Pendidikan

Pemda Mappi Telah Berangkatkan 16 Calon Mahasiswa Penerima Beasiswa ADIK

Foto bersama saat pelepasan 16 calon mahasiswa penerima beasiswa ADIK Kemeterian Pendidikan

MAPPI, BM

Pemerintah Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan telah melepas 16 calon mahasiswa penerima beasiswa program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Tahun 2023.

Kegiatan pelepasan 16 orang calon mahasiswa tersebut berlangsung di aula kantor Dinas Pendidikan, Kamis (3/8/2023).

Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar, melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Sumarno mengatakan 16 orang ini akan melanjutkan pendidikan pada beberapa perguruan tinggi yang ada diluar Papua.

“Mereka para calon mahasiswa akan bertolak ke Merauke, disana nanti akan ada pembekalan selama satu hari dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan, kemudian setelah itu para calon mahasiswa akan diberangkatkan ke beberapa perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sumarno menuturkan, 16 orang calon mahasiswa yang mendapatkan beasiswa melalui program ADIK tersebut merupakan anak –anak Orang Asli Papua (OAP) dari Kabupaten Mappi yang sebelumnya sudah mengikuti proses seleksi dan dinyatakan lulus seleksi.

“Jadi awalnya yang mengikuti seleksi ini ada 76 orang namun yang dinyatakan lulus ada 16 orang. Anak-anak ini adalah siswa/siswi dari SMK dan SMA se-Kabupaten Mappi,”terangnya.

Sumarno menerangkan, beberapa perguruan tinggi yang dituju diantaranya, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Nusa Cendana, Universitas Patimura, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Udayana, Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Politeknik Manufaktur Bandung.

Selain biaya perkuliahan, biaya hidup dan tempat tinggal mereka di tanggung oleh kementerian pendidikan. Kementrian pendidikan juga akan memberikan uang saku kepada mahasiswa yang disalurkan setiap 3 bulan sekali.

Sementara Pemda Mappi hanya menanggung biaya transportasi dari Mappi ke Merauke dan selanjutnya ke Perguruan tinggi Tujuan.

"Meneruskan pesan dari Pj Bupati Mappi, kita berharap kepada calon mahasiswa yang lulus program ADIK ini agar betul –betul mengikuti perkuliahan dengan baik karena tidak semua anak bisa mendapatkan kesempatan baik yang seperti mereka dapatkan ini," harapnya. (Red)

YPJ Mudahkan Murid Memilih Sekolah Lanjutan Unggulan Lewat Education Fair

Antusias para murid dalam mengikuti Education Fair 2023 yang digelar Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) di SMP YPJ Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Corporate Communication PT Freeport Indonesia)

MIMIKA, BM

Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) yang bernaung di bawah PT Freeport Indonesia kembali menggelar kegiatan Education Fair di tahun 2023.

Kegiatan yang menghadirkan sebanyak 27 sekolah unggulan itu berlangsung di dua lokasi, yakni di SMP YPJ Tembagapura pada 10 November 2023, dan di SMP YPJ Kuala Kencana pada tanggal 13-14 November 2023.

Bagian Hubungan Masyarakat YPJ, Omih Gobay, selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan Education Fair 2023 bertujuan memberikan kemudahan bagi siswa-siswi kelas IX dan para orang tua dalam menentukan sekolah studi lanjutan pada jenjang yang lebih tinggi.

"Kami adakan (Education Fair) agar siswa dan orang tua tidak mengalami kesulitan saat anak-anak menyelesaikan pendidikannya di YPJ," ujar Omih saat ditemui di SMP YPJ Kuala Kencana, Selasa (14/11/2023).

Omih mengungkapkan, berdasarkan beberapa pengalaman sebelumnya, anak-anak lulusan YPJ sering tidak sempat mendaftarkan diri ke sekolah-sekolah terbaik impiannya yang berada di luar Mimika lantaran tahapan pendaftaran kerap kali telah ditutup.

"Ketika anak-anak lulus dari YPJ, kemudian mau melanjutkan pendidikan di luar, sekolah-sekolah di luar, apalagi sekolah-sekolah yang bagus dan masuk ekspektasi orang tua, itu sudah tutup, sudah full," jelas Omih.

"Biasanya kan dari gelombang pertama, mereka sudah menerima siswa baru. Jadi, begitu siswa YPJ lulus mau mendaftar, maka dia terpaksa harus mencari sekolah yang lain. Akhirnya, anak-anak mungkin mendapatkan sekolah di luar, tetapi tidak sesuai dengan harapan dia sebelumnya," imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Omih, selama beberapa tahun belakangan ini, YPJ selalu mengadakan Education Fair sebelum penerimaan gelombang kedua mulai dibuka.

Hal ini juga untuk membantu orang tua menghemat biaya dalam mencari informasi yang akurat mengenai sekolah-sekolah terbaik di luar Mimika.

"Education Fair ini kita lakukan di gelombang pertama. Kita sudah memulainya sebelum pendaftaran dibuka. Jadi, tanpa mengeluarkan tenaga, waktu, dan biaya yang banyak untuk ke luar Mimika, anak-anak dan orang tua sudah bisa mendapatkan informasi yang akurat dan bisa memilih sekolah sesuai dengan harapannya," tutur Omih.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pada kegiatan Education Fair kali ini, sebetulnya YPJ telah mengundang sebanyak 32 sekolah unggulan. Namun dari jumlah tersebut, 27 sekolah yang menyatakan bersedia untuk hadir.

Sekolah-sekolah tersebut, kata Omih, dipilih berdasarkan kriteria serta rujukan dari orang tua murid.

"Kriteria yang diharapkan dari orang itu pertama berpola asrama atau boarding school. Orang tua kan ingin anak-anaknya itu bisa belajar dengan nyaman dan aman, jadi yang kami undang adalah sekolah yang berpola asrama karena anak-anak ini sebagian besar orang tuanya masih berdomisili di sini," jelas Omih.

Di samping itu, Kepala Sekolah SMP YPJ Kuala Kencana, Nursalim, menyebutkan bahwa 27 sekolah yang didatangkan itu sudah mengakomodir dari sekolah nasional, sekolah Kristen, Katolik, dan Islam.

"Kemudian yang hadir ini juga atas rekomendasi dari orang tua. Orang tua memberikan rekomendasi ke kami, maka kami mengundang. Dan biasanya di sekolah-sekolah itu, anak-anak (alumni) kita sebagian besar sudah ada di sana," jelas dia.

Nursalim mengatakan, 27 sekolah tersebut pun sudah mewakili dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, dan Papua.

Dalam Education Fair ini, anak-anak yang mengikuti juga diberikan kesempatan langsung untuk mengikuti tes dan interview.

"Anak-anak yang melamar biasanya difasilitasi untuk mengikuti tes. Jadi, mereka diberikan peluang sebesar-besarnya supaya mereka bisa mendapatkan atau mendaftar di sekolah tersebut dan diterima," kata Nursalim.

Disampaikan bahwa selain dibuka untuk siswa-siswi SMP YPJ, kegiatan Education Fair ini pun terbuka bagi sekolah-sekolah lain yang berada di Kota Timika.

"Sebenarnya ini tidak hanya untuk kita (YPJ) saja. Ini open untuk semua komunitas yang ada di Timika juga. Kebetulan kemarin, ada sekitar 17 sekolah yang kami undang untuk hadir dalam Education Fair ini," tuturnya.

Dikatakan bahwa setiap tahun, pelaksanaan Education Fair selalu mendapatkan respons yang positif dari anak-anak murid dan juga para orang tua.

"Luar biasa, anak-anak dan orang tua sangat berterima kasih dan sangat support sekali. Harapan dari orang tua, kegiatan seperti ini bisa terus diadakan setiap tahunnya. Oleh karena itu, YPJ sudah menjadikannya sebagai program sekolah juga," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Pemprov Papua Tengah Akan Kirim 97 OAP Lulusan SMP Lanjutkan Pendidikan di Jawa dan Bali

Peserta dari Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah akan mengirimkan 97 siswa orang asli Papua lulusan dari 7 kabupaten sebagai penerima beasiswa afirmasi pendidikan menengah (Adem) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2023 ke SMA di pulau Jawa dan Bali .

Biaya pendidikan, tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari, serta uang saku 97 anak ini ditanggung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar pembekalan sebelum 97 pelajar ini diberangkatkan ke kota studi masing-masing pada Minggu (9/7/2022). Pembekalan dimulai sejak Kamis 6-8 Juli 2023 di Hotel Horison Diana.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Ausilius You berkata, anak-anak ini harus memahami budaya atau adat istiadat dua daerah tersebut sebelum mereka melanjutkan pendidikan disana. 

"Setidak-tidaknya itu dari sini, mereka mengetahui kira-kira kebiasaan hidup orang Sunda contohnya di Jawa Barat itu seperti apa. Makanya pembekalan ini diperlukan," jelasnya.

Menurut Ausilius, kuotanya sudah ditentukan lewat Kementerian pendidikan dan untuk Papua Tengah ada 97 siswa.

“Pembiayaan itu kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah dalam keberangkatan sampai tempat tujuan. Selanjutnya dari Kementerian Pendidikan membiayai biaya Pendidikan sampai selesai selama 3 tahun,”  ungkapnya.

You berharap mereka dapat membentuk diri, menemukan jati diri, belajar dengan sungguh -sungguh supaya dan selesai dengan baik serta berguna bagi diri sendiri, keluarga, nusa dan bangsa.

"Oleh sebab itu marilah kita sama-sama mendukung mereka," harapnya.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Piet Nawipa, menjelaskan 97 anak ini seharusnya dari delapan kabupaten namun Kabupaten Puncak tidak mengirim pelajar mereka.

“Kami konfirmasi ke Puncak kenapa tidak mengirimkan pelajar, mereka bilang karena situasi tapi tidak menjelaskan situasi seperti apa. Jadi 97 pelajar ini dari tujuh kabupaten yaitu Nabire, Puncak Jaya, Paniai, Mimika, Dogiyai, Intan Jaya dan Deiyai,” jelas Piet.

Dikatakan jumlah pelajar yang dikirim dari setiap kabupaten berbeda-beda ada sekolah yang mengirim 11 siswa, 12 siswa, 13 siswa dan 15 siawa. Kabupaten Mimika mengirim 15 siswa.

Katanya, setelah diberangkatkan anak-anak akan dijemput oleh kepala dinas pendidikan dari masing-masing kota studi yang dituju.

“97 anak ini memiiki guru asuh, jadi tempat tinggal mereka diatur oleh guru asuh. Kalau sekolah ada asramanya mereka tinggal di asrama, tapi kalau sekolah tidak punya asrama maka akan dicarikan tempat tinggal yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Ditambah lagi, anak-anak ini akan dibekali cara menyesuaikan diri agar tidak kaku, lebih percaya diri, disiplin, meninggalkan kebiasaan yang kurang baik dan fokus belajar hingga lulus.

Ia menjelaskan Kemendikbud RI tidak menanggung biaya liburan anak-anak sehingga jika anak-anak yang ingin berlibur pulang kampung ditanggung orang tua.

“Kemendikbud hanya memikul biaya pulang setelah belajar sampai ke tangan orang tua,” ungkapnya. ( Santi Sang )

Top