Kesehatan

Rakerda I TP PKK se-Papua Tengah Digelar, Wujudkan Keluarga Berdaya dan Sejahtera

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawati Rettob dan pengurus saat menghadiri Rakerda I Papua Tengah

NABIRE, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah gelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Selasa (18/11/2025) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Adapun tema yang diusung yakni “Terwujudnya Keluarga Berdaya dan Sejahtera untuk Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”.

Rakerda I dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah Ny. Nurhaidah Meki Nawipa didampingi Wakil Ketua TP PKK Papua Tengah Ny. Depina Deinas Geley dan diikuti oleh pengurus TP-PKK dari delapan Kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah salah satunya adalah Kabupaten Mimika.

Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah Ny. Nurhaidah Meki Nawipa dalam sambutannya mengatakan pelayanan PKK dimulai dari keluarga yang diselaraskan dengan Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah di bidang pendidikan dan Kesehatan yaitu Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Minggu.

Lanjutnya, Rakerda I lebih membahas tentang 10 program pokok PKK yang akan disingkronkan dengan Visi dan Misi kepala daerah masing-masing di delapan Kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah.

Rapat ini dijadwalkan akan digelar pada 18-19 November 2025 dengan menghadirkan narasumber di bidang Kesehatan, pendidikan dan bidang lainnya.

Kegiatan ini membahas tugas pokok 10 program PKK yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020 sebagai aturan pelaksanaan, 10 program pokok PKK dirinci meliputi Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan.

Selain itu juga Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat. Perpres tersebut menjadi landasan hukum penguatan peran pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program PKK di semua tingkatan.

Hadir sebagai pemateri Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah Eliezer Yogi, Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah dr Agus, serta Sekdis Administrasi Dukcapil PMKK Yeremias Mote.

Adapun stunting menjadi topik utama karena masih menjadi persoalan besar di Papua Tengah. (Tim)

Puluhan Ibu Hamil Ikuti Edukasi Bumil Sehat di Puskesmas Timika

Ibu hamil sedang melaksanakan senam

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Mimika terus menggalakkan Gerakan Ibu Hamil (Bumil) Sehat sebagai upaya mencegah stunting dan meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan rutin.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Puskesmas Timika, Jumat (05/12/2025) lalu, dan diikuti oleh puluhan ibu hamil dari Puskesmas Timika, Kwamki, Wania, hingga Puskesmas Pasar Sentral.

Adapun, materi terkait ibu hamil disampaikan langsung oleh dr. Leonard Pardede, SPoG.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Neli Pangaribuan, mengatakan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari promosi kesehatan yang melibatkan bidan, petugas gizi, serta tokoh perempuan dan tokoh masyarakat. Program ini akan dilakukan secara rutin untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil.

Katanya, masih banyak ibu hamil yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur. Padahal, pemeriksaan harus dilakukan minimal enam kali selama masa kehamilan.

"Kadang ibu hamil pikir yang penting sudah periksa, padahal aturan minimalnya enam kali. Melalui gerakan ini kita ingin menyuarakan pentingnya pemeriksaan dari awal kehamilan sampai persalinan di puskesmas," kata Neli.

Ia menambahkan bahwa mulai tahun 2024, USG menjadi salah satu pemeriksaan wajib, yaitu minimal satu kali pada trimester pertama dan satu kali pada trimester ketiga.

Di Kabupaten Mimika hampir seluruh Puskesmas sudah memiliki alat USG sehingga tidak ada alasan bagi ibu hamil untuk tidak melakukan USG.

“Dari 26 puskesmas, hanya tiga yang belum memiliki USG. Pemerintah sudah siapkan fasilitasnya, tinggal bagaimana kita menginformasikan ke masyarakat supaya rutin memeriksakan kehamilan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan medis, ibu hamil juga dianjurkan mengikuti kelas ibu hamil minimal empat kali. Kelas ini tersedia di puskesmas maupun kelurahan dan menjadi sarana berbagi informasi dan pengalaman.

"Dengan adanya kelas ibu hamil, informasi penting lebih mudah diterima dan ibu hamil bisa saling sharing keluhan apa yang dialami," ungkapnya. (Shanty Sang)

Penutupan Pameran Foto, Puskesmas Mapurujaya Juara 1 Vote Terbanyak

Suasana masyarakat saat melihat pameran foto

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan resmi menutup kegiatan pameran foto yang berlangsung mulai tanggal 12 sampai 14 November 2025 di Hotel Serayu.

Pada penutupan kegiatan, Dinkes Mimika menyerahkan sertifikat kepada Puskesmas yang terlibat dalam pameran, serta memberikan hadiah bagi foto dengan perolehan vote terbanyak.

Adapun pemenang vote terbanyak yakni: Juara I dimenangkan oleh Puskesmas Mapurujaya dengan jumlah vote sebanyak 112, Juara II diraih oleh Puskesmas Karang Senang dengan jumlah vote sebangak 18 dan Juara III dimenangkan oleh RS Waa Banti dengan jumlah vote sebanyak 17.

Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan juga memberikan penghargaan khusus kepada tenaga kesehatan (Nakes) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelayanan kepada masyarakat.

Mewakili Kepala Dinkes Mimika, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Lenni Silas mengatakan bahwa pameran yang digelar selama tiga hari ini merupakan bentuk penghargaan kepada para Nakes yang telah bekerja sepenuh hati.

“Ini bentuk apresiasi kami terhadap Nakes di Mimika. Melalui pameran ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran tenaga kesehatan,” kata Leni.

Leni mengatakan bahwa pameran ini juga memberi gambaran kepada publik bahwa para Nakes benar-benar peduli dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Mimika.

Dikatakan, bahwa Nakes adalah garda terdepan yang selalu siap di mana dan kapanpun masyarakat butuhkan. Para Nakes ada di mana-mana, ada di kota, pesisir, pedalaman, pegunungan bahkan di pelosok-pelosok. Tenaga kesehatan ini dapat dikatakan sebagI pahlawan.

Menurutnya, semua tenaga kesehatan tentu mempunyai tantangan dan permasalahan yang mereka hadapi tetapi dengan semangat bahwa mereka adalah pahlawan dari pada pelayan masyarakat maka tentu mereka punya semangat yang luar biasa.

"Kita tidak membuat diri kita bangga sampai kita lupa dengan pelayanan kita. Mari kita mengambil hikmah dan memetik dari istilah kata pahlawan,"tutur Leni.

“Terima kasih untuk para Nakes yang melayani dengan hati. Pameran ini menjadi penghargaan dari kami agar ke depan pelayanan dapat semakin maksimal,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top