dengan IMS (sifilis-GO) diantaranya, HIV dengan IMS untuk HIV 13 dan AIDS 11 sehingga total 24.
HIV tanpa IMS, untuk HIV 69 dan AIDS 43 dengan jumlah 112 dan HIV tanpa periksa IMS untuk HIV 12 dan AIDS 6 dengan total 18.
"Jumlah pasien baru yang telah memulai ART dari Januari - Juni 2021 untuk HIV sebanyak 97 dan AIDS 41, sehingga totalnya ada 138 kasus," ungkapnya. (Shanty)



