Pendidikan

Pj Bupati Mappi Launching Pengimbasan Metode Gasing Untuk 164 SD di Distrik Dan Kampung

Foto bersama usai Pj Bupati Mappi, Michael R Gomar melakukan launching

MAPPI, BM

Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar melaunching progra pengimbasan pandai berhitung dengan Metode Gasing.

Di momen ini, Gomar juga melepas tim trainner atau instruktur pelaksanaan pengimbasan pandai berhitung metode gasing ke seluruh Distrik di Kabupaten Mappi.

Kegiatan ini dilangsungkan di halaman Pendopo pada Senin (4/9/2023) kemarin.

Kabupaten Mappi merupakan Kabupaten pertama di Provinsi Papua Selatan yang sudah melaksanakan pengimbasan pandai berhitung dengan metode Gasing sampai ditingkat Distrik dan Kampung.

Sebanyak 30 trainer atau instruktur selama 14 hari akan memberikan pelatihan kepada 300 peserta yang merupakan para guru Sekolah Dasar (SD) yang mengajar di 164 SD di distrik dan kampung.

Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam lima titik zona wilayah dengan rinciaan, zona wilayah satu Distrik Oba'a sebanyak 23 SD, Distrik Pasue 23 SD, Distrik Pasue bawah sebanyak 9 SD dan dipusatkan diwilayah Distrik Oba'a.

Zona wilayah dua Distrik Nambioman Bapai 14 SD, Distrik Minyamur 12 SD dan akan dipusatkan di Distrik Minyamur. Zona wilayah tiga meliputi Distrik Citak Mitak 7 SD, Distrik Kaibar 6 SD dan Distrik Tizain 7 SD dipusatkan di Distrik Citak Mitak.

Zona wilayah empat meliputi Distrik Asue 15 SD dan Distrik Haju 19 SD dipusatkan di Distrik Asue. Sementara zona wilayah lima meliputi Distrik Edera 11 SD, Distrik Bamgi 5 SD, Distrik Scyahame 7 SD, Distrik Venaha 7 SD dan Distrik Yakomi sebanyak 6 SD dipusatkan di Distrik Edera.

Penjabat Bupati Mappi Michael R. Gomar dalam sambutannnya mengatakan kegiatan launching dan pelepasan tim pengimbasan pandai berhitung dengan metode Gasing merupakan tindaklanjut dari kegiatan pelatihan pandai berhitung dengan metode Gasing yang telah diaksanakan oleh Dinas Pendidikan yang didukung oleh Profesor Yohanes Surya bersama tim melalui yayasan yang sudah dilaksanakan mulai beberapa bulan lalu di Kabupaten Mappi.

Dikatakan Gomar bahwa program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang diamanatkan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota.

"Kita bersyukur bahwa pemerintah Kabupaten Mappi adalah Kabupaten pertama di Provinsi Papua Selatan yang telah melaksanakan pelatihan pandai berhitung dengan metode Gasing di tahun 2023. Selain itu patut kita syukuri dimana anak-anak kita sebanyak 10 orang sudah mengikuti Show dihadapan bapak Presiden bapak Joko Widodo beberapa waktu lalu di Jayapura," ungkapnya.

Pj Bupati menyebutkan, semua ini bukan hal yang mudah, semua ini boleh terjadi berkat campur tangan Tuhan dan juga kerja keras semua pihak terutama Dinas Pendidikan yang didukung oleh para trainner yang telah dilatih sebanyak 30 orang di Kabupaten Mappi.

"Kita patut berbangga dimana saat ini dua orang guru dari Kabupaten Mappi sudah menjadi instruktur Nasional Metode Gasing dan saat ini meraka sudah di kirim ke Provinsi NTT dan Kabupaten Sorong," jelasnya.

Menurut Pj Bupati bahwa program akselerasi percepatan Numerasi ini dilakukan dibawah pengawasan secara langsung Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, juga merupakan salah satu indokator penilaian kepada dirinya sebagai Pj Bupati dalam mengimplementasikan program Gasing di Pemerintah Kabupaten Mappi.

"Pada hari ini (kemarin-red), kita melaunching pengimbasan metode Gasing, sejauh ini saya belum dengar di daerah lain. Di daerah lain mungkin hanya dipusatkan di kota tetapi kita di Mappi sudah sampai ke tingkat distrik dan kampung,"tuturnya.

"Harapan kita adalah bagaimana para guru sebanyak 300 orang yang nantinya dilatih dapat benar -benar mengikuti pelatihan dari para trainner sehingga para guru yang ada di distrik dan kampung dapat mengimplementasikan kepada para siswa-siswi di sekolah -sekolah," tambahnya.

Untuk diketahui kegiatan launching pengimbasan pandai berhitung dengan metode Gasing dan pelepasan para trainner atau instruktur turut di hadiri Pj Bupati Mappi, Michael Gomar, para Forkopimda, tokoh agama, adat, pemuda, tokoh perempuan dan para kepala OPD lingkup Pemkab Mappi. (Red)

Pemda Mimika Akan Tertibkan Pelajar Bolos Sekolah

 Pj Sekda Mimika Valentinus Sudarjanti Sumitro

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika berencana akan menertibkan pelajar yang bolos atau keluyuran saat jam pelajaran sekolah berlangsung.

Penertiban pelajar bolos merupakan upaya pemerintah daerah menghindarkan generasi muda dari pergaulan negatif seperti tawuran, narkoba, pesta minuman keras, hingga pergaulan bebas.

Selain itu juga untuk mendorong semua siswa berada di sekolah ketika jam belajar berlangsung.

Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanti Sumitro mengatakan akan dibuat rencana kerja terkait hal tersebut dan nantinya akan dijalankan oleh Satpol PP karena tugas mereka adalah menegakkan peraturan daerah yang ada.

"Semoga dengan kita membedah seluruh aturan daerah kita maka bisa di tau apa yang menjadi tugas mereka masing-masing untuk dikuatkan kembali,"kata Valentinus.

Valentinus mengatakan, dengan adanya wacana penertiban pelajar yang bolos ini maka anak-anak bisa mencipatakan suasana nyaman di sekolah, kemudian bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

"Di kota-kota lain untuk pengendalian anak-anak sekolah di jam-jam sekolah itu kan Satpol PP ikut membantu mengawasi, kerja sama dengan sekolah, dengan kepolisian untuk menertibkan anak sekolah yang berkeliaran di luar pada jam sekolah. Karena jangkauan guru-guru terbatas, kasihan kalau kita serahkan seluruhnya kepada guru," jelasnya.

Terkait dengan wacana penertiban tersebut Pj Bupati mengaku akan dilakukan secara perlahan dimulai dari penyampaian ke sekolah-sekolah.

"Tentu kita tidak akan buat keterkejutan pihak sekolah sehingga pastinya akan diberikan surat edaran ke sekolah-sekolah. Ini kan kita menata pelan-pelan, saya juga selalu sampaikan bahwa kita lakukan transformasi, transformasi itu kan dilakukan secara perlahan, supaya tidak ada keterkejutan,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Dua Tahun Berjalan Program TeachCast, Guru Dari Amerika Evaluasi Siswa SATP

Kepala sekolah SATP, Yohana dan dua guru dari Amerika foto bersama siswa SATP

MIMIKA,BM

Program TeachCast With Oxford telah berjalan dua tahun di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) dan kali ini SATP kedatangan dua orang ‘native speaker’ (guru) dari TeachCast With Oxford untuk mengevaluasi dan ingin mengetahui secara langsung perkembangan pembalajaran berbahasa Inggris yang sudah dilaksanakan.

Evaluasi yang dilakukan ‘native speaker’ di SATP, Kamis (26/10/2023) dengan cara mengajak para siswa-siswi mengikuti QuizBowl’. Mereka dibagi dalam 2 tim dan masing-masing tim diberikan pertanyaan menggunakan Bahasa Inggris.

Berdasarkan pantauan, para siswa-siswi SATP sangat antusias. Mereka juga lancar menjawab semua pertanyaan dengan bahasa Inggris.

Supervisor Teacher TeachCast, Paul Carrasco melalui penerjemah Relation Officer TeachCast Sandy Muhammad mengatakan, kedatangannya ke SATP karena ingin melihat perkembangan siswa yang mana selama dua tahun ini dilakukan melaui zoom. Dan terbukti, antuasias siswa cukup signifikan.

"Kami berharap bisa kerja sama lebih baik lagi untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk siswa-siswi di SATP. Karena memang kami melihat antusiasme siswa di sini sangat tinggi dan mereka cukup antusias mengikuti kelas teachCast," ujarnya.

Ia mengatakan, event ini berlangsung juga untuk memberikan motivasi dan juga penyegaran kepada siswa dengan bertemu langsung guru dari Amerika.

Pasalnya selama ini hanya dilakukan secara daring maka dengan evaluasi ini siswa merasa termotivasi sehingga diharapkan mereka lebih giat lagi mengikuti TeachCast terutama lebih giat belajar bahasa inggris.

"Harapan kami adalah siswa bisa belajar lebih dalam lagi dan dapat menguasai bahasa inggris secara natural,"tuturnya.

Metode pembelajaran Bahasa Inggris yang dilakukan TeachCast lebih kepada ‘conversation’ atau percakapan. Sementara untuk membaca, menulis, dan mendengarkan sudah diajarkan di sekolah.

Percakapan ini sangat penting, karena diberbagai wilayah Indonesia masih banyak mengalami hambatan.

Katanya, hal ini dikarenakan siswa belum percaya diri untuk berbicara Bahasa Inggris. Karenanya metode yang diberikan adalah siswa berbicara secara langsung dengan native speaker atau guru dari Amerika. Mereka dilatih untuk berbicara agar terbiasa.

"Melalui metode ini, selama 2 tahun pembelajaran yang dilakukan sangat luar biasa, para siswa sudah menerapkan apa yang didapatkan, dan hasilnya bisa dengan lancar berbicara Bahasa Inggris di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Sementara, Kepala SATP, Johanna MM Tnunay mengucapkan terima kasih atas dukungan PTFI sehingga hari ini dua guru dari Amerika bisa melihat langsung bagaimana perkembangan siswa di SATP dalam berbahasa inggris melalui program TeachCast.

"Kami tidak bisa bilang siswa kami bisa atau tidak bisa tetapi langsung dari guru Amerika yang datang evaluasi dan menilai sehingga itu jadi nilai plus. Dengan adanya games battle ini mereka bisa melihat bagaimana program yang mereka tawarkan kepada kami dan kami lakukan sehingga membuahkan hasil yang baik kepada siswa," terang Yohana.

TeachCast ini dilakukan untuk kelas 3 SD sampai kelas 9 SMP namun dampaknya juga akan dirasakan oleh siwa kelas 1 dan 2. (Shanty Sang)

Top