Pendidikan

Gaji 97 Guru PPPK Bakal Dibayar Setelah Libur Lebaran

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Willem Naa.

MIMIKA, BM

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Willem Naa, menyampaikan bahwa gaji para guru PPPK SMA/SMK akan dibayar setelah libur lebaran usai.

"Setelah lebaran, hak-hak guru PPPK segera dibayarkan. Tidak mungkin kita bayarkan satu dua hari ini karena sudah libur. Jadi, selesai libur lebaran dulu," ujarnya di Kantor Pusat Pemerintahan, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (17/4/2023).

Lebih lanjut perihal Surat Keputusan (SK) yang sebelumnya menjadi kendala, ia mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Pemerintah Provinsi beberapa waktu lalu.

"Saya bersama sekretaris dan kepala bidang sudah memastikan langsung ke provinsi. Sekarang, kami lagi menunggu SK dari provinsi," ungkapnya.

Willem juga memastikan bahwa semua anggaran untuk membayar gaji guru PPPK SMA/SMK sudah disiapkan Dinas Pendidikan.

"Kalau SK sudah ada, kita segera cairkan," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Peserta Alam Lestari PTFI Angkatan 17 Lakukan Kunjungan Pembelajaran Eko Edukasi di SATP

Foto bersama Peserta Alam Lestari PTFI Angkatan 17

MIMIKA, BM

Puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mimika yang tergabung dalam program Alam Lestari Environmental Devisi PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan kunjungan pembelajaran Eko Edukasi di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Selasa (28/3/2023).

Para peserta Alam Lestari ini diajak keliling SATP untuk melihat tempat dan proses pelaksanaan eko edukasi.

Adapun tempat-tempat di SATP yang dikunjungi para Pangeran dan Putri Alam Lestari, yakni laboratorium alam, tempat pembuatan pupuk kompos, klinik apung, serta eko enzim.

Di laboratorium alam, para peserta Alam Lestari diajak melihat satwa-satwa yang berada dalam kandang yakni ada burung cenderawasih, kaka tua, burung rangkong Papua, nuri kepala hitam, kutilang, burung cinta, elang Papua, kangguru abu-abu, kasuari, dan kera.

Sementara di tempat pembuatan pupuk kompos, 30 peserta alam lestari diajarkan pembuatan pupuk kompos, mulai dari pemotongan dan pemilihan bahan, campuran, dan yang lainnya.

Sedangkan di klinik apung, peserta Alam Lestari diajarkan dan diajak untuk menanam mangrove, serta cara penggunaan pupuk kompos dari daun kelor yang digunakan dalam penanaman bunga lavender.

Di rumah produksi eko enzim, para peserta diajarkan cara pembuatan eko enzim yang produknya bisa digunakan untuk sabun mandi, pembersih lantai, aroma terapi, sabun cuci, dan terakhir dari eko enzim bisa digunakan untuk sampoh dari buah merah.

Meitty Poei, Program Koordinator Alam Lestari Environmental Devisi PTFI, mengatakan bahwa program Alam Lestari merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Environmental Devisi PTFI.

"Setiap tahunnya peserta alam lestari ini akan dibekali dengan materi lingkungan termasuk kegiatan daur ulang yang sudah dilaksanakan oleh SATP," terang Meitty.

Dengan melihat kegiatan daur ulang ataupun program Eko Edukasi yang ada di Sekolah Taruna Papua akan sangat membantu para peserta alam lestari untuk mempelajari mengenai apa saja yang bisa dilakukan dari sisi daur ulang dalam hal ini pembuatan kompos, eko enzim dan lain lainnya.

Selain dari itu, kata Meitty peserta alam lestari ini juga akan membuat project lingkungan di sekolah masing-masing sebagai bagian dari implementasi mereka mengikuti program pembinaan ini.

"Project lingkungan ini tergantung dari masing-masing peserta karena tentunya menjadi bagian dari penilaian mereka yang nantinya akan menentukan juga siapa saja yang masuk ke 15 besar yang kemudian akan kita lakukan penilaian sebagai bagian dari pemilihan pangeran dan juga putri lestari pada bulan Juni bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan," jelasnya.

Sementara, pilot project sendiri kembali kepada masing-masing peserta, karena pilot project yang dilakukan ini tentunya menyesuaikan dengan keadaan sekolah masing-masing dan tidak dipaksakan.

Tetapi tiap peserta ataupun perwakilan dari masing-masing sekolah harus menyiapkan salah satu pilot project yang menjadi bagian dari implementasi mereka di lingkungan sekolah dan juga membawa hasil dari apa yang sudah mereka pelajari selama mengikuti program alam lestari.

Selain kunjungan ke SATP peserta alam lestari ini juga sudah melakukan kunjungan ke area perusahaan dalam hal ini PT United Traktor. PT UTR mempunyai satu anak perusahaan yang bernama PT Triatra Simedia Pratama yang merupakan sponsor utama dari program alam lestari.

"Untuk itu di area kerja tersebut mereka mempelajari mengenai jenis-jenis limbah yang dihasilkan terutama limbah bahan berbahaya berat," tuturnya.

Diketahui, peserta alam lestari ini merupakan angkatan ke-17. Setiap angkatan akan mempunyai tema tersendiri dan untuk tahun ini temanya adalah enviromental influencer.

"Kalau kita lihat dari sisi teknologi yang sekarang ini anak muda lebih banyak menggunakan media sosial untuk melakukan kampanye, jadi mungkin diambil dari kata environmental influencer atau yang kita tahu influencer berarti seorang yang mempunyai pengaruh," ungkapnya.

"Sebagai anak muda tentunya akan lebih mudah bagi mereka untuk melakukan kampanye sebagai seorang influencer melalui media sosial," katanya.

Tahun ini ada 36 peserta dari 18 sekolah yang ikut dalam program alam lestari ini. Sejak tahun lalu mereka sudah mulai berjalan yang dimulai dari kunjungan dan pembelajaran praktik langsung.

"Nantinya mereka ini akan menjadi duta lingkungan yang akan mengkampanyekan semua hal terkait lingkungan," ungkapnya.

Sementara, Kepala SATP, Johana M M Tnunay mengaku senang dengan kunjungan dari para peserta alam lestari ke SATP. Menurutnya SATP sudah menerapkan pembelajaran eko edukasi untuk siswa sehingga sekolah ini memiliki laboratorium alam dari lingkungan baik hewan maupun tanaman.

"Semua itu kami kembangkan untuk anak-anak belajar. Dari situ kami terus mengembangkan dengan eko edukasi karena sampah kita cukup banyak dan kita berfikir untuk kelola. Sampah ini bukan sebagai tantangan atau masalah tapi kita ambil itu sebagai peluang untuk mengolah menjadi nilai ekonomis," terang Johana.

Menurutnya, ana-anak ini sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan dan dimasukkan ke dalam program reguler dan non reguler untuk mengelola sampah ini menjadi eko enzim.

"Dari eko enzim itu kita lihat kebutuhan di lapangan untuk pupuk, ternyata eko enzim ini bisa dibuat pupuk dari sampah-sampah itu. Dan dari eko enzim ini bisa dibuat lagi project turunan seperti sabun, lilin, pembasmi lalat dan lainnya," jelasnya.

Tidak hanya itu, ternyata bisa dikembangkan lagi untuk dibuatkan sampoh dari buah merah dan parfum dari lavender.

Jadi, kata Johana, mereka menggunakan apa yang orang bilang tidak bisa digunakan namun mereka gunakan. Itulah yang disebut memberdayakan lingkungan atau eko edukasi.

"Ilmu pembelajaran anak-anak tidak hanya di dalam kelas, hanya 40 persen di kelas dan sisanya di lapangan. Dan ada juga praktik digital," Tutupnya. (Shanty Sang)

Pemda Mappi Teken MoU Dengan Institute of the Pacific United (IPU) New Zealand

Foto bersama para pelajar Mappi dengan Pj Bupati Mappi, Michael R Gomar

MAPPI, BM

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten Mappi akan mengirim putra-putri terbaiknya untuk melanjutkan studinya di luar negeri yakni di Institute of the Pacific United (IPU) New Zealand.

Pelaksanaan program beasiswa ini dituangkan dalam Memorandum Of Understanding (MoU) yang ditandatangi Penjabat Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar, dan perwakilan IPU New Zealand, Dosen Senior (Senior Lecturer Internasional Business), and Senior Internasional Marketing Officer, Marveys Ayomi di Mappi, Sabtu (11/3/2023).

Marveys Ayomi juga merupakan koordinator siswa siswi penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Papua di New Zealand.

Penandatangan MoU ini juga bersamaan dengan dimulainya proses seleksi calon penerima beasiswa. Seleksi diikuti 33 orang pelajar kelas XII yang berasal dari SMA dan SMK se-Kabupaten Mappi.

Tes yang diberikan berupa lembar soal pilihan ganda, tes menulis dan tes wawancara dalam Bahasa Inggris. Proses seleksi dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Mappi dan Dinas Pendidikan dengan pengawasan langsung dari tim IPU New Zealand.

Pj Bupati Mappi, Michael Gomar mengatakan, program beasiswa ini merupakan program prioritas Pemkab Mappi dalam rangka peningkatan SDM putra-putri Mappi.

Ia menjelaskan Ini sebagai tindaklanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang memberikan mandatori kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pembangunan infrastruktur daerah.

Khusus untuk program beasiswa luar negeri ini, Pemda Mappi mengalokasikan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk pengembangan pendidikan dengan menggandeng dan berkoordinasi dengan IPU New Zealand.

“Saya atas nama pribadi dan sebagai kepala daerah menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam hal ini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan para pimpinan OPD teknis yang sudah mendukung program beasiswa di dalam negeri maupun luar negeri,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, diungkapkan Pj Bupati, ia bertemu dan mendengarkan saran dan masukan dari pelajar dan mahasiswa asal Mappi di Merauke.

Mereka meminta Pemda Mappi melakukan terobosan dan pembenahan juga perbaikan perekrutan dan pembiayaan bantuan pendidikan yang bersumber dari Dana Otsus maupun sumber dana lainnya.

Pasalnya, ada mahasiswa yang sudah semester tiga namun belum mendapat bantuan beasiswa hingga akhirnya mengalami drop out dari kampus.

Karena masukan dan keadaan tersebut, Pj Bupati bersama Bagian Hukum, Bagian Kesra dan Dinas Pendidikan akhirnya merancang kembali Peraturan Bupati tentang penyaluran bantuan pendidikan.

“Adik -adik kita ini punya tekad yang kuat untuk kuliah dan kita wajib mendukung itu. Dan hal itu yang mereka sampaikan kepada saya saat saya berkunjung ke kota studi Merauke. Ada juga kendala lain salah satunya adalah kemampuan anak-anak kita yang lulusan SMA maupun SMK ketika masuk di kampus tidak bisa bersaing dengan adik-adik kita yang berasal dari kabupaten lain," ungkapnya.

"Ini fakta, bapak ibu jangan menutup mata, Dinas Pendidikan tidak boleh menutup mata, para kepala sekolah juga harus terbuka. Jangan mengejar kuantitas kelulusan siswa tetapi harus lebih fokus pada kualitas anak -anak itu sendiri,” jelasnya.

Demi peningkatan kualitas, Pemkab Mappi akan membuka kelas Bahasa Inggris secara terbuka dan gratis kepada pelajar kelas XI se-Kabupaten Mappi.

"Itu dilakukan agar siswa bisa mempersiapkan diri sejak awal jika ada peluang seleksi penerimaan kuliah baik itu di dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.

Selain itu pemkab Mappi juga menganggarkan dari dana Otsus untuk bantuan pendidikan dan beasiswa bagi mahasiswa Mappi untuk pendidikan di dalam negeri sebanyak 1.303.orang.

Untuk program beasiswa ke New Zealand, Pemkab Mappi mengalokasikan dana sebesar Rp 7 miliar. Kuotanya ada tujuh orang yang dinyatakan lulus seleksi. Pj Bupati Mappi berharap seleksi dilakukan secara profesional tanpa intervensi dari siapapun.

“Saya berharap dari tim IPU New Zealand yang melakukan seleksi bahwa hasil seleksi ini benar –benar hasil murni berdasarkan kemampuan dan kompetensi dari siswa/siswi itu sendiri sehingga tujuh besar ini yang nanti akan direkrut dan mempersiapakan diri mengikuti pelatihan pembekalan selama tiga bulan di Jayapura setelah itu dikirim ke luar negeri,” jelas Pj Bupati.

Setelah mengikuti pembekalan di Jayapura, peserta beasiswa diberi kesempatan kembali ke Mappi untuk pamit dengan orang tua dan Pemda Mappi pada Agustus, sebelum diberangkatkan ke New Zealand.

“Satu pesan yang saya mau sampaikan tolong pada saat melakukan seleksi nantinya ada adik –adik yang tidak lolos jangan berkecil hati. Bukan berarti itu gagal tetapi harus tetap semangat, tetap belajar mungkin sekarang ini belum bisa berangkat. Tetapi apabila kemampuan keuangan daerah kita mencukupi maka kita akan persiapkan lagi untuk penerimaan gelombang kedua atau tahap kedua,” tegasnya.

Tim IPU New Zealand Jamin Kemurnian Tes : Yang Lolos Adalah Yang Terbaik

Dosen Senior (Senior Lecturer Internasional Business), and Senior Internasional Marketing Officer, Marveys Ayomi, mengatakan kedatangan tim IPU New Zealand karena undangan dari Pemda Mappi dalam rangka penandatangan MoU tentang beasiswa Luar Negeri.

"Dalam proses seleksi difokuskan pada empat skill dasar dalam Bahasa Inggris yakni writing, reading, listening dan speaking," ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan test dibagi dalam dua sesi dimana test pertama difokuskan pada writing dan reading test dalam bentuk pilihan ganda dan isian. Sementara Sesi kedua test interview atau wawancara untuk mengetes kemampuan listening dan speaking.

Dikatakan Marveys pelaksanaan test berlangsung aman dan lancar namun ada beberapa penyampaian dari anak - anak dimana mereka jarang sekali ada test bahasa Inggris sehingga terasa sulit bagi mereka.

"Walau demikian, mereka bisa menyelesaikan semuanya dengan baik," ujarnya.

Marveys menegaskan, mulai dari proses seleksi dan nanti hasilnya nanti akan dilakukan secara profesional dan tidak ada intervensi dari siapapun.

"Kita laksanakan tes dengan sangat profesional tidak ada intervensi dari pihak manapun atau siapapun itu. Dari test ini kita lihat dari nilai tertinggi sampai yang terendah,” jelasnya.

Marveys menyebutkan, semua pelaksanaan test berjalan aman dan lancar. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan hasil test dan rencana minggu ini sudah bisa dilakukan pengumuman.

"Anak -anak yang ikut proses seleksi ini adalah siswa yang direkomendasikan oleh pihak sekolah. Mereka harus bangga apapun hasilnya nanti, karena mereka adalah yang terbaik dari sekolah mereka. Ke depan ini akan jadi barometer dan mereka sudah punya pengalaman," ungkapnya.

Marveys meminta dukungan orang tua karena pendidikan merupakan salah satu faktor utama untuk merubah kehidupan suatu bangsa.

Peserta Tes Ucapkan Terimakasih Pj Bupati Mappi

Sementara itu, salah seorang peserta tes, Selerina M. Basagai mengucapkan terima kasih karena diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi beasiswa luar negeri.

"Saya sangat bangga karena kami siswa/siswi di Kabupaten Mappi bisa mengikuti seleksi beasiswa luar negeri ini,” ungkapnya.

Selerina berharap, program ini bisa membangun SDM di Kabupaten Mappi menjadi lebih baik.

"Harapan saya kalau saya lulus ikut seleksi ini, ke depannya saya bisa membangun Kabupaten Mappi ini. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada bapak Pj Bupati Mappi karena telah membuka program beasiswa luar negeri untuk kami anak –anak di Kabupaten Mappi agar bisa bersaing dengan saudara-saudara kami di luar sana,” pungkasnya. (Red)

Top