Pendidikan

Cara Keren SD Santa Maria Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar Melalui Market Day

Para siswa nampak antusias menjual barang dagangannya

MIMIKA, BM

Ada pemandangan yang berbeda ketika pengambilan raport para siswa di Sekolah Santa Maria pada Sabtu (16/12/2023).

Nampak siswa-siswa kelas satu hingga tiga menjajakan makanan dan minuman mereka di depan kelas.

Sekolah Santa Maria khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) menggelar Market Day, dimana anak-anak sedari dini diajarkan untuk berwirausaha.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepada BeritaMimika Kepala Sekolah SD Santa Maria, Huberta Rumangun mengatakan kegiatan Market Day merupakan bagian dari kurikulum merdeka belajar.

“Kami belum sepenuhnya menggunakannya, masih 2013. Akan tetapi, kami sudah mengadopsinya di sekolah. Salah satunya adalah Market Day yang merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5),” katanya.

Lanjutnya, kurikulum ini sudah berjalan tiga tema yakni bangun jiwa dan raga, bhineka tunggal ika dan kewirausahaan.

“Disitulah kami padukan semua dalam proses, terakhir itu ada Market Day, jadi lebih mengarah kewirausahaan. Hal ini sekaligus membangun dalam diri anak-anak lebih jujur, mandiri dan bertanggungjawab. Jadi, dari proses jual beli bisa melatih mereka menghitung dan bersosialisasi dengan orang lain,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, orang tua turut dilibatkan mengingat para siswa kelas satu hingga tiga merupakan kelas kecil sehingga masih memerlukan bimbingan orang tua dalam proses pembuatan makanan dan minuman.

“Kami mau mereka buat dan menjual sendiri namun mengingat ini kelas kecil, kelas besar yang membeli. Pastinya, ada bantuan dari orang tua untuk pengolahan dan pengemasan, sebagai proses pembelajaran agar anak-anak dari rumah tahu proses pembuatan kuenya,” terangnya.

Kepsek Bertha menuturkan melalui program P5 dapat membangun inovasi untuk membuat apa saja baik makanan, minuman maupun kerajinan seperti anting, gelang atau tempat sampah dari tutup minuman botol bekas.

“Saya dan para guru berharap orang tua mendukung sehingga kita tetap continue  (berlanjut-red) melakukan kegiatan seperti ini. Saat ini kita masih bergerak di Market Day, mungkin kedepan bisa lebih besar dan bukan hanya di lingkungan sekolah tetapi bisa muncul diluar sana, sehingga anak-anak bisa lebih bersosialisasi dengan banyak orang,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

UKW Angkatan I di Mimika Resmi Digelar, Didukung Penuh Oleh Pemkab Mimika

Foto bersama Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Anace Hombore bersama Kabesbangpol Yan S. Purba, perwakilan Kejari Mimika dan TNI beserta Tim penguji PWI pusat bersama Ketua PWI Papua dan Plt Papua Tengah

MIMIKA, BM

Sebanyak 34 orang wartawan yang ada di Kabupaten Mimika mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan I yang dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak Rabu (13/12/2023) hingga Kamis (14/12/2023) di Ballroom Hotel Cartenz.

Dari jumlah tersebut, untuk jenjang muda diikuti oleh 21 orang yang dibagi menjadi empat kelas.

Kemudian, jenjang Madya diikuti 8 orang yang dibagi menjadi dua kelas dan jenjang utama diikuti 5 orang.

Ketua Panitia Selviani Bu’tu mengatakan UKW merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh wartawan sehingga hal ini yang mendorong untuk dibentuknya kepanitiaan.

“Untuk pendanaan atau pembiayaan sepenuhnya disupport oleh pemerintah Kabupaten Mimika, dalam hal ini melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Jadi kami ucapkan terimakasih kepada pak Kaban (Kepala Badan-red) sehingga kegiatan kita bisa terlaksana,” katanya singkat.

Mewakili pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Anace Hombore menuturkan UKW bukan hanya sekedar proses evaluasi, tetapi juga merupakan pijakan fundamental dalam membangun jurnalisme yang berintegritas dan bermanfaat.

“Melalui uji kompetensi ini kita dapat merangkul masa depan yang lebih cerah bagi profesi jurnalistik di tanah air khususnya di Kabupaten Mimika,” ucapnya.

Lanjutnya, Pers memiliki peran dan fungsi mewujudkan kemerdekaan pers untuk mewujudkan kedaulatan rakyat Indonesia dan pers yang profesional tidak lepas dari visi dan misinya membangun Indonesia.

“Uji kompetensi merupakan alat untuk mendorong profesionalisme yang konsisten di kalangan wartawan dengan menjalankan uji kompetensi secara berkala. Wartawan diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaannya mengikuti perkembangan etika dan standar jurnalistik terkini,” imbuhnya.

Ia menambahkan dalam konteks kemerdekaan pers, UKW memegang peranan penting dalam memastikan bahwa informasi yang disajikan kepada publik adalah akurat, berimbang dan tidak berat sebelah sehingga masyarakat dapat merasa lebih yakin dan percaya akan informasi yang disampaikan oleh wartawan.

“Saya menilai pers merupakan bagian terpenting dalam proses pembangunan di Kabupaten Mimika, tanpa pers pembangunan ini tidak bisa tersampaikan,” ujar Anace.

Sementara itu, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, M Noeh Hatumena mengatakan atas nama pengurus PWI pusat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Mimika dan Bakesbangpol atas terselenggaranya UKW ini.

“Dalam penyelenggaraan ini peserta yang ikut lebih kurang 30, tetapi memang ada yang absen dan mudah-mudahan mereka semuanya yang mengikuti uji kompetensi angkatan I dan diselenggarakan di ujung tahun ini mereka semua lulus. Doa kita mengiringi itu. Dengan demikian berarti sebuah prestasi besar untuk Kabupaen Mimika, Provinsi Papua Tengah,” tandasnya.

Pelaksanaan UKW hari pertama baik untuk jenjang muda, madya dan utama, para wartawan, redaktur dan pemimpin redaksi (pemred)  mengikuti serangkaian kegiatan yang diuji oleh para penguji yang berkompeten di bidangnya dan menghadirkan nara sumber Kasie Humas Polres Mimika, Ipda Hempy Ona. (Elfrida Sijabat)

Puluhan Guru PAUD dan SD di Kabupaten Mappi Mengikuti Bimtek Transisi PAUD ke SD

Suasana kegiatan

MAPPI, BM

Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) bagi guru PAUD dan guru SD kelas awal tahun 2023 Se-Kabupaten Mappi yang berlangsung mulai Rabu (18/10/2023).

Pj. Bupati Mappi, Michael R. Gomar melalui kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi Sumarno, mengatakan program merdeka belajar yang digulirkan pemerintah melalui Kemendikbudristek telah memberikan warna tersendiri bagi dunia pendidikan.

Ia menerangkan, kebijakan merdeka belajar merupakan langkah untuk menstranformasi pendidikan demi terwujudnya sumber daya manusia yang unggul yang melalui penguatan profil pelajar pancasila.

Sumarno menjelaskan, episode ke-24 Program merdeka belajar yaitu menegaskan tentang transisi PAUD ke SD merupakan terobosan pemerintah, bagaimana mempermudah proses perpindahan peran anak sebagai peserta didik paud, menjadi peserta didik SD dan penyesuaian diri anak dengan lingkungan belajar baru.

Menurutnya transisi PAUD ke SD ini harus bisa membangun kepercayaan diri anak sebagai persiapan memasuki tahapan pendidikan yang lebih tinggi yakni jenjang Sekolah Dasar.

"Tidak dapat dipungkiri saat ini di lingkungan kita masih ditemukan banyak anak yang tidak sempat menjalani pendidikan di jenjang PAUD melainkan langsung memasuki jenjang kelas satu Sekolah Dasar. Hal ini membuat mereka tidak mendapatkan fase fondasi yang menjadi hak-nya. Kondisi ini semakin marak terjadi di masa pandemi,"ungkapnya.

Ia menegaskan, transisi PAUD ke SD ini sangat penting untuk menguatkan berbagai kemampuan pondasi pada anak. Kematangan kognitif yang cukup untuk melakukan kegiatan belajar, seperti dasar literasi, numerasi serta pemahaman tentang hal-hal mendasar yang terjadi sehari-hari.

"Kegiatan Transisi PAUD ke SD adalah program kerja POKJA Bunda PAUD Kabupaten Mappi. Kita Selama 3 hari kedepan ini para Guru PAUD dan Guru SD Kelas Awal akan mengikuti Kegiatan Transisi PAUD ke SD," ucapnya.

Kegiatan ini akan diikuti oleh 54 Peserta yang berasal dari 10 TK dan 7 SD di wilayah Distrik Obaa dan akan di fasilitasi oleh Narasumber dari BPMP Papua.

"Saya berharap kepada Bapak/Ibu kepala Sekolah dan Guru dapatmengikuti kegiatan dengan baik. Kami juga mengucapkan selamat mengikuti kegiatan semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaatkan dan warna baru di PAUD maupun SD di Kabupaten Mappi,"pungkasnya. (Ronald Renwarin/Red)

Top