Kesehatan

Dapat 1.757 Kuota P3K, Dinkes Mimika Buka Kesempatan bagi Nakes Profesi Langka

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyao

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah menyelesaikan desk akhir terkait perekrutan Tenaga Kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Desk akhir yang terdiri dari tahap pertama dan kedua itu sudah diselesaikan di Jakarta sejak akhir bulan Februari kemarin.

"Jadi terhitung dari tanggal 21 sampai 24 lalu kami di Jakarta mengikuti kegiatan yang berkenaan dengan desk terakhir," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan, Marselino Mameyao saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/3/2023).

Disampaikan bahwa untuk Nakes P3K, Kabupaten Mimika mendapatkan jatah kuota sebanyak 1.757 Nakes. Jumlah tersebut tentunya untuk menjawab sembilan jenis tenaga kesehatan.

"By name sampai dengan saat ini kita baru menginput sekitar 912 orang. Yang sudah masuk ini dari RSUD Mimika sebanyak 232 orang, kemudian dari 26 puskesmas, satu PSC, dan internal Dinkes ada sekitar 680 orang," ungkapnya.

"Kita masih harus bekerja terus untuk mengawal kuota ini. Jangan sampai ada yang sudah kita input tapi mereka tidak bisa terakomodir dalam kuota," imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pihaknya sangat membutuhkan tenaga-tenaga kesehatan yang langkah di Mimika, seperti seperti dokter gigi, farmasi, analisis kesehatan, sanitarian, dan sebagainya.

Oleh karena itu, kata Marselino, Dinkes Mimika membuka kesempatan seluas-luasnya bagi tenaga kesehatan dengan profesi langkah tersebut.

"Silakan masukan lamaran pekerjaan karena masih ada banyak kuota. Tapi perlu digarisbawahi, ini penempatannya khusus untuk wilayah pesisir dan pegunungan. Kami berharap akhir Maret semua lamaran yang sementara dibuka bisa close," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Mimika Siapkan Instruksi Larangan Mendatangkan Ternak Babi Karena Virus ASF

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriyani

MIMIKA, BM

Menghindari maraknya penyebaran kasus virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika di Indonesia timur, tepatnya di Gowa, Sulawesi Selatan, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mulai menyiapkan instruksi larangan pengiriman ternak babi ke Mimika.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan Mimika, Sabelina Fitriyani, saat ditemui di pelataran Pusat Pemerintahan, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (13/2/2023).

"Surat instruksinya tinggal tunggu tanda tangan dari Plt Bupati. Kalau sudah tanda tangan, berarti sudah stop (pengiriman)," ujarnya.

Kata Sabelina, terkat hal ini, Pemda Mimika juga sedang berkoordinasi dengan Pemda Provinsi Papua Tengah.

"Kemudian kami juga sudah koordinasi dengan Balai Besar Veteriner Maros untuk meng-update sejauh mana penyebarannya di Kabupaten Gowa itu. Artinya secara keseluruhan di Sulawesi Selatan itu sudah sejauh mana," ungkapnya.

Selain itu, ada juga surat yang telah disiapkan untuk dilayangkan kepada pihak Karantina dan Bandara Makassar untuk mewanti-wanti penyebaran virus ASF ini.

"Kenapa untuk Karantina dan Bandara Makassar, karena kadang-kadang kita punya masyarakat yang ke Timika ini bawa oleh-oleh, baik daging segar maupun sudah dalam bentuk dendeng dan lain-lain. Itu yang kami antisipasi," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses penularan ASF ini sangat cepat dan tingkat kematiannya sangat tinggi yaitu 90–100 persen sehingga sulit untuk dikendalikan jika sudah masuk ke kawasan Kabupaten Mimika.

"Karena kan virus ASF ini sementara belum ada vaksinnya. Kemudian pengobatan juga tidak ada. Jadi, hanya tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing ternak," tuturnya.

"Ditambah lagi sebagian besar masyarakat kita di Papua ini masih memelihara babi secara tradisional. Kadang ada juga yang malah dilepas saja begitu. Ini yang memang agak riskan," imbuhnya.

Oleh karena itu, Sabelina mengimbau kepada para peternak babi di Mimika untuk terus menjaga kebersihan kandang dan ternaknya.

"Kemudian yang kedua soal makanan. Kalau mereka ambil makanan di hotel atau pun di warung-warung, lakukan pemanasan sampai mendidih kurang lebih 30 menit," imbaunya.

"Dan yang pasti lakukan disinfeksi kandang. Nanti dari dinas kita akan coba. Disinfektan yang ada, kita akan coba bagi ke masyarakat," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Pj. Bupati Mappi dan Dirut RSUP dr. Wahidin Makassar Teken MoU Untuk Layanan Kesehatan Rujukan

Foto bersama usai penandatanganan Mou

MAPPI, BM

Pemerintah Kabupaten Mappi terus berkomitmen penuh dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Terkini, Pemda Mappi Hal melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk memberikan layanan rujukan kepada masyarakat Mappi.

Perjanjian Kerjasama Pelayanan Kesehatan Rujukan ini ditandatangani oleh Pj Bupati Mappi, Michael R. Gomar, bersama Direktur Utama RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Prof, Dr, dr Syafri Kamsul Arif, dilakukan pada Selasa (7/2/2023) di Makassar.

Turut hadir dalam MoU ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi, dr. Ronny Herry Tombokan bersama jajaran direksi RS dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Pj Bupati Mappi, Michael R Gomar dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas sambutan Direksi RSUP dr. Wahidin yang membuka hati dan memberi kesempatan kepada Pemda Mappi untuk menjalin kerjasama tersebut.

Menurut Gomar, penandatangan kerjasama ini berdasarkan hasil assessment dan juga koordinasi yang telah dilaksanakan Kepala Dinas Kesehatan Mappi dalam menindaklanjuti visi misi dan kebijakan program prioritas Kabupaten Mappi.

Dimana RSUP dr Wahidin dengan prestasi yang sudah dicapai diyakini dapat memberikan jaminan mutu pelayanan dan akses kesehatan kepada masyarakat Mappi.

“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada bapak direktur dan jajaran direksi yang sudah memberikan pelayanan, membuka kesempatan sesuai dengan kebijakan Menteri Kesehatan untuk membangun pelayanan kesehatan baik regional maupun sampai urban area dan ini menjadi komitmen kita bersama untuk terus melakukan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menjalankan program ini, Pemkab Mappi akan mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat khususnya orang asli Papua dan masyarakat yang lahir dan besar di Mappi.

Pj Bupati menerangkan, kebijakan ini sesuai dengan mandatori Pemerintah Pusat kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan dana Otsus dan juga 20 persen APBD untuk pendidikan dan kesehatan.

Anggaran inilah yang dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan agar manfaat dan dampaknya benar-benar tepat sasaran.

"Kerjasama ini tentunya secara berkala akan dilakukan penilaian dan evaluasi. Kekurangan yang belum terselesaikan jadi bahan evaluasi baik bagi Pemkab Mappi mapun RSUP dr Wahidin untuk dilakukan pembenahan," terangnya.

PJ Bupati menambahkan, sumber dana OTSUS TA. 2023, untuk biaya kerjasama layanan kesehatan rujukan Rumah Sakit menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan untuk rekomendasi dan biaya rujukan kepada Pasien menjadi tanggung jawab RSUD Mappi.

“Kami berharap pelayanan kesehatan rujukan melalui perjanjian kerjasama ini tentunya dapat memberi manfaat bagi kita semua dan jadi pilot project kepada kabupaten/kota di Tanah Papua yang belum menjalin kerjasama,” tuturnya.

Diakuinya, kerjasama ini dilakukan mengingat keterbatasan yang dimiliki oleh RSUD Kabupaten Mappi yang masih tipe D dan masih memiliki kekurangan yang harus dibenahi seperti tenaga medis, dokter dan spesialis yang masih terbatas.

"Sehingga untuk melengkapi itu membutuhkan waktu yang tentunya tidak singkat. Sementara pelayanan kesehatan tidak bisa ditunda, sehingga Pemkab Mappi mengambil kebijakan untuk bekerjasama dengan beberapa rumah sakit," ungkapnya.

Selain dengan RSUP dr Wahidin Makassar, Pemkab Mappi juga akan menjalin kerjasama serupa dengan beberapa rumah sakit dalam memberikan layanan Kesehatan Rujukan yakni, RSUD Merauke, RSUD Dok II Jayapura dan RS. Ortopedia Solo.

"Kami berharap kerjasama ini terjalin dengan baik, masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan dapat dilayani dengan baik sehingga dapat sembuh dan kembali ke Mappi dengan baik," harapnya.

Direktur Utama RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Syafri Kamsul Arif, dalam sambutan juga mengapresiasi Pj Bupati Mappi dan jajaran Pemkab Mappi yang sudah berinisiatif dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Mappi.

Prof Syafri Kamsul menyatakan kerjasama ini merupakan wujud tanggungjawab dari RSUP dr Wahidin dalam menjalankan amanat dari Kementerian Kesehatan, untuk menjadikan seluruh rumah sakit vertikal bisa memberikan advokasi dan support kewilayahan dalam rujukan pelayanan kesehatan dengan menjangkau semua daerah dari Aceh sampai Papua.

RSUP dr Wahidin yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan secara geografis kata Prof Syafri, bertanggungjawab untuk wilayah timur Indonesia. Itu dilakukan secara perlahan salah satunya dengan Pemkab Mappi.

“Kami sangat antusias bisa melakukan misi ini karena ini adalah salah satu wujud dari tranformasi kesehatan yang sudah dicanangkan sejak awal oleh Menteri Kesehatan. Beliau tak henti-hentinya dengan semangat luar biasa ingin supaya seluruh kabupaten/kota di Indonesia bisa memberikan dampak yang maksimal pada masyarakat yang ada di wilayahnya,” terang Prof Syafri.

Ia juga menyebutkan kerjasama ini tentunya, akan dimaksimalkan. Selain memberikan layanan prioritas, RSUP dr Wahidin juga bersedia memberikan pendampingan dan advokasi terkait bagaimana masyarakat dapat akses kesehatan maksimal.

Bahkan RSUP memberi peluang untuk membuka ‘kelas jauh’ pelayanan konsultasi kesehatan di Kabupaten Mappi.

RSUP dr Wahidin juga sudah melakukan rujukan Skrining Hipotiroid Kongenital pada bayi baru lahir. Program yang dicanangkan oleh Kemenkes ini sudah dijalankan mencakup 4 provinsi dan 17 kabupaten/kota di Sulawesi.

“Jadi atensi dari Kemenkes bagaimana stunting bisa dikurangi. Kalau di daerah bagaimana angka kematian ibu dan bayi bisa dikurangi. Ini bagian dari rujukan layanan Kemenkes yang diharapkan bisa diperankan oleh faskes di daerah,” tutur Prof Syafri.

Ia menambahkan, RSUP dr Wahidin sangat senang memberikan bantuan terkait layanan kesehatan dan menjadi konsen sebagai institusi vertikal dari Kemenkes.

Hal ini merujuk arahan Menkes pada poin ketiga yaitu bagaimana rumah sakit bisa termanfaatkan secara kewilayahan dan memberikan support advokasi pada wilayahnya. Apalagi RSUP dr Wahidin secara wilayah juga mencakup sampai di Papua.

“Apa yang kita sudah lakukan hari ini wujud dari implementasi apa yang disampaikan Menkes. Mudah-mudahan semua ini memberikan impact dan kemasalahatan saudara-saudara kita di Mappi sana, bagaimana hal-hal yang perlu dikomunikasikan dengan Kadis Kesehatan secara teknis, kami akan bantu,” tandasnya. (Red)

Top