Pendidikan

Penyaluran Dana BOS dan BOPDA Triwulan III di Mimika Terkendala Data Dari Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Willem Naa

MIMIKA, BM

Penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Dana Pendidikan Daerag (BOPDA) triwulan III tahun 2023 untuk Kabupaten Mimika masih terkendala data-data dari pihak sekolah.

Sejauh ini baru dua hingga tiga sekolah yang telah melaporkan kepada Dinas Pendidikan Mimika.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Willem Naa kepada BM Senin (27/2/2023) di ruang kerjanya.

“Khusus untuk dana BOS dan BOPDA, saya minta kepada seluruh kepala sekolah untuk data absen dan lainnya segera dikirim sesuai dengan surat saya yang sudah dikirim ke masing-masing sekolah,” tegasnya.

“Kita tidak boleh memperlambat, kalau data dari kepala sekolah lambat, dia yang bertanggung jawab. Jadi saya mau secepatnya dilengkapi dan dikirim karena kita sudah masuk Triwulan III,” imbuhnya.

Ia menuturkan apabila terlambat maka dipastikan kesalahan ini akan menjadi tanggung jawab sekolah.

“Baru 2-3 sekolah saja yang sudah masuk. Kami tinggal mengeksekusi dan tunggu data dari mereka. Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) kita belum terima tapi sudah dianggarkan,” jelasnya singkat. (Elfrida Sijabat)

Matelda dan Paulus Wakili Mimika dan Papua di Festival Literasi Nasional

Matelda dari SDI Sempan Barat, Paulus dari SD YPPK Atuka didampingi guru pendamping di Jakarta untuk lomba Festival Literasi Nasional

MIMIKA, BM

Sebuah prestasi membanggakan ditorehkan oleh murid kelas VI SD Inpres Sempan Barat. Pasalnya ia mewakili Provinsi Papua mengikuti festival literasi nasional yang diadakan Kemendikbud.

Dia adalah Matelda Magdalena Henny Mara, gadis kecil dari SD Inpres Sempan Barat yang berhasil membawa nama sekolahnya dan juga nama Papua.

Tidak hanya Matelda, namun ada siswa dari SD YPPK Atuka, Paulus Teraeyauta juga mewakili sekolahnya dan juga Papua.

Perwakilan dua siswa dari Provinsi Papua ini membawakan Bahasa ibu Mimika wee. Keduanya akan bersaing dengan sekolah-sekolah lain dari seluruh Indonesia di Jakarta.

Kepala Sekolah SDI Sempan Barat, Jema Luis Parera saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/2/2023) tak bisa menutupi rasa bangganya karena muridnya dapat mewakili SDI Sempan di perlombaan nasional.

“Matelda nanti akan membacakan puisi Bahasa Kamoro. Tentu, kami berharap perwakilan dari Papua bisa meraih juara," tutur Jems.

Dengan kegiatan seperti ini, kata Jems, siswa dengan beragam bakat dan minat, baik di bidang seni, budaya, bahasa maupun olahraga mendapat kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi.

Jems mengatakan, festival ini merupakan salah satu wadah pengembangan ajang talenta di bidang seni, bahasa, dan literasi.

Untuk itu, ia berharap muridnya ini bisa menjadi penggerak dan pelopor budaya literasi di sekolahnya.

“Semoga anak kami bisa memiliki karakter seni dan kreatifitas sehingga nanti kelak akan menjadi para pemimpin hebat,” harap Jems. (Shanty Sang)

Pertengahan Tahun, 250 Guru Honorer Direkrut Menjadi Guru Kontrak

Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika Fransiskus Bokeyau

MIMIKA, BM

Pertengahan tahun 2022 tepatnya bulan Juni-Juli, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika akan merekrut 250 guru honorer menjadi guru kontrak.

Demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika Fransiskus Bokeyau kepada BeritaMimika, Kamis (9/2/2023) di Timika.

“Yang ada kita diberi mandat dari Kementerian untuk memperbanyak guru kontrak untuk pemenuhan kebutuhan sekolah baik di swasta dan negeri. Guru honor di sekolah masing-masing yang akan kita rekrutmen menjadi guru kontrak, statusnya saja kita rubah,” jelasnya.

Lanjutnya, pada tahun 2022 guru honor yang sudah bekerja selama ini baik untuk TK, SD dan SMP berjumlah 200-an lebih.

“Tahun ini di ajaran baru Juni-Juli, kita akan perbanyak sebanyak 250 karena SMA/K bergabung ke kabupaten/kota. Mereka juga kita penuhi untuk guru kontrak. Tahun depan minimal dari 200 menjadi 400-an,” ucapnya.

Rekrutmen ini diprioritaskan untuk guru honor yang selama ini sudah mengabdi untuk Mimika, sementara guru honor yang baru akan dikategorikan kedua dan sebagainya.

“Kebijakan lain selain dengan penguatan kapasitas guru kami juga akan menambah dana-dana bantuan ke sekolah seperti dana bantuan operasional pendidikan daerah (bopda). Angkanya kita belum bisa bicara tetapi lebih pada bagaimana kita membantu sekolah-sekolah swasta yang kemandiriannya didirikan oleh masyarakat dan perorangan,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

Top