Pendidikan

Kerennya Taman Mappi Bangkit, Diubah Jadi Tempat Pengembangan Literasi dan Numerasi

Suasana di Taman Mappi Bangkit

MAPPI, BM

Taman Mappi Bangkit yang lahir dari gagasan Penjabat Bupati, Michael Rooney Gomar, memberi warna baru bagi Kota Kepi. Ruang terbuka yang berada tepat di depan Rumah Jabatan Bupati itu disulap menjadi pusat hiburan dan rekreasi bagi masyarakat.

Tak hanya itu, kini Taman Mappi Bangkit juga mulai dimanfaatkan sebagai tempat edukasi dengan disediakannya Perpustakaan Keliling sebagai bagian dari pengembangan literasi dan numerasi atau peningkatan minat baca dan berhitung. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Mappi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Mappi, Fransiskus J. Yamlean pada Senin (10/5/2023) malam mengatakan, pihaknya menjadikan Taman Mappi Bangkit sebagai wadah untuk membangkitkan minat baca literasi dan numerasi masyarakat khususnya para pelajar di Kabupaten Mappi.

“Mulai sekarang kami membuka ruangan membaca, mengambar dan melukis bagi masyarakat khusus para pelajar di taman Mappi Bangkit,” sebutnya.

Perpustakaan keliling sebelumnya hanya diadakan di sekolah, namun dengan adanya taman yang dikunjungi banyak masyarakat maka kesempatan itu dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca anak-anak.

Perpustakaan keliling di Taman Mappi Bangkit dijadwalkan dua kali seminggu yakni pada hari Selasa dan Jumat. Masyarakat bisa membaca buku yang disediakan, bahkan peralatan untuk menggambar dan mewarnai juga disiapkan dan bisa digunakan oleh pengunjung.

“Selain itu kami juga memutarkan film yang bertema pendidikan untuk memotivasi anak-anak sekolah. Kegiatan ini seminggu dua kali dann berlangsung malam hari mulai pukul 18.00 sampai 21.00 waktu Papua setiap Selasa malam dan Jumat malam,”terangnya.

Perpustakaan keliling memiliki sejumlah koleksi buku baik fiksi maupun non fiksi. Jadi tidak hanya untuk pelajar tapi juga masyarakat umum.

Tersedianya fasilitas seperti tempat duduk, lampu penerangan dan WiFi gratis di Taman Mappi Bangkit sangat mendukung program ini.

Dengan harapan minat baca masyarakat dari semua kalangan semakin tumbuh dan bisa mencerdaskan. Staf Dinas Perpustakaan pun akan hadir untuk melayani dan mendampingi pengunjung yang akan membaca.

Hadirnya Perpustakaan Keliling ini disambut gembira oleh pelajar. Naura Khanza, murid kelas VI SD Negeri Obaa mengatakan bisa merasakan belajar atau membaca buku dengan suasana berbeda di Taman Mappi Bangkit.

“Saya senang sekali di sini saya bisa belajar dengan bebas," ujarya didampingi orangtuaya. (Red

Revitalisasi Bahasa Daerah, Balai Bahasa Papua Beri Pelatihan Guru Utama di Mimika

Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Sukardi Gau (kiri), Assisten I Setda Mimika, Paulus Dumais (tengah), Ketua Bapemperda DPRD Mimika, Iwan Anwar (kanan)

MIMIKA, BM

Dalam rangka implementasi perlindungan bahasa daerah, Balai Bahasa Provinsi Papua memberikan pelatihan revitalisasi bahasa Kamoro bagi guru-guru di Mimika, Selasa (9/5/2023).

Pelatihan yang berlangsung di SMA YPPK Tiga Raja, Jalan Cenderawasih, Timika, Papua Tengah itu diikuti oleh 30 guru utama.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Sukardi Gau, lewat sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini adalah lanjutan dari program merdeka belajar episode 17 yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

"Ini merupakan sejarah bagi kami, karena dulu soal bahasa daerah ini tidak tersentuh," kata dia.

Menurut Sukardi, revitalisasi bahasa daerah merupakan suatu hal yang sangat penting, sebab melalui revitalisasi bahasa daerah, saat ini di Papua masih ada sekitar 60 hingga 70 persen bahasa daerah.

“Urusan bahasa daerah ini penting dan spesifik. Di Indonesia ini, jumlah bahasa daerah di catatan Badan Bahasa ada 718 bahasa daerah,” ungkapnya.

Setengahnya dari jumlah tersebut, kata Sukardi, ada di Papua yakni berjumlah sebanyak 428 bahasa daerah. Oleh karena itu, revitalisasi bahasa sangat perlu untuk dilakukan.

"Bahasa daerah itu berbeda dengan hutan. Jika hutan gundul ataupun rusak, masih bisa diperbaiki dengan menanam kembali. Sedangkan bahasa daerah jika hilang, maka perlu ribuan tahun agar ada bahasa baru," kata Sukardi menggambarkan betapa pentingnya melestarikan bahasa daerah.

Lebih lanjut, Sukardi menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab untuk melakukan perlindungan bahasa. Hal itu, kata dia, telah diatur di dalam Undang-Undang nomor 24 tahun 2009.

"Kalau kami dari Balai Bahasa itu mengurus bahasa negara, atau bahasa Indonesia. Yang kita lakukan saat ini adalah memfasilitasi Pemerintah Daerah dalam melakukan kegiatan pelestarian bahasa daerah," ujarnya.

Sukardi juga menjelaskan, salah satu cara untuk melestarikan bahasa daerah yaitu dengan melakukan pemodelan pembelajaran bahasa daerah.

"Tentunya itu akan diikuti peraturan yang mewajibkan terkait dengan hal tersebut. Ini harus dilakukan karena identitas Papua yang paling nyata adalah bahasa daerah," tandasnya.

Terkait pemilihan bahasa Kamoro sebagai bahan pelatihan revitalisasi bahasa, Sukardi mengatakan bahwa ini tidak bermaksud untuk menganaktirikan bahasa daerah yang lain.

"Ini lebih ke bentuk model atau percontohan agar nantinya bisa dilakukan oleh pemerintah dengan bahasa daerah lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Willem Naa, mengatakan bahwa seiring berkembangnya zaman dengan kemajuan teknologi yang pesat, kebudayaan tampak semakin bergeser.

Tak heran jika semakin ke sini, banyak anak-anak yang cenderung lebih ke mendengarkan daripada menuturkan lewat bahasa.

Untuk itu, Willem mewakili pemerintah mengapresiasi dan berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Papua yang telah menggelar kegiatan pelatihan ini.

"Kami sangat mendukung apabila bahasa daerah, terutama bahasa Kamoro dan Amungme bisa dimasukan ke dalam kurikulum atau muatan lokal," ujar Willem. (Endi Langobelen

144 Siswa SATP Tingkat SD dan SMP Diwisudakan

144 Siswa SATP yang diwisuda

MIMIKA, BM

Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang dikelola Yayasan Pendidikan Lokon selaku mitra dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) yang merupakan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar penamatan 144 siswa tingkat SD dan SMP tahun 2023.

Acara penamatan 144 siswa yang terdiri dari 37 SD dan 107 SMP berlangsung di Sporthall SATP, Sabtu (27/5/2023).

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur YPMAK Bidang Program & Monev, Nur Ihfa Karupukaro, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Lokon, Daniel Korompis, Founder TeachCast with Oxford, Kent Holiday, perwakilan Dinas Pendidikan dan jajaran Pimpinan PTFI.

Kepala Sekolah SATP, Johana Tnunay dalam sambutannya mengaku sangat bangga dengan 144 anak ini karena lulus dengan baik dan bisa mengikuti semua peraturan selama pembelajaran di sekolah maupun asrama.

“Saya bangga dengan anak-anak walau banyaknya aturan-aturan yang ditetapkan namun mereka dapat menyelesaikannya dengan baik. Kalian memang telah menyelesaikan belajar tingkat formal di sekolah tapi itu bukan berarti kalian telah selesai. Jangan bangga itu karena perjalanan kalian masih panjang kedepan,"kata Johana.

Menurutnya, aturan yang dibuat bertujuan membangkitkan prestasi anak-anak dan 144 anak ini bisa menjalaninya dengan baik, dan dengan peraturan-peraturan itulah, mereka bisa berada pada momen yang membahagiakan ini.

“Teruslah balajar sehingga bisa mengharumkan nama baik SATP, apa yang di dapat selama di SATP terus di kembangkan karena di luar sana masih banyak tugas-tugas berat untuk kalian hadapi dan jangan lupa terus membudidayakan budaya-budaya Papua yang bisa mengharumkan nama bangsa,” harapnya.

Sementara, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Lokon, Daniel Korompis mengatakan, hasil dari psikotes yang dilakukan pada siswa 90 persen siswa SATP cenderung mempunyai keterampilan rasional.

Menurutnya anak-anak membutukan kebutuhan dasar keseimbangan sensorik dan motorik dan juga keseimbangan keterampilan dan teori.

“Dari apa yang kita dapatkan anak-anak ini kita bina dengan konsep anak-anak harus aman, nyaman, tampil percaya diri dan anak harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas sehingga bisa bersaing ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga berpesan untuk anak-anak yang lulus untuk menjadi terang untuk dunia, sehingga apa yang didapatkan di SATP bisa diterapkan di jenjang selanjutnya.

“Dengan peraturan yang di dapatkan di SATP bisa menjadikan pembelajaran sebagai anak-anak yang taat akan aturan dan bisa diterapkan di pembelajaran selanjutnya,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur YPMAK Bidang Program & Monev, Nur Ihfa Karupukaro mengatakan, keberhasilan ini bukan tujuan akhir tetapi merupakan perjalanan yang harus di tempuh dengan tekun dan penuh semangat.

“Kami berkomitmen untuk memajukan lebih tinggi pendidikan yang baik bagi anak-anak asli Mimika serta 5 suku kekerabatan lainnya sehingga mampu menghasilkan generasi-generasi cerdas dan berkualitas,”tuturnya.

Ia juga berpesan kepada anak-anak untuk terus belajar, jangan berhenti karena masa depan Papua berada di tangan generasi-generasi baru.

Mewakili Manajemen PTFI Group Leader Partnership Fund Complince Lita Karubaba dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan menjadi titik perjalanan baru bagi pendidikan anak-anak Papua.

Selama ini para siswa sudah menunjukkan dedikasi, ketekunan dan semangat belajar yang tinggi dan siap melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.

“PTFI juga memastikan bahwa program bagi masyarakat asli sebagai perioritas, sehingga PTFI terus bersinergi dengan beberapa pemangku kepentingan yaitu pemda, lembaga adat, gereja, tokoh masyarakat dan lainnya. PTFI juga tetap berkomitmen melakukan program pemberdayaan masyarakat,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Top