Nasional

PT Freeport Indonesia Salurkan Bahan Makanan Bagi Masyarakat Kamoro dan Amungme  

Raut kegembiraan warga usai menerima bantuan bama dari PTFI
 

MIMIKA, BM

Di tengah pandemi COVID-19, PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui divisi Community Affairs terus melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat di sekitar area operasi perusahaan.

Salah satunya dengan memberikan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan kepada masyarakat Amungme dan Kamoro (AMOR) yang tinggal di sekitar area operasi perusahaan.

Dalam melakukan aksi kemanusiaan ini, PTFI melakukan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Mimika serta Dinas Koperasi Ekonomi Kreatif serta UMKM Mimika.

“Kami sadar betapa pandemi telah membawa berbagai macam dampak yang tidak diinginkan bagi kehidupan hampir setiap lapisan masyarakat. Dalam melalui masa-masa penuh tantangan ini, kami berusaha untuk terus mendukung Pemerintah Mimika dalam memastikan kebutuhan pokok warga, seperti bahan makanan agar dapat tetap terpenuhi,” ujar Direktur Community Affairs dan Social Responsibility PT Freeport Indonesia Claus Wamafma.

Sejak Kamis (9/4) bantuan tahap pertama sudah disalurkan secara bertahap kepada masyarakat Kamaro di lima desa, yaitu Desa Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nawaripi dan Desa Nayaro. Bantuan juga diberikan kepada masyarakat Ex-Banti yang mengungsi ke Timika karena gangguan keamanan.

Bantuan ini  diberikan untuk membantu sekitar 4.500 jiwa dalam bentuk 2.132 sak beras, 6.000 liter minyak goreng, 4.800 dus mi instan, telur, susu dan makanan bayi.

“PTFI masih terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan ini bagi masyarakat di wilayah lain,” lanjut Claus.

Bantuan tahap kedua PTFI akan dilakukan dengan mekanisme yang sama mulai akhir April nanti. Pengadaan bantuan tahap kedua dilakukan atas kerjasama Tim Community Affairs PTFI, Koperasi Mimika Bintang Laut (KMBL), Pemerintah Daerah dan dengan pengusaha lokal binaan PTFI sebagai supplier.

Penyerahan bantuan oleh perwakilan PTFI kepada masyarakat 

Selain menyediakan bahan makanan bagi masyarakat, PT Freeport Indonesia melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) juga telah memberi bantuan penanganan Covid-19 kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat.

“Mari kita saling bekerja sama, melakukan apa yang kita bisa, untuk mendukung satu sama lain dalam melalui pandemi ini,” tutup Claus Wamafma.

Perlu diketahui, selain bantuan bahan makanan (bama), sebelumnya PT Freeport Indonesia juga telah menunjukan kepedulian mereka dengan menggelar Sosialisasi Pencegahan Penularan dan Penyebaran Coronavirus Disease (COVID)-19 kepada masyarakat Kamoro dan Amungme.

Sosialisasi yang telah dilakukan hingga akhir Maret lalu juga dilakukan di Kampung Tipuka (Distrik Mimika Timur), Ayuka (Mimika Timur Jauh) Nawaripi, Koperapoka dan Kampung Nayaro (Distrik Mimika Baru). Kelima kampung ini merupakan binaan PTFI.

Sementara sosialisasi kepada masyarakat Amungme telah dilakukan di pemukiman Mil 32, SP 2, Jalan Baru dan daerah Irigasi, dimana di daerah ini dihuni masyarakat Amungme yang berasal dari beberapa kampung di dataran tinggi (Banti, Opitawak dan Kimbeli, Tsinga dan juga lembah Hoya).

Selain diajarkan cara menjaga kebersihan dan kesehatan kepada warga, PTFI juga melakukan penyemprotan desinfektan di berbagai fasilitas umum seperti kantor desa, rumah pintar, kantor PKK, rumah adat, rumah ibadah, pangkalan ojek, pos terpadu, sekolah serta rumah-rumah warga.

Tiap akhir sosialisasi di masing-masing kampung, PTFI juga membagi-bagikan cairan sterilisasi, masker dan sabun untuk mencuci tangan dan mandi kepada masyarakat setempat. (Ronald

PT Freeport Indonesia Sosialisasikan Pencegahan Penularan dan Penyebaran COVID-19 Kepada Masyarakat

Anak-anak diajarkan bagaimana cara mencuci tangan yang benar

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar Sosialisasi Pencegahan Penularan dan Penyebaran Coronavirus Disease (COVID)-19 kepada masyarakat Kamoro dan Amungme yang berada di wilayah Kabupaten Mimika.

VP Corporate Communications PTFI, Riza Pratama mengatakan hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen PTFI mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memerangi pandemik Covid-19.

Adapun sosialisasi kepada masyarakat Kamoro yang dilakukan sejak akhir Maret lalu difokuskan pada lima kampung wilayah Daerah Aliran Sungai Kamora, Ajkwa, Mawati, dan Minajerwi (DASKAMM).

Yakni Kampung Tipuka (Distrik Mimika Timur) Kampung Ayuka (Mimika Timur Jauh) Kampung Nawaripi, Koperapoka dan Kampung Nayaro (Distrik Mimika Baru).

“Kelima kampung ini merupakan bagian dari wilayah binaan (warga binaan) PTFI sekaligus wilayah permukiman masyarakat Suku Kamoro,” ungkapnya.

Dalam melakukan sosialisasi ini PT Freeport Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Distrik Mimika Baru dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 dilakukan oleh tim lapangan Departemen Community Relations dengan melibatkan unsur pemerintah dari lima kampung tersebut.

“Sementara sosialisasi kepada masyarakat Amungme kita fokuskan pada daerah pemukiman di dataran rendah, seperti Mil 32, SP 2, Jalan Baru dan daerah Irigasi, dimana di daerah ini dihuni masyarakat Amungme yang berasal dari beberapa kampung di dataran tinggi (Banti, Opitawak dan Kimbeli, Tsinga dan juga lembah Hoya),” jelas Riza Pratama.

Pada kesempatan sosialisasi ini masyarakat diberikan penyuluhan langkah-langkah sederhana dan penting dalam mencegah penularan dan meluasnya pandemik Covid-19 di wilayah-wilayah binaan PTFI.

Selain itu, kepada masyarakat diperagakan pula bagaimana cara menjaga kebersihan dan kesehatan, baik yang bersifat individual maupun komunal; melakukan penyemprotan cairan sterilisasi (disinfektan) di berbagai fasilitas umum seperti kantor desa, rumah pintar, kantor PKK, rumah adat, rumah ibadah, pangkalan ojek, pos terpadu, sekolah serta rumah-rumah warga.

“Pada kesempatan sosialisasi ini, PTFI juga membagi-bagikan cairan sterilisasi, masker dan sabun untuk mencuci tangan dan mandi kepada masyarakat setempat. Semoga apa yang kami berikan ini menjadi kekuatan kita bersama dalam mendukung pemerintah daerah untuk membentengi masyarakat Mimika khususnya Amungme dan Komoro dalam menghadapi Covid-19 di Mimika,” ungkapnya kepada BeritaMimika. (Ronald)

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Mimika Menunjukan Kita Semakin Mendekati Zona Merah

Update peningkatan status Covid-19 di Mimika hingga 13 April 2020

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng sebelumnya menjelaskan bahwa sumber masuknya virus Corona berawal dari Klaster Lembang, Jawa Barat dan Jakarta. Dimana terdapat warga Mimika yang terkontaminasi karena pernah melakukan perjalanan ke dua daerah ini.

Hal ini terungkap ketika pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Mimika mengambil langkah menutup pintu masuk baik melalui pelabuhan Pomako maupun Bandara Mozes Kilangin.

Penutupan akses masuk keluar Mimika ini membuat Tim Gugus Tugas semakin mudah melakukan pencarian asal muasal penyebaran, transmisi lokal, tracing kontak serta pemetaan wilayah terhadap penyebaran corona virus.

Tim Gugus Tugas Pemda Mimika, melalui Juru Bicara Reynold Ubra mengungkapkan bahwa sejak 25 hingga 29 Maret 2020 mulai dilakukan pemantauan rekam jejak penyebaran Covid-19 di Mimika.

Alhasil pada Minggu (29/3), Tim Gugus Tugas mendapatkan 39 kasus. 2 warga Mimika positif Covid-19, 13 Paisen Dalam Pengawasan (PDP), 7 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 19 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pasien positif terus bertambah hingga 8 orang pada 5 April. Sehari setelahnya menjadi 9 kasus positif. Pada 8 April naik lagi menjadi 13 kasus. Hanya tiga hari berselang, kasus ini melonjak dan membuat 19 warga Mimika positif Corona Virus.

Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat karena berdasarkan penelusuran, virus ini akhirnya diketahui juga berasal dari dua cluster lain yakni Makassar (1 kasus) dan Surabaya (2 kasus). Awalnya hanya Jakarta dan Jawa Barat (Lembang) kini bertambah Makassar dan Surabaya.

Selain itu pemusatan penularan virus ini awalnya hanya di Distrik Mimika Baru dan Distrik Mimika Timur saja. Namun melihat sirkulasi penyebarannya, 6 wilayah di seputaran Kota Timika kini statusnya disebut zona merah. Yakni Kelurahan Pasar Sentral, Inauga, Koperapoka dan Kelurahan Timika Indah, Kampung Nawaripi dan Kampung Wanagon.

Apalagi masih ada sejumlah sample yang dikirimkan ke Jayapura, namun hingga Senin kemarin masih menunggu hasil laporan pemeriksaan laboratorium. Sudah jelas keadaan ini semakin membuat Mimika berada pada zona merah penularan Covid-19.

Hal lain, walau pada Senin (13/4) kemarin belum ditemukan kasus positif baru namun Mimika perlu berhati-hati karena jumlah PDP meningkat terus menjadi 61 orang, ODP mencapai 147 dan bahkan 221 orang kini masuk dalam kategori OTG.

Jelas, peningkatan temuan kasus ini bukan hanya menunjukan bahwa Tim Gugus Tugas berhasil dalam menemukan mata rantai penyebaran virus namun disisi lain pertanda bahwa warga Mimika tidak menunjukan kepatuhan dan konsistensi terhadap himbauan Stay At Home dan Social Distancing.

"Hari ini (kemarin-red) ditemukan 5 PDP baru berdasarkan laporan RSUD Mimika (1 kasus), RSMM (3) dan satu merupakan ODP yang telah dinaikkan statusnya menjadi PDP," kata Juru Bicara Reynold Ubra kepada awak media di Mimika melalui tele conference.

Lanjutnya hingga pukul 18.00 wit tadi malam, jumlah PDP yang dirawat 29 orang, tersebar di tiga rumah sakit di Mimika yakni 16 diisolasi di RSUD Mimika, 7 di RS Tembagapura dan 6 orang di RSMM. Ini yang menyebabkan kumulatif PDP bertambah menjadi 61 orang.

"Selain PDP, fasilitas kesehatan juga melaporkan dan menemukan sebanyak 18 orang ODP yaitu di Puskesmas Timika (2 kasus), RS Kasih Herlina (1) dan 15 orang berdasarkan hasil tracing kontak. Hari ini (Senin-red) terjadi penambahan empat orang statusnya dirubah dari ODP menjadi PDP. Dengan demikian jumlah ODP 147 orang," imbuhnya.

Sambung Reynold, berdasarkan hasil tracing kontak (dari kasus positif terutama pada tanggal 11 April lalu dimana ada penambahan enam kasus positif di Kabupaten Mimika sehingga berjumlah 19 pasien positif Covid-19), hari inipun ditemukan 21 OTG sehingga jumlah OTG tembus 221 kasus.

Menurutnya, dilihat dari pola penularan virus ini berdasarkan temuan yang terus meningkat maka satu kasus baru di Mimika akan menghasilkan dua sampai tiga orang dengan status PDP.

“Satu orang yang terkena kontak satu kasus akan menghasilkan 8-9 ODP. Satu kasus positif akan menghasilkan 13 OTG. Jadi, secara keseluruhan dari satu kasus bisa menghasilkan 27 orang yang dalam status ODP, PDP dan OTG,” jelasnya.

“Hasil tracing kontak kami rata-rata kasus yang positif, kontak eratnya paling sedikit 20 orang. Sampai hari ini yang sudah kita lakukan sebanyak 500 orang dimana separuhnya adalah OTG. Ini menjadi catatan bagi masyarakat Mimika untuk mematuhi instruksi pemerintah, jika hal ini diabaikan kita semua tahu apa yang akan terjadi," ungkapnya.

Reynold menjelaskan, pada minggu pertama instruksi bupati dikeluarkan terkait Stay at Home dan Social Distancing serta lainnya, warga Mimika sempat menunjukan kepatuhan dalam mengkampanyekan bagaimana pencegahan Covid-19.

Namun hingga Senin (13/4) kemarin, tepatnya di hari ke-23 penanganan virus ini, semangat itu nampak kendor. Warga tidak lagi patuh, bahkan mulai terkesan mengabaikan instruksi pemerintah.

"Tantangan hari ini adalah menyelesaikan 19 kasus postif dengan semua tracing kontaknya. Kalau kita lihat dari kasus yang kita temukan PDP 01, 02, 04 dan 05 tracing kontak selesai. Jadi, kurang lebih enam kasus covid-19 yang kita selesaikan tracing kontaknya, sisa 16 kasus. Kita fokus pada enam kasus baru kemarin (11/4) dulu. Kasus sebelumnya sebagian besar tracing kontak sudah dilakukan. Kita akan menghitung siapa yang sehat, ODP, PDP atau OTG," tandasnya.

Dikatakan hingga kini tim medis terus melakukan pemantauan terhadap mereka yang melakukan isolasi mandiri dan mengusulkan agar petugas keamanan turut andil melakukan pengawasan ketat.

"Jika tidak dimulai dalam minggu ini maka epidemi ini akan panjang. Sampai tujuh hari kedepan (20/4) kalau masyarakat tidak disiplin dalam isolasi mandiri dan aktivitas kota masih biasa maka kemungkinan akan terjadi peningkatan jumlah orang yang dirawat di RSUD Mimika. Sudah pasti kita akan kekuarangan tempat tidur juga kekosongan 26 tempat tidur di shelter," paparnya.

Reynold berharap agar masyarakat tetap patuh dan disiplin menjalankan instruksi pemerintah untuk tetap di rumah dan menjaga jarak, menjaga pola hidup sehat, jika keluar rumah menggunakan masker dan tetap melakukan social distancing serta phycical distancing.

"Mereka yang ditetapkan sebagai ODP, PDP dan OTG yang tinggal di rumah diimbau tetap melakukan isolasi mandiri, menggunakan masker dan tidak kontak dengan masyarakat. Pegangan pintu, kulkas, remote tidak boleh disentuh dan harus dibersihkan secara rutin serta diawasi bersama baik orang di dalam rumah dan warga sekitar terutama rt dan rw. Jika tidak ditanggulangi bersama maka penyebaran ini akan panjang," pungkasnya.

Ia pun berharap agar disaat kondisi seperti ini masyarakat tidak berstigma negatif dan diskriminasi terhadap mereka yang terdampak covid-19 tetapi tetap berpegang pada rasa kemanusiaan dan solidaritas. Warga juga diminta memiliki kesadaran membantu kebutuhan mereka yang terisolir karena virus ini. Misalnya dengan membantu membelikan kebutuhan mereka di luar rumah, terutama sembako.

"Dukungan masyarakat tehadap ODP, PDP dan OTG sangat penting untuk bagaimana mereka tetap didalam rumah. Mereka membutuhkan perhatian dan bantuan. Solidaritas kita seharusnya ditingkatkan, kita harus saling membantu dan bahu membahu pada akhirnya Covid-19 akan hilang jika menetapkan pola hidup bersih dan sehat. Mereka perlu bantuan kita," pesannya.

Reynold pun berharap agar mereka yang terdampak Covid-19 menerapkan tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

"Jika ODP, PDP dan OTG masih melakukan kegiatan seperti biasa pada akhirnya mereka akan menularkan ke orang lain. Dari beberapa kasus yang ditemukan kontak erat yang tadinya negatif akhirnya positif," ujarnya mengingatkan. (Elfrida)

Top